• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah pendahuluan studi kelayakan bisnis.docx

N/A
N/A
IBP Cesario lecture

Academic year: 2024

Membagikan "Makalah pendahuluan studi kelayakan bisnis.docx"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN STUDI KELAYAKAN BISNIS (Kelompok 1)

Disusun oleh :

1. Nur Shinta Cholifah 1613031015 2. Anisa Virgianti 1613031029 3. Juliko Sihite 1613031043 4. Winda Marlyana 1653031007 5. Kurniati Sari 1653031009 Mata Kuliah : Studi Kelayakan Bisnis

Dosen Pengampu : Drs. I Komang Winatha, M.Si.

Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG

2019

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan barokah nya kepada kami sehingga makalah yang berjudul “Pendahuluan Studi Kelayakan Bisnis” dapat terselesaikan dengan tepat waktu. Sholawat serta salam tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa cahaya yang ke dunia yang gelap sebelumnya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang dibimbing oleh Drs. I Komang Winatha, M.Si. dan Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Si. Penyusun menyadari dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu kritik dan saran dari pembaca sekalian penulis nanti demi kebaikan makalah makalah kami selanjutnya terutama dari dosen pembimbing.

Terima kasih semuanya sahabat yang terkait dalam penulisan makalah ini.

Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama kita sebagai mahasiswa penerus bangsa.

Bandar Lampung , 12 Maret 2019

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 2 1.3 Tujuan 2

1.4 Manfaat 2 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Studi Kelayakan Bisnis 3 2.2 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis 5

2.3 Faktor Yang Memengaruhi Kegagalan Bisnis 6 2.4 Manfaat Bisnis 8

2.5 Tujuan Studi Kelayakan Bisnis 10

2.6 Lembaga Yang Memerlukan Studi Kelayakan 12 2.7 Aspek Penilaian Bisnis 13

2.8 Tahapan Studi Kelayakan Bisnis 16

2.9 Sumber Data dan Informasi Yang Digunakan 17 BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 18 3.2 Saran 19

DAFTAR PUSTAKA 20

(4)
(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada kehidupan sehari-hari perilaku manusia selalu berkaitan dengan usaha- usaha pemenuhan kebutuhan, salah satunya yaitu dengan berbisnis. Dalam pelaksanaanya bisnis merupakan sesuatu yang perlu perencanaan yang sangat baik. Oleh karena itu diperlukan adanya sebuah studi terlebih dahulu guna membantu dalam pembuatan suatu perencanaan. Studi kelayakan merupakan salah satu mata kuliah (study) terapan yang bersifat aplikatif, Sedangkan yang dimaksud dengan studi kelayakan bisnis, sering disebut studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakan proyek investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Istilah “proyek”

mempunyai arti suatu pendirian usaha baru atau pengenalan sesuatu (barang maupun jasa) yang baru ke dalam suatu produk yang sudah ada selama ini.

Pengertian keberhasilan bagi pihak yang berorientasi profit dan pihak non profit bisa berbeda. Bagi pihak yang berorientasi semata, biasanya mengartikan keberhasilan suatu proyek dalam artian yang lebih terbatas dibandingkan dengan pihak non profit, yaitu diukur dengan keberhasilan proyek tersebut dalam menghasilkan profit. Sedangkan bagi pihak non profit (misalnya pemerintah dan lembaga non profit lainnya), pengertian berhasil bisa berujud misalnya, seberapa besar penyerapan tenaga kerjanya, pemanfaatan sumber daya yang melimpah ditempat tersebut dan faktor – faktor lain yang dipertimbangkan terutama manfaatnya bagi masyarakat luas.

Semakin besar suatu proyek yang akan dijalankan, semakin luas dampak yang terjadi baik dampak ekonomis maupun sosial, sebaliknya semakin sederhana proyek yang akan dilaksanakan, semakin sederhana pula lingkup penelitian yang akan dilaksanakan. Namun sesederhana apapun baik secara formal

(6)

maupun informal, sebaiknya penelitian kelayakan dilakukan sebelum proyek tersebut dilaksanakan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah latar belakang munculnya studi kelayakan bisnis?

