DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 1
1.3 Tujuan...1
1.4 Manfaat...1
BAB II PEMBAHASAN...2
2.1 Pengertian BPJS...2
2.2 Jenis-jenis BPJS... 2
2.3 Manfaat BPJS...3
2.4 Peranan BPJS... 11
BAB III PENUTUP...18
3.1 Kesimpulan...18 DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.
Setiap warga negara khususnya masyarakat Kota Kendari wajib mengikuti BPJS sesuai ketentuan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Untuk perusahaan diwajibkan untuk mendaftarkan karyawannya mengikuti BPJS, sedangkan untuk orang atau keluarga yang tidak bekerja pada perusahaan wajib mendaftarkan diri dan anggota keluarganya pada BPJS. Dan untuk warga miskin nantinya BPJS akan ditanggung pemerintah sebagai Program Bantuan Iuran.
BPJS Kesehatan mulai diberlakukan sejak tahun 2014. Untuk mengetahui lebih rinci, penulis tertarik dalam mengkaji sedikit tentang apa saja peranan dan manfaat apa yang bisa diberikan BPJS pada kalangan-kalangan masyarakat seperti para pegawai dan rakyat miskin biasa di Kota Kendari.
1.2 Rumusan masalah : 1. Apa itu BPJS ?
2. Apa saja peranan BPJS di Indonesia khususnya di Kota Kendari?
3. Bagaimana BPJS dapat memberikan manfaat kepada masyarakat kepegawaian maupun masyarakat miskin di Indonesia khususnya Kota Kendari?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang apa itu lembaga BPJS.
2. Untuk mengetahui peranan-peranan BPJS di Indonesia khususnya di Kota Kendari.
3. Untuk mengetahui manfaat BPJS kepada masyarakat kepegawaian maupun masyarakat miskin di Indonesia khususnya Kota Kendari.
1.4 Manfaat
1. Sebagai salah satu sumber informasi mengenai peranan dan manfaat BPJS
2. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Sistem Manajemen Kelamatan dan Kesehatan Kerja.
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian BPJS
BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yakni lembaga khusus yang bertugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat, PNS, serta pegawai swasta. Program ini mulai diselenggarakan pada tahun 2014 melalui dasar hukum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.
Salah satu program yang diadakan oleh BPJS adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
JKN diselenggarakan melalui sistem asuransi, dimana masyarakat wajib membayar iuran dalam jumlah ringan sebagai tabungan untuk biaya perawatannya ketika sakit di masa depan.
Pada dasarnya, semua WNI wajib mengikuti program milik BPJS. Termasuk di dalamnya adalah orang asing dan pekerja yang berdomisili di Indonesia minimal 6 bulan serta membayar iuran.
2.2 Jenis-Jenis BPJS
Lembaga ini mengadakan dua jenis jaminan kesehatan. Agar lebih memahaminya, penjabaran atas kedua program BPJS adalah sebagai berikut.
1. BPJS Kesehatan
Seperti telah disinggung di atas tentang salah satu program BPJS adalah asuransi di bidang kesehatan, atau biasa disebut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dasar hukum penyelenggaraannya yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan keanggotaan peserta ditandai dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS), termasuk bagi mereka penerima bantuan iuran dari pemerintah (PBI).
JKN memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif melalui rujukan berjenjang tergantung pada indikasi medis pasien. Adapun manfaat yang diberikan oleh keanggotaan BPJS adalah sebagai berikut.
Mendapatkan penyuluhan kesehatan mengenai perilaku hidup sehat maupun pengelolaan lingkungan hidup.
Hak tiap anak peserta BPJS adalah mendapatkan imunisasi dasar yang meliputi BCG, DPT-HB, campak, dan polio.
Memperoleh layanan KB seperti kontrasepsi, konseling kandungan, hingga tubektomi dan vasektomi.
Pemeriksaan untuk gagal ginjal, kanker, hingga bedah jantung.
Skrining kesehatan menurut risiko penyakit atau dampak lanjutan.
Umumnya, peserta BPJS mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama baik berupa rawat inap intensif atau non-intensif, maupun rujukan lanjutan berupa rawat jalan atau inap.
Namun, perbedaannya terletak pada kelas-kelas yang diambil masyarakat.
2. BPJS Ketenagakerjaan
Program BPJS di bidang ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT) yang pembayarannya ditanggung oleh pengusaha dan pekerja. Tujuan JHT yakni memberikan penghargaan ketika karyawan telah pensiun, mengalami cacat tetap, atau meninggal dunia.
Keanggotaannya ditandai dengan Kartu Peserta Jamsostek (KPJ).
