• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah pendididkan Agama

N/A
N/A
Dhina Arrohmah

Academic year: 2024

Membagikan " makalah pendididkan Agama"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM, HAM DAN DEMOKRASI

Dosen Pengampu : Saadudin Nasikhs. P d.I, M.Pd

DISUSUN OLEH :

Adhina Asyiyatur Rohmah (202212159)

Diana Rizka Latifah Putri (202212161)

Virkha Aulia Sari (202212162)

Putri Sinta Sukma Ambarwati (202212163)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MURIA KUDUS KUDUS

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyusun tugas makalah yang berjudul “Islam, HAM dan Demokrasi” ini tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas pada program Studi Akuntansi mata kuliah Pendidikan Agama. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan kepada penulis dan pembaca, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan sumber materi keagamaan.

Kami selaku penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Saadudin Nasikhs. P d.I, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan mendukung proses pembuatan makalah ini sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.

Makalah ini telah kami susun dengan sistematis dan sebaik mungkin meski jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu dengan segala kekurangan dalam makalah ini, kami menerima kritik serta saran yang bersifat membangun untuk kami. Kami harap makalah ini dapat bermanfaat serta menjadi konstribusi yang positif untuk para pembaca dan terkhususnya kami sebagai penulis.

Kudus, 16 Oktober 2022

Penulis

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...ii

DAFTAR ISI ...iii

BAB I PENDAHULUAN ...4

A. Latar Belakang ...4

B. Rumusan Masalah ...4

C. Tujuan Penulisan ...4

BAB II PEMBAHASAN ...5

A. Definisi Hak Asasi Manusia ...5

B. Dasar Hukum Hak Asasi Manusia ...5

C. Prinsip-Prinsip Hak Asasi Manusia ...7

D. Definisi Demokrasi ...8

E. Dasar Hukum Demokrasi ...8

F. Prinsip-Prinsip Demokrasi ...9

BAB III PENUTUP ...12

A. Simpulan ...12

DAFTAR PUSTAKA ...13

iii

(4)

4 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Di masa sekarang ini sering kita jumpai dengan adanya perdebatan yang menyangkut kehidupan masyarakat Indonesia maupun masyarakat luar negeri, salah satu contoh dari permasalahan perdebatan tersebut adalah mengenai HAM dan demokrasi. Dengan demikian kami selaku mahasiswa yang berjiwa islami mencoba untuk mengkilas balik ilmu yang mengenai HAM dan demokrasi dalam konsep agama. Yang melatar belakangi topik dari pembahasan kami adalah tuigas dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam mengenai HAM dan demokrasi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis bermaksud membahas materi yang terangkum dalam rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud Hak Asasi Manusia?

2. Dasar Hukum apa yang digunakan?

3. Apa saja prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia?

4. Apa yang dimaksud demokrasi?

5. Dasar hukum apa yang digunakan?

6. Apa saja ciri-ciri dari demokrasi?

C. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini:

1. Untuk mengetahui apa itu HAM dan Demokrasi 2. Untuk mengetahui dasar hukum HAM dan Demokrasi 3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip HAM dan Demokrasi

(5)

5 BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI HAM

atau syariat islam adalah sistem kaidah- kaidah yang didasarkan pada wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku mukallaf (orang yang sudah

dapat dibebani

kewajiban) yang

diakui dan diyakini,

yang mengikat bagi

semua

(6)

pemeluknya. Dan hal ini mengacu pada apa yang telah dilakukan oleh Rasul untuk

melaksanakannya

secara total. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diperintahkan Allah Swt untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik yang

berhubungan dengan

kepercayaan (aqidah)

(7)

maupun yang berhubungan dengan amaliyah

atau syariat islam adalah sistem kaidah- kaidah yang didasarkan pada

wahyu Allah SWT dan Sunnah Rasul mengenai tingkah laku mukallaf (orang yang sudah

dapat dibebani

kewajiban) yang

diakui dan diyakini,

yang mengikat bagi

semua

(8)

pemeluknya. Dan hal ini mengacu pada apa yang telah dilakukan oleh Rasul untuk

melaksanakannya

secara total. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diperintahkan Allah Swt untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik yang

berhubungan dengan

kepercayaan (aqidah)

(9)

maupun yang berhubungan dengan amaliyah

Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh bangsa, hukum, pemerintah dan semuanya demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. siapa yang diberikan.

