Judul Skripsi : Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Induk Siwa Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam Nama Mahasiswa : Yusrianti. Judul Skripsi: Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Induk Siwa Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam. Judul Skripsi: Manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Induk Siwa Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam.
Singkatan
Allah menciptakan manusia dengan kodratnya untuk saling membantu, dimana manusia adalah makhluk sosial. Mengembangkan dan mengendalikan perdagangan bagi kegiatan ekonomi manusia yang bersifat saling membantu memerlukan berbagai inovasi, tentunya banyak inovasi yang dilakukan, bahkan tidak sedikit yang melakukan kerjasama antara satu pihak dengan pihak lainnya, tentunya hal ini dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan hidup. pelaksanaan usaha yang dijalankan dan untuk mencapai suatu tujuan, salah satunya adalah mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya. Hasil tangkapan biasanya diekspor ke plosok-plosok atau daerah lain, hasil tangkapan biasanya habis terjual dan kadang tidak semuanya terjual, ada pula yang menjadi pedagang kecil, pembeli.
Rumusan iMasalah
Selain itu, pasar induk Siwa mengandung unsur gharar karena praktik jual beli dengan nelayan menyerahkan hasil tangkapan ikannya merugikan salah satu pihak karena harga hasil laut tidak pasti dan mereka menyerahkan per hari. tembak harganya, dari harga sebelumnya.
Tujuan iPenelitian i
Kegunaan iPenelitian
8 Kajian tersebut membahas tentang manajemen risiko bagi pedagang buah ditinjau dari aspek ekonomi Islam. 7 Herpiana, Manajemen Risiko Pada Usaha Es Campur dilihat dari Ekonomi Islam: Skripsi, UIN Suska Riau 2016. David Fernado dalam penelitiannya “Manajemen Resiko pada Usaha Simpan Pinjam Ekonomi Desa (Ued-sp) dalam Penyaluran Modal Kepada Masyarakat di Tanjung Karang Desa Kampar Kiri Hulu dilihat dari ekonomi syariah”.
Tinjauan iTeori
Perencanaan manajemen risiko dapat dimulai dengan menetapkan visi, misi dan tujuan terkait manajemen risiko. Kemudian perencanaan manajemen risiko dapat dilanjutkan dengan menetapkan sasaran, kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan manajemen risiko. Proses identifikasi dan pengukuran risiko dilanjutkan dengan manajemen risiko, yang merupakan aktivitas operasional manajemen risiko yang paling penting. 3) Kontrol.
Tinjauan iKonseptual
Ti ayat iyallatiwna dagiti padas padas agpasar iti panagyakar ipatarus dagiti paglaingan kinalawag praktis-panagsanay negosio negatibo nga aramid mekanismo lab-awanna ti panagtutunos buyogen ti panagraem ipalagip kadakuada ti naimbag a nakem ti tunggal maysa para iti pagimbagan ti ipelakunya, maka inilai-nilai immoralitas imutlak iharus iditegakkan.
Kerangka iPikir
Pendekatan dan Jenis iPenelitian
Lokasi i dan Waktu Penelitian 1. Lokasi
Fokus iPenelitian
Jenis dan Sumber Data
Teknik iPengumpulan idan iPengelolaan iData
Dari data penelitian ini, penulis melakukan wawancara dengan pihak terkait yaitu orang-orang yang memiliki pekerjaan yang sama. Dokumentasi dalam penelitian kualitatif adalah segala bahan tertulis yang dapat digunakan sebagai bukti pendukung penelitian 52 Dalam hal ini peneliti mengumpulkan dokumen dan memotret kegiatan atau survei yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini.
Uji Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
Menurut iMiles idan ihubermen, pembentangan data ialah "sekumpulan maklumat tersusun yang menyediakan kemungkinan penarikan balik."
Penerapan Fungsi-fungsi Manajemen Risiko pada Penjualan Seafood di Pasar Sentral Siwa
Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pertanyaan yang sama, mengapa Anda memutuskan untuk menjual makanan laut di Pasar Induk Siwa. Menurut Ibu Indrawati, ia memutuskan untuk berjualan makanan laut di Pasar Induk Siwa karena ingin memenuhi kebutuhan dan pengeluaran anak-anaknya. Pada pembahasan kali ini penulis akan menjelaskan penerapan fungsi manajemen risiko dalam penjualan makanan laut di Pasar Induk Siwa dari sudut pandang etika bisnis Islam.
“Saat ini masyarakat sudah sangat canggih sehingga bisa membeli barang atau memesan secara online tanpa harus masuk ke pasar atau supermarket. Dengan berencana berjualan di media sosial, maka akan memudahkan seseorang dalam berinteraksi untuk membeli barang-barang yang mereka perlukan tersebut.” 65. Pada pernyataan di atas, pemilik usaha melakukan pengendalian dengan menabung di Pasar Induk Siwa yang mempunyai cara penerapan pengendalian risiko yang lebih efektif yaitu dengan melakukan penjualan (lelang). Berdasarkan penelitian diperoleh data mengenai risiko penjualan ikan dan kerang di Pasar Induk Siwa yang terlihat dari hasil wawancara terhadap 7 orang informan.
