Manajemen Pembelajaran Pendidikan Islam Berbasis IESQ/ Abdul Halik: --cetakan I --Makassar: Global RCI, 2020. Uji dan puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan Rahmat-Nya, Taufik & Hidayah sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang berjudul "Manajemen Pendidikan Islam" ini. Pembelajaran Berbasis Pendidikan Agama Islam IESQ". Upaya sadar untuk mempersiapkan peserta didik agar beriman, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau pelatihan, dengan memperhatikan syarat penghormatan terhadap agama lain dalam kaitannya dengan kerukunan antar umat beragama. dalam masyarakat dalam mewujudkan persatuan nasional.
Berbasis Intelectual, Emotional, Spiritual Quotient (IESQ) Kecerdasan intelektual atau Inteleqtual Quotient (IQ)
Mendapatkan gambaran persepsi guru PAI Universitas Muhammadiyah Parepare terhadap penerapan manajemen pembelajaran berbasis IESQ pada pendidikan agama Islam; Menganalisis, merumuskan, menemukan dan mengembangkan implementasi pendidikan agama Islam berbasis IESQ yang relevan di Universitas Muhammadiyah Parepare.
PENGELOLAAN KELAS
Kepemimpinan Pembelajaran
Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, pendidik harus memperhatikan keberagaman peserta didik dan cara mengelolanya dengan baik. Pendidik hendaknya mendiagnosis perbedaan siswa, khususnya dalam gaya belajar sebagai modalitas belajar siswa.
Evaluasi Pembelajaran
Dalam konteks program pembelajaran di perguruan tinggi, Djemari Mardapi mengatakan bahwa keberhasilan program pembelajaran selalu bersumber dari hasil pembelajaran yang dicapai mahasiswa. Secara umum evaluasi mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengetahui hasil belajar siswa dan hasil guru.
ANALISIS PEDAGOGIS KECERDASAN INTELEKTUAL, EMOSIONAL, DAN
SPIRITUAL
Kecerdasan yang menjadi salah satu fokus para tokoh dan pakar psiko-neurosains terkini adalah kecerdasan emosional. Dari pernyataan di atas dapat dipahami bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengelola emosi agar menjadi semangat energi, kesadaran dan motivasi bertindak.
SPIRITUAL QUOTIENT (KECERDASAN SPIRITUAL)
Kecerdasan intelektual menjadi destruktif dan kecerdasan emosional menjadi hampa tanpa didukung dan dibimbing oleh kecerdasan spiritual. Capaian kecerdasan intelektual dan emosional disimpan melalui sumber normatif dalam potensi kecerdasan spiritual khususnya dalam agama Islam. Pendidikan tersebut hendaknya dikaji secara cermat nilai-nilai hakikinya dengan tujuan untuk mencapai kecerdasan spiritual (SQ), kemudian dikembangkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dengan tujuan yang konkrit berupa kecerdasan emosional (EQ).
Hierarki kegiatan pendidikan dimulai dari tujuan kecerdasan intelektual yang mempunyai muatan dan nilai kecerdasan spiritual, dan tahap implementasi dalam kehidupan bermasyarakat mengembangkan kecerdasan emosional. Kecerdasan ini dimaksud dalam tiga tingkatan kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual (IESQ).
PEMBELAJARAN BERBASIS IESQ YANG MEMBUMI
Perencanaan Pembelajaran
Upaya pimpinan dalam mensosialisasikan visi, misi, dan tujuan program studi PAI antara lain dengan memasang pamflet dan baliho kecil di ruang perkantoran, melalui acara silaturahmi. Guru yang tidak memahami visi, misi, tujuan, dan kurikulum PAI, khususnya dalam bidang pengajaran, tidak dapat memberikan “matriks linier” terhadap cita-cita kurikulum PAI. Pernyataan di atas menjelaskan bahwa guru Program Studi PAI merupakan faktor kesadaran dan kompetensi guru mengenai hambatan internal dalam mengelola pembelajaran berbasis IESQ.