2. Apa yang dimaksud studi kelayakan bisnis?

3. Apa saja faktor yang menyebabkan kegagalan usaha?

4. Apa saja manfaat bisnis?

5. Apa saja tujuan studi kelayakan bisnis?

6. Apa saja lembaga yang memerlukan studi kelayakan?

7. Apa saja aspek-aspek yang ada dalam penilaian bisnis?

8. Bagaimanakah tahapan dalam studi kelayakan bisnis?

9. Apa saja sumber data dan informasi dalam studi kelayakan bisnis?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui latar belakang munculnya studi kelayakan bisnis;

2. Mengetahui pengertian studi kelayakan bisnis;

3. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan usaha;

4. Mengetahui manfaat berbisnis;

5. Mengetahui tujuan-tujuan dari studi kelayakan bisnis;

6. Mengetahui lembaga-lembaga yang memerlukan studi kelayakan;

7. Mengetahui aspek-aspek penilaian bisnis;

8. Mengetahui tahapan-tahapan dalam studi kelayakan bisnis;

9. Mengetahui sumber-sumber data dan informasi dalam studi kelayakan bisnis.

1.4 Manfaat

Agar mahasiswa mengetahui konsep studi kelayakan bisnis, bagaimana pelaksanaanya, serta mengetahui manfaat dilakukannya studi kelayakan bisnis.

Sesuai dengan keilmuannya juga mahasiswa pendidikan ekonomi merupakan

(7)

calon pendidik yang harus tahu mengenai studi kelayakan bisnis karena pembahasan bisnis tidaklah lepas dari penguasaan pembelajaran ekonomi.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Studi Kelayakan Bisnis

Penanaman modal dalam suatu usaha atau proyek, baik untuk usaha baru maupun perluasan usaha yang sudah ada, biasanya disesuaikan dengan tujuan perusahaan dan bentuk badan usahanya. Salah satu tujuan perusahaan didirikan adalah mencari keuntungan (profit) dalam arti seluruh aktivitas perusahaan ditujukan hanya untuk mencari keuntungan semata. Sedangkan untuk tujuan lainnya seperti, bersifat sosial yang artinya jenis usaha ini sengaja didirikan untuk membantu masyarakat dalam penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pendidikan, rumah sakit, panti sosial, rumah yatim piatu, dan usaha sosial lainnya. Selain itu juga, ada perusahaan yang didirikan dengan tujuan keduanya, artinya di samping ingin memperoleh keuntungan juga ingin memberikan layanan sosial. Namun, dalam prakteknya usaha sosial juga perlu memperoleh keuntungan. Sehingga, mampu membiayai usahanya sendiri (mandiri) tidak hanya bergantung kepada donatur.

Bagi perusahaan yang didirikan untuk tujuan profit, yang paling utama adalah perlu dipikirkan seberapa lama pengembalian dana yang ditanam sebagai modal agar segera kembali. Artinya sebelum perusahaan dijalankan maka terlebih dahulu perlu dihitung apakah proyek atau usaha yang akan dijalankan benar-benar dapat mengembalikan uang yang telah diinvestasikan dalam proyek tersebut dalam jangka waktu tertentu dan dapat memberikan keuntungan finansial lainnya seperti yang diharapkan. Jika tidak, maka sebaiknya perusahaan tersebut jangan dijalankan. Di samping dapat mencapai

(8)

keuntungan finansial, bagi pemilik usaha jenis ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi karyawan yang bekerja pada proyek tersebut, masyarakat sekitar proyek, maupun untuk pemerintah. Jenis perusahaan yang bersifat total profit ini biasanya berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT).

Perusahaan yang bersifat sosial juga harus dapat memberikan berbagai manfaat. Hanya saja bagi perusahaan yang bersifat sosial keuntungan dalam bentuk finansial tidak begitu ditonjolkan. Yang terpenting adalah proyek yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Usaha sosial juga harus membiayai usahanya, sehingga tidak perlu mengharapkan uluran atau bantuan dari pihak lain. Perusahaan yang bersifat sosial berbentuk badan hukum yayasan. Agar tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan, maka apa pun tujuan perusahaan (baik profit, sosial, maupun gabungan dari keduanya) hendaknya apabila ingin melakukan investasi sebaiknya didahului dengan studi. Tujuannya adalah untuk menilai apakah investasi yang akan ditanamkannya layak atau dengan kata lain jika usaha/proyek tersebut dijalankan dapat memberikan keuntungan atau suatu manfaat atau tidak.

Kegagalan dapat dihindari dengan melakukan studi terlebih dahulu sebelum proyek dijalankan. Studi tersebut dikenal dengan istilah Studi Kelayakan Bisnis. Salah satu tujuan dilakukan studi kelayakan bisnis adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat meminimalkan hambatan dan risiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang. Karena, masa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut dapat terjadi di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, hukum, budaya, dan perilaku masyarakat.

