• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA

N/A
N/A
Gilang Exprert

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENGANTAR PENDIDIKAN

HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA

DOSEN PEMBIMBING : NOERKAIDAH. M. Pdi.

DISUSUN OLEH :

1. Hendrizal (236110039)

2. Siti Mahkatul Mukaromah (236110004)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA dan KEWARGANEGARAN

DEPOK 2023/2024

DAFTAR ISI

(2)

BAB I...4

PENDAHULUAN...4

BAB II...5

PEMBAHASAN...5

2.1 Sifat hakiki manusia....5

2.1.1 Pengertian Sifat Hakiki Manusia...5

2.2 Wujud sifat hakiki manusia...5

2.2.1...5

2.2.2 Kemampuan bereksistensi....5

2.2.3 Pemilikan kata hati...5

2.2.4 Moral...5

2.2.5 Kemampuan bertangung jawab...5

2.2.6 Rasa kebebasan....6

2.2.7 Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak...6

2.2.8 Kemampuan menghayati kebahagiaan...6

2.3 Pengembangan Hakikat Manusia...6

2.4 Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya...7

BAB III...8

PENUTUP...8

3.1 Kesimpulan...8

3.1.1...8

3.1.2...8

3.1.3...8

3.2 Saran...8

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kita dapat menyelesaikan makalah tentang

“HAKIKAT MANUSIA DAN PENGEMBANGANNYA” ini tepat pada waktunya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu NOERKAIDAH, M.Pd. selaku dosen mata kuliah Psikolog Pendidikan yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai hakikat manusia dan pengembangannya. Permohonan maaf dan kritikan yang bersifat membangun sangat penulis harapkan karena penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan, mengingat karena kesempurnaan sesungguhnya datangnya hanya dari Allah SWT.

Semoga makalah ini dapat memberikan informasi dan dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Makalah yang telah disusun ini diharapkan dapat berguna bagi kami maupun bagi orang yang membacanya.

Akhir kata, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Manusia merupakan subjek dari pendidikan dan merupakan sasaran dari pendidikan.

Manusia dikaruniai potensi-potensi yang perlu dikembangkan agar terealisasi dalam kehidupan. dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki maka manusia perlu adanya pendidikan. Pendidikan berfungsi untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh manusia agar dapat menuju manusia yang seutuhnya. Seorang pendidik harus memiliki kejelasan mengenai hakikat manusia agar dapat menyusun rencana dan pelaksanaan usaha pendidikan. Selain itu seorang pendidik juga harus mampu mengembangkan dimensi dari sifat hakikat manusia.

Manusia memiliki ciri khas yang membedakannya dengan hewan. Ciri khas tersebut terbentuk dari kumpulan terpadu dari apa yang disebut sifat hakikat manusia. Disebut hakikat karena secara hakiki ciri tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan.

Untuk mencapai pengetahuan mengenai hakikat manusia tersebut maka akan dikemukakan materi yang meliputi : arti dan wujud sifat hakikat manusia, dimensi hakikat manusia serta potensi, keunikan, dan dinamikanya, pengembangan dimensi hakikat manusia dan sosok manusia seutuhnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH :

1.2.1 Apa pengertian sifat Hakikat manusia?

1.2.2 Bagaimana wujud dari sifat Hakikat manusia?

1.2.3 Bagaimana pengembangan dimensi hakikat manusia?

1.3 TUJUAN :

Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut :

1.3.1 Mengetahui pengertian sifat Hakikat manusia.

1.3.2 Mengetahui wujud dari sifat Hakikat manusia.

1.3.3 Memahami pengembangan dimensi hakikat manusia

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sifat hakiki manusia.

2.1.1 Pengertian Sifat Hakiki Manusia.

Sifat Hakiki manusia adalah ciri khas manusia yang membedakan antara manusia dengan hewan. Disebut sifat hakiki karena sifat tersebut hanya ada pada manusia. Meskipun manusia dan hewan memiliki banyak kemiripan seperti contohnya antara manusia dengan orang utan. Bentuk tubuh dari orang utan jika dilihat sedikit mirip dengan bentuk tubuh manusia yang membedakan kalau manusia berjalan dengan tegak sedangkan orang utan berjalan dengan sedikit membungkuk. Dari segi biologis orang hutan dan manusia juga memiliki kemiripan. Pada orang utan memiliki tulang belakang, menyusui anaknya, dan berjalan menggunakan kedua kaki yang mana hal tersebut mirip dengan manusia. Meskipun antara hewan terutama orang hutan dengan manusia memiliki banyak kesamaan, ada sifat yang membedakan di antara keduanya dan sifat Inilah yang disebut sifat hakiki manusia

.

2.2 Wujud sifat hakiki manusia.

Di bawah ini adalah sifat Hakiki manusia yang tidak dimiliki oleh hewan, meliputi ; 2.2.1 Kemampuan menyadari diri.

