• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Tanaman Kunyit

N/A
N/A
Fatahilla Ali

Academic year: 2023

Membagikan "Makalah Tanaman Kunyit "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dan Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948 menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan.

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang memiliki kekayaan tanaman obat. Bahkan terdapat sekitar 30.000 jenis tanaman obat yang ada di negara kita.

Namun hanya sekitar ratusan jenis yang dipelajari dan diketahui manfaatnya salah satunya yaitu tanaman kunyit. Ini berarti masih sangat banyak jumlah tanaman obat yang belum dimanfaatkan.(ban.Tanaman Obat Tradisional Dian 2008: 24) Telah terbukti bahwa negara dengan penduduk yang memiliki pengetahuan kesehatan yang tinggi meraih tingkat harapan hidup lebih panjang, mereka juga lebih sedikit terpapar penyakit yang seharusnya memang dapat dihindari .

Dari sekian banyaknya tanaman obat-obatan tradisional yang ada di sekitar kita, kunyit merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan sebagai obat tradisional. Manfaat tanaman kunyit selain digunakan sebagai obat tradisional, juga digunakan sebagai bumbu masakan.(Setiawati 2007)

Tanaman kunyit dapat digunakan dalam pembuatan jamu atau obat tradisional. Kegiatan ini sudah berlangsung secara turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak empris, obat tradisional dari kunyit ini memang digunakan sejak lama. Hal ini membuktikan bahwa tanaman kunyit memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan. Khasiat tersebut ada yang reaksinya tidak langsung diketahui atau membutuhkan waktu beberapa saat, namun ada juga reaksinya cepat. Obat tradisional dari kunyit memberikan reaksi seperti halnya obat modern.

(2)

Pemanfaatan kunyit sebagai obat tradisional dapat dilakukan secara langsung seperti contoh jika seorang kecil digigit nyamuk biji kunyit dapat langsung digosok di kuit bekas gigitan nyamuk, atau pun secara olahan seperti jamu.

Upaya pencegahan lebih baik daripada upaya pengobatan, milikilah tubuh yang selalu prima dengan memenuhi kebutuhan berbagai nutrisi serta rutin berolahraga, agar tubuh mampu membangun daya tahan tubuh melawan serangan penyakit. Jika perlu, konsumsi herbal tradisional yang sudah terbuksi keampuhannya, dapat dijadikan benteng pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit umum.(bandingkan Dian Malini 2008).

Berdasarkan uraian yang dijelaskan di atas maka penulis terdorong untuk memilih alternatif tanaman kunyit sebagai salah satu obat tradisional. penulis optimis memilih tanaman kunyit karena selain memiliki khasiat menyembukan juga tanaman kunyit mudah di temukan.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan pembuatan makalah ini guna mengetahui keanekaragaman hayati tanaman kunyit serta sebagai tugas pada mata kuliah sumber daya alam hayati.

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Deksripsi Kunyit

Kunyit merupakan tanaman rempah yang berasal dari india. Tanaman ini kemudian di perkenalkan ke Negara asia lain seperti Negara – Negara yang berada di tenggara dan selatan asia. Tanaman kunyit berupa semak dan tingginya sekitar 70 cm. Tanaman ini mempunyai batang semu,akar serabut yang bewarna coklat muda, dan membentuk rimpang. Daunnya berbentuk lanset memanjang, tulang daunnya mirip, panggal dan ujungnya meruncing, bewarna hijau pucat, mempunyai tangkai yang panjang,dan mempunyai panjang sekitar 40 cm,rimpangnya memanjang berbentuk jari, bewarna kuning, dan sedikit bersisikik.

2.1.1 Macam-Macam Kunyit

Ada beberapa macam kunyit, di antaranya sebagai berikut:

1. Kunyit biasa (kuning}

Kunyit umumnya memiliki Daun yang tunggal, berbentuk lanset memanjang, helai daun berjumlah 3-8, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang daun menyirip dan berwarna hijau. Bunga kunyit berwarna kuning atau kuning pucat dan mekar secara bersamaan. Rimpang induk menjorong, sedangkan rimpang cabang lurus atau sedikit melengkung.

(4)

Keseluruhan rimpang membentuk rumpun yang rapat, berwarna oranye dan tunas mudanya berwarna putih. Akar serabut kunyit berwarna cokelat muda.

Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang atau akarnya.

2. Kunyit hitam

Tanaman kunyit hitam adalah tanaman semak tahunan yang sering kita jumpai berada disekitar kita. Tanaman kunyit hitam ini biasanya dapat ditemukan pada daerah tepi hutan, hutan, pekarangan rumah, dan tempat lainnya. Nama latin tanaman kunyit hitam adalah Zingiber Ottensi Valeton.

Menurut sejarah asal usul tanaman kunyit hitam ini berasal dari Asia Tenggara Persebaran tanaman kunyit hitam ini dari daerah Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam. Ciri fisik tanaman kunyit hitam ini memiliki bunga yang berwarna merah kekuningan.

