• Tidak ada hasil yang ditemukan

373415177 makalah singkong

N/A
N/A
Arip Saripudin

Academic year: 2025

Membagikan "373415177 makalah singkong"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikanrahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikanmakalah yang berjudul “SINGKONG SEBAGAI SUMBER PANGAN ALTERNATIVE” dengan tepat waktu.Makalah iniberisikan tentang sejarah singkong, klasifikasi singkong, varietas singkong, alasan mengapa singkong dijadikan sebagai sumber pangan alternative, deskripsi tanaman singkong, kelebihan tanaman singkong, jenis-jenis tanaman singkong kandungan gizi dan nutrisi pada singkong, manfaat singkong, serta hasil olahan singkong dan lain sebagainya.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifatmembangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada:

1. Orang tua yang telah memberikan dukungan, sarana, dan prasarana kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini,

2. DRS.H.ABDYL HALIK,M.PD selaku kepala sekolah yang telah memberi izin dalam pelaksanaan penulisan makalah ini,,

3. RAHMI B.S.P.,S.PD selaku pembimbing sekaligus sebagai guru bidang studi dalam penyusunan makalah ini,

4. Berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telahberperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

SemogaAllahWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Tanjonge, 12 januari 2018 Penulis

(2)

DAFTAR ISI

SAMPUL ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 2

C. Tujuan ... 2

D. Manfaat ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Klasifikasi tanaman singkong ... 3

B. Varietas Tanaman Singkong ... 3

C. Alasan singkong sebagai sumber pangan alternative ... 4

BAB III PEMBAHASAN A. Tanaman Singkong... 6

B. Deskripsi Tanaman Singkong ... 6

C. Kelebihan Tanaman Singkong ... 7

D. Jenis-jenis Tanaman Singkong ... 8

E. Kandungan singkong ... 8

F. Manfaat Singkong ... 8

BAB IV PENUTUP G. Kesimpulan ... 14

H. Saran ... 14

DAFTAR PUSTAKA ... 15

(3)
(4)

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Singkong sering disebut-sebut sebagai bahan makanan desa atau berasal dari kampung. Meski saat ini beraneka ragam usaha makanan yang berbahan dasar singkong mulai menjamur, namun rata-rata usaha tersebut masih bermotivasi untuk “mengangkat derajat” singkong supaya lebih bergengsi. Artinya, singkong masih dianggap sebagai bahan makanan rendahan.

Tanaman singkong atau cassava (Manihot esculenta) pertama kali dikenal di Amerika Selatan yang dikembangkan di Brasil dan Paraguay pada masa prasejarah. Potensi singkong menjadikannya sebagai bahan makanan pokok penduduk asli Amerika Selatan bagian utara, selatan Mesoamerika, dan Karibia sebelum Columbus datang ke Benua Amerika. Ketika bangsa Spanyol menaklukan daerah-daerah itu, budidaya tanaman singkong pun dilanjutkan oleh kolonial Portugis dan Spanyol.Di mata pemerintah dan masyarakat, singkong pun dianggap sebagai bahan makanan lokal yang perlu digalakkan sebagai bahan makanan pokok alternatif.

Di Indonesia, singkong dari Brasil diperkenalkan oleh orang Portugis pada abad ke-16. Selanjutnya singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia sekitar tahun 1810. singkong menjadi bahan makananyang merakyat dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Umbi singkong (ketela pohon/cassava) sebenarnya sudah sejak lama dikenalmasyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan makanan yang cukup pentingsebagai sumber asupan karbohidrat. Umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia.Produksi umbi-umbian di Indonesia cukup tinggi, begitu pula denganbertambahnya jumlah penduduk. Kebutuhan masyarakat akan umbi- umbiansebagai sumber energi pun terus meningkat.

Tanaman singkong termasuk jenis tanaman perdu.Tanaman singkong ini bisa dipanen setelah 6 -7 bulan dari masa penanaman.Tanaman singkong ini becek dan terendam air. Singkong merupakan tanaman yang memiliki dayaadaptasi yang

(5)

tinggi terhadap berbagai kondisi tanah serta tidak memerlukanperawatan khusus.

