MAKALAH TEKNOLOGI KESEHATAN LINGKUNGAN TEKHNIK PENGOLAHAN AIR BERSIH
Dosen Pengampu Dr. Lensoni, M.Kes
DISUSUN OLEH : SYARIFAH AULA
NIM : 23181149P
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ABULYATAMA TAHUN 2024
KATA PENGANTAR
Dengan rasa Syukur dan hormat, penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada tuhan yang maha esa, yang telah memberikan Rahmat dan hidayah-nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan, tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan selama proses penyusunan makalah ini.
Makalah ini bertujuan untuk menyelidiki dan mendalami aspek-aspek penting tentang
“Tekhnik Pengolahan Air Bersih ” pembaca diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai tersebut melalui paparan, analisis, dan argumentasi yang disajikan dalam tulisan ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif, memperkaya wawasan, dan memberikan pemahaman yang lebik baik kepada pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan guna perbaikan dan pengembangan penulisan di masa mendatang. Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan rujukan yang berguna bagi pembaca yang berminat. Semoga bermanfaat.
Banda Aceh, 19 Februari 2024
( Penulis )
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling penting. Tanpa air,berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Meskipun merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui oleh alam sendri, tapi kenyataan ketersediaanair tanah tidak bertambah.Di Indonesia, akses terhadap air bersih masih menjadi masalah. Sebagianbesar air tawar yang digunakan berasal dari air sungai, danau, waduk dan sumur.Pencemaran oleh mikroorganisme terhadap badan air maupun dalam suplai air minum merupakan kasus yang sering terjadi, dan saat ini pencemaran dari faktorkimia dan fisika misalnya pencemaran oleh senyawa polutan mikro yang bersifatmutagenik dan/atau yang menyebabkan kanker perlu diwaspadai.Pesatnya pembangunan wilayah Indonesia
dan laju pertumbuhan
penduduk yang tinggi membutuhkan air dalam jumlah yang banyak yang sering kali tidak ters edia untuk penduduk, dan juga akibat penggunaan teknologi produksi yangmana sering tidak atau kurang ramah terhadap lingkungan atau kesehatanmasyarakat.Meskipun demikian telah terbukti bahwa penyediaan air bersih untuk Masyarakat memainkan peran penting dalam hal meningkatkan kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat , yakni mempunyai peranan dalam menurunkan angkapenderita penyakit, khususnya yang behubungan dengan air dan berperan dalammeningkatkan standar atau taraf/kualitas hidup masyarakat.
2. Tujuan
Tujuan makalah ini untuk mengetahui pengaruh ketersediaan air bersih terhadap kesehatan Masyarakat
BAB II PEMBAHASAN A. Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasan nya, air bersih adalah yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air munum,dimana persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologis dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No.416/Menkes/PER/1990).
Pesyaratan tersebut juga memperhatikan pengamanan terhadap sistem distribusi air bersih dari isntalasi air bersih sampai pada konsumen.Air bersih dan sanitasi yang baik merupakan elemen penting yang menunjang kesehatan manusia. Lebih dari 1 milliar manusia di seluruh duniakehilangan akses terhadap sumber air bersih. Badan Kesehatan Dunia (WHO)menyebutkan sekitar 1.6 juta anak di seluruh dunia meninggal akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar dan sanitasi yang sehat. Dampak tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut langsung dirasakan oleh jutaan keluarga terutama anak-anak dan balita sebagai kelompok usia rentan. Jika targetpenyediaan air bersih dan sanitasi tidak segera diatasi dunia diperkirakan mengalami krisis meluas. Krisis akan lebih terasa diwilayah perkotaan karena pertumbuhan penduduk yang cepat sehingga memunculkan tekanan pelayanan kesehatan bagi warga kelas bawah.Pada saat terpaksa, manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan, tetapitidak dapat hidup tanpa air.
Hal itu juga berhubungan dengan kenyataanbahwa 70% dari tubuh manusia berupa cairan (air).
Penggunaan air untuk keperluan sehari-hari tanpa memperhatikan kualitasnya akan dapatmenimbulkan gangguan kesehatan. Karena air dapat berperan dalampenyebaran penyakit yang berkaitan dengan air.