Definisi HAM Jan Materson adalah: “Hak asasi manusia dapat didefinisikan secara luas sebagai hak-hak yang melekat pada kodrat kita, yang tanpanya kita tidak dapat hidup sebagai manusia.” Oleh karena itu, sifat dasar hak asasi manusia sering dipandang sebagai hak yang tidak seseorang dapat mencabut atau menghapus, bahkan jika mereka tidak memiliki kekuatan untuk mencabutnya. Dengan kata lain, hak asasi manusia harus dijamin oleh suatu negara atau pemerintah, sehingga siapapun yang melanggarnya harus diberi sanksi yang berat, bukan berarti hak asasi manusia itu mutlak tidak terbatas. Selain hak-hak dasar, kehidupan bermasyarakat memiliki kewajiban-kewajiban dasar yang hanya dapat dilaksanakan atau dipenuhi jika dilaksanakan. Jadi pertama-tama penuhi kewajiban Anda dan kemudian klaim hak Anda.

B. Dasar Hukum HAM

Pengaturan Hak Asasi Manusia dalam Hukum Islam Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber hukum dalam Islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak asasi manusia. Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama bagi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar HAM serta kebenaran dan keadilan, jauh sebelum timbul pemikiran mengenai hal tersebut pada masyarakat dunia. Ini dapat dilihat pada ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Al-Qur’an, antara lain :10

1. Dalam Al-Qur’an terdapat sekitar 80 ayat tentang hidup, pemeliharaan hidup dan penyediaan sarana kehidupan, misalnya dalam Surat Al-Maidah ayat 32. Di samping itu, Al-Qur’an juga berbicara tentang kehormatan dalam 20 ayat.

2. Al-Qur’an juga menjelaskan dalam sekitas 150 ayat tentang ciptaan dan makhluk- makhluk, serta tentang persamaan dalam penciptaan, misalnya dalam Surat Al- Hujarat ayat 13.

3. Al-Qur’an telah mengetengahkan sikap menentang kezaliman dan orang-orang yang berbuat zalim dalam sekitar 320 ayat, dan memerintahkan berbuat adil dalam 50 ayat yang diungkapkan dengan kata-kata : ‘adl, qisth dan qishash.

4. Dalam Al-Qur’an terdapat sekitar 10 ayat yang berbicara mengenai larangan memaksa untuk menjamin kebebasan berpikir, berkeyakinan dan mengutarakan aspirasi. Misalnya yang dikemukakan oleh Surat Al-Kahfi ayat 29.

Perlindungan Islam terhadap Hak Asasi Manusia

(10)

Adapun hak-hak asasi manusia yang dilindungi oleh hukum Islam antara lain adalah : 6 1. Hak hidup.

Hak hidup adalah hak asasi yang paling utama bagi manusia, yang merupakan karunia dari Allah bagi setiap manusia. Perlindungan hukum islam terhadap hak hidup manusia dapat dilihat dari ketentuan-ketentuan syari’ah yang melinudngi dan menjunjung tinggi darah dan nyawa manusia, melalui larangan membunuh, ketentuan qishash dan larangan bunuh diri. Membunuh adalah salah satu dosa besar yang diancam dengan balasan neraka, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Nisa’ ayat 93 yang artinya sebagai berikut “Dan barang siapa membunuh seorang muslim dengan sengaja maka balasannya adalah jahannam, kekal dia di dalamnya dan Allah murka atasnya dan melaknatnya serta menyediakan baginya azab yang berat.”

Bahkan Islam tidak membenarkan kita memikirkan soal membunuh diri dan mencitacitakan mati. Mengharap-harap supaya lekas mati tidak dibenarkan dalam Islam, karena kalua kita terus hidup dapat menambah kebaikan dan memperbaiki kesalahan.