Tanaman dengan kadar karbohidrat tinggi seperti halnyaumbi-umbianpada umumnya tahan terhadap suhu tinggi.

Singkong sangat bermanfaat bagi masyarakat, umumnya sebagai bahan makanan pokok dalam kehidupan sehari-harimasyarakat di pedesaaan. Saat iniberbagai manfaat singkong telah berhasilditemukan, antara lain manfaat singkong bagi kesehatan, ManfaatSingkong juga dikenal sebagai umbi yang memiliki khasiat antioksidan,antikanker, antitumor, dan dapat meningkatkannafsu makan. Tak hanya itu, singkong juga mampu menyembuhkan beragam penyakit.

B. Rumusan masalah

1. bagaimana sejarah singkong menjadi sebagai sumber pangan alternative di indonesia?

2. Mengapa singkong dijadikan sebagai sumber pangan alternatif pengganti nasi?

3. Kandungan apa saja yang terdapat dalam singkong?

4. Apa manfaat singkong?

C. Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalahuntuk mengetahui lebih banyak lagi pengetahuan tentang singkong diantaranya sejarah singkong, klasifikasi singkong, varietas singkong, alasan mengapa singkong dijadikan sebagai sumber pangan alternative, deskripsi tanaman singkong, kelebihan tanaman singkong, jenis-jenis tanaman singkong kandungan gizi dan nutrisi pada singkong, manfaat singkong, hasil olahan singkong dan lain sebagainya.

D. Manfaat

 Sebagai tambahan bahan informasi bagi masyarakat khususnya kami penyusun makalah ini tentang singkong sebagai sumber pangan alternative.

 Menambah lebih banyak pengetahuan dan memperluas wawasan.

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Klasifikasi tanaman singkong

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Euphorbiales

Famili : Euphorbiaceae

Genus : Manihot

Spesies : Manihot esculenta Crantz

Varietas-verietas singkong unggul yang biasa di tanam antara lain:

Valenca, Mangi, Betawi. Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira 2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Di beberapa daerah, singkong (Manihot utilissima) di kenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (aceh), kasapean (sunda), tela pohong (jawa), tela belada (madura), lame k

B. Varietas Tanaman Singkong

Dalam mengembangkan dunia persingkongan sampai saat ini telah banyak dihasilkan jenis-jenis singkong yang tinggi mutu dan hasilnya. Varietas yang terkenal dan sudah tersebar di masyarakat di antaranya:

a. Aipin Mangi

Vari etas ini berasal dari Brazil. Produksinya sedang dan acap kali menurun. Tidak beracun, bentuk umbinya memanjang, bertangkai dan rasanya manis enak dikonsumsi. Batangnya tinggi ukurannya sedang dan bercabang.

b. Aipin Valencia

Bibit ini juga berasal dari Brazil. Hasilnya sedang dan aman dikonsumsi.

Bentuk umbi agak gemuk, bertangkai, rasanya manis. Batangnya agak besar dan bercabang.

(7)

c. Mandioca Basiaro

Didatangkan dari Brazil, hasilnya tinggi, tapi sedikit beracun. Umbinya gemuk, bertangkai pendek, dan cukup enak untuk dikonsumsi. Tumbuhnya subur, bercabang dekat tanah, dan jika tua batangnya mudah rebah.

d. Mandioca Sao Pedro Petro (SPP)

Cikal-bakalnya dari Brazil. Hasilnya melimpah, sayang umbinya beracun.

Umbinya besar montok, tidak bertangkai, dan letaknya dekat di permukaan tanah sehingga acap kali tersembul keluar. Rasanya pahit dan kalau mau dikonsumsi disarankan jangan dikonsumsi langsung (mentah) sebab berbahaya.

e. Bogor

Diberi nama Bogor karena berasal dari Bogor, sebagai hasil perbanyakan melalui biji dari jenis Aipin Mangi. Hasilnya melimpah-limpah tapi sayang beracun. Umbinya gemuk tersusun rapat dan tidak bertangkai. Rasa umbinya pahit meskipun sudah dimasak ukuran batangnya sedang, panjang, dan sedikit bercabang.

f. Muara

Varietas Muara ini juga berasal dari Bogor sebagai hasil perkawinan dari jenis Bogor. Hasilnya tergolong tinggi, tapi sangat beracun. Umbinya besar, bertangkai pendek dengan letak umbi yang berdesakan atau rapat sekali.

