Industrial Crop Agrotechnology
Agus Agus Nugroho Nugroho Setiawan Setiawan Achmad
Achmad Supriyadi Supriyadi Sarjiyah
Sarjiyah
Industrial Crop Agrotechnology
Terminologi
Tanaman Industri
Tanaman Tahunan
Tanaman Perkebunan
Tanaman Keras
Kata Kunci Tan. Industri
ketersediaan produk
pengelolaan hulu-hilir
………
Brainstorming
Industrial Crop Agrotechnology
WOODY CROP
PERENNIAL CROP PLANTATION
CROP
INDUSTRIAL CROP
Industrial Crop Agrotechnology
TENAGA
KERJA DEVISA
LINGKUNGAN
PASAR
Industrial Crop Agrotechnology
STUDI EKONOMI
STUDI LING
KUNGAN PERSIAPAN
LAHAN
PERSIAPAN BHN TANAM KONSERVASI
LAHAN TANAM
POLA
TANAM PEMELI
HARAAN PANEN
Industrial Crop Agrotechnology
MANAJEMEN
PENYIAPAN LAHAN
Industrial Crop Agrotechnology
QS Al Qaaf (50 : 7-8 )
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami
tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali
(mengingat Allah).
Industrial Crop Agrotechnology
QS Al-A’raaf (7 : 58)
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Industrial Crop Agrotechnology
Asal Lahan
Rotasi / Konversi
Rehabilitasi
Ekstensifikasi
Industrial Crop Agrotechnology
Konsep Perubahan Lingkungan
asal lahan merupakan ekosistem yang kompleks & mantap
pembukaan lahan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan
ekosistem
perlu segera adanya konservasi
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Pembukaan Lahan
Dasar :
* luas Lahan
* ketersediaan waktu & tenaga
* ketersediaan teknologi & modal
* efisiensi & efektifitas
Metode :
@ manual
@ mekanik ( mesin, bakar )
@ kimiawi ( herbisida )
Industrial Crop Agrotechnology
Lahan merupakan input yang sangat penting bagi usaha tani
Agar memberikan hasil yang optimal, lahan perlu
dipersiapkan dengan
baik
Industrial Crop Agrotechnology
Lahan berperan sebagai :
medium tumbuh
menyediakan berbagai faktor pertumbuhan
tanaman
Industrial Crop Agrotechnology
mengubah sifat tanah mempergunakan alat pertanian sedemikian rupa sehingga dapat
diperoleh lahan pertanian yang sesuai dengan
kebutuhan yang
dikehendaki manusia dan sesuai untuk
pertumbuhan tanaman
a Major Concern of SA Pengolahan Lahan
Industrial Crop Agrotechnology
Sifat Tanah
fisik tanah : struktur, tekstur, porositas, dll
kimia tanah : kandungan zat hara, pH, salinitas,
KPK, dll
biologi tanah :
kandungan mikro/makro flora dan fauna tanah
yang bertindak sebagai
resiklus hara dalam tanah
(dekomposisi).
Industrial Crop Agrotechnology
a Major Strategy of SA
Tujuan Pengolahan lahan
menciptakan kondisi fisik, khemis dan biologis tanah menjadi lebih baik
membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan
menempatkan sisa-sisa tanaman (seresah) pada tempat yang sesuai agar
dekomposisi berjalan dengan baik.
meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan
menyatukan pupuk dengan tanah
mempersiapkan tanah untuk
mempermudah pengaturan irigasi
Industrial Crop Agrotechnology
Pengolahan Tanah
Dasar
* lahan yang ditanami sangat kecil
* perakaran tanaman dalam
* menyebabkan perubahan struktur tanah
* peka terhadap kerusakan lingkungan
Konsep
@ zero / minimum tillage
@ tanah hanya diolah pada lubang tanam
@ dilakukan jauh sebelum penanaman bibit
Industrial Crop Agrotechnology
Olah Tanah Konservasi
pengolahan tanah konservasi dapat menjaga kelestarian alam.
dengan membiarkan minimum 30%
permukaan tanah tertutup oleh residu tanaman,
untuk mengurangi intensitas pengolahan
memunculkan konsep pengolahan tanah
tidak intensif (‘reduced tillage’).