KPJ BPJS adalah tanda pengenal kepesertaan KPJ seseorang. Pada pekerja perusahaan, biasanya keanggotaan mereka ditunjukkan dengan 11 digit angka di atasnya. Sedangkan KPJ bagi mereka yang bekerja di sektor non formal tanpa upah dari perusahaan (pedagang, petani, nelayan, dan sebagainya) biasanya tidak disertai nomor. Namun tenang saja, keduanya tetap terdaftar dalam sistem BPJS.
2.3 Manfaat BPJS
1. Manfaat BPJS Kesehatan
Berikut inilah jenis-jenis BPJS beserta manfaat yang bisa didapatkan untuk para pesertanya:
a. BPJS Kesehatan PBI
BPJS Kesehatan diberikan pada seluruh warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang sudah tinggal di Indonesia minimal enam bulan. BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (BPJS PBI) diberikan pada peserta yang tidak mampu berdasarkan bukti data dari dinas sosial.
BPJS PBI menyediakan layanan BPJS Kelas 3 pada para pesertanya. Setiap peserta tidak dibebani iuran setiap bulannya. Biaya iuran bagi para peserta BPJS PBI ditanggung oleh pemerintah. Data peserta yang termasuk dalam kriteria dari Kementerian Sosial akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan.
b. BPJS Kesehatan Non–PBI
Berdasarkan programnya, BPJS Kesehatan Non–PBI akan diberikan pada peserta dengan adanya kewajiban membayar iuran bulanan. Setelah melakukan pembayaran iuran setiap bulannya, masing-masing peserta berhak untuk mendapatkan layanan sesuai kategori kelas 1–
3. Peserta BPJS Non–PBI di antaranya sebagai berikut:
1. Pekerja Penerima Upah dan anggota keluarganya
Pejabat negara
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pimpinan dan anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)
Prajurit
Anggota Polri
Pegawai Swasta
Kepala desa dan perangkat desa
Pekerja atau pegawai yang tidak termasuk golongan di atas yang menerima gaji atau upah
2. Pekerja Bukan Penerima Upah dan anggota keluarganya
Untuk kelompok peserta BPJS non-PBI yang kedua ada Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Mereka adalah pekerja mandiri atau pekerja di luar hubungan kerja dan pekerja yang tidak termasuk golongan yang tidak menerima gaji atau upah.
Bagi kelompok kerja satu ini, jika ingin mendapatkan layanan BPJS, maka peserta PBPU harus mendaftarkan dirinya sendiri dan kemudian membayar iuran sendiri.
3. Peserta bukan pekerja
Investor
Pemberi kerja
Penerima pensiun
Veteran
Perintis kemerdekaan
Janda, duda, atau anak yatim atau piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan
Bukan Pekerja yang tidak termasuk dalam golongan di atas, yang mampu membayar iuran .
Dapat memilih fasilitas kesehatan yang telah ditentukan dan bekerja sama dengan BPJS sesuai domisili.
Dapat mengambil kelas 1, dan kelas 2 dapat naik kelas perawatan apabila kondisi kamar yang menjadi haknya di rumah sakit penuh.
c. BPJS Jaminan Hari Tua (JHT)
Peserta yang mendapatkan layanan BPJS Ketenagakerjaan adalah para pekerja yang didaftarkan untuk menerima manfaat perlindungan program. Hal ini diatur melalui UU No. 40 Tahun 2004 terkait Sistem Jaminan Sosial Nasional.
BPJS JHT memberikan manfaat penerimaan uang tunai sebesar nilai akumulasi iuran yang telah dibayar ditambah hasil pengembangannya. Peserta JHT dapat menerima manfaat tersebut jika sudah memenuhi salah satu prasyarat berikut ini:
Peserta sudah mencapai usia 56 tahun
Peserta meninggal dunia
Peserta cacat total tetap
d. BPJS Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Untuk perlindungan para pekerja, manfaat perlindungan total juga akan diberikan berupa biaya medis dan kompensasi pada peserta BPJS JKK. Jaminan diberikan pada situasi kecelakaan saat berada di lingkungan kerja, mendapatkan penyakit karena lingkungan kerja, atau cacat permanen akibat kecelakaan kerja.
