MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONSEP POLITIK DALAM ISLAM
DISUSUN OLEH : KELOMPOK 12
Muhammad Ridho Adha 05101282227046 Zaldi Putra Pratama 05101382227083 Eka Sulis Setiawati 05101282227065 Nursyiffa Syawallya 05101282227063
Dosen Pengampu : Dr. Apriyanti, S. Pd. I., M. Pd.I
PROGRAM STUDI ILMU TANAH JURUSAN TANAH
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
KATA PENGANTAR
Puji syukur terpanjatkan atas kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat serta atas izinnya penulis dapat menyelesaikan makalah kewarganegaraan tentang penegakan hukum di Indonesia. Shalawat serta salam tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhamad SAW. Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu agar lebih mengetahui Konsep Politik dalam Islam.
Dalam penulisan makalah ini, penulis telah mendapat banyak bantuan, masukkan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah membimbing dan yang telah turut membantu dan mendukung dalam pengerjaan makalah ini.
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 1
1.3. Tujuan ... 2
BAB 2 PEMBAHASAN ... 3
2.1. Pengertian Politik dalam Islam ... 3
2.2. Politik dalam Pandangan Cendikiawan dan Ulama ... 4
2.3. Sejarah Pemikiran Politik Islam... 5
2.4. Kedudukan Politik dalam Islam ... 6
2.5. Asas-asas Sistem Politik Islam ... 7
BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN ... 9
3.1. Kesimpulan ... 9
3.2. Saran ... 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Islam sebagai agama universal dan sempurna memiliki nilai-nilai yang sangat penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah nilai-nilai politik. Konsep politik dalam Islam dipahami sebagai sistem dan prinsip yang menentukan bagaimana suatu negara harus diatur dan dipimpin. Islam tidak hanya menyediakan pedoman dalam beribadah dan moralitas, tetapi juga memberikan pedoman dalam hal politik.
Sejarah Islam telah membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pemimpin politik dan spiritual yang sangat berpengaruh. Setelah wafatnya, para sahabatnya meneruskan tugasnya sebagai pemimpin politik Islam. Oleh karena itu, dalam sejarah Islam, politik sangatlah penting dan dianggap sebagai salah satu aspek penting dari kehidupan umat manusia. Konsep politik dalam Islam telah mengalami perkembangan dan perubahan seiring waktu dan keadaan yang dihadapi oleh umat Islam di berbagai belahan dunia.
Dalam konteks pendidikan Islam, pengajaran konsep politik dalam Islam sangat penting karena akan membantu siswa memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka. Melalui pemahaman yang baik tentang konsep politik dalam Islam, siswa akan dapat memahami prinsip-prinsip dasar dalam pemerintahan Islam dan bagaimana prinsip- prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Pentingnya konsep politik dalam Islam terlihat dari pentingnya konsep-konsep seperti hakimiyyah Ilahiyyah, risalah, dan khilafah. Hakimiyyah Ilahiyyah mengacu pada kekuasaan dan kedaulatan Allah SWT, yang harus menjadi landasan utama bagi sistem politik dalam Islam. Risalah mengacu pada ajaran dan tugas Nabi Muhammad SAW sebagai rasul Allah, yang harus dijadikan pedoman dalam kehidupan politik dan sosial umat Muslim. Khilafah mengacu pada kepemimpinan umat Muslim yang berlandaskan pada ajaran Islam, yang diamanatkan untuk melindungi hak-hak umat dan mengatur kehidupan sosial-politik sesuai dengan nilai-nilai Islam.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian konsep politik dalam islam?
2. Apa kedudukan politik dalam islam
3. Apa saja asas-asas politik dalam islam?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui tentang konsep politik dalam islam 2. Mengetahui kedudukan politik dalam islam
3. Mengetahui asas-asas yang terdapat pada politik dalam islam
BAB 2 PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Politik dalam Islam
Politik Islam di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah, Siyasah berarti mengatur, mengendalikan, mengurus atau membuat keputusan, mengatur kaum, memerintah, dan memimpinya. Pengertian siyasah lainya oleh Ibn A’qil, sebagaimana yang dikutip oleh Ibnu Qayyim, politik Islam atau siyasah adalah segala perbuatan yang membawa manusia lebih dekat kepada kemaslahatan dan lebih jauh dari kemafsadatan, sekalipun Rasullah tidak menetapkannya dan (bahkan) Allah SWT tidak menentukanya.
