• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah MPI (Prinsip MBS)

N/A
N/A
Muhammad Ridwan

Academic year: 2023

Membagikan "Makalah MPI (Prinsip MBS)"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP UTAMA PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Berbasis Sekolah

Dosen Pengampu: Hamdan Hamid., M.Si

Disusun Oleh:

M. Syahlan Lubis

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-AZHAR

PEKANBARU

2023

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan Rahmat-nya yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-nya serta segala kemudahan yang telah diberikan sehingga penyusunan makalah tentang “Pinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah” ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada sang pembawa risalah kebenaran yang semakin tgeruji kebenarannya yakni baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabat serta para pengikutnya. Dan semoga syafa’atnya diberikan diakhirat kelak dan selalu menyertai kehidupan ini. Makalah ini berisi tentang Pinsip utama pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah.

Dalam kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Hamdan Hamid., M.Si selaku Dosen mata kuliah Manjemen Berbasis Sekolah yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan ini

2. Semua pihak yang telah memberi bantuan dan dukungan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Setitik harapan dari penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi wacana yang berguna. Penulis menyadari keterbatasan penyusunan ini.

Untuk itu, penulis mengharapkan dan menerima segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.

Pekanbaru, 18 November 2023

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Rumusan Penulisan...1

C. Tujuan Penulisan...2

BAB II PEMBAHASAN...3

A. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)...3

B. Tujuan dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)...5

C. Prinsip-Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah...6

D. Manfaat Pelaksanaan MBS...6

E. Praktik Pelaksanaan MBS di Indonesia...7

F. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah...8

BAB III PENUTUP...10

A. Kesimpulan...10

B. Saran...11

C. Daftar Pustaka...11

(4)

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir manusia.

Tujuan utama dari adanya pendidikan adalah menyiapkan manusia untuk menghadapi masa depan agar hidupnya lebih baik dari sebelumnya, baik secara individu maupun makhluk sosial.

Proses pendidikan yang baik merupakan pendidikan yang sesuai dengan zaman (mengikuti perkembangan zaman). Pendidikan tidak pernah lepas dari yang namanya sekolah. Maka untuk meningkatkan atau mengoptimalkan pendidikan diperlukan adanya manajemen berbasis sekolah. Manajemen berbasis sekolah.

Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah dan UU No. 25 yang berisi pembagian kekuasaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan diberlakukannya UU tersebut maka pengelolaan pendidikan juga ditangani oleh pemerintah daerah. Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan manajemen berbasis sekolah (MBS).

B. Rumusan Penulisan

1. Apa itu manajemen Berbasis Sekolah?

2. Apa tujuan dari Manajemen Berbasis Sekolah?

3. Apa prinsip-prinsip dari pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah?

4. Apa manfaat Manajemen Berbasis Sekolah?

5. Bagaimana praktik dari pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah?

6. Bagaimana implementasi dari Manajemen Berbasis Sekolah?

(5)

C. Tujuan Penulisan

1. Agar mengetahui manajemen Berbasis Sekolah

2. Untuk mengetahui tujuan dari Manajemen Berbasis Sekolah

3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip dari pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah

4. Untuk mengetahui manfaat Manajemen Berbasis Sekolah

5. Untuk mengetahui praktik dari pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah 6. Untuk mengetahui implementasi dari Manajemen Berbasis Sekolah

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Istilah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan terjemahan dari ”School Based Management”. Istilah ini pertama kali muncul di Amerika Serikat ketika masyarakat mulai mempertanyakan relevansi pendidikan dengan tuntutan dan perkembangan masyarakat setempat. MBS merupakan paradigma baru pendidikan yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Otonomi diberikan agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana dengan mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

Pelibatan masyarakat dimaksudkan agar mereka lebih memahami, membantu dan mengontrol pengelolaan pendidikan.[ CITATION Mur12 \l 1057 ]

Sistem yang sentralistik yang selama ini telah menghalangi peluang berkembangnya profesionalisme di bidang pendidikan baik faktor pembiayaan pemdidikan yang masih rendah, sumber daya yang kurang memadai, manajemen yang kurang efektif, maupun faktor eksternal yaitu bidang politik, ekonomi, hukum dan iptek yang turut memberikan kontribusi rendahnya mutu pendidikan.