2. Hak kebebasan beragama

Dalam Islam, kebebasan dan kemerdekaan merupakan HAM, termasuk di dalmnya kebebasan menganut agama sesuai dengan keyakinannya. Oleh karena itu, Islam melarang keras adanya pemaksaan keyakinan agama kepada orang yang telah menganut agama lain. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat AL-Baqarah ayat 256, yang artinya: “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dan jalan yang salah.”

3. Hak atas keadilan.

Keadilan adalah dasar dari cita-cita Islam dan merupakan disiplin mutlak untuk menegakkan kehormatan manusia. Dalam hal ini banyak ayat-ayat Al-Qur’an maupun Sunnah yang mengajak untuk menegakkan keadilan, di antaranya terlihat dalam Surat Al-Nahl ayat 90, yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji , kemungkaran dan permusuhan.” Keadilan adalah hak setiap manusia dan menjadi dasar bagi setiap hubungan individu. Oleh karena itu, merupakan hak setiap orang untuk meminta perlindungan kepada penguasa yang sah, dan menjadi kewajiban bagi para pemimpin atau penguasa untuk menegakkan keadilan dan

memberikan jaminan keamanan yang cukup bagi warganya.

4. Hak persamaan

Islam tidak hanya mengakui prinsip kesamaan derajat mutlak di antara manusia tanpa memndang warna kulit, ras atau kebangsaan, melainkan menjadikannya realitas yang penting. Ini berarti bahwa pembagian umat manusia ke dalam bangsa-bangsa, ras-ras, kelompok-kelompok dan suku-suku adalah demi untuk adanya pembedaan, sehingga rakyat dari satu ras atau suku dapat bertemu dan berkenalan dengan rakyat yang berasal dari ras atau suku lain. Al-Qur’an menjelaskan idealisasinya tentang persamaan manusia dalam Surat Al-Hujarat ayat 13, yang artinya :

(11)

“Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.

7 Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling takwa.”

5. Hak mendapatkan pendidikan

Setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan kesanggupan alaminya. Dalam Islam, mendapatkan pendidikan bukan hanya merupakan hak, tapi juga merupakan kewajiban bagi setiap manusia, sebagaimana yang dinyatakan oleh hadits Nabi saw yang diriwayatkan oleh Bukhari : “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” Pentingnya pendidikan ini, karena melalui pendidikan orang akan menyadari harga dirinya dan martabatnya sebagai manusia, dengan pendidikan dapat membuka akal pikiran manusia terhadap kenyataan hidup dalam alam semesta ini dan terhadap hubungan manusia dengan Tuhan-nya dan hubungan manusia dengan sesama manusia, dan dengan pendidikan pula orang dapat menyadari dan memperjuangkan hak-haknya.

C. Prinsip-prinsip HAM

1) Prinsip perlindungan terhadap agama

Beragama merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi. Agama Islam menjamin perlindungan bagi setiap pemeluk agama untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinannya dan tidak memaksa pemeluk agama lain untuk meninggalkan agamanya dan masuk kedalam agama islam. Hal ini dijelaskan dalam (QS. Qaf 45)

2) Prinsip perlindungan terhadap jiwa

Menurut hukum islam, jiwa itu harus dilindungi. Oleh sebab itu, hukum Islam berkomitmen untuk menjaga dan melindungi jiwa manusia. Islam sangat melarang keras pembunuhan sebagai upaya menghilangkan jiwa manusia dan melindungi berbagai sarana yang digunakan manusia untuk mempertahankan kemaslahatan dan kelangsungan hidupnya.

3) Prinsip perlindungan terhadap akal

Menurut hukum Islam, manusia wajib menjaga kewarasannya, karena kewarasan memegang peranan yang sangat penting didalam kehidupan. Untuk itu akal harus dilindungi dari berbagai hal yang dapat mempengaruhi fungsinya. Hukum Islam secara tegas melarang manusia terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat merusak pikiran, seperti minum minuman yang memabukkan, karena dapat menyebabkan rusaknya fungsi pikiran manusia.

