• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH SEJARAH INDONESIA

N/A
N/A
Andika Arya Wiraraja

Academic year: 2025

Membagikan "MAKALAH SEJARAH INDONESIA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH SEJARAH

PERBEDAAN BERPIKIR DIAKRONIS DAN SINKRONIK SUMBER SEJARAH

Kelompok 6:

ADAM

ANDIKA

ANDRA

DAFFIN

DAFINZA

FAREL

SMK NEGERI 1 KEMLAGI 2023/2024

PERBEDAAN BERPIKIR DIAKRONI DAN SINKRONIK

Berpikir diakronik dan sinkronik merupakan dua konsep penting dalam pemahaman sejarah. Kedua pendekatan ini membantu sejarawan untuk memahami perubahan dan evolusi budaya, masyarakat, dan peristiwa dari waktu ke waktu, serta menggali pengetahuan tentang situasi dan kondisi pada titik tertentu dalam sejarah. Dalam makalah ini, kita akan membahas

(2)

perbedaan mendasar antara berpikir diakronik dan sinkronik dalam sejarah serta pentingnya keduanya dalam pemahaman sejarah manusia.

A. Berpikir Diakronik

1. Pengertian Konsep Berpikir Diakronik

Diakronik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti, yaitu berkenaan dengan pendekatan bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu yang bersifat historis. Maka dapat disimpulkan bahwa diakronik merupakan cara berpikir secara kronologis atau urutan yang terjadi dari berbagai catatan mengenai beberapa kejadian yang diurutkan sesuai dengan kejadian yang berlangsung. Kronologis dalam peristiwa yang dimaksud membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu yang tepat.

2. Ciri - Ciri Berpikir Diakronik

Dengan adanya pengertian dan juga konsep berpikir diakronik tersebut, maka kalian dapat mengetahui apa saja ciri-ciri dari diakronik. Berikut adalah karakteristik atau ciri-ciri diakronik.

1. Bersifat Vertikal

Diakronik bersifat vertikal, artinya dalam konsep berpikirnya, diakronik ini akan memaparkan berbagai proses mengenai suatu peristiwa atau kejadian dari awal sampai akhir kejadian.

2. Pembahasannya Lebih Luas

Karena berpikir diakronik ini mementingkan proses yang mana berkaitan dengan adanya kronologi dari suatu peristiwa yang terjadi, maka cakupan bahasan dalam konsep berpikir diakronik ini akan lebih luas, menyeluruh, bahkan mendetail. Dengan demikian, kalian atau para sastrawan dapat membahas sejarah lebih luas lagi.

3. Bersifat Historis

Karena diakronik ini mementingkan proses dan waktu ke waktu, maka konsep ini sangat cocok jika digunakan untuk melakukan suatu analisis yang sifatnya historis, salah satunya adalah peristiwa sejarah.

3. Contoh Berpikir Diakronik

(3)

Untuk mengetahui bagaimana contoh berpikir diakronik dalam membahas sejarah, berikut adalah beberapa contoh dari diakronik jika dilihat dari peristiwa sejarah yang pernah terjadi di Indonesia.

a. Sejarah Penerapan Demokrasi di Indonesia

Demokrasi Parlementer (1945-1959)

Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Demokrasi Pancasila pada Era Orde Baru (1966-1998)

Demokrasi Pancasila pada Era Reformasi (1998-sekarang)

B. Berpikir sinkronik

1. Pengertian Konsep Berpikir Sinkronik

Setiap kejadian yang terjadi pada masa lalu atau lampau memang bisa digali dengan menggunakan cara berpikir sinkronik. Mungkin diantara kalian pernah mendengar kata berpikir sinkronik atau sinkronis itu sendiri.

Secara mudahnya berpikir sinkronik adalah sebuah metode pengembangan kejadian yang terjadi di masa lalu. Sebenarnya berpikir sinkronik juga bisa dibilang sebagai metode analisis terhadap sesuatu yang terjadi di masa lalu.

2. Ciri-ciri Berpikir Sinkronik

1. Mengkaji kejadian yang terjadi di masa lalu

Ciri-ciri yang pertama dari berpikir sinkronik adalah adanya kegiatan untuk mengkaji pada kejadian yang telah terjadi pada masa lalu.

2.Memiliki sifat horizontal

Berikutnya adalah bersifat horizontal. Meski hanya berfokus pada waktu tertentu.

Namun kejadian masa lalu yang sedang diproses atau dianalisis dapat diperlebar. Artinya dalam proses analisis suatu kejadian masa lalu akan melihat berbagai aspek yang

mempengaruhi maupun dipengaruhi terjadinya kejadian tersebut.