Desentralisasi pendidikan menawarkan paradigma baru bagi kepala sekolah untuk lebih mandiri dan mengembangkan seluruh sumber daya sekolah menjadi sekolah unggul. Dalam rangka meningkatkan mutu lulusan sekolah, banyak sekolah yang menerapakan Manajemen Berbasis Sekolah. Strategi manajemen ini menekan adanya program peningkatan mutu berkelanjutan, ketelibatan orang tua siswa dalam perbaikan sekolah, bidang pengajaran, guru dan pegawai, siswa, keuangan, sarana dan prasarana, hubungan masyarakat, maka Manajemen Berbasis Sekolah diperkirakan mempunyai peluang lebih besar dalam mendorong gerakan perbaikan mutu pendidikan dalam era otonomi daerah.

[ CITATION Jal10 \l 1057 ]

(7)

Manajemen Berbasis Sekolah merupakan suatu bentuk manajemen sekolah yang sepenuhnya diserahkan kepada pihaksekolah untuk mencapai tujuan-tujuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. MBS muncul sejalan dengan keinginan pemerintah membagi kekuasaan antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam bidang pendidikan berupa kewenangan yang diberikan kepada sekolah. [ CITATION Ikb13 \l 1057 ]

MBS diartikan Sebagai segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan sumber daya yang berdasar pada sekolah itu sendiri dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. [ CITATION Suk11 \l 1057 ]

Fattah dalam (Wijaya, 2014) mengemukakan bahwa MBS diartikan sebagai pengalihan pengambilan keputusan dari tingkat pusat sampai tingkat sekolah. Pemberian kewenangan dalam pengambilan keputusan dipandang sebagai otonomi tingkat sekolah dalam pemberdayaan sumber daya sekolah sehingga sekolah mampu menggali, mengalokasikan, dan mempertanggungjawabkan kepada para pihak yang berkepentingan di sekolah.

MBS adalah strategi untuk meningkatkan pendidikan dengan mendelegasikan kewenangan pengambilan keputusan penting dari pusat dan daerah ketingkat sekolah. Dengan demikian, MBS pada dasarnya merupakan sistem manajemen dimana sekolah merupakan unit pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri. MBS memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka. Dalam pendekatan ini, tanggungjawab atas pengambilan keputusan tertentu mengenai anggaran, kepegawaian dan kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah dan bukan di tingkat daerah, apalagi pusat. Melalui keterlibatan guru, orang tua dan anggota masyarakat lainnya dalam keputusankeputusan penting itu, MBS dipandang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif bagi para murid.[ CITATION Mur12 \l 1057 ]

(8)

B. Tujuan dari Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

Tujuan MBS yaitu meningkatkan kemandirian sekolah melalui pemberian kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sumberdaya sekolah dan mendorong keikutsertaan semua kelompok kepentingan. Selaian itu seklah juga membina dan mengembangkan tujuh komponen manajemen sekolah melalui empat proses manajemen sekolah yang lebih efektif (perencanaan, pelaksaaan, pengawasan, dan evaluasi pendidikan).[CITATION Tri34 \l 1057 ]

Tujuan diadakannya manajemen berbasis sekolah atau manajemen pendidikan yaitu mengoptimalkan kinerja setiap substansi untuk mencapai tujuan pendidikan yang sudah ditentukan. Menurut Arikunto dan Yuliana dalam [ CITATION Tri34 \l 1057 ] menyebutan bahwa substansi manajemen pendidikan (bidang garapan). Unsur-unsur substansi/garapan garapan itu meliputi:

(1) kurikulum dan pembelajaran;

(2) peserta didik;

(3) pendidik dan tenaga kependidikan;

(4) keuangan pendidikan;

(5) sarana dan prasarana;

(6) partisipasi masyarakat; dan (7) budaya dan lingkungan sekolah.

MBS bertujuan untuk memandirikan dan memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi daerah kepada sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Pendapat yang dinyatakan Dirjen Pendidikan Menengah pada[ CITATION Suk11 \l 1057 ] mengatakan bahwa MBS bertujuan:

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui pemberian otonomi daerah kepada sekolah untuk mengelola dan memberdayakan sumber daya yang ada secara mandiri.

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui kepututsan bersama.

(9)

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat serta pemerintah tentang kualitas sekolah dan pendidikan pada umumnya.

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antara sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan.

C. Prinsip-Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah

Dalam pelaksanaan MBS terdapat beberapa prinsip umum yang menjadi pedoman, menurut Dirjen Pendas dan Menengah dalam [ CITATION Suk11 \l 1057 ] menyebutkan pedoman pelaksanaan MBS yaitu;

1) Memiliki visi, misi, dan strategi yang jelas, sehingga dapat melancarkan ke arah pencapaian tujuan pendidikan yang

2) Berpikiran pada prinsip saling berbagi, mengisi, membantu dan menerima.