Politik dalam Islam merujuk pada segala aktivitas yang terkait dengan pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat dalam sebuah negara. Islam memiliki pandangan yang menyeluruh dan komprehensif mengenai politik, karena agama ini mengajarkan adanya keterkaitan erat antara kehidupan agama dan kehidupan politik. Oleh karena itu, politik dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam Islam.
Dalam Islam, politik dianggap sebagai sarana untuk memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan umum. Politik juga dianggap sebagai bentuk amal ibadah yang dianjurkan oleh agama. Selain itu, politik juga dipandang sebagai cara untuk menjaga kestabilan dan keamanan masyarakat serta memperjuangkan hak-hak rakyat.
Selain itu, dalam politik Islam, hak-hak rakyat harus dijaga dan dihormati, karena setiap orang memiliki hak untuk hidup, beribadah, berpendapat, dan menuntut keadilan.
Kepemimpinan yang baik adalah yang mampu memenuhi kebutuhan rakyat dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Oleh karena itu, kebijakan publik yang diambil harus berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan bertujuan untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum.
Hukum Islam juga memiliki peran penting dalam politik Islam, karena hukum Islam mencakup semua aspek kehidupan manusia, termasuk politik. Hukum Islam mengatur tata cara pengambilan keputusan politik, pembentukan undang-undang, dan pelaksanaan kebijakan publik. Hukum Islam juga menjamin perlindungan hak-hak rakyat dan menetapkan sanksi bagi para pelanggar hukum.
Di samping itu, dalam politik Islam, pengambilan keputusan politik dilakukan melalui musyawarah dan mufakat antara pemimpin dan rakyat, yang diatur berdasarkan prinsip-prinsip syura. Syura adalah sebuah prinsip yang memandang bahwa setiap keputusan politik harus diambil melalui konsultasi dan musyawarah, sehingga dapat mencapai keputusan yang paling tepat dan sesuai dengan kepentingan rakyat.
Secara keseluruhan, politik dalam Islam mencakup berbagai aspek yang saling terkait, yang bertujuan untuk memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kemaslahatan umum.
Kepemimpinan yang baik, penghargaan terhadap hak-hak rakyat, kebijakan publik yang adil dan sesuai dengan ajaran agama, serta tata cara pengambilan keputusan politik yang demokratis dan berlandaskan pada prinsip-prinsip syura adalah beberapa aspek penting dalam politik Islam.
2.2. Politik dalam Pandangan Cendikiawan dan Ulama
Politik dalam pandangan cendikiawan dan ulama Islam adalah konsep yang sangat penting karena berkaitan dengan tugas-tugas kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan umat Islam dan masyarakat secara keseluruhan. Konsep politik dalam Islam juga berkaitan dengan cara-cara pengaturan dan pengelolaan kekuasaan, serta penegakan nilai-nilai keadilan dan kebenaran.
Dalam pandangan Ibnu Tamiyyah, konsep politik dalam Islam didasarkan pada prinsip- prinsip hakimiyya ilahiyyah, yaitu bahwa kekuasaan sejati hanya milik Allah dan bahwa manusia bertindak sebagai wakil atau khalifah Allah di bumi. Oleh karena itu, para pemimpin politik harus menjalankan tugas mereka dengan memegang teguh nilai-nilai keadilan dan kebenaran yang ditetapkan oleh Allah dalam ajaran agama Islam.
Ibnu Tamiyyah juga menekankan pentingnya ketaatan terhadap pemimpin politik yang sah dalam Islam, asalkan mereka memegang teguh nilai-nilai ajaran agama dan menjalankan tugas mereka dengan baik. Namun, ia juga menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap pemimpin yang tidak memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam adalah sah dan bahkan dianjurkan dalam Islam.
Selain itu, Ibnu Tamiyyah juga menekankan pentingnya kesatuan dan persatuan umat Islam dalam politik Islam. Ia menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan umat Islam sangat penting untuk mencapai kemaslahatan umum dan untuk menjalankan tugas-tugas politik
dengan baik. Ia juga menekankan bahwa semua umat Islam harus bekerja sama untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam politik Islam.
Dalam pandangan Ibnu Tamiyyah, politik dalam Islam juga berkaitan dengan konsep jihad. Ia memandang bahwa jihad adalah suatu tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kebenaran dalam politik Islam.