Batangnya besar, panjang, dan bercabang rendah.

g. Betawi

Varietas ini juga berasal dari Bogor sebagai hasil perkawinan antara Malaka dan Basiorao. Hasilnya tinggi dan aman dikonsumsi. Umbinya besar tidak bertangkai dan rasanya manis pada ketinggian pada 1,5 m.ayu (makassar), pangala (papua).

C. Alasan singkong sebagai sumber pangan alternatif

Di Indonesia, singkong dari Brasil diperkenalkan oleh orang Portugis pada abad ke-16. Selanjutnya singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia sekitar tahun 1810. singkong menjadi bahan makananyang merakyat dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

(8)

Umbi singkong (ketela pohon/cassava) sebenarnya sudah sejak lama dikenalmasyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan makanan yang cukup pentingsebagai sumber asupan karbohidrat. Umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia.Produksi umbi-umbian di Indonesia cukup tinggi, begitu pula denganbertambahnya jumlah penduduk. Kebutuhan masyarakat akan umbi- umbiansebagai sumber energi pun terus meningkat.

Singkong sangat bermanfaat bagi masyarakat, umumnya sebagai bahan makanan pokok dalam kehidupan sehari-harimasyarakat di pedesaaan. Saat iniberbagai manfaat singkong telah berhasilditemukan, antara lain manfaat singkong bagi kesehatan, ManfaatSingkong juga dikenal sebagai umbi yang memiliki khasiat antioksidan,antikanker, antitumor, dan dapat meningkatkannafsu makan. Tak hanya itu, singkong juga mampu menyembuhkan beragam penyakit.

Diantara sekian banyak alasan singkong dijadikan sebagai sumber pangan Salah satu alasan yang paling akurat yaitu dikarenakan Umbi singkong tinggi akan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Singkong menyediakan Energi sebesar 160 Kcal, jumlah Karbohidrat 38.06 g, Protein 1,36 g 2,5, Total Lemak 0.28 g, Kolesterol 0 mg, dan Serat 1,8 g.

Vitamin: Kandungan vitamin tertinggi ubi kayu adalah Folat (vitamin B9) 27 mg, Vitamin C 20,6 mg, dan Vitamin K 1,9 mg. Selebihnya adalah Niacin 0.854 mg, Pyridoxine 0.088 mg, Riboflavin 0.048 mg, Thiamin 0,087 mg, Vitamin A 13 IU <, dan Vitamin E 0,19 mg.

Mineral: Sodium 14 mg, Kalium 271 mg, Kalsium 16 mg 1,6, Zat Besi 0,27 mg, Magnesium 21 mg, Mangan 0,383 mg, Fosfor 27 mg, dan Zinc 0.34 mg.

Itulah beberapa alasan yang menjadikan singkong kini menjadi sumber pangan alternatif pengganti nasi,sehingga ketika kita makan singkong terasa kalau kita sudah memakan nasi. dengan kandungan nutrisi yang tinggi pada singkong dapat menggantikan kandungan nutrisi yang terdapat pada nasi.

(9)

BAB III PEMBAHASAN

A. Tanaman Singkong

Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu merupakan tanaman yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, sehingga umbi singkong menjadi makanan pokok di beberapa daerah tertentu. Di beberapa daerah Indonesia, singkong (Manihot esculenta L) dikenal dengan berbagai nama, seperti ubi kayee (Aceh), kasapen (Sunda), tela pohong (Jawa), tela belada (Madura), lame kayu (Makassar), pangala (Papua), dan lain-lain.