Dalam menentukan tujuan atau standar kompetensi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu tidak mengetahui dan memiliki visi, misi, tujuan dan kurikulum Program Studi PAI, artinya guru tidak mengetahui visi, misi, tujuan dan kurikulum. Program Studi PAI sebagai acuan dalam perencanaan pembelajaran berbasis IESQ; Belum adanya gambaran matriks capaian IESQ pada Program Studi PAI sebagai acuan dalam perumusan tujuan atau standar kompetensi mata pelajaran.
Pengorganisasian Pembelajaran
Selain itu pembelajaran berbasis IESQ dapat berlangsung efektif apabila dosen PAI memahami konsep pengembangan IESQ yang digunakan pada program gelar PAI. Demikian pula pimpinan program PAI hendaknya mempersiapkan secara tertulis aspek-aspek pengembangan IESQ yang terdapat dalam kurikulum PAI dan standar kompetensi lulusan. Penyelenggaraan pembelajaran PAI oleh dosen Prodi PAI lebih berorientasi pada pengembangan kecerdasan intelektual (68,3%) dibandingkan kecerdasan emosional (41,7%) dan kecerdasan spiritual (45%).
Hambatan atau permasalahan dalam penyelenggaraan pengajaran berdasarkan IESQ yang dilakukan oleh dosen Prodi PAI, merupakan lanjutan dari permasalahan yang terdapat pada perencanaan pembelajaran. Penyelenggaraan pembelajaran yang terstruktur dengan baik dan konsisten dengan prosedur pengelolaan pembelajaran akan berimplikasi pada efektivitas kepemimpinan pembelajaran di kelas.
Kepemimpinan pembelajaran
Namun guru yang menggunakan laptop dan menggunakan fasilitas multimedia dan online di kelas akan memberikan dampak positif terhadap respon siswa terhadap pembelajaran di kelas. Berdasarkan hal tersebut di atas, kegiatan pembelajaran di kelas lebih dominan terfokus pada pengembangan kecerdasan intelektual (96%) dibandingkan kecerdasan emosional (50%) dan kecerdasan spiritual (48,1%); Dalam proses interaksi pembelajaran di kelas, sebagian guru menjauhkan diri dari siswa dan menjadikan siswa sebagai objek belajar;
Sebagian kecil guru menerapkan kedisiplinan dalam pembelajaran di kelas, baik dari segi waktu, kinerja, dan proses interaksi pembelajaran; Kurangnya penggunaan multimedia dan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran di kelas seperti laptop, LCD, internet online, dan lain-lain;
Evaluasi pembelajaran
Hasil observasi di lapangan, pimpinan Kajian PAI mengadakan pertemuan profesi dengan mengundang guru mata pelajaran, namun sebagian besar guru yang tidak datang merupakan guru luar biasa (DLB). Upaya pimpinan program PAI dan fakultas harus terus dikembangkan dengan tindak lanjut terus menerus terhadap hasil evaluasi profesional, sehingga manajemen pembelajaran berbasis IESQ dapat terus dikembangkan agar aktivitas pembelajaran pada program PAI semakin tinggi. kualitas. Rapat evaluasi profesi bagi pelatih pendukung pelatihan PAI dilaksanakan secara terbatas dan biasanya yang hadir secara intensif adalah mereka yang menjadi pengurus dan juga merupakan pelatih pelatihan PAI;
Sistem evaluasi pembelajaran guru Program Studi PAI berbasis IESQ lebih berorientasi pada hasil dan memberikan penilaian lebih besar terhadap aspek kemampuan menjawab ujian tengah semester dan akhir semester. Kendala atau kesulitan dalam evaluasi pembelajaran berbasis IESQ oleh guru Prodi PAI muncul karena dipengaruhi oleh perencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan pembelajaran yang mengalami kendala.