Beberapa fungsi air yang berguna untuk tubuh adalah sebagai bagian darisistem yang mengangkut nurisi dan gizi sebagai hasil metablisme dari makanan yang dikonsumsi. Air juga berfungsi mengangkut sisa-sisa metabolisme dalamtubuh, membantu memecahkan komponen dalam tubuh, menjaga keseimbangan suhu tubuh karena proses oksidasi yang menghasilkan panas,menjaga elastisitas kulit, dan membantu proses bernafas dengan melembabkanudara ketika dihembuskan. Walaupun kita tidak beraktivitas tinggi, air yang dikeluarkan tubuh terhitung banyak. Salah satu kesalahan yang sudah menjadikebiasaan adalah mengkonsumsi air hanya ketika haus. Hal ini berakibat fatalkarena asupan air hanya sedikit. Tubuh membutuhkan sedikitnya satu liter air lebih banyak dari rasa haus.
Air yang dikonsumsi sehari-hari harus memiliki syarat kesehatan agar tidak menimbulkan penyakit Penyebab penyakit yang ada dapat dikelompokanmenjadi 4 bagian:
1. Penyebab tak hidup yang menyebabkan penyakit tidak menularPenyakit tidak menular yang disebabkan air banyak sekali. Penyebabnyadapat berupa zat-zat kimia seperti wabah yang disebabkan air raksa,cadmium, dan cobalt.2.
2. Penyebab hidup yang menyebabkan penyakit menularPenyakit menular lewat air dapat disebabkan oleh
a) organisme patogen seperti bakteri, vibrio cholera penyebab penyakitkolera, salmonella thypipenyebab penyakit demam tipoid, sigella penyebabpenyakit disentri basilus, salmonella parathypi penyebab penyakit demamparathypi, protozoa, virus penyebab penyakit hepetitis infeksiosa.
b) organisme nonpatogen seperti aetenomi cetes menyebabkan rasa danbau yang tidak diharapkan, algae dalam jumlah besar dapat menghambatpekerjaan pada sistem saringan, bakteri coli dan coliform sebagai indikasiapakah air tercemar oleh tinja manusia atau kotoran hewan
3. Air sebagai sarang insekta penyebab penyakitAir sebagai sarang insekta yang
menyebarkan penyakit kepada masyarakat.Insekta demikian disebut sebagai vektor penyakit.
Vektor yang bersarang diair dan terpenting di Indonesia pada umumnya nyamuk seperti nyamuk aedes aegypti dan anopheles spp.
4. Air sebagai media penularan penyakitPola mekanisme penularan penyakit infeksi yang berkaitan dengan airminum yaitu, sumber-air-manusia atau sumber-air- makanan, susu, sayuran-manusia.
Mengingat air berfungsi sebagai media penularan penyakit, maka untuk mengurangi timbulnya penyakit atau menurunkan angka kematian usahanya adalah meningkatkan penggunaan air minum yang memenuhi persyaratan kualitas dan kuantitas
B.Penyakit yang berhubungan dengan air
Adapun penyakit-penyakit yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih, diantaranya : 1. Karena keterbatasan air bersih. Manusia menjadi sangat hemat air. Misalnya lebih
dipentingkan untuk minum atau memasak, sedangkan untuk mencuci baju, mandi/kebersihan badan, kurang dipenuhi. Akibatnya penyakit kulit dapat berkembang karena kurang bersih, jamur, bakteri tumbuh pada permukaan kulit ( kudis, panu, kurap, dsb)
2. Karena bakteri, virus, atau agent penyebab penyakit berada dalam air. Bila tidak tersedia pilihan air bersih, maka dengan terpaksa manusia akan menggunakan air bersih yang ada.
Walaupun kriteria bersih yang digunakan relative. Air bersih yang sebetulnya kurang bersih ( misalnya asal kelihatan jernih ) digunakan untuk mencuci beras, piring, sendok, gelas, sayuran. Sayuran setelah dicuci tidak dimasak, missal digunakan sebagai lalapan atau geals, piring sendok digunakan sebagai wadah makanan atau minuman, maka kemungkinan terjadi penyakit perut. Seperti diare, disentri, kolera, tiphus, dan sebagainya karena bakteri penyebab penyakit memang berada dalam air yang sebelumnya digunakan.