Tanaman ini juga merupakan salah satu jenis tanaman yang serbaguna, karena hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan, mulai dari umbi hingga daunnya. Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman singkong antara lain:

1. Daunnya dimanfaatkan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit,di antaranya sebagai obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.

2. Batangnya digunakan untuk mengatasi luka yang bernanah.

Umbinya dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok,bahan baku pembuatan bioethanol, bahan baku starch tapioka yang diperlukan untuk percampuran untuk bubur kertas untuk memproduksi berbagai macam kertas, dan lain-lain.

3. Umbinya sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar nabati (biofuel) yaitu untuk membuat bioethanol.

Daun dan kulitnya digunakan sebagai pakan ternak.

B. Deskripsi Tanaman Singkong

Tanaman singkong ( Manihot esculenta L.) merupakan tanaman tahunan tropis dan subtropis dari keluarga Eupharbiaceae. Batangnya berkayu dan tumbuh tegak beruas dan berbuku-buku. Warnanya bermacam-macam dan tingginya bisa mencapai 3 meter. Warna batang hijau kelabu, meskipun satu dua ada yang berubah menjadi warna cokelat.

Daun tumbuh di sepanjang batang dengan tangkai yang agak panjang.

Daunnya mudah gugur dan yang berdaun biasanya hanyalah batang bagian atas dekat pucuk. Singkong berbuah, tapi terbatas pada singkong yang ditanam pada dataran tinggi. Bunganya berumah satu dan kematangan bunga betina dan bunga jantan berbeda waktunya sehingga persarian (penyerbukan) terjadi dengan persilangan.

Singkong mulai dari umbi, batang, dan daun umumnya mengandung racun asam sianida (HCN/asam biru). Dari kandungan racun umbi, singkong dapat dibedakan menjadi 4s golongan antara lain:

(10)

Kadar racun lebih kecil 50 mg/kg umbi yang diparut; singkong ini aman dikonsumsi.

· Kadar racun 50-80 mg/kg umbi yang diparut.

· Kadar racun 80-100 mg/kg umbi yang diparut.

· Kadar racun lebih besar dari 100 mg/kg umbi yang diparut.

Dari hasil penelitian menunjukkan, kulit singkong lebih banyak mengandung racun asam biru dibanding daging umbi yakni 3-5 kali lebih besar. Pada jenis singkong yang umbinya ter golong manis, kandungan racun asam biru pada kulitnya lebih rendah (antara 0,014 sampai 0,042 persen). Sedangkan untuk umbi, hanya 0,003 sampai 0,015 persen. Jenis singkong pahit, kadar kandungan racun asam biru jauh lebih besar yakni antara 0,012 sampai 0,056 persen pada kulit dan 0,01 sampai 0,037 persen pada daging umbi. Jadi untuk mudahnya, antara singkong banyak racun dengan yang sedikit racun bisa dibedakan melalui rasanya.

Singkong yang rasanya manis, kandungan racun asam birunya rendah sedangkan yang rasanya pahit kandungan racun asam birunya lebih banyak.

Kandungan asam biru setiap singkong tidak tetap . Umumnya kandungan asam biru akan meningkat bila pertumbuhan singkong pada musim kemarau yang panjang, dan bila saat bibitnya terbalik. Kandungan racun asam biru pada daun yang muda lebih banyak dibanding daun yang sudah tua. Kecuali itu singkong yang banyak mengandung racun biasanya produksinya melimpah dan karena itu banyak ditanam oleh perusahaan yang memproduksi tapioka.

Singkong dapat dibagi dua berdasarkan umurnya, yakni:

a. Berumur pendek (genjah) dan b. Berumur panjang.

Singkong yang berumur pendek berarti usia sejak mulai tanam sampai musim panen relatif lebih singkat yakni berumur antara 5-8 bulan. Dalam seusia itu singkong dapat dipanen dengan hasil maksimal. Andaikata panennya ditunda atau diperpanjang dari usia sebenarnya akan timbul masalah yakni umbinya banyak yang berkayu.