Fungsi dan kegunaan tanaman kunyit hitam bagi sebagaian masyarakat dianggap sebagai tanaman liar biasa namun, ternyata tanaman kunyit hitam ini bisa juga digunakan sebagai obat herbal tanaman kunyit hitam dalam mengobati berbagai macam penyakit yang ada ditubuh. Kunyit dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 100 cm. Batang kunyit semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dan berwarna hijau kekuningan.

(5)

3. Kunyit putih

Tanaman kunyit putih (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman semak berumur tahunan. Tanaman ini mempunyai tinggi 50-75 cm, bentuk batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Daun berwarna hijau, berbentuk seperti mata lembing bulat lonjong di bagian ujung dan pangkalnya. Panjang daun 30-60 cm dengan lebar daun 7,5-12,5 cm, tangkai daunnya panjang sama dengan panjang daunnya. Permukaan atas dan bawah daun agak licin, tidak berbulu.

Tanaman ini mempunyai bunga majemuk berbentuk bulir yang muncul dari bagian ujung batang. Mahkota bunga berwarna kuning mudaatau hijau keputihan, panjang 2,5 cm.

Kunyit putih memiliki rimpang berbentuk bulat, renyah, dan mudah dipatahkan. Kulitnya dipenuhi semacam akar serabut yang halus hingga menyerupai rambut. Rimpang utamanya keras, bila dibelah tampak daging buah berwarna kekuning-kuningan di bagian luar dan putih kekuningan di bagan tengahnya. Rimpang berbau aromatis seperti bau mangga, dan rasanya mirip mangga sehingga masyarakat menyebutnya temu mangga (Syukur, 2003).

2.2 Klasifikasi

Kunyit atau kunir (Curcuma longa atau Curcuma domestika) tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar diseluruh daerah tropis. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan atau bekas kebun.

(6)

Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 mdpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.

Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom.

Pada tahun 77-78 SM. Diascorides menyebut tanaman ini sebagai Chyperusmenyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, sedikit pedas, tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya India, China Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina. Kunyit memiliki klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Liliopsida (Monokotil)

Subkelas : Commelinidae

Ordo : Zingiberalas

Famili : Zingiberaceae (Suku jahe-jahean)

Genus : Curcuma

Spesies : Curcuma longa L.

2.3 Manfaat Kunyit A. Bagi Kesehatan

1. Kunyit dapat membantu memperlambat penyebaran dan pertumbuhan tumor

2. Kunyit dapat membantu memperlancar system pencernaan 3. Meringankan gejala rematik

4. Membantu menyembuhkan luka

5. Membantu menyembuhkan penyakit kulit seperti koreng dan gatal- gatal.

6. Membersihkan, mempengaruhi bagian perut Khususnya pada lambung 7. Merangsang, melepaskan lebihan gas di usus,

(7)

8. Mmenghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah B. Bagi Kecantikan

1. Dapat mencegah keputihan 2. Dapat menghaluskan kulit

3. Memperlancar dan mengurangi rasa nyeri saat haid 2.4 Zat Aktif

Senyawa utama yang terkandung dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kurkuminoid berkisar 3,0-5,0 %, yang terdiri dari kurkumin dan turunannya yaitu demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Kurkuminoid berbentuk kristal prisma atau batang pendek, membenuk emulsi atau tidak larut dalam air, dan mudah larut dalam eseton, etanol, metanol, bensen, dan khloroform. Senyawa tersebut memberikan fluoresensi warna kuning, jingga, sampai jingga kemerahan yang kuat di bawah sinar ultra violet yang tidak stabil apabila dipanaskan.

Kandungan minyak atsiri rimpang kunyit berkisar antara 2,5-6,0 %, yang terdiri dari komponen artumeron, alfa, dan beta kariofilenlinalol, 1,8 sineol, zingi beren, dd felandren, d sabinen, dan bormeol, selain kurkuminoid dan minyak atsiri rimpang kunyit juga mengandung senyawa lain seperti pati, lemak protein, kamfer, resin, damar, gom, kalsium, fosfor, dan zat besi

2.5 Pembudidayaan

Budidaya tanaman kunyit cukup mudah. Rimpang tanaman yang akan dijadikan benih hendaknya yang telah cukup umur yaitu sekitar 10 bulan dengan bobot 20 - 30 g. Benih yang akanditanam sebaiknya yang telah memiliki tunas sepanjang 2 - 3 cm.Sebelum di tanam, tanah terlebih dahulu diolah dengan cara mengarpu dan mencangkul di tempat yang akan ditanami.

Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan.Pupuk kandang dapat diberikan sebanyak 0,5 kg/lubang tanam dan jarak tanam yang optimal adalah 50 cm x 50 cm dan penanaman benih sebaiknya dengan kedalaman

(8)

7,5 cm - 10 cm,dengan mata tunas menghadap ke atas.Setiap lubang tanam sebaiknya di isi dengan satu benih dan setelah benih dimasukkan, lubang tanam kembali ditutup dengan tanah.