2.2 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Sebelum membahas pengertian studi kelayakan bisnis itu sendiri, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu investasi, jenis-jenisnya, dan kegiatan yang ada dalam investasi. Menurut William F.S. investasi adalah

(9)

mengorbankan dollar sekarang untuk dollar di masa yang akan datang. Dari pengertian tersebut terkandung dua atribut atau inti yaitu adanya risiko dan tenggang waktu. Mengorbankan uang artinya menanamkan sejumlah dana (uang) dalam suatu usaha saat sekarang atau saat investasi dimulai. Kemudian, mengharapkan pengembalian investasi dengan disertai tingkat keuntungan yang diharapkan di masa yang akan datang (dalam waktu tertentu).

Investasi dapat dilakukan dalam berbagai bidang usaha, oleh karena itu investasi dibagi dalam beberapa jenis. Yaitu:

a. Investasi nyata (real investment)

Merupakan investasi yang dibuat dalam harta tetap, seperti tanah, bangunan, dan peralatan atau mesin-mesin.

b. Investasi finansial (financial investment)

Merupakan investasi dalam bentuk kontrak kerja, pembelian saham atau obligasi, dan surat berharga lainnya.

Investasi dapat pula diartikan sebagai penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha.

Penanaman modal yang ditanamkan dalam arti sempit berupa proyek tertentu baik bersifat fisik maupun nonfisik. Seperti pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung, dan lainnya.

Secara umum pengertian proyek adalah kegiatan yang melibatkan berbagai sumber daya yang terhimpun dalam suatu wadah (organisasi) tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk melakukan kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk mencapai sasaran tertentu. Dalam praktiknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

a. Adanya permintaan pasar

Adanya suatu kebutuhan dan keinginan dalam masyarakat yang harus disediakan.

b. Untuk meningkatkan kualitas produk

(10)

Bagi perusahaan tertentu proyek dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas produk karena tingginya tingkat persaingan.

c. Kegiatan pemerintah

Adanya kehendak pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, pengertian bisnis adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan sesuai dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan dalam berbagai bidang, baik jumlah maupun waktunya.

Keuntungan merupakan tujuan utama dalam dunia bisnis, terutama untuk pemilik bisnis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengertian Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu kegiatan yang memelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak suatu usaha utnuk dijalankan.

Maksud dari memelajari secara mendalam yaitu, meneliti secara sungguh- sungguh data dan informasi yang ada kemudian diukur, dihitung, dan dianalisis hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode tertentu.

Kemudian, maksud dari kelayakan yaitu penelitian yang dilakukan secara mendalam dilakukan untuk menentukan apakah usaha yang akan dilaksanakan laya atau tidak. Kelayakan dapat diartikan bahwa usaha yang dijalankan akan memberi keuntungan finansial dan nonfinansial sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Kelayakan juga dimaksudkan keuntungan tidak hanya untuk perusahaan saja tapi juga bagi investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat luas.

2.3 Faktor-faktor Yang Menyebabkan Kegagalan Usaha

Resiko kegagalan yang timbul di masa yang akan datang disebabkan karena masa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Yang paling penting

(11)

adalah memerhatikan resiko yang bakal terjadi nantinya. Secara umum faktor- faktor yang menyebabkan kegagalan terhadap hasil yang dicapai sekalipun telah dilaksanakan studi kelayakan bisnis secara benar dan sempurna, antara lain:

a. Data dan informasi tidak lengkap

Pada saat melakukan penelitian data dan informasi yang disajikan kurang lengkap, sehingga hal-hal yang seharusnya menjadi penilaian tidak ada.

Kemudian dapat pula data yang disediakan tidak dapat dipercaya atau palsu.

b. Tidak teliti

Kegagalan dapat pula disebabkan si penstudi (orang yang melakukan studi) kurang teliti dalam meniliti dokumen yang ada. Oleh karena itu, dalam hal ini tim studi kelayakan bisnis perlu melatih atau mencari tenaga yang benar-benar ahli di bidangnya, sehingga faktor ketelitian ini menjadi jaminan. Kecerobohan sekecil apapun akan sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian.

c. Salah perhitungan

Kesalahan dapat pula diakibatkan si penstudi salah dalam melakukan perhitungan. Misalnya dalam hal penggunaan rumus atau cara menghitung sehingga hasilnya pun tidak akurat.