Pembagian kekuraangan tersebut hendaknya sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing.

3) Adanya profesionalisme seluruh komponen yang terkait, baik para praktisi pendidikan, pengelola dan manager pendidikan lainnya termasuk profesionalisme dewan sekolah.

4) Adanya tuntutan tanggung jawab dan ketrlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan, sehingga pelaksanaan pendidikan bukan hanya tanggung jawab pendidik saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

5) Diarahkan kepada dibentuknya dewan sekolah, dimana sebagai institusi yang pada akhirnya bertugas melaksanakan MBS. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembentukan dewan sekolah merupakan implementasi MBS. Adanya transparansi dalam pengelolaan sekolah.

Penerapan prinsip-prinsip ini dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih efektif, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

D. Manfaat Pelaksanaan MBS

Satori dalam [ CITATION Wij14 \l 1057 ] mengemukakan manfaat dari

(10)

1) Sekolah dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya karena lebih dapat mengetahui kekuatan, kelemahan peluang, dan ancaman yang mungkin dihadapinya.

2) Sekolah lebih mengetahui kebutuhannya, khususnya input dan output pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik dan masyarakat luas.

3) Pengambilan keputusan partisipatif yang dilakukan dapat lebih memenuhi kebutuhan sekolah, karena sekolah lebih tahu yang terbaik bagi penyelenggaraan progran sekolahnya.

4) Penggunaan sumber daya akan lebih efisien dan efektif apabila masyarakat turut serta mengawasi dan membantu memenuhi kebutuhan sekolah.

5) Keterlibatan warga sekolah dalam menggambil keputusan sekolah akan menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat.

6) Sekolah akan lebih bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan disekolahnya kepada pemerintah, masyarakat, peserta didik, dan orang tua.

7) Sekolah dapat berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

8) Sekolah dapat merespon aspirasi masyarakat yang senantiasa berubah dengan pendekatan yang tepat dan cepat.

E. Praktik Pelaksanaan MBS di Indonesia

Sejalan dengan reformasi dan demokratisasi pendidikan yang sedang bergulir, pemerintah telah bertekad bulat untuk melaksanakan desentralisasi pendidikan yang bertumpu pada pemberdayaan sekolah disemua jenjang pendidikan. Dengan adanya otonomi daerah, maka kewenangan pengelolaan pendidikan sebagian besar diserahkan kepada pemerintah daerah, meliputi administrasi pegawai, keuangan, perlengkapan, dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

(11)

Menurut Salis dalam [ CITATION Wij14 \l 1057 ] Pelaksanaan otonomi pendidikan dimulai dari tingkat provinsi kemudian tingkat kabupaten/kota lalu tingkat sekolah. Sebagian sekolah menuntut diberikan otonomi sendiri untuk mengelola sekolahnya sendiri. Rendahnya kualitas sekolah dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah buruknya kualitas manajemen dan kebijakan pendidikan.

Selama masa Orde Baru, manajemen sekolah bersifat sangat sentralistik.

Sehingga menempatkan sekolah pada posisi marjinal, yakni kurang diberdayakan tetapi malah diberdayakan, kurang mandiri, pasif, bakhan inisiatif dan kretivitasnya untuk berkembang terikat kepada suatu sturan dari pemerintah pusat. Tetapi seiring dengan diberlakukannya otonomi pendidikan, Depdiknas telah melakukan reorientasi manajemen sekolah dari manajemen pendidikan berbasis pusat menjadi manajemen pendidikan berbasis sekolah (MBS).

Konsep dari MBS terbukti telah dapat diterapkan di negara-negara maju, dan di Indonesia masih merupakan konsep manajemen pendidikan yang baru.

MBS merupakan satu perwujudan dari otonomi pendidikan yang telah ditetapkan dalam UU no. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional yang berbunyi

“Pengelolaan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah.[ CITATION Wij14 \l 1057 ]

F. Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah

Implementasi MBs akan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain, natar satu daerah dengan daerah yang lain. Namun impkementasi MBS akan berhasil apabila bertolakdari strategi yang mengacu pada prinsip-prinsip dan karakteristik MBS. Menurut Slamet P.H dalam [ CITATION Suk11 \l 1057 ] menyatakan bahwa strategi utama dalam implementasi MBS adalah:

1. Menyosialisasikan konsep MBS.

2. Melakukan analisis setuasi.

(12)