Yang membedakan manusia dengan hewan yaitu pada adanya kemampuan menyadari diri yang dimiliki oleh manusia,maka manusia menyadari bahwa dirinya memiliki ciri khas atau karakteristik diri.

2.2.2 Kemampuan bereksistensi.

Kemampuan bereksistensi adalah kemampuan menempatkan diri. Misalnya

pendekatan antara guru dengan siswa, belajar mengantisipasi keadaan atau peristiwa.

2.2.3 Pemilikan kata hati

Memiliki kata hati berarti dapat membedakan perbuatan baik dan buruk. Kata hati adalah kemampuan membuat keputusan tentang baik atau benar dan buruk atau salah sebagai manusia.

(6)

2.2.4 Moral.

Moral sering juga disebut etika tetapi etika tidak sama dengan etiket (sopan santun) orang yang memiliki etiket yang baik belum tentu moralnya baik. Seseorang dikatakan bermoral tinggi karena ia menyatukan diri dengan nilai-nilai yang tinggi serta segenap perbuatannya merupakan peragaan dari nilai-nilai yang tinggi tersebut, maka sesungguhnya moral itu adalah nilai-nilai kemanusiaan.

2.2.5 Kemampuan bertangung jawab

Tanggung jawab merupakan kesanggupan menanggung perbuatan yang memuntut jawab. Tanggung jawab terdiri dari tanggung jawab diri sendiri yang berupa penyesalan, tanggung jawab kepada masyarakat yang berupa sanksi sosial, dan tanggung jawab kepada Tuhan yang berupa dosa.

2.2.6 Rasa kebebasan.

Merdeka adalah rasa bebas (tidak terikat oleh sesuatu), tetapi sesuai dengan tuntutan kodrat manusia, bebas disini bukan berarti dapat melakukan sesuatu dengan

seenaknya, tetapi tetap melihat aturan yang berlaku, buat peraturan itu tidak menjadi beban namun menjadi sebuah kebiasaan. Jadi bebas disini adalah bebas dalam melakukan sesuatu yang kita inginkan tanpa ada rasa membebani dan dibebani oleh orang lain.

2.2.7 Kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak.

Hak adalah sesuatu yang masih kosong artinya meskipun hak tentang sesuatu itu ada belum tentu seseorang mengetahuinya, dan meskipun sudah diketahui belum tentu mereka menggunakannya. Kewajiban bukan berarti beban melainkan sebuah keniscayaan, jadi kewajiban yaitu sesuatu yang harus dilakukan dengan penih rasa tanggung jawab.

2.2.8 Kemampuan menghayati kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah sesuatu istilah yang lahir dari kehidupan manusia. Yaitu pengalaman yang menyenangkan dan menyedihkan. Kebahagiaan lebih merupakan integrase atau rentetan dari sejumlah kesenangan. Kebahagiaan adalah hidup yang tentram.

2.3 Pengembangan Hakikat Manusia

Manusia lahir dikaruniai dimensi hakikat manusia tetapi masih dalam wujud potensial. Setiap manusia lahir dikaruniai “naluri” yaitu terbilang alami, jika

(7)

seandainya manusia dapat hidup dengan naluri maka tidak bedanya manusia dengan hewan, hanya melalui status pendidikan dan status yang dapat diubah menjadi kearah yang manusiawi. Meskipun pendidikan itu pada kenyataannya baik tetapi dalam pelaksanaannya mungkin bisa terjadi kesalahan-kesalahan yang lazimnya sebut salah pendidik itu adalah manusia biasa.

Pengembangan dibedakan menjadi 2, yaitu : 1. Pengembangan yang utuh

Tingkat keutuhan perkembangan dimensi hakikat manusia ditentukan oleh dua faktor, yaitu kualitas dimensi hakikat manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya.

Selanjutnya dengan itu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu : a. Dari wujud dimensinya

Keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani, antara dimensi keindividuan, kesosialan, kesusilaan dan keberagamaan, antara aspek kognitif, efektif dan psikomotorik.Pengembangan aspek jasmani dan rohaniah dikatakan utuh jika keduanya mendapat pelayanan secara seimbang, pengembangan dimensi

keindividuan, kesosialan, kesusilaan dan keberagamaan dikatakan utuh jika semua dimensi tersebut mendapatkan layanan dengan baik tidak terjadi pengabaian terhadap salah satunya. Pengembangan domain kognitif, efektif dan psikomotor dikatakan utuh jika tiga-tiganya mendapatkan pelayanan yang seimbang.

b. Dari arah pengembangan

Pengembangan dimensi hakikat manusia yang utuh diartikan sebagai pembinaan terpadu terhadap dimensi hakikat manusia sehingga dapat tumbuh dan berkembang secara selaras.

