PENDAHULUAN
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Estetika Penulisan
URAIAN TEORITIS
Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, hal ini tidak salah, karena komunikasi massa memang memerlukan media massa seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi. Yang dimaksud dengan komunikasi massa dalam (Effendy) adalah komunikasi melalui media massa modern yang meliputi surat kabar yang peredarannya luas, siaran radio dan televisi yang ditayangkan kepada masyarakat serta film yang ditayangkan di bioskop.Komunikasi massa menaburkan informasi, gagasan, dan sikap kepada sejumlah besar orang. dari berbagai komunikasi dengan media.
Komunikasi massa juga dapat menimbulkan disfungsi berupa depersonalisasi, berkurangnya keragaman budaya dan bertambahnya massa masyarakat (Wahyuni, 2014: 6).
Film
Media massa sebagai alat untuk memisahkan permasalahan dan mengisi waktu luang, untuk menciptakan budaya massa, untuk meningkatkan massa atau selera. Film dalam arti sempit adalah penyajian gambar-gambar dalam layar besar, namun dalam arti luas juga dapat mencakup gambar-gambar yang ditayangkan di TV. Film dengan kemampuan visualnya yang didukung audio yang unik sangat efektif sebagai media hiburan sekaligus media pendidikan dan konseling.
Syuting film layar lebar, serial atau drama berlangsung adegan demi adegan, yaitu adegan demi adegan.
Film Sebagai Komunikasi Massa
Yang dimaksud dengan adegan adalah: suatu adegan yang terjadi di tempat yang sama, pada waktu yang sama. Hal ini terlihat dalam produksi teater, dimana sebuah lakon dapat dibagi menjadi beberapa pengambilan, yang masing-masing berlatar di lokasi berbeda.
Simbol
Simbol adalah lambang yang mempunyai benda, sedangkan kode adalah sekumpulan simbol yang disusun secara sistematis dan jelas sehingga mempunyai makna. Kode pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kode verbal (bahasa) dan kode nonverbal (tanda). Dalam penggunaannya menggunakan bahasa kode verbal Bahasa dapat diartikan sebagai sekumpulan kata yang telah disusun secara struktural menjadi… sekumpulan kalimat yang mengandung makna.
Bahasa mempunyai banyak fungsi, namun setidaknya ada tiga fungsi yang berkaitan erat dalam menciptakan komunikasi yang efektif: a) Untuk mempelajari dunia sekitar kita.
Teori Perilaku
Pemberian makna pada kode-kode non-verbal sangat dipengaruhi oleh sistem sosial budaya orang yang menggunakannya (Cangara. Naluri adalah perilaku bawaan, perilaku bawaan, dan naluri akan berubah sebagai akibat dari pengalaman. Allport menulis buku Psikologi Sosial yang diterbitkan pada tahun 1924, yang berpendapat bahwa perilaku manusia disebabkan oleh banyak faktor, termasuk orang-orang di sekitarnya dan perilakunya (lih. Baron dan Byrne, 1984).
Jika suatu organisme mempunyai kebutuhan dan organisme tersebut ingin memenuhi kebutuhannya, maka terjadilah ketegangan dalam organisme tersebut. Jika organisme berperilaku dan dapat memuaskan kebutuhannya, maka akan terjadi pengurangan atau pengecilan naluri tersebut. Apakah perilaku tersebut merupakan hasil dari disposisi internal (misalnya motif, sikap, dll) atau keadaan eksternal?
Teori ini dikemukakan oleh Fritz Heider (lih. Baron dan Byrne, 1984) dan teori tersebut berkaitan dengan bidang psikologi sosial. Jika seseorang harus memilih perilaku mana yang akan dilakukan, maka orang tersebut pada umumnya akan memilih perilaku alternatif yang akan memberikan manfaat paling besar bagi orang tersebut. Dengan kemampuan berpikir, seseorang akan mampu melihat apa yang telah terjadi sebagai bahan pertimbangan, selain melihat apa yang sedang dihadapi saat ini dan juga dapat melihat ke depan apa yang akan terjadi, ketika seseorang bertindak.
Semiotika Film
Kedua konsep ini telah diintegrasikan ke dalam beberapa teori komunikasi, khususnya teori komunikasi yang memperhatikan simbol, bahasa, dan perilaku nonverbal.