Industrial Crop Agrotechnology
Pengolahan Tanah
• Pada tanaman semusim, pengolahan tanah cenderung dilakukan pada seluruh
permukaan tanah
• Pada beberapa tanaman semusim, penyiapan lahan dilakukan dengan membuat guludan (melon, cabai, dsb) atau bedengan (sayuran, kedelai, dsb)
Industrial Crop Agrotechnology
Pengolahan Tanah
Pengolahan lahan pada tanaman tahunan
• biasanya hanya terbatas pada lubang tanam saja, karena jarak tanam yang lebar
• biasanya dilakukan jauh hari sebelum waktu penanaman, dengan memisahkan bagian top soil dan sub soil
Industrial Crop Agrotechnology
Legume Cover Crop ( LCC )
Konsep
Lahan yang terbuka peka terhadap kerusakan sehingga perlu segera ada penutupan
Keuntungan
@ Konservasi tanah (evaporasi, infiltrasi, dll)
@ Pengendalian gulma
@ Penambatan Nitrogen dari udara
@ Peningkatan kesuburan tanah
Industrial Crop Agrotechnology
Legume Cover Crop ( LCC )
Jenis
# tanaman Legume, merambat, tumbuh cepat
# produktifitas organ & bahan kering tinggi
# Purreria javanica, Centrosema pubescens Calopogonium moconoides, C. Caeruleum
Pola Tanam
@ ditanam sebelum tanaman pokok
@ bahan tanam dari biji atau stek
@ ditanam di luar gawangan atau piringan
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Mulching ( Mulsa )
Konsep
Lahan yang terbuka peka terhadap kerusakan sehingga perlu segera ada penutupan
Keuntungan
@ konservasi tanah (evaporasi, infiltrasi, dll)
@ pengendalian gulma
@ peningkatan kesuburan tanah
Jenis
sisa organ atau bahan tak terpakai dari tanaman
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
MANAJEMEN
BAHAN TANAM
Industrial Crop Agrotechnology
QS Al An’am : 95
Sesungguhnya Allah yang membelah biji (tumbuh-
tumbuhan) dan biji (pohon pohonan). Dia
mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan
mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Demikian itulah (perbuatan) Allah.
Mengapakah kamu
berpaling (dari padaNya?)
Industrial Crop Agrotechnology
QS Al Hijr : 22
Kami tiupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)
(atau pembawa awan), lalu Kami turunkan air dari langit dan Kami beri minum kamu dengan dia dan bukanlah kamu
yang menyimpannya
(bendaharanya)
Industrial Crop Agrotechnology
Bahan tanam
merupakan faktor
produksi tanaman yang sangat menentukan hasil
Konsep Bahan Tanam
Kesalahan dalam pemilihan bahan tanam berakibat pada pertumbuhan dan hasil
tanaman yang tidak optimal
Penyiapan bahan tanam menjadi investasi
penting
Industrial Crop Agrotechnology
Perbanyakan
Perbanyakan tanaman tanaman
Generatif Generatif / Sexual / Sexual
Vegetatif Vegetatif / Asexual / Asexual
Grafting Grafting
Industrial Crop Agrotechnology
tanaman atau bagian tanaman yang dapat dipergunakan untuk mengembangbiakkan tanaman
Bahan tanam dapat berupa : - biji / benih
- bibit
Bibit dapat diperoleh :
- perbanyakan secara generatif - perbanyakan secara vegetatif - perbanyakan secara grafting
Bahan Tanam
Industrial Crop Agrotechnology
menggunakan organ generatif,
yang terjadi melalui adanya
penyerbukan dan pembuahan
meliputi semua tanaman yang
dapat menghasilkan biji
Perbanyakan Generatif
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Kelebihan
mudah dilakukan
jumlah banyak
perakaran kuat
umur panjang
Perbanyakan Generatif
Kekurangan
sifat tanaman dapat berubah
mengalami
kemunduran sifat
waktu untuk
menghasilkan
lama
Industrial Crop Agrotechnology
menggunakan organ vegetatif atau
modifikasinya, yang terjadi tanpa adanya penyerbukan dan
pembuahan
organ vegetatif terbentuk sebelum organ generatif
tanaman juga dapat berkembang secara generatif
Perbanyakan Vegetatif
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman tidak atau sulit menghasilkan biji atau
jumlah bijinya sangat terbatas
Alasan Perbanyakan Vegetatif
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman menghasilkan biji tapi sulit diperoleh
Alasan Perbanyakan Vegetatif
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman menghasilkan biji tapi sulit berkecambah
Alasan Perbanyakan Vegetatif
Industrial Crop Agrotechnology
untuk menghasilkan bahan tanam dalam jumlah banyak dan cepat
Alasan Perbanyakan Vegetatif
Industrial Crop Agrotechnology
Konvensional - biji apomiktik
- perlakuan organ vegetatif (stek, cangkok) - pemanfaatan modifikasi organ vegetatif
(stolon, rimpang, umbi, anakan, dll)
Modern
- kultur in vitro
Cara Perbanyakan
Industrial Crop Agrotechnology
Stek Batang
• vanili
• teh
• tebu
• ketela
• lada
• ubi jalar
• krisan
• dll
Industrial Crop Agrotechnology
Cangkok (layerage)
• air layerage (cangkok) berbagai pohon buah
• ground layerage (merunduk) salak, strawberry, aglonema
Industrial Crop Agrotechnology
Rimpang Stolon (sulur)
Industrial Crop Agrotechnology
Anakan
Industrial Crop Agrotechnology
Kultur in Vitro
Industrial Crop Agrotechnology
Kelebihan
hasil identik dengan induk
lebih cepat
menghasilkan
jumlah banyak
Perbanyakan Vegetatif
Kekurangan
akar tidak kuat
lebih sulit dilakukan
………...
