IESQ
3. Perencanaan Pembelajaran Berbasis IESQ;
a. Dosen dalam merencanakan pembelajaran yang berbasis IESQ, mendalami dan menganalisis visi, misi, tujuan, dan kurikulum Prodi PAI. Dosen memetakan variabel kecerdasan terhadap kompetensi luaran yang menjadi harapan Prodi PAI Universitas Muhammadiyah Parepare. Oleh sebab itu, dosen mengkaji dan menganalisis visi, misi, tujuan, dan kurikulum Prodi PAI kemudian merelevansikan dengan aspek sarana pendukung, lingkungan belajar, kondisi sosial budaya, dinamika sains, serta tuntutan pangsa pasar. Selanjutnya pimpinan Prodi PAI mendokumentasikan visi, misi, tujuan, dan kurikulum dalam bentuk profil Prodi PAI dan disosialisasikan kepada seluruh dosen pengampu mata kuliah di Prodi PAI.
b. Sebelum melakukan perencanaan pembelajaran, dosen mencari tahu informasi tentang profil mahasiswa sebagai peserta didik dalam pembelajaran. Variabel profil mahasiswa yang penting diketahui dosen adalah latar belakang pendidikan, prestasi akademiknya di sekolah, kemampuan IESQ, kecenderungan berpikir, bakat dan minat, aktivitas keseharian di luar kuliah, dan sebagainya.
Oleh sebab itu, untuk mendapatkan data profil mahasiswa, dosen dapat melakukan dengan questioner, interview, observasi, atau tes. Mendapatkan data profil mahasiswa sebelum tatap muka perkuliahan sebagai bahan analisis perencanaan tujuan pembelajaran berbasis IESQ. Oleh
sebab itu, pimpinan Prodi PAI dapat membagikan angket tentang profil IESQ mahasiswa dan menyusun matriks profil tersebut pada setiap tingkatan (semester) sesuai analisis data dari angket yang dibagikan. Hasil analisis data tersebut selalu diupdate setiap semester dan diberikan kepada dosen pengampu mata kuliah sebagai bahan sharing data dari dosen yang bersangkutan.
c. Setiap proses tahapan dalam perencanaan pembelajaran berbasis IESQ, dosen Prodi PAI mendokumentasikan secara lengkap. Tahapan kegiatan perencanaan pembelajaran yang didokumenkan, misalnya dibuatkan matriks relevansi tujuan (standar kompetensi) mata kuliah yang diampu dengan visi, misi, tujuan, dan kurikulum Prodi PAI lalu diberikan muatan atau basis pengembangan IESQ, kemudian disusun profil mahasiswa, kondisi internal dan eksternal pembelajaran, dan sebagainya.
d. Perencanaan pembelajaran yang memuat tujuan (standar kompetensi) matakuliah terdeskripsikan matriks pengembangan IESQ. IESQ yang disusun sebagai indikator standar kompetensi, hendaknya dilakukan melalui proses analisis tugas, pola analisis, research (penelitian), expert judgment, individual group interview data, dan role play.
Pendekatan ini dapat diterapkan oleh dosen Prodi PAI, dan hasilnya untuk menjadi acuan dosen dalam menyusun tujuan (standar kompetensi) mata kuliah melalui kegiatan perencanaan pembelajaran.
e. Dalam penyusunan tujuan (standar kompetensi) mata kuliah, dosen Prodi PAI mempertimbangkan dan merelevansikan aspek dinamika sainstek, tuntutan sosial budaya, kebutuhan stakeholder, dan sebagainya. Hasil kajian tersebut dibuatkan matriks relevansi dan tuntutan IESQ yang dapat menjadi modal mahasiswa dalam memasuki dunia kompetitif. Oleh
sebab itu, dosen dituntut memiliki wawasan trend globalisasi dan variabel-variabel penting dipersiapkan mahasiswa dalam menghadapinya.
f. Untuk mendapatkan deskripsi yang lebih komprehensif tentang pembelajaran pada mata kuliah yang diampu, dosen melakukan analisis SWOT pembelajaran untuk mengukur dan menilai aspek eksternal dan internal pembelajaran.
Analisis variabel eksternal pembelajaran mata kuliah yang diampu adalah ranah peluang dan ancaman, kemudian variabel internal adalah ranah kelebihan dan kekurangan.