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi rimpang yang optimal, sebaiknya tanaman di pupuk dengan pupukbuatan yaitu SP36 dan KCL pada awal penanaman masing-masingsebanyak 200 kg/ha dan urea sebanyak 200 kg/ha diberikan se-banyak tiga kali yaitu 1/3 dosis pada umur 1 bulan, 2 bulan dan3 bulan setelah tanam. Selain itu upaya pemeliharaan tanaman juga penting, yang dapat dilakukan dengan cara menyiangi gulma dua bulan sekali dan merapikan gulu dan panen.

Kunyit biasanya di panen pada umur sekitar 9– 10 bulan.Cara panen cukup mudah yaitu dengan menggali rimpang menggunakan garpu. Usahakan agar rimpang tidak patah tertinggal waktu digali sehingga bobot yang diperoleh lebih tinggi.Setelah digarpu, tanah disekitar rimpang dibersihkan dan rimpang dikumpukan dalam karung. Biasanya hasil panen dapat mencapai 20 – 30 ton/ha rimpang segar.

(9)

BAB III PERMASALAHAN

A. Bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit dari tanaman kunyit ? B. Bagaimana cara pemeliharaan tanaman kunyit ?

(10)

BAB IV PEMBAHASAN

4.1Bagaimana cara pengendalian hama dan penyakit dari tanaman kunyit ?

hama penggerak rimpang merupakan hama yang menyukai tunas-tunas yang baru tubmbuh. Gejala serangan menunjukan pada daun tampak kuning kemudian luruh. Apabila tanaman di bongkar maka rimpang tampak seperti di kerat. Pengendalian hama tersebut dilakukan dengan furadan sesuai dengan dosis yang diajukan.

4.2Bagaimana cara pemeliharaan tanaman kunyit ?

Sekitar 1-2 sesudah tanam sebaiknya dilakukan penyiangan gulma dan tumbuh pengganggu lainya. Penyiangan di lakukan secara manual dengan tangan atau menggunakan gacok atau alat sejenisnya.

Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar perakaran di sekitar rumput tidak terganggu. Bersamaan dengan penyiangan, permukaan tanah di sekitar rumput sebaiknya di timbun dengan tanah dari saluran air agar rimpang yang diatas tidak keluar dari permukaan tanah. Penimbunan sebaiknya dilakukan sebulan sekali.

(11)

BAB V KESIMPULAN

Kunyit merupakan salah satu tanaman obat potensial, selain sebagai bahan baku obat juga dipakai sebagai bumbu dapur dan zat pewarna alami.

Dilihat dari maanfaatnya setelah dilakukan beberapa penelitian secara in vitro dan in vivo menunjukkan, kunyit memunyai aktivitas sebagaiantiinflamasi (antiperadangan), aktivitas terhadap peptic ulcer, antitoksik, antihiperlipidemia, dan aktivitas antikanker.

(12)

BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

Hermani dan Sri Yuliani, ASPEK pascapanen dan pengembangan fitofarmaka tanaman obat Prod. Forum Konsultasi strategi dan koordinasi pengembangan agroindustri tanaman obat, Balktro (Bogor :1995).

Hargono, D. Vademakum Bahan obat alam (Jakarta :Depl kesehatan Republik Indonesia, 2989).

Cheppy Syukur, SittiFatimah. S, Warta Puslitbangbun Vol 13 No. 2, Agustus 2007.

Referensi

Dokumen terkait

TOGA (Tanaman Obat Keluarga) adalah jenis tanaman yang sengaja dibudidayakan karena memiliki fungsi sebagai tanaman obat sehingga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi

Beberapa tanaman tradisional yang sudah mulai diteliti dan dimanfaatkan sebagai bahan suplemen pakan dan obat-obatan dalam budidaya ayam antara lain lempuyang, kencur, lidah

Hal ini mulai banyak dilakukan, terbukti dari beberapa laporan yang menggambarkan aktivitas antibakteri yang kuat dari tanaman obat tradisional seperti ekstrak etanol

Indonesia memiliki banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk dikembangkan sebagai obat tradisional adalah daun kersen Bakteri

Perlindungan hukum di sini tidak hanya berarti perlindungan bagi produk obat- obatan tradisional, akan tetapi juga pada proses pengolahan tanaman lokal

Model Peracikan tanaman obat tradisional bagi solusi pengobatan alternatif berbasis pengetahuan menitikberatkan pada model penelusuran tanaman obat berdasarkan:

Tanaman Kemangi adalah tanaman perdu, yang dimanfaatkan daun pucuknya untuk lalap dan buahnya yang tua untuk minuman dingin.. Jenis kemangi (Ocimum canum) yang

Edukasi Dan Demonstrasi Pemanfatan Tanaman Obat Tradisional… 2797 SIMPULAN Pemberian edukasi dan penyuluhan tentang pemanfataan tanaman obat tradisional yang telah diberikan kepada