Industrial Crop Agrotechnology
perbanyakan tanaman dengan mengkombinasi- kan perbanyak vegetatif dan generatif
dilakukan untuk
mendapatkan kombinasi sifat baik dari kedua induk tanaman
Bagian bawah dari
generatif (stok/understam), bagian atas dari vegetatif (scion/entrys)
Perbanyakan Grafting
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
bagian atas terdiri dari beberapa mata tunas
misal pada kopi, kamboja, puring,
Sambung (Enting)
Industrial Crop Agrotechnology
bagian atas terdiri dari satu mata tunas
misal pada karet, pohon buah, dll
Okulasi (Budding)
Industrial Crop Agrotechnology
Benih : biji hasil seleksi yang memenuhi standar
kualifikasi dan siap
digunakan sebagai bahan tanam
Standar kualifikasi benih
* daya kecambah : 80%
* kemurnian : 95%
* benih lain : 5%
* campuran gulma : 2%
* kotoran : 2%
Seleksi Benih
Industrial Crop Agrotechnology
Uji rendaman
biji dimasukkan dalam air
Uji lentingan
biji dijatuhkan pada papan
Uji kesegaran endosperm biji dibelah & dinilai
kesegaran endospermnya
Uji perkecambahan
biji dikecambahkan &
dihitung daya tumbuhnya
Seleksi Benih
Industrial Crop Agrotechnology
Penanaman Benih Tanam langsung (direct seeding)
benih langsung ditanam di lapangan, tanpa melalui pembibitan
ukuran benih biasanya relatif besar
untuk tanaman yang tingkat keberhasilan perkecambahan relatif tinggi
nilai ekonomi tanaman tidak tinggi
umur tanaman biasanya pendek
Industrial Crop Agrotechnology
Penanaman Benih
Tanam tidak langsung (indirect seeding)
benih tidak langsung ditanam tetapi melalui pembibitan
biasanya pada tanaman semusim
pertimbangannya :
* ukuran benih kecil
* nilai ekonomi tanaman tinggi
* tingkat perkecambahan rendah
* umur tanaman panjang
* dapat melakukan seleksi
Industrial Crop Agrotechnology
Penanaman Benih
Tanam tidak langsung (indirect seeding)
Satu tahap (single stage) padi, cabai, hortikultura, semangka, krisan, teh, dll
Dua tahap (double stage)
pembibitan awal pre nursery
& pembibitan utama (main nursery) misal karet, kelapa sawit, kakao,
Industrial Crop Agrotechnology
Konsep
Tanaman tahunan merupakan investasi jangka panjang. Kesalahan dalam penyiapan bahan tanam / pembibitan berdampak panjang.
Penyiapan bahan tanam dilakukan melalui pembibitan / nursery
Sistem Pembibitan ( nursery )
@ Single stage
@ Double stage ( prenursery & mainnursery )
PLANT MATERIAL PLANT MATERIAL
PREPARATION
PREPARATION
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
any questions any questions
on plant propagation?
on plant propagation?