Jenis kedua yakni yang berumur panjang antara 9-10 bulan. Bila dipanen sebelum usia tersebut hasilnya mengecewakan karena umbinya kecil-kecil dan kandungan patinya sedikit. Jadi paling tepat kalau dipanen setelah berumur 12-18 bulan.

Melebihi usia ini, hasilnya akan berkurang dan umbinya banyak yang berkayu.

C. Kelebihan Tanaman Singkong

Perlu diketahui bahwa meskipun singkong diperkirakan berasal dariBrazilia, namun tanaman ini dapat tumbuh dan populer di Indonesia karenatanaman ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanamanlainnya, kelebihan itu karena:

- Singkong dapat tumbuh pada lahan kering dan kurang subur.

- Daya tahan terhadap penyakit umumnya relatif tinggi.

(11)

- Masa panennya tidak diburu waktu, sehingga dapat diolah menjadi beragammakanan utama maupun makanan ringan.

- Selain itu singkong adalah penghasil kalori yang efisien.Artinya tanaman singkong mempunyai kemampuan dalam menghasilkan kaloriyang produktif dan efisien di daerah tropis.

D. Jenis-jenis Tanaman Singkong

singkong berdasarkan deskripsi varietas singkong, makapenggolongan jenisnya dapat dibedakan menjadi dua macam :

a. Jenis singkong manis

Yaitu jenis singkong yang dapat dikonsumsi langsung.

b. Jenis singkong pahit

Yaitu jenis singkong untuk diolah atau prossesing.

E. Kandungan singkong

Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakam mentah. Rasanya sedikit manis, ada pla yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula di buat tepung tapioca.

Singkong mengandung HCN dan senyawa ini mudah diserap oleh usus halus terbawa oleh darah keseluruh tubuh yang dapat membahayakan. Kandungan HCN dalam singkong ± 50 mg/kg, tetapi kadar tersebut tergantung pada jenis singkongnya.

Adapun kandungan nutrisi singkong bagi tubuh yatu:

Seperti halnya dengan ubi jalar, singkong juga sangat tinggi mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita. Singkong menyediakan Energi sebesar 160 Kcal, jumlah Karbohidrat 38.06 g, Protein 1,36 g 2,5, Total Lemak 0.28 g, Kolesterol 0 mg, dan Serat 1,8 g. Berikut kandungan gizi per 100g singkong mentah menurut USDA:

(12)

Vitamin: Kandungan vitamin tertinggi ubi kayu adalah Folat (vitamin B9) 27 mg, Vitamin C 20,6 mg, dan Vitamin K 1,9 mg. Selebihnya adalah Niacin 0.854 mg, Pyridoxine 0.088 mg, Riboflavin 0.048 mg, Thiamin 0,087 mg, Vitamin A 13 IU <, dan Vitamin E 0,19 mg.

Mineral: Sodium 14 mg, Kalium 271 mg, Kalsium 16 mg 1,6, Zat Besi 0,27 mg, Magnesium 21 mg, Mangan 0,383 mg, Fosfor 27 mg, dan Zinc 0.34 mg.

F. MANFAAT SINGKONG

1.Manfaat singkong bagi kesehatan

Sumber energi: Singkong rendah lemak dan 0 kolesterol, namun ia cukup tinggi kalori, bahkan hampir dua kali lipat kalori daripada kentang. Hal ini mungkin yang tertinggi dari setiap umbi tropis yang kaya pati. 100 g ubi kayu menyediakan 160 kalori, terutama berasal dari sukrosa yang membentuk sebagian besar gula pada umbi-umbian, yang total terhitung lebih dari 69 % dari total gula.

Gula kompleks amilosa lainnya adalah sumber karbohidrat utama yaitu sekitar 16- 17 %. Dengan demikian, singkong bisa sebagai makanan alternatif selain nasi untuk mendapatkan cukup energi bagi tubuh kita.

Mengandung Serat dan 0 kolesterol: Mengonsumsi makanan yang tinggi serat akan sangat bermanfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan membantu pencernaan. Rendahnya lemak dan kolesterol, yang ditambah dengan kandungan serat, membuat singkong juga baik untuk mencegah resiko obesitas.