3. Karena vektor pembawa kuman penyakit membutuhkan air dalam siklushidupnya.
Misalnya penyakit dengan vektor nyamuk, seperti : demamberdarah, malaria, demam kuning, kaki gajah. Nyamuk dalam perkembangbiakannya membutuhkan media air. Telur nyamuk tumbuh berkembang menjadi jentik-jentik dalam air, hingga suatua saat menjadinyamuk dewasa. Bila nyamuk dewasa tersebut menggigit manusia, yangdlam darahnya mengandung kuman/ bakteri penyakit, maka nyamuk tersebut bila menggigit orang berikutnya akan memasukkan kuman/bakteri penyakit dalam darahnya.
Banyak dijumpai Masyarakat mengalami keracunan air minum karenaadanya senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas konsentrasi yang diizinkan Sebetulnya senyawa kimia ini bisa secara alamiah maupun akibat kegiatanmanusia mencemari air minum.
Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia adalah logam berat, pestisida, senyawa polutanhidrokarbon, zat-zat radio aktif alami atau buatan dan sebagainya.
1. nitrat yang biasa ditemukan dalam kegiatan pertanian. Pencemaran nitratdisebabkan air limbah pertanian mengandung senyawa nitrat akibatpenggunaan pupuk nitrogen (urea).Senyawa nitrat dalam air minum dalam jumlah besar menyebabkan methaemoglobinameia. Penyakit ini adalah kondisi haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin, sehingga darah kekurangan oksigen.
2. Flourida (F) adalah senyawa kimia yang alami pada air di berbagaikonsentrasi. Pada konsentrasi kecil sekitar 1,5 mg/l akan bermanfaat padakesehatan gigi. Apabila konsentrasi tinggi (lebih dari 2 mg/l) menyebabkankerusakan gigi (gigi bercak- bercak0. ''Bila lebih besar lagi 3-6 mg/lmenyebabkan kerusakan pada tulang. Dosis flourida di dalam air minummaksimal 0,8 mg/l.''
3. Unsur berbahaya lainnya adalah air raksa (merkurium, Hg) adalah logamberat berunsur racun terhadap tubuh. Limbah merkurium akibat industripernah menimbulkan korban jiwa pada kasus Minamata Jepang, 1950.
4. Air minum pun tidak boleh tercemar kadmium (Cd). Air minum biasanya mengandung Cd dengan konsentrasi 1 ug atau kadang-kadang mencapai 5ug. WHO telah mengeluarkan rekomendasi kadar Cd dalam air minum sebesar 0,01mg/l, sedangkan Peraturan Pemerintah No 20/1990 kadar maksimum Cd dalam air minum sebesar 0,005 mg/l.
5. Zat racun lainnya dalam Selenium yang biasa ditemukan di daerah seleniferous (tadah hujan). Di daerah semacam itu kandungan selenium dalam air tanah (sumur) ataupun permukaan bisa tinggi. WHO menetapkan kadar selenium pada air minum sebesar 0,01 mg/lsedangkanPeraturan
Pemerintah No 20/1990 merekomendasikan kadar selenium yang diperbolehkan 0,01 mg/l.
C. Peranan Terhadap Penurunan Penyakit
Telah diketahui bahwa dengan adnya suplai air bersih yang sehat, dapat menurunkan angka penderita penyakit, khusus nya penyakit yang berhubungan dengan air (Waterborne Deseases ) tidak hanya disentri, kholera dan thypus,tetapi juga trachoma, beberapa penyakit kulit dan penyakit yang disebabkanoleh cacing parasit. Di negara maju dimana suplai air bersih untuk masyarakatsudah hampir 100%, maka jumlah penyakit akibat infeksi penyakit enterik misalnya penyakit kolera, thypus, disentri dan sebagaianya dapat ditekan dengantajam.Hal ini juga ditunjang karena ada kemajuan medis berupa pengembangan obat-obatan baru.walaupun demikian telah diyakini bahwa yang memeberikan kontribusi terbesar adalah adanya suplai air bersih yang sehat untuk kehidupansehari-hari dengan sistem yang sangat baik.