d. Pelaksanaan pekerjaan salah

Apabila para pelaksana di lapangan tidak mengerjakan proyek secara benar atau tidak sesuai dengan prosedur atau pedoman yang ditetapkan, maka kemungkinan bisnis tersebut bisa gagal.

e. Kondisi lingkungan

Kegagalan lainnya adalah adanya unsur-unsur yang terjadi yang memang di luar kendali. Misalnya perubahan lingkungan seperti perubahan ekonomi, politik, atau juga karena bencana alam.

f. Unsur sengaja

Kesalahan yang sangat fatal adalah adanya faktor kesengajaan untuk berbuat kesalahan. Artinya peneliti sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenernya dengan berbagai sebab. Atau para

(12)

pelaksana di lapangan juga melakukan perbuatan yang tercela, sehingga menyebabkan gagalnya suatu proyek atau usaha.

Adanya faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan usaha. Oleh karena itu, sebelum studi kelayakan bisnis dilaksanakan tim yang bertanggung jawab maka harus memerhatikan hal-hal berikut ini:

a. Kelengkapan dan keakuratan data dan informasi yang diperoleh;

b. Tenaga ahli yang dimiliki benar-benar tangguh;

c. Penentuan metode dan alat ukur yang tepat;

d. Loyalitas tim studi kelayakan bisnis.

2.4 Manfaat Bisnis

Sudah pasti bahwa pendirian suatu bisnis atau proyek akan memberikan berbagai manfaat atau keuntungan terutama bagi pemilik usaha. Di samping itu, keuntungan dan manfaat lain dapat pula dipetik oleh berbagai pihak dengan kehadiran suatu usaha. Misalnya bagi masyarakat luas, baik yang terlibat langsung dalam proyek maupun yang tinggal di sekitar usaha, termasuk bagi pemerintah.

Berikut keuntungan dengan adanya kegiatan bisnis baik bagi perusahaan, pemerintah, maupun masyarakat, antara lain:

a. Memperoleh keuntungan

Apabila suatu usaha dikatakan layak untuk dijalankan akan memberikan keuntungan, terutama keuntungan keuangan bagi pemilik bisnis.

Keuntungan ini biasanya diukur dari nilai uang yang akan diperoleh dari hasil usaha yang dijalankannya.

b. Membuka peluang pekerjaan

Dengan adanya usaha jelas akan membuka peluang pekerjaan kepada masyarakat, baik bagi masyarakat yang terlibat langsung dengan usaha atau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi usaha. Adanya peluang pekerjaan ini akan memberikan pendapatan bagi masyarakat yang bekerja pada usaha tersebut. Begitu pula bagi masyarakat yang tinggal di sekitar

(13)

lokasi usaha dapat membuka berbagai macam usaha, sehingga masyarakat yang tadinya pengangguran dapat meningkatkan kesejahteraannya.

c. Manfaat ekonomi

Secara umum manfaat ekonomi antara lain:

1. Menambah jumlah barang dan jasa. Untuk usaha tertentu misalnya pendirian pabrik tertentu pada akhirnya akan memproduksi barang dan jasa. Dengan tersedia jumlah barang dan jasa yang lebih banyak, masyarakat punya banyak pilihan, sehingga pada akhirnya yang akan berdampak kepada harga yang cenderung turun dan kualitas barang sejenis akan lebih meningkat.

2. Meningkatkan mutu produksi. Hal ini disebabkan dengan adanya barang dari usaha sejenis dapat memacu produsen untuk meningkatkan kualitas produknya.

3. Meningkatkan devisa. Khusus untuk barang yang tujuan ekspor akan dapat menambah devisa atau akan dapat memberikan pemasukan devisa bagi negara dari barang yang kita ekspor.

4. Menghemat devisa, artinya apabila semula barang tersebut kita impor dan sekarang bisa diproduksi di dalam negeri, maka jelas tindakan ini dapat mengemat devisa negara.

d. Tersedia sarana dan prasarana

Bisnis yang akan dijalankan di samping memberikan manfaat seperti di atas juga memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas terutama bagi masyarakat sekitar bisnis yang akan dijalankan.

Manfaat yang dirasakan seperti tersedianya sarana, dan prasarana yang dibutuhkan, seperti jalan, telepon, air, penerangan, pendidikan, rumah sakit, rumah ibadah, sarana olahraga, serta sarana, dan prasarana lainnya.

e. Membuka isolasi wilayah

Untuk wilayah tertentu pembukaan suatu usaha misalnya perkebunan, jalan atau pelabuhan akan membuka isolasi wilayah. Wilayah yang tadinya tertutup menjadi terbuka, sehingga akses masyarakat akan menjadi lebih baik.