PEMBINAAN SUASANA KEKELUARGAAN DALAM KONTEKS IESQ
Dosen-dosen program studi PAI hendaknya terus mengembangkan dan memelihara kelas-kelas yang disiplin dalam proses pembelajaran. Dari sudut pandang ini, dosen prodi PAI dapat mengembangkan budaya belajar yang mengarah pada kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Oleh karena itu, para dosen program studi PAI menghargai karya ilmiah setiap mahasiswanya, meskipun hanya dalam bentuk verbal atau numerik.
Ketiga aspek tersebut dapat menjadi acuan bagi dosen Prodi PAI dalam menciptakan konsensus dengan mahasiswa mengenai peraturan, ketentuan dan etika di dalam kelas. Kriteria penilaiannya berdasarkan IESQ, sehingga dosen Prodi PAI dapat menentukan kriteria yang ingin dicapai pada setiap komponen kecerdasan.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS
IESQ
Perencanaan Pembelajaran Berbasis IESQ;
Pendidik dalam merencanakan pembelajaran berbasis IESQ, menggali dan menganalisis visi, misi, tujuan dan kurikulum program studi PAI. Oleh karena itu, dosen mengkaji dan menganalisis visi, misi, tujuan dan kurikulum program studi PAI kemudian membuat relevansinya dengan aspek fasilitas pendukung, lingkungan belajar, kondisi sosial budaya, dinamika ilmu pengetahuan dan kebutuhan pangsa pasar. Selanjutnya pengurus program studi PAI mendokumentasikan visi, misi, tujuan dan kurikulum dalam bentuk profil studi PAI dan mensosialisasikannya kepada seluruh guru penanggung jawab mata pelajaran studi PAI.
Tahapan kegiatan perencanaan pembelajaran yang didokumentasikan, misalnya membuat matriks pentingnya tujuan (standar kompetensi) mata pelajaran yang diajarkan dengan visi, misi, tujuan dan kurikulum Program Studi PAI, kemudian memberikan isi atau dasar pengembangan IESQ, kemudian penyusunan profil siswa, kondisi pembelajaran internal dan eksternal, dll. Hal ini hendaknya diperhatikan oleh dosen Prodi PAI dalam merencanakan pembelajaran PAI berbasis IESQ.
Pengorganisasian Pembelajaran Berbasis IESQ;
Pengembangan peta konsep diawali dengan pengumpulan referensi terkait mata kuliah, kemudian dilakukan identifikasi variabel-variabel yang dinilai terkait tujuan mata kuliah dan kompetensi. Dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, penyelenggara mengatur pembagian waktu yang diperlukan dan sesuai dengan jumlah bobot kredit mata kuliah tersebut. Kurikulum mata kuliah disusun dengan mempertimbangkan tujuan dan kompetensi mata kuliah, program pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, teknik evaluasi dan sumber belajar.
Dengan demikian, tutor Prodi PAI harus mempelajari mata pelajaran yang diajarkan secara ilmiah dan orientasi IESQ yang relevan untuk dikembangkan. Penentuan strategi dan metode pembelajaran memerlukan pertimbangan terhadap tujuan dan kompetensi mata kuliah yang ingin dicapai, kondisi peserta didik, fasilitas (sumber belajar) dan sumber daya, struktur keilmuan mata kuliah, kemampuan guru dan alokasi pembelajaran. waktu.
Kepemimpinan Pembelajaran Berbasis IESQ;
Setelah memaparkan apersepsi dan tujuan pembelajaran, hendaknya dosen prodi PAI membangun minat, motivasi dan visi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemampuan dosen prodi PAI dalam menghubungkan teori dan kenyataan serta berkomunikasi dengan mahasiswa menjadi syarat bagi mahasiswa untuk tetap fokus pada proses pembelajaran selama perkuliahan. Oleh karena itu, para dosen program studi PAI menyusun matriks pengembangan IESQ sebagai landasan pembelajaran kepemimpinan dan dengan mudah dievaluasi melalui indikator yang telah ditentukan.