2. Pengembangan yang tidak utuh

Pengembangan yang tidak utuh terhadap dimensi hakikat manusia akan terjadi di dalam proses pengembangan jika ada unsur dimensi hakikat manusia yang terabaikan untuk ditangani, misalnya dimensi kesosialan didominasi oleh pengembangan dimensi keindividualan.

(8)

2.4 Sosok Manusia Indonesia Seutuhnya

Sosok manusia Indonesia seutuhnya telah dirumuskan di dalam GBHN mengenai arah pembangunan jangka panjang. Dinyatakan bahwa pembangunan nasional

dilaksanakan di dalam rangka pembangunan nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini berarti bahwa pembangunan itu tidak hanya mengejar kemajuan lahir, seperti : pangan, sandang, perumahan, kesehatan ataupun kepuasan batinlah seperti : pendidikan, rasa aman, bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab dan rasa keadilan, melainkan keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara kedua sekaligus batinlah. Juga diartikan bahwa pembangunan itu merata di seluruh tanah air, bukan hanya untuk golongan atau sebagian dari masyarakat. Selanjutnya juga diartikan sebagai keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan Nya, antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan alam sekitarnya, keserasian hubungan antara bangsa-bangsa dan juga keselarasan antar cita-cita hidup di dunia dengan kebahagiaan akhirat.

(9)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan.

Dari uraian yang telah dijelaskan diatas dapat disimpulkan bahwa :

3.1.1 Sifat Hakiki manusia adalah ciri khas yang dimiliki oleh manusia yang membedakannya dengan hewan. Disebut hakikat atau Hakiki karena ciri khas tersebut hanya dimiliki oleh manusia dan tidak dimiliki oleh hewan. Meskipun antara hewan dengan manusia memiliki banyak kemiripan Jika dilihat dari segi biologisnya.

3.1.2 Wujud dari sifat Hakiki manusia yaitu kemampuan menyadari diri, kemampuan bereksistensi, kata hati, moral, tanggung jawab, rasa kebebasan. Sebenarnya beberapa hewan ada yg memiliki salah satu atau beberapa dari sifat tersebut. Namun, hal ini tidak melekat pada hewan karena tidak adanya pendidikan bagi hewan, kecuali jika hewan tersebut dipelihara sehingga ada didikan dari si pemelihara. Meskipun hewan juga memiliki sifat tersebut hal ini berbeda dengan manusia, Karena manusia memiliki otak yang mampu tumbuh dan berkembang yang kemampuannya tidak ada yang bisa melebihinya.

3.1.3 Manusia sebagai sasaran pendidikan juga memangku dimensi hakikat manusia. Manusia yang lahir dikaruniai dengan potensi-potensi yang dimilikinya dan perlu dikembangkan agar dapat terealisasi dalam kehidupan.melalui pendidikan diharapkan potensi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

3.2 Saran.

Dengan penyusunan makalah ini, penulis berharap pengetahuan mengenai sifat hakiki manusia dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Penulis menyadari akan kemampuan yang penulis miliki masih kurang. Oleh karena itu, penulis mengharap saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

https://www.ilmiahku.com/2019/12/makalah-hakikat-manusia-dan-pengembangannya.html https://klipaa.com/story/1962-hakikat-manusia-dan-pengembangannya

Referensi

Dokumen terkait

Dijelaskan diatas tentang Manusia sebagai Khalifah yaitu sebagai wakil Tuhan di bumi dan bertangung jawab pula mensejahtrakan bumi seisinya ,sifat khas manusia

Filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan studi bertugas merumuskan secara normatif dasar-dasar dan tujuan pendidikan, hakikat dan sifat hakikat

Menurut Ali Sarwan, nilai pendidikan Islam adalah ciri-ciri atau sifat khas Islami yang dimiliki sistem pendidikan Islam.31 Sedangkan Ruqaiyah M berpendapat nilai-nilai pendidikan

Bagaimana dengan manusia? Manusia juga memiliki instink seperti yang dimiliki oleh hewan dan tumbuh-tumbuhan. Namun, manusia memiliki kelebihan, yaitu kemampuan berpikir dengan kata

1) Teori ciri atau sifat. Ciri yang dimiliki seorang pemimpin akan membedakannya dari pemimpin lain atau orang yang bukan pemimpin. Pemimpin dapat dibedakan dari tingkah

Nafsiah dalam diri manusia memiliki beberapa dimensi diantaranya adalah dimensi al-Nafsu. Dimensi al-Nafsu adalah termasuk salah satu potensi yang dimiliki manusia dan

Keberagaman ini menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki manusia Indonesia, karena dengan adanya banyak keberagaman ini membuat saya memiliki kesempatan untuk belajar dan mengenal

Tujuan Pembelajaran Khusus di kelas VI, yaitu : mendeskripsikan kognitif C2 hubungan antara ciri-ciri khusus yang dimiliki hewan kelelawar, cicak, bebek dan lingkungan hidupnya,