JKK diberikan bagi para pekerja agar dapat melindunginya dari risiko akibat kecelakaan atau kerugian saat bekerja. Bagi para peserta BPJS JKK, manfaat yang diperoleh dari perlindungan yang diberikan meliputi:
Pelayanan Kesehatan
Home care dengan plafon biaya maksimal Rp20.000.000
Santunan uang yang terdiri dari penggantian biaya pengangkutan; santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB); santunan kecacatan; santunan kematian dan biaya pemakaman
Program kembali bekerja yang berupa pendampingan
Kegiatan promotif dan preventif terhadap keselamatan kerja
Bantuan rehabilitasi seperti alat bantu anggota badan
Santunan beasiswa bagi anak peserta
Penggantian kacamata
Penggantian alat bantu dengar
Penggantian gigi tiruan
e. BPJS Jaminan Kematian (JKM)
Pemberian manfaat berupa uang tunai juga diberikan pada ahli waris jika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Manfaat yang dapat diterima bagi ahli waris secara keseluruhan adalah sebesar Rp42.000.000 dengan rincian sebagai berikut:
Santunan sekaligus sebesar Rp20.000.000
Santunan berkala selama 24 bulan sebesar Rp12.000.000
Biaya pemakaman sebesar Rp10.000.000
Santunan beasiswa juga diberikan kepada anak dari peserta sesuai dengan jenjang Pendidikan
f. BPJS Jaminan Pensiun (JP)
Tidak terbatas pada manfaat selama bekerja, BPJS juga bisa memberikan jaminan sosial untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak. Hal ini diharapkan dapat membantu peserta dan/atau para ahli waris dalam memberikan penghasilan setelah memasuki usia pensiun.
Manfaat program BPJS JP juga dapat diberikan dalam kondisi peserta yang pensiun karena mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Pemberian uang tunai diberikan setelah peserta melalui masa iuran minimal 15 tahun (180 bulan).
g. BPJS Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
Jika mengalami pemutusan hubungan kerja, para peserta BPJS JKP berhak mendapatkan manfaat jika sudah memenuhi masa iuran program paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan dan telah membayar paling singkat 6 bulan iuran berturut-turut. Manfaat yang didapatkan dapat berupa bantuan uang tunai, informasi lowongan kerja, dan pelatihan kerja untuk dapat kembali ke pasar kerja.
2. Manfaat BPJS Ketenagakerjaan
Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dibedakan menjadi 4 (empat) macam yakni Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), Pekerja Jasa Konstruksi (Jakon), dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Perbedaan utama antara keempat jenis kepesertaan tersebut adalah manfaat dari masing-masing program yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya :
Pekerja penerima upah
(PPU)
Pekerja bukan penerima upah
(PBPU)
Pekerja jasa konstruksi
(Jakon)
Pekerja migran
Pengertian Setiap orang yang bekerja dengan
menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain dari pemberi kerja.
Seperti pekerja kantoran atau buruh pabrik.
Orang
perorangan yang melakukan kegiatan usaha secara mandiri untuk
memperoleh penghasilan.
Seperti dokter, pedagang, ojek online,dll.
Layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan
konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi
Setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan
dengan
menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia
Jaminan yang Diberikan
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Jaminan Kematian (JK)
Jaminan Hari
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Jaminan Kematian (JK)
Jaminan Hari
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Jaminan Kematian (JK)
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
Jaminan Kematian (JK)
Jaminan Hari
Tua (JHT)
Jaminan Pensiun (JP)
Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
Tua (JHT) Tua (JHT)
Manfaat JKK
Pelayanan kesehatan (perawatan dan
pengobatan) sesuai kebutuhan medis
Santunan berupa uang dan
Program Kembali Bekerja (Return to work).
Pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan) sesuai kebutuhan medis
Santunan berupa uang
Pelayanan kesehatan (perawatan dan
pengobatan) sesuai kebutuhan medis
Santunan berupa uang
Sebelum Bekerja:
Perawatan dan pengobatan sesuai dengan kebutuhan medis bagi PMI yang mengalami kecelakaan kerja atau terbukti mengalami tindak
kekerasan fisik dan
pemerkosaan
Pendampingan dan pelatihan vokasional bagi PMI yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja.
Santunan berupa uang Selama Bekerja:
Perawatan dan pengobatan lanjutan di
negara tujuan penempatan hingga
dipulangkan ke Indonesia oleh Pemberi Kerja.
Pendampingan dan pelatihan vokasional bagi PMI yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja.
Santunan berupa uang Manfaat JK Uang tunai
berupa santunan kematian
Santunan berkala
Biaya pemakaman
Beasiswa pendidikan anak
Uang tunai berupa santunan kematian
Santunan berkala
Biaya pemakaman
Beasiswa pendidikan anak
Uang tunai berupa santunan kematian
Santunan berkala
Biaya pemakaman
Beasiswa pendidikan anak
Sebelum bekerja:
Uang tunai berupa santunan kematian
Santunan berkala
Biaya pemakaman Selama Bekerja:
Uang tunai berupa santunan kematian
Santunan berkala
Biaya pemakaman
Beasiswa pendidikan anak
Manfaat Uang tunai Uang tunai yang - Sebesar nilai
JHT yang besarnya adalah
akumulasi seluruh iuran yang telah dibayarkan ditambah dengan hasil pengembangan nya
besarnya adalah akumulasi seluruh iuran yang telah dibayarkan ditambah dengan hasil
pengembangann ya
akumulasi seluruh iuran yang telah disetor ditambah hasil
pengembangann ya yang tercatat dalam rekening perorangan peserta.