Mengandung protein: Singkong sangat rendah lemak, juga lebih rendah protein jika dibanding dengan sereal dan kacang-kacangan. Meskipun demikian, makanan yang murah meriah ini mengandung lebih banyak protein, jika dibandingkan dengan sumber makanan lainnya seperti ubi, kentang, pisang, dll.

Protein tertinggi terutama terdapat dalam daun singkong yang juga tinggi manfaatnya bagi kesehatan.

Bebas gluten: Seperti halnya umbi-umbian lain, ubi kayu juga bebas gluten.

Pati singkong yang bebas gluten digunakan sebagai makanan khusus untuk pasien penyakit celiac dan autisme.

Sumber vitamin K: Vitamin K berperan potensial dalam membangun massa tulang dengan cara mempromosikan aktivitas osteotrophic dalam tulang.

Selain itu, vitamin ini juga berguna dalam pengobatan pasien penyakit Alzheimer dengan cara membatasi kerusakan saraf di otak.

Sumber vitamin B: Singkong merupakan sumber yang cukup baik dari beberapa vitamin B-kompleks, seperti folat, thiamin, piridoksin (vitamin B – 6), riboflavin, dan asam pantotenat.

(13)

Vitamin B Kompleks adalah vitamin esensial yang harus diperoleh setiap hari dari makanan, yang sangat penting bagi kesehatan secara menyeluruh.

Magnesium dan Tembaga: Makan Singkong akan membantu Anda untuk mendapatkan asupan magnesium dan tembaga lebih banyak lagi. Diet makanan yang kaya magnesium akan meningkatkan kesehatan seumur hidup, menurunkan tekanan darah, serta mengurangi risiko osteoporosis. Mineral penting lain yang bisa diperoleh dari makan singkong adalah mangan, zat besi, serta seng.

Tinggi Kalium: Selain itu, ubi kayu juga menyediakan kalium yang cukup baik (271 mg per 100g, atau 6 % dari kebutuhan setiap hari). Kalium merupakan senyawa penting dari sel dan cairan tubuh yang bermanfaat untuk membantu mengatur detak jantung dan tekanan darah.

2. Manfaat daun singkong

Berikut ini merupakan manfaat daun singkong :

 Mengobati sakit kepala

Anda dapat memanfaatkan daun singkong untuk mengobati sakit kepala.Caranya yaitu coba sekali kali kompres dengan daun singkong. Ambilahbeberapa lembar daun. Lalu tumbuklah sampai halus. Setelah itu kompreskanpada bagian yang dirasa sakit.

 Mengatasi rematik

Daun singkong dapat digunakan untuk mengatasi rematik. Hal ini bisadilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.

 Untuk mengobati diare

Daun singkong ternyata juga mampu mengobati diare. Caranya yaitu rebuslah daun singkong di air kira kira 900 cc, lalu biarkan sampai tinggal separonya atau 450 cc. Kemudian saring daun tersebut hingga menjadi separonya lagi. Kemudian minumlah 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

 Mencerdaskan otak

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa di dalam daun singkong ada

berbagai kandungan asam amino yang diperlukan tubuh baik untuk membantu mengubah karbohidrat menjadi energi, membantu pemulihan kulit dan tulang, meningkatkan daya ingat, kinerja otak dan metabolisme asam amino lain.

Dalam kaitan mencerdaskan otak ada beberapa asam amino yang terkandung dalam daun singkong yaituasam glutamik, phenilalani

(14)

3. Manfaat kulit singkong

Hampir semua bagian dari pohon singkong bisa dimanfaatkan mulai dari umbi hingga daunnya. Umbi singkong biasanya hanya diambil dagingnya dan untuk digoreng atau direbus. Sedangkan kulitnya dibuang begitu saja atau dijadikan makanan untuk hewan ternak. Kulit singkong selama ini memang sering disepelekan dan dianggap sebagai limbah dari tanaman singkong. Jika kita pandai memanfaatkannya, kulit singkong mempunyai manfaat yang lebih.