Oleh karena itu Islam memberikan sanksi hukum bagi yang mengkonsumsi minuman yang memabukkan seperti yang tertulis dalam( QS. Al-Maidah 90) 4) Prinsip perlindungan terhadap keturunan

Dalam hukum Islam, perlindungan terhadap keturunan merupakan hal yang sangatlah urgen. Oleh karena itu, Islam mengamankan keturunan bagi mereka

(12)

yang secara sah ditetapkan sebagai sarana untuk menghasilkan keturunan melalui perkawinan, sebagaimana disebutkan dalam (QS. Al-Isra’ ayat 32)

8 5) Prinsip perlindungan terhadap harta

Kekayaan adalah anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada mereka untuk menjalani hidup dan kehidupannya. Oleh karena itu, hak asasi manusia untuk memperoleh harta benda dilindungi asalkan dilakukan dengan cara yang adil dan sesuai dengan hukum menurut standar moral. Islam menjamin kepemilikan yang sah atas milik manusia dan melarang penggunaan sarana untuk memperoleh milik orang lain yang bukan haknya. Sebagaimana firman Allah dalam (QS. Al-Baqarah ayat 188).

D. Definisi Demokrasi

Ada banyak definisi yang digunakan oleh para ahli demokrasi, beberapa di antaranya dikutip di bawah ini.

1. Menurut Joseph A. Schumpeter, demokrasi adalah lembaga perencanaan untuk membuat keputusan politik di mana individu diberdayakan untuk memutuskan bagaimana bersaing dengan publik.

2. Sidney Hooke, dalam The Encyclopedia of America, mendefinisikan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di mana keputusan penting pemerintah didasarkan, langsung atau tidak langsung, atas persetujuan bebas dari orang dewasa.

3. Menurut Philippe C. Schmitter dan Terry Lynn Karl, demokrasi didefinisikan sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab atas tindakannya di depan umum oleh warga negara yang bertindak secara tidak langsung melalui persaingan dan kerja sama dengan sistem pejabat terpilih.

Dari ketiga definisi di atas, jelaslah bahwa demokrasi memiliki nilai.

Artinya.adanya unsur kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada rakyat, adanya akuntabilitas kepada pemimpin. Di sisi lain, menurut Abdulrahman Wahid, demokrasi memiliki dua nilai: nilai fundamental dan nilai turunan. Menurut Abdurrahman Wahid, nilai-nilai utama demokrasi adalah kebebasan, persamaan, musyawarah dan keadilan. Kebebasan berarti keseimbangan antara kebebasan individu dari kekuasaan negara dan hak individu warga negara dan hak kolektif masyarakat. Dalam demokrasi, hubungan antara penguasa dan warga negara didasarkan pada hukum yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

E. Dasar Hukum Demokrasi

Dalam hukum demokrasi terdapat tiga hal, yang Pertama, Ali Ghufran alias Mukhlas, pemerintah Indonesia dengan menilai seluruh penguasa Indonesia kafir.

Pandangan kedua, yang melihat demokrasi tidak semuanya kufur dan boleh

(13)

memanfaatkannya dalam koridor tidak bertentangan dengan Islam, Pandangan ketiga:

adalah mereka yang memandang demokrasi adalah halal dalam segala keadaannya, 9 dengan memantau suara terbanyak tanpa melihat tidaknya dengan syari'at Allah. Sedangkan Hukum demokrasi dalam Islam adalah umat Islam memandang bahwa memasuki wilayah yang berkembang saat ini perlu dilakukan untuk mewujudkan cita-cita penegakan syariat islam, dengan pertimbangan untuk mengubah sistem siyasah yang sekulermenuju ke siyasah yang islami.

F. Prinsip- Prinsip Demokrasi

1) Musyawarah atau As-Syura

Prinsip ini menggambarkan bagaimana keputusan dibuat dengan persetujuan bersama, dengan menempatkan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.