(14)

f. Meningkatkan persatuan dan membantu pemerataan pembangunan Dengan adanya proyek atau usaha biasanya pekerja yang bekerja di dalam proyek datang dari berbagai suku bangsa. Pertemuan dari berbagai suku akan dapat meningkatkan persatuan. Kemudian dengan adanya proyek di berbagai daerah akan memberikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

2.5 Tujuan Studi Kelayakan Bisnis

Sebelumnya telah dibahas di muka, mengapa perlu adanya studi kelayakan sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan. Intinya agar apabila usaha atau proyek ini dijalankan tidak akan sia-sia atau dengan kata lain tidak membuang uang, tenaga, atau pikiran secara percuma serta tidak akan menimbulkan masalah yang tidak perlu di masa yang akan datang. Bahkan dengan adanya usaha atau proyek akan dapat memberikan berbagai keuntungan serta manfaat kepada berbagai pihak.

Paling tidak ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dijalankan perlu dilakukan studi kelayakan, yaitu:

a. Menghindari resiko kerugian

Untuk mengatasi risiko kerugian di masa yang akan datang, karena di masa yang akan datangada semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini, fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan risiko yang tidak kita inginkan, baik risiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.

b. Memudahkan perencanaan

Jika kita sudah dapat meramalkan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, maka akan mempermudah kita dalam melakukan perencanaan dan hal-hal apa saja yang perlu direncanakan. Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, di mana lokasi proyek akan dibangun, siapa-siapa yang akan

(15)

melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang akan diperoleh serta bagaimana mengawasinya jika terjadi penyimpangan. Yang jelas dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai waktu tertentu.

c. Memudahkan pelaksanaan pekerjaan

Dengan adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Para pelaksana yang mengerjakan bisnis tersebut telah memiliki pedoman yang harus dikerjakan. Kemudian pengerjaan usaha dapat dilakukan secara sistematik, sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan rencana yang sudah disusun. Rencana yang sudah di susun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan.

d. Memudahkan pengawasan

Dengan telah dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun. Pelaksanaan pekerjaan bisa sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya karena merasa ada yang mengawasi, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat oleh hal-hal tidak perlu.

e. Memudahkan pengendalian

Jika dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng ke rel yang sesungguhnya, sehingga pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.

(16)

2.6 Lembaga-lembaga Yang Memerlukan Studi Kelayakan Bisnis

Hasil penilaian melalui studi kelayakan ini sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan terhadap usaha atau proyek yang akan dijalankan. Perusahaan yang melakukan studi kelayakan akan bertanggung jawab terhadap hasil yang mereka katakan layak, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan merasa yakin dan sangat percaya dengan hasil studi kelayakan yang telah dilakukan.

Adapun pihak-pihak yang berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan tersebut antara lain:

a. Pemilik usaha

Para pemilik perusahaan sangat berkepentingan terhadap hasil dari analisis studi kelayakan yang telah dibuat, hal ini disebabkan para pemilik tidak mau jika sampai dana yang ditanamkan akan mengalami kerugian. Oleh sebab itu, hasil studi kelayakan yang sudah dibuat benar-benar dipelajari oleh para pemilik, apakah akan memberikan keuntungan atau tidak.

b. Kreditur

Jika uang tersebut dibiayai oleh dana pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya, maka pihak mereka pun sangat berkepentingan terhadap hasil studi kelayakan yang telah dibuat. Bank atau lembaga keuangan lainnya tidak mau sampai kreditnya atau pinjaman yang diberikan akan macet, akibat usaha atau proyek tersebut sebenarnya tidak layak unutuk dijalankan. Oleh karena itu, untuk usaha-usaha tertentu pihak perbankan akan melakukan studi kelayakan terlebih dahulu secara mendalam sebelum pinjaman dikucurkan kepada pihak peminjam.

c. Pemerintah

Bagi pemerintah pentingnya studi kelayakan adalah untuk meyakinkan apakah bisnis yang akan dijalankan akan memberikan manfaat baik bagi perekonomian secara umum. Kemudian bisnis juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat luas, seperti penyediaan lapangan pekerjaan.