Adapun pengolahan limbah kulit singkong yang dapak kita manfaatkan antara lain:

· Kompos

Kulit singkong dapat diproses menjadi pupuk organik yang kemudian disebut sebagai pupuk kompos. Menurut penelitian (Ankabi, 2007) kompos kulit singkong bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tumbuhan dan berpotensi sebagai insektisi dan tumbuhan.

· Pakan ternak

Kulit singkong sebagai pengganti rumput lapang. Karena kulit singkong yang mengandung karbohidrat tinggi dapat dengan cepat menggemukkan hewan ternak.

· Bioenergi

Kulit singkong bisa berpotensi untuk diproduksi menjadi bietanol yang digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Teknologi pembuatan bioethanol dari limbah kulit singkong melalui proses hidrolisa asam dan enzimatis merupakan suatu alternatif dalam rangka mendukung program pemerintah tentang penyediaan bahan bakar nonmigas yang terbarukan yaitu BBN ( bahan bakar nabati ) sebagai pengganti bensin.

. Sebagai olahan makanan

Keripik merupakan sejenis makanan ringan berupa irisan tipis yang berasal dari umbi-umbian, buah-buahan, atau sayutan yang digoreng di dalam minyak nabati.

Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan renyah biasanya pengolahan keripik dicampur dengan adonan tepung yang diberi bumbu rempah tertentu. Secara umum keripik dibuat melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula dengan hanya melalui penjemuran, atau pengeringan. Keripik dapat berasa dominan asin, pedas, manis, asam, gurih, atau paduan dari kesemuanya.

Keripik biasanya dijadikan camilan saat berkumpul bersama keluarga. Untuk itu,

(15)

ibu-ibu rumah tangga biasa membuat makanan ringan sendiri. Selain harganya yang lebih murah, kebersihan juga dapat dijaga lebih higienis, dan dapat membuat makanan ringan yang bebas dari bahan pengawet dan bahan pewarna buatan yang berbahaya bagi kesehatan.

Salah satu produk olahan singkong yaitu kripik singkong. Cara pembuatannya cukup sederhaya yaitu sbb:

Bahan dan Alat Bahan :

Bahan yang digunakan dalam pembuatan keripik kulit singkong antara lain:

a. Kulit singkong

Kulit singkong digunakan sebagai bahan baku pembuatan keripik kulit singkong.

b. Air

Air digunakan untuk mencuci kulit singkong dan untuk bahan merebus kulit singkong.

c. Minyak goreng

Minyak goreng digunakan untuk bahan menggoreng keripik kulit singkong.

d. Bumbu-bumbu berupa bawang putih dan garam

Bumbu digunakan untuk memberi cita rasa pada keripik kulit singkong.

Alat :

a. Pisau e. panci b. Baskom f. Tampah c. Cobek g. Wajan d. Ulekane h. Sodet

Metode Pembuatan Keripik Kulit Singkong

Metode pembuatan keripik kulit singkong adalah dengan menggunakan metode sederhana. Hal ini bertujuan agar metode ini dapat ditiru dengan mudah oleh masyarakat. Langkah-langkah pembuatan keripik kulit singkong antara lain:

1. Pengupasan

Singkong dikupas menggunakan pisau. Penulis mengupas kulit singkong di rumah industri pembuat kerupuk singkong (opak).

2. Pengumpulan

Setelah singkong dikupas, limbah kulit singkongnya dikumpulkan.

(16)

Gb.1 Pengumpulan Kulit Singkong

3. Pemisahan kulit singkong bagian dalam dan bagian luar

Kulit singkong terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan dalam dan lapisan luar. Untuk bahan baku pembuatan keripik kulit singkong yaitu kulit singkong bagian dalam yang berwarna putih. Sehingga setelah kulit singkong dikumpulkan lalu kulit singkong bagian dalam dan bagian luar dipisahkan menggunakan pisau.