Model Analisis Semiotika Charless sanders peirce
- Deskriptif Film 99 Cahaya Di Langit Eropa
Dengan ikon, hubungan antara representasi dan objek diekspresikan dalam kesamaan dalam berbagai kualitas. Misalnya, sebagian besar rambu jalan merupakan rambu ikonik karena 'menggambarkan' suatu bentuk yang mirip dengan objek sebenarnya. Dalam indeks, hubungan antara suatu tanda dengan objeknya bersifat konkrit, aktual, dan biasanya berurutan atau kausal.
Film ini bercerita tentang perjalanan seorang pria dan wanita muslim bernama Rangga dan Hanum, yang tinggal di kota Wina, Austria. Kemudian Hanum yang saat itu berprofesi sebagai jurnalis harus menemani suaminya belajar ke Eropa. Hanum dan Rangga menghadapi kenyataan potret umat Islam Indonesia di Eropa yang tertindas oleh dua pusaran, yaitu sekularisme (menjauh dari agama) di satu sisi dan radikalisme di sisi lain.
Bentrokan antara radikalisme dan sekularisme kemudian diwakili oleh Khan, seorang tokoh Islam yang sangat konservatif asal Pakistan. Jadi dalam film ini, kekuatan pencerahan hati yang ada di film tersebut diwakili oleh tokoh Fatma Pasa, seorang imigran Turki yang sangat mencintai Islam karena ajarannya yang menyebarkan kasih sayang, toleransi dan kesabaran dalam menghadapi cobaan. Dari kursus bahasa Jerman inilah Hanum bertemu dengan seorang imigran Turki yang sangat mencintai Islam, Fatma Pasa.
Film ini diangkat dari novel karya Hanum Salsabiela Rais-Rangga Almahendra berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa”, sebuah perjalanan menelusuri jejak Islam di Eropa yang ditulis berdasarkan observasi selama 3 tahun hidup di Eropa. Hanum kemudian menyimpulkan bahwa film ini lebih besar dari sekedar kisah cinta romantis atau perjalanan pribadi.
Jenis Penelitian
Unit Analisis
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Observasi dan Waktu Penelitian
Penulis: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra Berdasarkan karya: Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra Pemeran: Raline Shah, Dewi Sandra, Geccha Qheageventa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Semiotika Pada Film 99 Cahaya Di Langit Eropa
Seperti terlihat pada Gambar 4.2, Hanum berjabat tangan dengan perempuan berhijab kuning, setelah itu Hanum memandang perempuan tersebut sambil tersenyum. Seperti terlihat pada Gambar 4.3, Hanum sedang duduk bersama Fatma, tepat di samping lapangan basket. Dari ikon, indeks, dan simbol terlihat adanya makna simbolik pada tokoh Hanum, yaitu Hanum merupakan orang yang mempunyai rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap suatu hal yang sebelumnya tidak diketahuinya.
Dari ikon, indeks dan simbol terlihat adanya makna simbolik pada karakter Hanum yaitu Hanum merupakan orang yang mudah marah. Saat Pak Alex menegurnya, Hanum tidak bisa berbuat apa-apa dan ia melampiaskan kekesalannya pada Rangga. Dari ikon, indeks dan simbol terdapat makna simbolik pada karakter Hanum, yaitu Hanum mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap bangunan bersejarah Islam yang ada di kota Wina, kemudian Hanum adalah orang yang mudah terkesan terhadap sesuatu yang agung dan mempunyai nilai tinggi. selera terhadap sesuatu. Dari ikon, indeks dan simbol terlihat adanya makna simbolik pada tokoh Hanum yaitu Hanum merupakan sosok yang ekspresif, karena kebahagiaannya terlihat ketika melihat sikap baik Fatma terhadap dua pria yang ada di kafe tidak dipedulikan. memesan. sia-sia.
Terlihat pada gambar 4.1.1 Hanum dan Rangga bertemu dan kemudian berkenalan dengan seorang wanita berhijab di sebuah jembatan terkenal di kota Paris. Dari ikon, indeks dan simbol terdapat makna simbolik pada tokoh Hanum yaitu Hanum adalah orang yang mudah ingin tahu terhadap hal-hal yang tidak diketahuinya, Hanum adalah orang yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Dari ikon, indeks dan lambang terdapat makna simbolik pada tokoh Hanum yaitu pribadi yang ekspresif, emosi terlihat pada raut wajahnya setelah melihat tulisan pada cadar Bunda Maria, dan Hanum merupakan sosok yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar.