(17)

Pemerintah juga berharap bahwa bisnis yang akan dijalankan tidak merusak lingkungan sekitarnya, baik terhadap manusia, binatang, maupun tumbhu-tumbuhan.

d. Masyarakat luas

Bagi masyarakat luas dengan adanya bisnis, terutama bagi masyarakat sekitarnya akan memberikan manfaat seperti tersedia lapangan kerja, baik bagi pekerja di sekitar lokasi proyek maupun bagi masyarakat lainnya.

Kemudian manfaat lain adalah terbukanya wilayah tersebut dari ketertutupan (terisolasi). Dengan adanya bisnis juga akan menyediakan sarana dan prasarana seperti tersedianya fasilitas umum seperti jalan, jembatan, listrik, telepon, rumah sakit, sekolah sarana ibadah, sarana olahraga, taman, dan fasilitas lainnya.

e. Manajemen

Hasil studi kelayakan bisnis merupakan ukuran kinerja bagi pihak manajemen perusahaan untuk menjalankan apa-apa yang sudah ditugaskan. Kinerja inidapat dilihat dari hasil yang telah dicapai, sehingga terlihat prestasi kerja pihak manajemen yang menjalankan usaha.

2.7 Aspek-aspek Penilaian Bisnis

Dalam melakukan pembuatan dan penilaian studi kelayakan melalui tahap- tahap yang telah ditentukan, hendaknya dilakukan secara benar dan lengkap.

Kemudian setiap tahapan memiliki berbagai aspek yang harus diteliti, diukur, dan dinilai sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan. Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan studi untuk menentukan kelayakan suatu usaha.

Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri, akan tetapi saling berkaitan.

Artinya jika salah satu aspek tidak dipenuhi, maka perlu dilakukan perbaikan atau tambahan yang diperlukan.

Urutan penilaian aspek mana yang harus didahului tergantung dari kesiapan penilai dan kelengkapan data yang ada. Tentu saja dalam hal ini dengan pertimbangan prioritas, mana yang harus didahului dan mana yang berikutnya.

(18)

Secara umum, prioritas aspek-aspek yang perlu dilakuakan studi kelayakan sebagai berikut :

a. Aspek hukum

Dalam aspek ini yang akan dibahas adalah masalah kelengkapan dan keabsahan dokumen perusahaan, mulai dari bentuk badan usaha sampai izin-izin yang dimiliki. Kelengkapan dan keabsahan dokumen sangat penting., karena hal ini merupakan dasar hukum yang harus dipegang apabila di kemudian hari timbul masalah. Keabsahan dan kesempurnaan dokumen dapat diperoleh dari pihak-pihak yang menerbitkan atau mengeluarkan dokumen tersebut.

b. Aspek pasar dan pemasaran

Untuk menilai apakah perusahaan yang akan melakukan investasi ditinjau dari segi pasar dan pemasaran memiliki peluang pasar yang diinginkan atau tidak. Atau dengan kata lain seberapa besar potensi pasar yang ada untuk produk yang ditawarkan dan seberapa besar market share yang dikuasai oleh para pesaing dewasa ini. Kemudian bagaimana strategi pemasarn yang akan dijalankan, untuk menangkap peluang pasar yang ada.

Dalam hal ini, untuk menentukan besarnya pasar nyata dan potensi pasar yang ada, maka perlu dilakukan riset pasar, baik dengan terjun langsung ke lapangan maupun dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Kemudian, setelah diketahui pasar nyata dan potensi pasar yang ada barulah disusun strategi pemasarannya.

c. Aspek keuangan

Penelitian dalam aspek ini dilakukanuntuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan dan seberapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek jadi dijalankan. Penelitian ini meliputi seberapa lama investasi yang ditanamkan akan kembali. Kemudian dari mana saja sumber pembiayaan bisnis tersebut dan bagaimana tingkat suku bunga yang berlaku, sehingga apabila dihitung dengan formula penilaian investasi sangat menguntungkan. Metode penilaian yang akan digunakan nantinya dengan payback period, Net Present Value, Internal Rate of

(19)

Return, Profitability Indek, Break Event Point serta dengan rasio-rasio keuangan lainnya.

d. Aspek teknis / operasi

Dalam apek ini yang akan diteliti adalah megenallokasi usaha, baik kantor pusat, cabang, pabrik, atau gudang. Kemudian penentuan layout gedung, mesin, dan peralatan serta layout ruangan sampai pada usaha perluasan selanjutnya. Penelitian mengenai lokasi meliputi berbagai pertimbangan, apakah harus dekat dengan pasar, dekat dengan bahan baku, dengan tenaga kerja, dengan pemerintah, lembaga keuangan, pelabuhan, atau pertimbangan lainnya. Kemudian mengenai penggunaan tekhnologi apakah padat karya, maka akan memberikan kesempatan kerja, namun jika padat karya justru sebaliknya.