3.Kajian yang lebih sempit

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika proses analisis yang dilakukan dalam pendekatan berpikir sinkronik pada suatu kejadian masa lalu hanya berfokus pada satu waktu saja.

(4)

3 . Contoh Berpikir Sinkronik

 berikut adalah contoh sebuah pendekatan berpikir sinkronik pada kejadian masa lalu.

a. Latar Belakang Diterapkannya Masa Demokrasi Terpimpin

Presiden Soekarno menyampaikan amanat kepada konstituante (dewan pembentuk UUD) tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin, yaitu:

Demokrasi terpimpin bukan diktator.

Demokrasi terpimpin sesuai dengan dasar hidup dan kepribadian  bangsa Indonesia.

Demokrasi terpimpin berarti demokrasi di seluruh persoalan kenegaraan dan kemasyarakatan, termasuk sosial, politik, dan ekonomi.

Inti pimpinan di dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.

Di dalam demokrasi terpimpin, oposisi wajib mampu melahirkan pendapat yang sehat dan membangun.

Jika melihat pokok-pokok di atas, demokrasi terpimpin tentunya terlihat baik dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Namun nyatanya, konsep- konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya. Akibatnya, demokrasi terpimpin kerap kali malah menyimpang dari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, juga budaya bangsa Indonesia.

KESIMPULAN:

Setelah memahami pengertian diakronik, kalian juga harus mengetahui apa perbedaan antara konsep berpikir diakronik dan konsep berpikir sinkronik. Secara singkat dapat

diartikan bahwa diakronik merupakan sesuatu yang dapat melintasi batas waktu tertentu.

Sementara itu, sinkronik merupakan kajian yang dilakukan dan menitikberatkan pada penelitian terhadap berbagai gejala yang lebih luas lagi.

(5)

SUMBER SEJARAH

Ketika kalian melakukan penelitian sejarah, hal yang perlu kalian kenali dan pahami adalah sumber sejarah. Secara umum terdapat dua macam sumber sejarah yaitu:

1. Sumber Sejarah Primer

Sumber Primer adalah kesaksian dari seseorang yang pernah melihat peristiwa dengan indera yang dimilikinya, baik dengan mata maupun dengan indera yang lainnya. Informasi ini didapatkan dari orang yang secara langsung terlibat dalam peristiwa sejarah. Informasi tersebut berupa tulisan, lisan, ataupun audio-visual

. Sumber primer dibuat selama periode waktu masa lampau menurut sudut pandang pelaku selaku pengamat langsung peristiwa sejarah pada masa lampau. Oleh karena itu, sumber primer harus sezaman dengan peristiwa sejarah pada masa lampau.

. Contoh:

(6)

2. Sumber Sejarah Sekunder

Sumber sejarah sekunder adalah data pendukung yang ditulis atau dibuat setelah kejadian selesai. Contoh dari sumber sekunder adalah hasil penelitian sejarawan, laporan penelitian yang

(7)

relevan, biografi, suratmenyurat dan surat kabar yang tidak sezaman dengan peristiwa, serta masih banyak lagi.

Referensi

Dokumen terkait

Itu berarti, bahwa kita dapat mengerti hukum kita pada masa kini, hanya dengan penyelidikan sejarah., bahwa mempelajari hukum secara ilmu pengetahuan harus bersifat juga

Dengan posisi yang sangat strategis ini, Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi Kerajaan Islam yang cukup kuat pada masa itu.. 2.2 Sumber dan

Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran serta perkembangan kemampuan berpikir sebagaimana dijelaskan diatas, proses pembelajaran dapat ditempuh melalui pendekatan saintifik

Integrasi Tauhid dalam Konsep Berpikir yang Sistematis dan Komprehensif Sebelum mendalami kajian tauhid sebagai prinsip ilmu pengetahuan, disini akan dijelaskan terlebih dahulu

Jikalau kita amati perjalanan Sejarah Islam di Indonesia dari masa ke masa sejak kedatangan, proses penyebaran sampai zaman tumbuh dan berkembangnya Kesultanan Kesultanan bahkan

perunggu seperti gelang tangan, gelang kaki, cincin, kalung, bandul kalung, pada masa perundagian, banyak ditemukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sumatra..

Pendekatan Historis, penelitian ini berfokus pada peristiwa-peristiwa masa lampau, diharapkan dengan dekripsi dari tokoh-tokoh yang masyhur pada masa lampau akan memberi

2.3 Sistem ejaan yang digunakan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan pengaruhnya terhadap perkembangan ejaan Bahasa Indonesia Pada masa penjajahan Belanda, beberapa sistem