Oleh karena itu, para pendidik Prodi PAI memberikan konten untuk pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual selama proses interaksi pembelajaran. Instruktur pada program studi PAI di kelas dituntut untuk memajukan kepengurusan masing-masing kelompok agar dapat bertanggung jawab secara kelompok.
BEBERAPA PERNYATAAN PENTING TENTANG IESQ DALAM PEMBELAJARAN
Penyelenggaraan pembelajaran yang dilakukan dosen Program Studi PAI berada pada kategori pengembangan kecerdasan intelektual pada kategori ‘tinggi’, kemudian pada kategori ‘sedang’. Dalam pembelajaran kepemimpinan, dosen prodi PAI mendominasi perkembangan kecerdasan intelektual dengan kategori ‘sangat tinggi’, disusul perkembangan kecerdasan emosional dengan kategori. Evaluasi pembelajaran berdasarkan IESQ yang dilakukan oleh dosen prodi PAI ada yang menggunakan evaluasi proses dan hasil dengan teknik yang berbeda-beda, ada pula yang menggunakan teknik proses dengan memasukkan aspek sikap, aktivitas , produk dan tanggung jawab.
Persepsi guru prodi PAI Umpar terhadap penerapan manajemen pembelajaran berbasis IESQ dinilai sangat mendesak dan relevan. Penerapan manajemen pembelajaran berbasis IESQ merupakan bagian dari pengembangan kompetensi guru dan selaras dengan pencapaian visi, misi dan tujuan Program Studi PAI.
DAFTAR PUSTAKA
Pendidikan Agama Islam: Arah Baru Pengembangan Pengetahuan dan Kepribadian di Perguruan Tinggi, Jakarta: Rajawali Pers, 2011. Delors, Jacques, dkk., “Learning the Treasure Within,” 1996, http://www.unesco.org /delors /indeks.html. Peran IQ, EQ, SQ: dalam membentuk perilaku kerja, di http://www.slideshare.net/ diakses 20 Januari 2012.
IQ-EQ, Staf Intelijen dan IQ, di http://iqeq.web.id/art/art.09.shtml/ diakses 12 Desember 2011. Sudarjanto.multply.com/journal/item/ 16264/Inilah Fatwa Lengkap Mufti Malaysia mengenai ESQ Ari Ginanjar/diakses 20 September 2012.
BIODATA PENULIS
Dari segi pendidikan (Ketua Tim Peneliti Dosen Muda, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Pengawasan kepala sekolah dan pengaruhnya terhadap motivasi, tingkat pendapatan dan kinerja guru: Kajian TK di Kota Parepare (Anggota Penelitian Dosen Muda Tim, Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional Peran Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan HIV-AIDS pada Keluarga di Kota Parepare: Kajian Pendidikan Islam (Tim Kajian Survei Perempuan, Dirjen Dikti, Kementerian Pendidikan Nasional) Ganda Peran Wanita Karir dalam Tanggung Jawab Profesi dan Pendidikan Anak: Studi Kasus Pegawai Pemerintah Kota Parepare (Tim Peneliti Kajian Wanita, Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional, 2007) dan beberapa kajian dan pengabdian masyarakat lainnya Integrasi Pondok Pesantren dan sekolah favorit, disajikan dalam "10. konferensi internasional tentang pendidikan. Makalah berjudul “Pembangunan Kerukunan dan Toleransi Umat Beragama: Penerapan Sistem Panngaderreng di Kota Parepare” disampaikan pada Forum Musyawarah Nasional Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APPPTMA), 8-9. September 2017, tentang PP.
Pengaruh Manajemen Bimbingan Siswa Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMA Negeri 1 Pangkajene Sidrap”, disampaikan pada Konferensi Nasional Persatuan Program Pascasarjana Pendidikan Tinggi Muhammadiyah (KNAPPPTM) yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Maret 2018 di Universitas Muhammadiyah Jakarta; (8) makalah berjudul Penerapan Membaca dan Komposisi Kooperatif Terpadu.