Di Jepang misalnya, jumlah konsumsi air bersih per kapita adlah 365 Ltr/haridan jumlah suplai air bersih dengan sistem perpipaan mencapai 13 milyard M3untuk tahun
fiskal 1977. Prosentase pelayanan di daerah pedesaan lebih kecildaripada daerah perkotaan. Di kota-kota besar di Jepang hampir seluruh penduduk telah menikmati pelayanan air bersih dengan sistem perpipaan (waterworks system). Dengan kondisi yang demikian,
bedasarkan statistik
(1977), jumlah penderita kolera dan polio nol, disentri 737, thypus 340 dan pasienparathypu s sebanyak 77 orang. Lalu kematian bayi 8,9 per 1000 kelahiran. Usia hidup rat-rata orang jepang adalah 72,69 tahun untuk laki-laki dan 77,96 tahun untuk perempuan, yang merupakan angka tertinggi di dunia.
Apabila dibandingkan dengan di Indonesia , untuk kota jakarta misalnya, kapasitasproduksi air bersih oleh PAM 10,485 M3/detik , melayani sekitar 40-45 % dari8 juta penduduk jakarta (1989).
Dalam kondisi yang demikian, berdasarkan data yang ada, jumlah penderita penyakit yang berhubungan dengan air, yakni kolera, disentri dan thypus adalah 2.146, 15.131, dan 2.220 penderita (rata-rataTh 1984-1988).Dari data tersebut terlihat bahwa dengan adanya
sistem penyedian air
bersih yang dapat melayani sebagian/seluruh masyarakat , maka jumlah penderita
penyakit, khususnya yang berkaitan dengan air dapat ditekan dengan tajam. Hal ini harus tentu perlu ditunjang juga dengan sistem sanitasi lingkungan yangbaik pula.
D. Sistem Pengolahan Air Bersih
Secara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3, yaitu pengolahan secarafisika, kimia, dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtari, adsorpsi, dan lain-lain.
Pada pengolahan secara kimiawi,terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air.Pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya.
1. Tekhnik Pengolahan Air Bersih PDAM
PDAM, biasanya melakukan pengolahan secara fisika dan kimiawi dalamproses penyediaan air bersih. Secara umum, skema pengolahan air bersih didaerah-daerah di Indonesia terlihat seperti pada gambar di bawah. Terdapat3 bagian penting dalam sistem pengolahannya
Skema pengolahan air bersih a.Bangunan Intake
Bangunan intake ini berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknyaair dari sumber air.
Pada umumnya, sumber air untuk pengolahan airbersih, diambil dari sungai. Pada bangunan intake ini biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda- benda yang ikut tergenangdalam air. Selanjutnya, air akan masuk ke dalam sebuah bak yang nantinyaakan dipompa ke bangunan selanjutnya, yaitu WTP Water Treatment Plant.
b.Water Treatment Plant
Water Treatment Plant atau lebih populer dengan akronim WTP adalahbangunan utama pengolahan air bersih. Biasanya bagunan ini terdiri dari 4bagian, yaitu : bak koagulasi, bak flokulasi, bak sedimentasi, dan bak filtrasi.
BAB III KESIMPULAN
Masalah kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dapat mengalami penurunan bila pasokan/ketersediaan air bersih yangdibutuhkan tidak tersedia . sistem pengolahan air bersih untuk masyakatperlu ditingkatkan lagi agar dapat mengurangi jumlah penderita (pasien)khususnya pasien yang menderita penyakit yang berhubungan dengan air. Pemantauan lebih lanjut mengenai kualitas air minum maupun air untuk peruntukan yang lain adalah merupakan hal yang sangat penting, karena dengan adanya pantauan/pemeriksaan secara berkala tersebut akan dapat mengetahui permasalahan yang terjadi pada badan air atau terhadap pasokan air secara menyeluruh. Sehingga bila terjadi penurunan kualitas airataupun pencemaran pada badan air dapat diketahui secara dini faktor penyebab nya.