e. Aspek manajemen / organisasi

Yang dinilai dalam aspek ini adalah para pengelola usaha dan struktur organisasi yang ada. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang profesional, mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengendalikannya apabila terjadi penyimpangan. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan usahanya.

f. Aspek Ekonomi Sosial

Penelitian dalam aspek ekonomi adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan jika proyek ini dijalankan. Pengaruh ini terutama terhadap ekonomi secara luas serta dampak sosialnya terhadap masyarakat secara keseluruhan. Dampak ekonomi tertentu, peningkatan pendapatan masyarakat baik yang bekerja di pabrik atau masyarakat diluar lokasi pabrik. Demikian pula dengan dampak sosial yang ada seperti tersedianya sarana dan prasarana seperti jalan, jembatan, penerangan, telepon, air, tempat kesehatan, pendidikan, sarana olahraga, dan sarana ibadah.

g. Aspek Dampak Lingkungan

Merupakan analisis yang paling dibutuhkan pada saat ini, karena setiap proyek yang dijalankan akan sangat besar dampaknya terhadap lingkungan

(20)

di sekitarnya, baik terhadap darat, air, dan udara, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kehidupan manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan yang ada disekitarnya.

2.8 Tahap-tahap Studi Kelayakan Bisnis

Studi dalam kelayakan dilakukan untuk mempermudah pelaksanaan studi kelayakan dan keakuratan dalam penilaian. Adapun tahap-tahap dalam melakukan studi kelayakan yang umum dilakukan sebagai berikut :

a. Pengumpulan data dan informasi

Pengumpulan data dan informasi yang diperlukan selengkap mungkin, baik bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pengumpulan data dan informasi dapat diperoleh dari sumber yang dipercaya, misalnya dari lembaga yang berwenang untuk mengeluarkannya, seperti biro pusat statistik atau BPS, badab koordinasi penanaman modal (BKPN), Badan Pengelola Pasar Modal (BAPEPAM), Bnk Indonesia (BI). Pengumpulan data ini dapat dari data primer maupun data skunder dari berbagai metode.

b. Melakukan pengolahan data

Pengolahan data dilakukan dsecara bener dan akurat dengan metode- metode dan ukuran-ukuran, yang telah lazim digunakan untuk bisnis.

Kemudian dalam hal perhitungan ini, hendaknya diperiksa ulang untuk memastikan kebenaran hitungan yang telah dibuat sebelumnya.

c. Analisis Data

Melakukan analisis data dalam rangka menentukan kreteria kelayakan dari seluruh aspek. Kelayakan bisnis ditentukan dari kreteria yang telah memenuhi syarat sesuai kreteria yang layak digunakan. Kreteria kelayakan diukur dari setiap aspek untuk seluruh aspek yang telah dilakukan.

d. Mengambil keputusan

Mengambil keputusan sesuai dengan kreteria yang telah ditetapkan apakah layak atau tidak dengan ukuran yang telah ditentukan berdasarkan hasil perhitungan sebelumnyam Jika tidak layak sebaiknya dibatalkan dengan menyebutkan alasannya.

(21)

e. Memberikan Rekomendasi

Langkah terakhir adalah memberikan rekomendasi kepada pihak tertentu terhadap laporan studi yang telah disusun. Dalam memberikan rekomendasi diberikan juga saran-saran serta perbaikan yang perlu, jika memang masih dibutuhkan, baik kelengkapan dokumen maupun persyaratan lainnya. Apabila suatu hasil studi kelayakan dinyatakan layak untuk dijalankan.

2.9 Sumber Data dan Informasi

Data dan informasi merupakan yang sangat penting dalam menganalisis suatu usaha, karena tanpa adanya data dan informasi yang jelas,maka hasil study kelayakan yang kita lakukan tidak akan berhasil dengan baik.oleh karena itu, perlu di cari sumber-sumber data dan informasi yang benar-benar dapat di percaya keabsahannya.