Gb.2 Pemisahan Kulit Singkong Bagian Dalam dan Bagian Luar 4. Pencucian

Kulit singkong yang berwarna putih dimasukkan ke dalam baskom. Kemudian kulit singkong dicuci menggunakan air sampai bersih.

Gb.3 Pencucian Kulit Singkong 5. Perebusan

Air bersih dimasukkan ke dalam panci. Setelah air mendidih, kulit singkong yang telah dicuci direbus sampai berwarna agak cokelat.

(17)

Gb.4 Perebusan Kulit Singkong 6. Perendaman

Kulit singkong yang telah direbus kemudian dicuci kembali dan direndam selama 3 hari di dalam baskom, dengan air rendaman diganti setiap hari.

Gb.5 Perendaman Kulit Singkong 7. Pemberian cita rasa

Bawang putih dan garam dihaluskan menggunakan cobek dan ulekan dan diberi sedikit air setelah bumbu halus. Kulit singkong yang telah direndam dimasukkan ke dalam baskom kemudian bumbu yang telah diberi air dituangkan ke dalam baskom tersebut. Biarkan sampai 3 jam, agar bumbu meresap ke dalam kulit singkong.

Gb.6 Pemberian Bumbu pada Kulit Singkong 8. Penjemuran

Kulit singkong yang telah direndam selama 3 hari kemudian ditiriskan di atas tampah. Kemudian kulit singkong dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari.

Gb.7 Penjemuran Kulit Singkong 9. Penggorengan

Minyak goreng dituangkan ke dalam wajan kemudian dipanaskan menggunakan kompor. Setelah minyak panas, kulit singkong yang telah dijemur sampai kering

(18)

digoreng. Menggoreng keripik kulit singkong sampai masak dan tidak gosong.

Gb.8 Penggorengan Kulit Singkong 10. Penyimpanan

Keripik kulit singkong disimpan ke dalam toples agar keripik tahan lama dan tetap renyah. Keripik kulit singkong telah siap untuk disajikan

(19)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Umbi singkong (ketela pohon/cassava) sudah sejak lama dikenal masyarakat indonesia sebagai salah satu bahan makanan yang cukup penting sebagai sumberasupan karbohidrat. Umbi-umbian banyak tumbuh di Indonesia.

Produksi umbi-umbian di Indonesia cukup tinggi, begitu pula dengan bertambahnya jumlahpenduduk. Kebutuhan masyarakat akan umbi-umbian sebagai sumber energi punterus meningkat.

Singkong sangat bermanfaat bagi masyarakat, umumnya singkong dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaaan. Saat ini berbagai manfaat singkong telah berhasil

ditemukan, antara lain manfaat singkong bagi kesehatan, Manfaat Singkong jugadikenal sebagai umbi yang memiliki khasiat antioksidan, antikankerantitumor,dan dapat meningkatkan nafsu makan. Tak hanya itu, singkongjuga mampumenyembuhkan beragam penyakit.

B. Saran

Menurut kelompok kami, singkong memiliki banyak manfaat.Oleh karena itu,sebaiknya masyarakat dapat mengolah singkong menjadi bahan olahan yangbanyak diminati.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Alfi.2018, singkong sebagai sumber pangan alternative file:///C:/Users/SONY%20VAIO/Videos/B.INDO%

20SINGKONG/manfaat-kulit-singkong-di-kehidupan.html/.Diakses 12 januari 2018

Santoso,Adi.2012.Manfaat Daun Singkong. file:///C:/Users/SONY%20VAIO/

Videos/ B.INDO%20SINGKONG/ manfaat-daun-singkong.html.Diakses 12 januari 2018

Santoso,Mugi.2012.Aneka Olahan Singkong. file:///C:/Users/SONY%20VAIO/

Videos/B.INDO%20SINGKONG/aneka-olahan-singkong.html.Diakses 12 januari 2018

Referensi

Dokumen terkait

v KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul ANALISIS

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul Pengaruh

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis yang berjudul

i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “KAJIAN

i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan serta karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul

viii KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya penyusunan laporan akhir yang berjudul “Analisis Kinerja

vii KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat, rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “ANALISA DAMPAK