Dari ikon, indeks dan percakapan Hanum terdapat makna simbolis pada tokoh Hanum yaitu Hanum adalah orang yang ekspresif, karena ia menunjukkan perasaan haru dan bangganya setelah ia membubuhkan tulisan Lailahaillallah pada jubah Raja Rogers, terlihat dewasa. dalam penyelesaian. Terlihat pada gambar 4.1.6 Hanum dan Rangga sedang duduk di sofa dan Rangga sedang memegang cangkir berwarna kuning. Dari ikon, indeks, dan simbol terdapat makna simbolis pada tokoh Hanum, yaitu Hanum adalah sosok yang penyayang karena peduli dan mencari tahu keberadaannya.
Dari ikon, indeks dan simbol terdapat makna simbolik pada tokoh Hanum, yaitu Hanum adalah sosok yang ekspresif, langsung menunjukkan rasa kecewa dan sedih, serta merupakan sosok yang pantang menyerah dan selalu mempunyai harapan.
Hasil dan Pembahasan
Setelah mendengar banyak cerita Fatma tentang Islam dan bangunan-bangunannya yang menjadi bukti bahwa Islam pernah berjaya di Eropa, menggugah rasa penasaran Hanum, sehingga sifat Hanum yang memiliki rasa ingin tahu yang besar, seorang pemikir, terbuka, cerdas dan dewasa, membuatnya melanjutkan. perjalanannya menelusuri sejarah Islam di Eropa dan mewakili Fatma Pasha yang tidak berkesempatan menyaksikan kehebatan Islam di Eropa. Tokoh Hanum pada adegan pertama tidak muncul di atas panggung, sehingga tokoh Hanum tidak dapat dilihat kecuali memperlihatkan bagaimana Hanum menciptakan dunianya sendiri agar ia dapat keluar dari keadaan yang tidak disukainya dan bebas menjadi dirinya sendiri. dia menciptakan. . Karakter Hanum yang tidak stabil ditampilkan dengan jelas dalam film tersebut, sehingga perbedaan antara persona Hanum saat ini dengan persona baru yang ia ciptakan sendiri terlihat karena pengaruh sikap Fatma.
Kata-kata yang berupa kesimpulan Hanum tentang apa yang dirasakan, dijalani, diketahui dan dipikirkan banyak dijumpai dalam berbagai adegan seperti pada adegan 9 "sekarang saya mulai memahami arti Islam yang sebenarnya, karena dalam Islam bukanlah pedang, tapi perdamaian, karena dalam Islam kreativitas bukanlah simbol." Kesimpulan Hanum tersebut ditampilkan sebagai pesan dalam film tersebut bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk membuat keributan melainkan menciptakan perdamaian. Sifat Hanum yang terbuka, rasa ingin tahunya yang besar, dan pengetahuannya yang luas tentang sejarah Islam di Eropa membuatnya semakin penasaran dan melanjutkan perjalanannya ke negara-negara Eropa lainnya yang memiliki peradaban Islam seperti Spanyol.
Penulis berharap kedepannya banyak peneliti yang menggunakan semiotika sebagai alat analisisnya, karena semiotika merupakan kajian yang kritis sehingga memerlukan keterampilan yang memadai dan pemahaman yang luas terhadap objek yang diteliti. Penulis berharap dengan diadakannya mata kuliah khusus semiotika komunikasi ini dapat lebih membantu mahasiswa yang ingin mendalami semiotika dan menambah pengetahuan mahasiswa lain mengenai apa itu semiotika. Dengan adanya penelitian ini, penulis berharap dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap Islam, padahal Islam saat ini sedang menjadi bahan perbincangan global; banyak orang mengatakan Islam itu teroris dan menimbulkan kekacauan.
Penulis juga berharap agar umat Islam pada khususnya dapat lebih tenang dalam menyikapi dan menyikapi permasalahan yang ada serta mempunyai toleransi terhadap sesama baik beragama maupun bernegara.
PENUTUP
Saran
63