Adapun sumber-sumber data informasi yang dapat kita peroleh serta dapat di percaya,antara lain:

1. Data informasi yang bersumber dari publikasi ekonomi dan bisnis baik dari koran ataupun majalah.

2. Data dan informasi yang bersumber dari publikasi Bank Indonesia,Perbanas,maupun oleh lembaga keuanga lainnya.

3. Data dan informasi yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Badan Pengelola Pasar Modal (Bapepam).

4. Data dan informasi yang bersumber dari Biro Pusat Statistik (BPS).

5. Data dan informasi yang bersumber dari Asosiasi Industri dan Dagang yang membawahi jenis usaha yang sejenis.

6. Departemen teknis,di mana biasanya data-data dan informasi yang di keluarkan terkumpul dari tahun ke tahun,misalnya jika usaha pertanian,maka perlu di cari dari Departemen Pertanian.

7. Data dan informasi yang bersumber dari universitas atau perguruan tinggi lainnya.

(22)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Penanaman modal dalam suatu usaha atau proyek, baik untuk usaha baru maupun perluasan usaha yang sudah ada, biasanya disesuaikan dengan tujuan perusahaan dan bentuk badan usahanya. Salah satu tujuan perusahaan didirikan adalah mencari keuntungan (profit) dalam arti seluruh aktivitas perusahaan ditujukan hanya untuk mencari keuntungan semata. Studi Kelayakan Bisnis adalah suatu kegiatan yang memelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak suatu usaha utnuk dijalankan.

Resiko kegagalan yang timbul di masa yang akan datang disebabkan karena masa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Yang paling penting adalah memerhatikan resiko yang bakal terjadi nantinya. Sudah pasti bahwa pendirian suatu bisnis atau proyek akan memberikan berbagai manfaat atau keuntungan terutama bagi pemilik usaha. Di samping itu, keuntungan dan manfaat lain dapat pula dipetik oleh berbagai pihak dengan kehadiran suatu usaha. Misalnya bagi masyarakat luas, baik yang terlibat langsung dalam proyek maupun yang tinggal di sekitar usaha, termasuk bagi pemerintah. Salah satu tujuan dilakukan studi kelayakan bisnis adalah untuk mencari jalan keluar agar dapat meminimalkan hambatan dan risiko yang mungkin timbul di masa yang akan datang. Karena, masa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Ketidakpastian tersebut dapat terjadi di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, hukum, budaya, dan perilaku masyarakat.

Hasil penilaian melalui studi kelayakan ini sangat diperlukan dan dibutuhkan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang berkepentingan terhadap usaha atau proyek yang akan dijalankan. Ada beberapa aspek yang perlu

(23)

dilakukan studi untuk menentukan kelayakan suatu usaha. Masing-masing aspek tidak berdiri sendiri, akan tetapi saling berkaitan. Artinya jika salah satu aspek tidak dipenuhi, maka perlu dilakukan perbaikan atau tambahan yang diperlukan.

3.2 Saran

Studi kelayakan bisnis merupakan kegiatan analisis yang penting dalam penentuan kelayakan sebelum investasi atau menjalankan suatu bisnis. Pada dasarnya studi kelayakan bisnis ini sangatlah bermanfaat guna meminimalisirkan resiko yang akan terjadi apabila bisnis akan dijalankan.

Untuk mahasiswa khususnya yang keilmuannya ke ekonomi dan akuntansi haruslah bisa memahami pentingnya studi kelayakan bisnis, dan juga untuk masyarakat umum bisa lebih memahami bagaimana proses studi kelayakan bisnis itu sendiri dan apa saja manfaatnya, serta bagaimana mendapatkan sumber dan data informasi yang diperlukan

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Kasmir, Jakfar. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Penerbit: Jakarta: Prenadamedia.

Referensi

Dokumen terkait

Studi kelayakan yang digunakan untuk menilai sebuah proyek yang akan dijalankan disebut dengan STUDI KELAYAKAN PROYEK. Studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan

Merupakan metode analisis kelayakan investasi untuk menilai jangka waktu (tahun) pemulihan seluruh modal yang diinvestasikan dalam suatu proyek.. Metode arus kumulatif, yaitu

Atas kuasa dan rahmat dan kemudahan yang telah diberikan- Nya, sehingga skripsi yang berjudul Studi Kelayakan Bisnis Usulan Investasi Perluasan Tempat Usaha (Studi

menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut dijalankan.. Studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitian yang.. menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam organisasi bisnis, berbagai kegiatan komunikasi terjadi setiap hari, baik lisan maupun

Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis/proyek adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang

Jadi pengertian studi kelayakan peroyek atau bisnis adalah penelitihan yang menyangkut berbagai aspek baik itu dari aspek hukum, sosial ekonomi

soal studi kelayakan bisnis soal mengenai studi kelayakan bisnis untuk belajar