3. Merumuskan tujuan situasional yang akan dicapai melalui pelaksanaan MBS.

4. Mengidentifikasikan fungsi-fungsi yang akan dilibatkan untuk mencapai tujuan MBS.

5. Menentukan tingkat kesiapan setipa fungsi melalui analisis SWOT.

6. Memiliki langkah-langkah pemecahan masalah atau tantangan.

7. Membuat rencana jangka pendek menengah dan panjang.

8. Melaksanakan program-program untuk merealisasikan rencana jangka pendek MBS.

9. Melakukan pemantauan dan evaluasi proses hasil MBS.

(13)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian-uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu penerapan otonomi daerah di bidang pendidikan, dalam artian pemberian wewenang sepenuhnya kepada pihak sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dimana pada orde baru manajemen sekolah bersifat sentralistik, setelah reformasi manajemen pendidikan diubah dari yang sebelumnya sentralistik menhjadi desentralisasi dengan sistem Manajemen Berbasis Sekolah. Di Indonesia Manajemen Berbasis Sekolah merupakan konsep manajemen pendidikan yang masih baru. Tujuan utama dari Manajemen Berbasis Sekolah adalah untuk mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada pada sekolah tersebut dengan cara memberikan kemandirian kepada sekolah. Manfaat dari terlaksananya MBS salah satunya adalah sekolah dalam hal pengambilan keputusan dalam memajukan sekolahnya sesuai dengan kebutuhan sekolahnya.

Prinsip-prinsip utama pelaksanaan manajemen berbasis sekolah melibatkan pemberdayaan pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan, peningkatan akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Berikut adalah beberapa prinsip utama pelaksanaan manajemen berbasis sekolah:

1. Memiliki visi, misi, dan strategi yang jelas

2. Berpikiran pada prinsip saling berbagi, mengisi, membantu dan menerima 3. Adanya profesionalisme seluruh komponen yang terkait

4. Adanya tuntutan tanggung jawab dan ketrlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan

5. Diarahkan kepada dibentuknya dewan sekolah, dimana sebagai institusi yang pada akhirnya bertugas melaksanakan MBS

(14)

B. Saran

Demikian makalah ini penulis buat. Menyadari bahwa tugas makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu segala kritik dan saran yang konstruktif selalu diharapkan demi kesempurnaan tugas makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penggarapan tugas makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan berbagai pihak yang membutuhkan.

C. Daftar Pustaka

Barlian, I. (2013). Manajemen Berbasis Sekolah Menuju Sekolah Berprestasi.

Jakarta: Erlangga.

Jalalludin. (2010). EFEKTIVITAS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH PADA SMA NEGERI I MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA. Jurnal Pendidikan, 17-22.

Sukmawati. (2011). Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Berbasis Sekolah. Jurnal Cakrawala Kependidikan, Vol. 9, No. 2, 105-108.

Sutarto, M., Darmansyah, & Warsono, S. (2012). Manajemen Berbasis Sekolah.

Jurnal Ilmiah Manajemen, Vol. 13, No. 3, 343-355.

Triwiyanto, T. (2013). PEMETAAN MUTU MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH MELALUI AUDIT MANAJEMEN PENDIDIKAN.

Manajemen Pendidikan, Vol. 24, No. 2, 125-134.

Wijaya, D. (2014). Model Scorecard Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, Vol. 14, No. 1, 45-58.

.

.

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan prinsip- prinsip Islam dalam pengembangan manajemen mutu pendidikan dan untuk mengetahui faktor penghambat

Manajemen Berbasis Sekolah ( School-Based Management ) merupakan sistem pengelolaan persekolahan yang memberikan kewenangan dan kekuasaan ( authority and responsibility )

Lebih lanjut, Fauzan juga mengemukakan, MBS sebenarnya ingin menjawab pola pikir pengembangan manajemen sekolah yang semula manajemen berbasis kepala sekolah bergeser menjadi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kota Yogyakarta dalam rangka pelaksanaan manajemen berbasis sekolah (MBS) dapat dikategorikan

Manajemen berbasis sekolah dapat bermakna adalah desentralisasi yang sistematis pada otoritas dan tanggung jawab tingkat sekolah untuk membuat keputusan atas

Prinsip-prinsip manajemen peserta didik adalah manajemen peserta didik dipandang sebagai bagian dari keseluruhan manajemen sekolah, segala bentuk kegiatan manajemen

Materi yang dibutuhkan untuk tujuan itu meliputi konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), prinsip pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah, strategi pelaksanaan

Makalah ini membahas tentang manajemen pendidikan Islam, bao gồm các khái niệm, prinsip, dan