Namun, Ibnu Tamiyyah menekankan bahwa jihad harus dilakukan dengan cara yang sah dan tidak merugikan masyarakat atau orang lain yang tidak berdosa.
Secara keseluruhan, pandangan Ibnu Tamiyyah mengenai politik dalam Islam menegaskan pentingnya menjalankan tugas-tugas politik dengan memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam, serta pentingnya kesatuan dan persatuan umat Islam dalam mencapai kemaslahatan umum. Ia juga menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap pemimpin yang tidak memegang teguh nilai-nilai ajaran agama Islam adalah sah dan bahkan dianjurkan dalam Islam, dan bahwa jihad harus dilakukan dengan cara yang sah dan tidak merugikan masyarakat atau orang lain yang tidak berdosa.
2.3. Sejarah Pemikiran Politik Islam
Dalam ajaran islam, masalah politik termasuk dalam kajian fiqih siyasah. Fiqih siyasah adalah salah satu disiplin ilmu tentang seluk beluk pengaturan kepentingan umat manusia pada umumnya, dan negara pada khususnya, berupa hukum, peraturan, dan kebijakan yang dibuat oleh pemegang kekuasaan yang berdasarkan ajaran islam. Sistem pemerintahan islam sendiri sudah dimulai sejak masa Rasulullah SAW. Dua tahun setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah, tepatnya pada tahun 622 M.
Setelah tiba di Madinah, Rasulullah SAW membangun basis kekuasaan Islam pertama dengan membentuk sebuah negara Islam yang didasarkan pada ajaran Islam. Pada saat itu, Rasulullah SAW menghadapi banyak tantangan dan masalah dalam membangun sistem politik yang sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, beliau mengajarkan prinsip-prinsip yang mendasar dalam fiqih siyasah dan membangun struktur pemerintahan yang kuat, dimulai dari pendirian Majelis Syura sebagai forum musyawarah dan penentuan kebijakan bersama.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, sistem politik Islam dilanjutkan oleh para khalifah yang mengambil alih kepemimpinan negara. Selama masa kekhalifahan, para khalifah memperkenalkan beberapa konsep politik dalam Islam, seperti konsep khilafah, imamah, dan ta'awun. Konsep khilafah mengacu pada kepemimpinan yang bersifat khalifah atau pengganti.
Sedangkan konsep imamah mengacu pada pemimpin yang dianggap memiliki otoritas dan wibawa yang kuat, serta dianggap sebagai pemimpin yang adil dan berada di jalur kebenaran.
Di samping itu, konsep ta'awun atau kerja sama dipandang sebagai elemen penting dalam politik Islam. Hal ini tercermin dalam hadis yang menyatakan bahwa "umat Islam adalah sepertiga dari satu kesatuan, yang satu pihak berjalan di atas kepala dan satu pihak lagi di bawah kaki. Keduanya akan menjadi satu kesatuan dan saling membantu jika ada masalah yang menimpa mereka." Konsep ta'awun ini mengajarkan pentingnya kerja sama dan solidaritas antarindividu dan kelompok dalam menjalankan urusan politik dan sosial di dalam masyarakat.
Dalam sejarah Islam, banyak terdapat pandangan dan pemikiran tentang politik Islam.
Salah satu contohnya adalah pemikiran Ibnu Taimiyah yang memandang bahwa kepemimpinan dalam Islam harus didasarkan pada kepemimpinan yang adil dan berdasarkan ajaran Islam.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kualitas keimanan, kecerdasan, keadilan, dan ketegasan dalam memimpin, serta selalu mengedepankan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Secara keseluruhan, ajaran Islam memandang politik sebagai sebuah amalan yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama. Hal ini terlihat dari banyaknya prinsip-prinsip politik dalam Islam yang menekankan pentingnya keadilan, kepemimpinan yang adil, dan kerja sama dalam menjalankan urusan politik dan sosial di dalam masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang konsep politik dalam Islam sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan kepemimpinan dan mengambil keputusan politik yang dapat memajukan kesejahteraan umat manusia secara menyeluruh.
2.4. Kedudukan Politik dalam Islam
Kedudukan politik dalam Islam sangat penting, karena politik berkaitan dengan pengaturan kehidupan umat manusia secara luas. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, politik dalam Islam mencakup aspek hukum, peraturan, dan kebijakan yang dibuat oleh pemegang kekuasaan yang berdasarkan ajaran Islam. Kedudukan politik dalam Islam sangat penting karena politik merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan Islam yang mulia, yaitu kemaslahatan umat manusia.