Industrial Crop Agrotechnology
Manajemen Penanaman
Industrial Crop Agrotechnology
proses penempatan /
pemindahan bahan tanam (benih atau bibit) pada
medium tanam
agar diperoleh
pertumbuhan tanaman yang baik maka
penanaman harus
dilakukan dengan baik dan sesuai dengan karakter
tanaman
Penanaman
Industrial Crop Agrotechnology
Penanaman
Faktor penting
Waktu tanam
Arah tanam
Jarak tanam
Pola tanam
Cara tanam
Industrial Crop Agrotechnology
waktu tanam berhubungan dengan kesesuaian kondisi mikroklimat bagi tanaman
pada tanaman tahunan
dilakukan pada awal musim hujan (Oktober-Desember) sehingga tanaman
mendapat jaminan
kecukupan air pada awal pertumbuhan
Waktu Tanam
Industrial Crop Agrotechnology
pada tanaman semusim
menyesuaikan musim,
tanaman butuh banyak air pada mh dan butuh air sedikit pada mk
tanam benih dapat dilakukan pagi atau sore
tanam bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari sehingga mendapat
perlindungan (dari radiasi mh, suhu tinggi, transpirasi dsb)
pada awal pertumbuhan
Waktu Tanam
Industrial Crop Agrotechnology
Arah Penanaman
Pada dataran rendah (landai)
alur tanam umumnya dalam bentuk tanam jajar
Industrial Crop Agrotechnology
Arah Penanaman
Pada lahan miring berbukit / dataran tinggi)
sesuai arah teras/sengkedan
jarak tanam yang sempit mengikuti arah kontur atau tegak lurus kemiringan lahan
Industrial Crop Agrotechnology
sabuk gunung
tanam jajar
R
Industrial Crop Agrotechnology
Jarak Tanam
jarak tanam menunjukkan jarak yang
diperlukan antar tanaman untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil yang optimal
menunjukkan luas penguasaan lahan/individu
berhubungan dengan ketersediaan faktor pertumbuhan dan tingkat kompetisi
biasanya didasarkan pada habitus, luas/lebar tajuk dan perakaran (ukuran tanaman)
* semusim, pendek : rapat, bentuk bujur sangkar
* semusim, tinggi : rapat, bentuk segi empat
* tahunan : lebar
Industrial Crop Agrotechnology
Jarak Tanam
tanaman paling pingir ditanam dengan jarak separuh (setengah) jarak tanamnya, misalnya jarak tanam 2 m x 2 m maka jarak tanaman dari pinggir adalah 1 m
pada tanaman semusim, umumnya
menggunakan pola segi empat atau bujur sangkar atau jarak tanam ganda
Pada tanaman tahunan ada yang
menggunakan pola segi empat, bujur sangkar atau segitiga tergantung jenis dan ukuran
tanaman
Industrial Crop Agrotechnology
Jarak Tanam
Industrial Crop Agrotechnology
CROPPING SYSTEM
Industrial Crop Agrotechnology
QS Faathir (35 : 28)
Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam- macam warnanya (dan
jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun.
Industrial Crop Agrotechnology QS Al An'aam (6 : 141)
Dan Dialah yang menjadikan kebun- kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-
tanaman yang bermacam-macam
buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu
berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih- lebihan
Industrial Crop Agrotechnology
the maintanance or enhancement of
biodiversity and the role it can play in restoring the
ecological balance in egroecosystems
a Major Concern of SA a Major Concern of
Sustainable Agriculture
Industrial Crop Agrotechnology
SISTEM PERTANAMAN
Sistem pertanaman dilakukan untuk
mengatasi berbagai masalah yang muncul pada budidaya
tanaman secara monokultur
Konsep sistem pertanaman : jumlah tanaman yang beraneka ragam pada suatu lahan
sifatnya mirip dengan Natural Ecosystem
dengan tingkat stabilitas dan keberlanjutan
yang tinggi
Industrial Crop Agrotechnology
mengurangi resiko gagal panen
mengurangi resiko harga rendah
diversifikasi hasil panen
peningkatan
produktivitas lahan
mendapatkan sinergisme interaksi tanaman
dan sebagainya
Tujuan Sistan
Industrial Crop Agrotechnology
Pola Tanam
Mono Cropping
* Monoklonal
* Poliklonal
Multiple Cropping
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman Pendukung
Legume Cover Crop
Tanaman Sela
* pada tanaman dengan jarak tanam lebar
* sebelum tajuk tanaman menutup
* umur semusim
* peningkatan produktifitas lahan
Tanaman Penaung / Pelindung
@ bagi tanaman yang butuh cahaya rendah
@ bersifat sementara atau tetap
@ pemeliharaan periodik
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman Penutup Tanah
( Cover Crop )
Industrial Crop Agrotechnology
Industrial Crop Agrotechnology
Tanaman Penaung
( Shading Crop )
Industrial Crop Agrotechnology