Deskripsi SWOT pembelajaran mata kuliah, dosen dapat mengoptimalkan kekuatan internal (strength) untuk meminimalisir kelemahan internal (weekness), mengoptimalkan kekuatan internal (strength) untuk memanfaatkan peluang eksternal (opportunity), mengatasi kelemahan internal (weekness) untuk meraih peluang (opportunity), mengatasi kelemahan internal (weekness) untuk menetralisir ancaman eksternal (threat), dan mengoptimalkan kekuatan internal untuk menetralisir ancaman eksternal (threat).
g. Dosen kurang peduli atau malas dalam merencanakan pembelajaran. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum bahwa tanpa ada kesadaran profesional atau ketegasan pimpinan Prodi PAI, maka dosen tidak akan mengindahkan tuntutan administrasi sebelum mengajar. Oleh sebab itu, dosen sebaiknya membangun komitmen bekerja secara profesional dan pimpinan selalu memberikan apresiasi terhadap kinerja dosen, baik dalam bentuk reward maupun dalam bentuk punishment. Pimpinan Prodi PAI memberikan surat pernyataan dosen kesiapan mengajar sebagai ikatan administratif menjalankan tugas secara profesional sesuai yang telah digariskan dan penandatanganan fakta integritas
sebagai ikatan kontrak birokrasi dengan dosen yang bersangkutan.
h. Rendahnya kemampuan dosen dalam menyusun perencanaan pembelajaran, dengan beberapa pembuktian administratif dan alasan rasional yang telah dikemukakan di atas. Oleh sebab itu, dosen dituntut aktif dalam mengikuti pendidikan dan latihan tentang desain pembelajaran dan active learning, kemudian Pimpinan Prodi PAI mengadakan pelatihan atau mengutus dosen dalam mengikuti diklat pembelajaran yang diselenggarakan instansi di luar, dan mendorong untuk mengikuti studi lanjut.
Perencanaan pembelajaran sebagai proses awal kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi penting dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur. Merencanakan pembelajaran adalah menyusun tujuan dan standar kompetensi mata kuliah. Dalam menyusun tujuan dan standar kompetensi mata kuliah, dosen harus melakukan kegiatan yaitu analisis visi, misi, dan tujuan Prodi PAI-FAI, menganalisis SWOT (strength, weekness, opportunity, dan treath) pembelajaran; analisis profil mahasiswa dari berbagai variabel yang terkait dengan kegiatan pembelajaran; analisis kurikulum Prodi PAI yang menjadi pijakan dalam mendesain perangkat pembelajaran; dan mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi dalam pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat dilihat pada aspek karakteristik keilmuan, yaitu mengarah pada teoritis, relevansi, praktisi, dan kolaborasi.
Tujuan pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan dari pembelajaran menjadi refleksi kepribadian yang terbentuk pada diri mahasiswa setelah selesai pembelajaran. Refleksi kepribadian mahasiswa tersebut yang diharapkan adalah kolaborasi antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Salah satu tujuan pembelajaran adalah mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki era globalisasi. Trend globalisasi, dengan melihat tantangan dan prospek eksternal, diperlukan potensi kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Persiapan kemampuan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, sebagai upaya untuk memasuki persaingan hidup yang kompleks, mereduksi imperialism budaya, politik dan ekonomi, dan membangun tatanan kehidupan yang harmoni dan seimbang. Di sisi lain, diperlukan kekuatan dan kemampuan internal sebagai ketahanan eksistensi dalam mengelola kemampuan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual (IESQ). Hal tersebut perlu disambut dan diapresiasi oleh pimpinan dan dosen Prodi PAI, Universitas Muhammadiyah Parepare melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Profil mahasiswa yang perlu diidentifikasi sebagai bahan analisis adalah jenis kelamin, latar belakang pendidikan menengah, minat, bakat, talenta, harapan atau cita-cita, agama, budaya, aktivitas di luar kuliah, kondisi keluarga seperti ekonomi, pekerjaan, budaya, dan seterusnya. Mahasiswa menjadi referensi dalam menyusun perangkat pembelajaran, mengorganisir materi pembelajaran, memilih media, menetapkan strategi dan metode, menyusun sistem evaluasi yang relevan, kemudian menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses pembelajaran yang efektif, menciptakan suasana pembelajaran yang dapat memicu pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Urgen bagi dosen PAI memahami mahasiswanya sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan IESQ.
Perencanaan tujuan pembelajaran berorientasi pada deskripsi kompetensi lulusan dalam Standar Pendidikan Nasional pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia,
memiliki pengetahuan, ketrampilan, kemandirian dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Dengan demikian, prinsip yang penting dijadikan pertimbangan dalam perencanaan pembelajaran adalah dilakukan oleh SDM yang tepat dan kompeten, memiliki visibilitas, beracuan pada masa yang akan datang, dan berpijak pada fakta. Hal tersebut menjadi patut diperhatikan oleh dosen Prodi PAI dalam perencanaan pembelajaran PAI berbasis IESQ.