Manfaat JP Manfaat berupa uang tunai yang dibayarkan setiap bulan dan atau sekaligus apabila peserta memasuki usia pensiun, cacat total tetap atau meninggal dunia.
Manfaat JKP
Uang tunai
Akses informasi pasar kerja, dan
Pelatihan kerja.
2.4 Peranan BPJS
1. Sebagai Sistem Jaminan Sosial Nasional
Untuk mewujudkan tujuan sistem Jaminan Sosial Nasional maka pemerintah membentuk badan penyelenggara yang berbentuk badan hukum yaitu BPJS. Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Tujuan BPJS untuk mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan atau anggota keluarganya. BPJS bertanggungjawab kepada Presiden, berkedudukan dan berkantor pusat di ibu kota negara Republik Indonesia. Selain itu juga mempunyai kantor perwakilan di provinsi dan kantor cabang di kabupaten atau kota.
2. Melakukan Sosialisasi Program
Sosialisasi yang dilakukan oleh BPJS dalam hal ini mengenai segala program pelayanan yang disediakan. Biasanya, dalam sosialisasi BPJS langsung turun ke masyarakat dan memberikan informasi terkait. Selain turun langsung di lapangan, ada media perantara misalnya melakukan sosialisasi melalui penyebaran berita dengan kerjasama bersama media- media nasional hingga lokal, melalui iklan layanan masyarakat, serta media sosial.
3. Memberikan Kemudahan Akses Informasi
Dalam mencapai tujuannya, BPJS sangat penting dalam memberikan kemudahan akses informasi terkait pendaftaran dan segala hal yang berkaitan dengan program-programnya kepada masyarakat terutama para anggota dalam hal ini kepada para masyarakat miskin pada BPJS kesehatan dan masyarakat Kepegawaian pada BPJS ketenagakerjaan. Dalam memberikan informasi ini, tentu perlu media-media perantara seperti media langsung dan tak langsung.
4. Menyediakan Fasilitas-Fasilitas Program
Ketersedian fasilitas pelayanan adalah fasilitas yang di sediakan oleh pihak BPJS untuk Memberikan pelayanan kepada para pesertanya. Umumnya, hal ini dipenuhi dengan melakukan kontrak/kesepakatan bersama penyedia layanan terkait. Fasilitas-fasilitas tersebut berupa fasilitas kesehatan (BPJS Kesehatan) dan fasilitas jaminan-jaminan keanggotaan (BPJS Ketenagakerjaan).
5. Memberikan Pelayanan
BPJS sebagai penyelenggara jaminan sosial sudah seharusnya memberikan pelayanan- pelayanan terkait program-program yang telah ditetapkan kepada para anggota atau pesertanya.
Pelayanan-pelayanan ini berupa segala kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan
BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yakni lembaga khusus yang bertugas untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi masyarakat, PNS, serta pegawai swasta. Program ini mulai diselenggarakan pada tahun 2014 melalui dasar hukum Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.
Program BPJS di bidang ketenagakerjaan adalah Jaminan Hari Tua (JHT) yang pembayarannya ditanggung oleh pengusaha dan pekerja. Tujuan JHT yakni memberikan penghargaan ketika karyawan telah pensiun, mengalami cacat tetap, atau meninggal dunia.
Keanggotaannya ditandai dengan Kartu Peserta Jamsostek (KPJ).
Peranan BPJS sebagai penyelenggara jaminan sosial adalah sebagai sistem jaminan sosial, melakukan sosialisasi terkait segala program pelayanan, memberikan kemudahan akses informasi terkait segala hal yang berkaitan dengan program yang akan dijalankan, menyediakan fasilitas-fasilitas dari program yang ada dan memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
DAFTAR PUSTAKA https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/01/03/bpjs-adalah
https://narasi.tv/read/narasi-daily/mengenal-pengertian-bpjs-non-pbi-pengelompokan-serta- manfaatnya
https://www.linkaja.id/artikel/jenis-jenis-bpjs-dan-manfaat-yang-berhak-kamu-dapatkan- sebagai-peserta
https://gajimu.com/pekerjaan-yanglayak/jaminan-sosial/bpjs-ketenagakerjaan
https://www.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/pages/detail/2021/30 (Diakses Pada : 5 Maret 2023) https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/15/150000469/bpjs--prinsip-jenis-tugas- wewenang-organ-dan-tarif?
page=all&jxconn=1*9a7z7r*other_jxampid*dEtxX1lkRURrcm93S2xud0VacmxzejRzX3Nk Q3didURrMEJidWMyUThJOVVKYXlTMDd4U29HamYzNXRQSGVqcw..#page2 (Diakses Pada : 5 Maret 2023)
https://indonesiabaik.id/infografis/pelayanan-kesehatan-yang-ditanggung-bpjs (Diakses Pada : 5 Maret 2023)