As- Syura dijelaskan dalam ayat berikut:

a. QS Ali Imran ayat 159

ِرْمل ْلٱ ىِف ْمُه ْرِوالشلو

Arab latin: wa syāwir-hum fil-amr

Artinya: "Dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu."

b. QS Ast-Syura ayat 38

اّمِملو ْمُهلنْيلب ٰىلروُش ْمُهُرْملألو لة ٰوللّصلٱ ۟اوُمالقلألو ْمِهّبلرِل ۟اوُبالجلتْسٱ لنيِذّلٱلو

Arab latin: Wallażīnastajābụ lirabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa amruhum syụrā bainahum wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn Artinya: "Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."

2) Adil atau Al-A

Prinsip Ini berarti penegakan hukum diberbagai bidang kehidupan, sehingga membuatnya adil dan bijaksana untuk semua orang. Berikut adalah ayat al- quran yang menjelaskan prinsip ini:

a. QS Al-Maidah ayat 8

لنوُللمْعلت المِب ٌۢريِبلخ ل ّلٱ ّنِإ ۚ ل ّلٱ ۟اوُقّتٱلو ۖ ٰىلوْقّتلِل ُبلرْقلأ لوُه ۟اوُلِدْعٱ

Arab latin: i'dilụ, huwa aqrabu lit-taqwā wattaqullāh, innallāha

khabīrum bimā ta'malụn

(14)

Artinya: "Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

b. QS As-Syura ayat 15

10

ْمُكُل َٰم ْعَأ ْمُكَل َو اَََنُل َٰم ْعَأ اَنَل ۖ ْمُكّب َر َو اَنّب َر ُ للٱ ۖ ُمُكَنْيَب َلِد ْعَ ِل ُت ْرِمُأ َو ۖ ٍب َٰتِك نِم ُ للٱ َل َزنَأ اَمِب ُتنَماَء ْلُق َو

ُريََََََََََََََصَمْلٱ ِهََََََََََََََْيَلِإ َو ۖ اَََََََََََََََنَنْيَب ُعَََََََََََََََم ْجَي ُ للٱ ۖ ُمُكَنْيَب َو اَََََََََََََََنَنْيَب َةلجُح َل ِۖ Arab latin: wa qul āmantu bimā anzalallāhu ming kitāb, wa umirtu li`a'dila bainakum, allāhu rabbunā wa rabbukum, lanā a'mālunā wa lakum a'mālukum, lā ḥujjata bainanā wa bainakum, allāhu yajma'u

bainanā, wa ilaihil-maṣīr

Artinya: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah- lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah

kembali (kita)."

.

3) Memenuhi kepercayaan atau Al-Amanah

Setiap orang yang terlibat dalam demokrasi wajib menjaga kepercayaan yang dipercayakan kepadanya dalam musyawarah. Prinsip amanah dapat ditemukan dalam QS An-Nisa ayat 58

ِل ْدَََََََََََعْلٱِب ۟اوََََََََََُمُك ْحَت نَأ ِسالنلٱ َنْيَب مُتْمَك َح اَذِإ َو اَََََََََََهِلْهَأ ٰٓىَلِإ ِت َٰن َٰمَ ْلٱ ۟اوّد َؤََََََََََُت نَأ ْمُكُرُمْأَََََََََََي َ للٱ لنِإ Arab latin: Innallāha ya`murukum an tu`addul-amānāti ilā ahlihā wa iżā

ḥakamtum bainan-nāsi an taḥkumụ bil-'adl

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil."

4) Tanggung Jawab atau Al-Masuliyyah

Semua umat islam harus menyadari bahwa jabatan dan kekuasaan adalah kewajiban yang harus dijalankan. Orang yang dititipi kepercayaan wajib bertanggung jawab di hadapan Allah SWT dan orang yang mempercayakannya. Nabi Muhammad SAW mengingatkan prinsip tanggung jawab dalam haditsnya:

ٌلوُئْسلم ْمُكّلُكلو ٍعالر ْمُكّلُك

(15)

Artinya: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya." (HR Bukhari).