Dalam pandangan Islam, kedudukan politik sangatlah penting karena politik mempunyai tugas untuk mengatur kehidupan masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan memajukan kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu, setiap pemegang
kekuasaan diharapkan dapat bertanggung jawab dengan baik dalam menjalankan tugasnya, karena keberhasilan atau kegagalan politik akan berdampak pada kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Bahwa islam adalah suatu agama yang serba lengkap. Didalamnya terdapat ketatanegaraan atau politik.Kelompok ini berpendapat bahwa sistem ketatanegaraan yang harus diteladani adalah sistem yang dilaksanakan oleh Rasululllah SAW yaitu sistem Khilafah.
Bahwa islam adalah agama dalam pengertian barat. Artinya agama tidak ada hubungannya dengan urusan kenegaraan. Nabi Muhammad hanyalah saorang Rasul yang bertugas menyampaikan risalah Tuhan kepada segenap alam. Nabi tidak bertugas untuk mendirikan dan memimpin suatu negara.
Aliran ini berpendapat bahwa islam tidak terdapat sistem ketatanegaraan, tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara. Menurut kelompok ini, tak satu nash pun dalam Al-quran yg memerintahkan didirikannnya sebuah negara islam.
2.5. Asas-asas Sistem Politik Islam
Asas-asas politik Islam adalah prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam ystem politik Islam. Ketiga asas politik Islam yang paling mendasar adalah hakimiyyah ilahiyyah, risalah, dan khilafah. Ketiga asas ini saling berkaitan dan saling melengkapi satu sama lain.
• Hakimiyyah Ilahiyyah berarti memberikan kuasa pengadilan dan kedaulatan hukum tertinggi dalam sistem politik Islam hanyalah hak mutlak Allah. Hal ini menegaskan bahawasanya hak untuk menghakimi dan mengadili tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Allah dan bahawasanya hanya Allah yang memiliki hak mengeluarkan hukum karena Dialah satu-satuNya Pencipta.
• Risalah berarti bahawa kerasulan di kalangan manusia sejak Nabi Adam hingga kepada Nabi Muhammad s.a.w adalah suatu asas yang penting dalam sistem politik Islam.
Dalam sistem politik Islam, Allah telah memerintahkan agar manusia menerima segala perintah dan larangan Rasulullah s.a.w. Manusia diwajibkan tunduk kepada perintah- perintah Rasulullah dan menjadikan Rasulullah hakim dalam segala perselisihan yang terjadi di antara mereka.
• Khilafah bererti perwakilan. Kedudukan manusia di atas muka bumi ini adalah sebagai wakil Allah. Oleh karena itu, dengan kekuasaan yang telah diamanahkan ini, maka manusia hendaklah melaksanakan perintah-perintah Allah dalam batas yang ditetapkan.
Di atas landasan ini, maka manusia bukanlah penguasa atau pemilik tetapi hanyalah khalifah atau wakil Allah yang menjadi pemilik yang sebenarnya.
Ketiga asas politik Islam ini memegang peranan penting dalam mengatur sistem politik Islam. Dalam prakteknya, ketiga asas tersebut saling melengkapi dan berkaitan satu sama lain, sehingga tercipta sistem politik Islam yang kokoh dan stabil. Oleh karena itu, pemahaman dan pengamalan asas-asas politik Islam harus diterapkan secara konsisten dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia.
BAB 3
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diberikan untuk memperkaya pemahaman mengenai konsep politik dalam Islam:
1. Konsep politik dalam Islam diwujudkan dalam sistem pemerintahan yang ideal yaitu Khilafah, dimana pemimpinnya adalah khalifah yang dipilih oleh umat.
2. Konsep politik dalam Islam didasarkan pada tiga asas yaitu hakimiyya ilahiyyah, risalah, dan khilafah yang harus dijaga kesuciannya dari pengaruh politik yang berasal dari luar ajaran Islam.
3. Dengan memahami konsep politik dalam Islam dengan benar, maka dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun negara yang adil, sejahtera, dan harmonis.
3.2. Saran
Dengan pembahasan materi makalah ini bahwa, Konsep politik dalam Islam harus dijaga kesuciannya dari pengaruh-pengaruh politik yang berasal dari luar ajaran Islam. Konsep politik dalam Islam harus benar-benar berakar pada sumber ajaran Islam yang utuh, yaitu Al- Quran dan Hadis.