5) Kebebasan atau Al-Hurriyyah

Bagi seorang umat islam, kebebasan harus dijalankan selaras dengan tanggung 11 jawab. Jangan biarkan kebebasan dilakukan tanpa kendali sehingga merusak atau merugikan lingkungan sekitar. Ayat berikut adalah pengingat akan kebebasan didalam berdemokrasi

QS.Ali Imran ayat 104

Ayat ini menjelaskan kebebasan memberi kritik dan saran

لنوُحِلْفُمْلٱ ُمُه لكِئٰٓلل ۟وُألو ۚ ِرلكنُمْلٱ ِنلع لنْولهْنليلو ِفوُرْعلمْلٱِب لنوُرُمْأليلو ِرْيلخْلٱ ىللِإ لنوُعْدلي ٌةّمُأ ْمُكنّم نُكلتْللو Arab latin: Waltakum mingkum ummatuy yad'ụna ilal-khairi wa ya`murụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkar, wa ulā`ika humul-mufliḥụn

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung."

QS An Nisa ayat 59

Firman Allah SWT dalam ayat ini mengingatkan kebebasan berpendapat

ِ ّلٱ ىللِإ ُهوّدُرََلف ٍء ْى لَش ىِف ْمُتْعلزََٰلنلت نِإََلف ۖ ْمُكنِم ِرْمل ْلٱ ىِل ۟وُألو للوُسّرلٱ ۟اوُعيِطلألو ل ّلٱ ۟اوُعيِطلأ ۟آوُنلمالء لنيِذّلٱ الهّيلأٰٓلي

ِلوُسّرلٱلو

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanū aṭī'ullāha wa aṭī'ur-rasụla wa ulil-amri mingkum, fa in tanāza'tum fī syai`in fa ruddụhu ilallāhi war-rasụl

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)."

(16)

12 BAB III

PENUTUP

SIMPULAN

1. HAM merupakan hak asasi manusia yang dimiliki oleh setiap orang sejak ia berada didalam kandungan. HAM menurut pandangan islam sendiri merupakan hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh bangsa, hukum, pemerintah dan semuanya demi kehormatan dan perlindungan harkat dan martabat manusia. siapa yang diberikan

2. Demokrasi menurut islam sendiri merupakan meminta pendapat dan mencari kebenaran dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan

(17)

13 DAFTAR PUSTAKA

https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/diktum/article/download/425/322/

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5726369/prinsip-demokrasi-dalam-islam- musyawarah-adil-amanah-tanggung-jawab

https://journals.ums.ac.id/index.php/suhuf/article/view/666#:~:text=Sedangkan%20Hukum

%20demokrasi%20dalam%20Islam,menuju%20ke%20siyasah%20yang%20Islami Dalizar Putra, Hak Asasi Manusia Menurut Al-Qur'an PT. Al Husna Zikra, Jakarta, 1995

Hak Asasi Manusia dalam Islam, http://www.angelfire.com

T. Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Islam dan Hak Asasi Manusia, PT. Pustaka RiKi Putra, Semarang 1999.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Anas, yang menyatakan bahwa Nabi saw tidak pernah mengangkat kedua tangannya sedikit pun ketika berdoa, kecuali pada waktu istisqa‟ (mohon

Akhlak Nabi Muhammad saw yang diutus menyempurnakan akhlak manusia itu, disebut dengan akhlak Islam atau akhlak Islami, karena bersumber dari wahyu Allah swt yang kini terdapat

7 Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Saw, baik perkataan maupun perbuatan beliau, sedangkan hadits hanya husus mengenai perbuatan beliau adalah

juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, yang di dalamnya termasuk masalah kewarisan. Nabi Muhammad saw.. membawa hukum waris Islam untuk mengubah hukum

Perintah inilah (secara etimologis, jaminan inilah) yang dijadikan dasar oleh orang islam untuk mengunakan hadits nabi sebagai dasar kedua dalam kehidupan. Al-Qur’an dan Hadits Nabi

prinsip syariah adalah hukum islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits..

Islam yang turunkan kepada Nabi Muhammad Saw., Pembahagian ilmu dibuat oleh para ulama ialah untuk memudahkan manusia mengetahui intipati shariat Islam dari umum kepada perincian detail

Makalah ini mengkaji tentang para pengganti Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Khulafa'u Rasyidin, dan peran mereka dalam menyebarkan agama