“Adapun resiko membeli hasil tangkapan laut dari nelayan sangat mahal karena belum musimnya, namun jika sudah dijual di pasaran, pembeli terkadang membeli dengan meroketkan harga dibandingkan harga sebelumnya” 69. Tertarik membeli makanan laut atau hasil tangkapan laut di Pasar Pusat Siwa karena dekat dengan tempat tersebut. Bertindak sebagai orang tua tunggal bagi 5 anak saya membuat saya harus bekerja keras, segala macam pekerjaan telah saya lakukan mulai dari menjemur ikan, mengikat rumput laut, saat ini saya sudah lebih dari 10 tahun berjualan ikan dan udang di Pasar Siwa. memenuhi kebutuhan keluarga, yang kadang untung kadang rugi.”72.
Dari hasil wawancara dengan Nurmiati, terlihat dirinya merupakan seorang single parent yang menghidupi kelima anaknya dengan bekerja setiap hari dari jam 7-5 sore. menjual makanan laut di Pasar Pusat Siwa.
Jenis-jenis Risiko Penjualan Seafood di Pasatr Sentral Siwa
Ada tiga jenis risiko yang perlu Anda ketahui, yaitu risiko permodalan, risiko pasar, dan risiko operasional. Saya menjalankan usaha penjualan ikan dan kerang di pasar ini bekerjasama dengan nelayan, saya bekerja hanya menjual hasil tangkapan dan dari penjualan tersebut saya mendapat sedikit penghasilan atau gaji dari para nelayan." 73. Saya menjual ikan dan kerang dengan modal usaha dan hasil kerjasama dengan nelayan hasil tangkapan laut saya beli lalu saya jual di pasar dengan harga yang berbeda dengan yang saya beli ke nelayan.
“Risiko pasar terjadi karena melimpahnya hasil laut atau membanjirnya hasil tangkapan laut di Pasar Siwa sehingga mengakibatkan harga jual menjadi rendah padahal kita membeli barang dengan harga tinggi.” Berdasarkan penjelasan di atas, risiko pasar terjadi ketika hasil tangkapan laut kebanjiran dan kurangnya minat untuk membeli barang tersebut. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa risiko pasar muncul karena adanya fluktuasi barang yang ketika dibeli oleh nelayan dengan harga yang cukup tinggi, dan ketika dijual kembali terjadi penurunan.
Variabel pasar dalam hal ini adalah nilai tukar untuk kedua jenis risiko pasar yaitu mengalami perubahan harga pasar, dan dengan. Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya saja kualitas pelatihan yang buruk dan membanjirnya suara laut yang membuat harga hasil laut menjadi tidak menentu dan harga ikan laut menurun akibat membanjirnya ikan laut di pasar.”76. Menurut kepada narasumber dapat disimpulkan bahwa identifikasi risiko operasional dimulai dari memahami bagaimana bisnis atau proses bisnis dijalankan, berdasarkan proses penataan proses bisnis operasional utama, kemudian mengidentifikasi faktor-faktor penyebab risiko operasional yang melekat pada semua aktivitas fungsional.
Langkah-langkah mengatasi manajemen risiko penjualan makanan laut di Pasar Induk Siwa dari sudut pandang etika bisnis Islam.
Langkah-langkah Mengatasi manajemen Risiko Penjualan Seafood di Pasar Sentral Siwa dalam Perspektif Etika Bisnis Islam
Berdasarkan hasil wawancara dengan pedagang makanan laut di Pasar Induk Siwa Kecamatan Bulete, pedagang masih campur aduk dalam mengatasi resiko-resiko yang timbul pada saat proses pembelian atau pengantaran kepada nelayan bahkan pendistribusian ke pedagang pengecer baik di pasar maupun di pelosok. daerah. barang yang dalam keadaan baik dengan yang tidak, sehingga cara ini dapat merugikan pembeli atau konsumen. Selain itu, data hasil wawancara yang diperoleh dari penjual dan pembeli makanan laut di Pasar Sentral Siwa menunjukkan bahwa mekanisme distribusi di Pasar Sentral Siwa masih kurang baik, hal ini terlihat dari data hasil wawancara dengan pembeli makanan laut yaitu Bapak. Ismail, yang jelas saat mendapat hasil laut dari penjualnya, kondisinya buruk. Pemiliknya menyuruhnya mencampurkan barang yang kondisinya bagus dengan yang kondisinya kurang bagus, sehingga menurut pembeli, cara tersebut bisa merugikan konsumen. Selain itu, data dari pramuniaga yaitu Ibu Nurmiati terkadang masih menerima barang yang kurang bagus.
Berdasarkan data tersebut, peneliti dapat menganalisis manajemen risiko penjualan makanan laut di Pasar Induk Siwa dari sudut pandang etika bisnis Islam, karena penjual mengatasi risiko yang terjadi dengan cara yang tepat. Berdasarkan data tersebut peneliti dapat menganalisis bahwa mekanisme kerja Pasar Sentral Siwa dalam menghadapi risiko baru masih belum sesuai dengan prinsip tanggung jawab yang terkandung dalam etika bisnis Islam. Dalam hal ini para pelaku usaha Pasar Sentral Siwa sudah memenuhi etika bisnis Islam dalam hal produksi karena memasarkan barang atau dagangannya yang berkualitas dan halal.
Penerapan fungsi manajemen risiko penjualan makanan laut di Pasar Induk Siwa telah diterapkan dengan baik. Prinsip perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dalam penerapan fungsi manajemen risiko dalam penjualan hasil laut di Pasar Induk Siwa. Jenis risiko dalam penjualan hasil laut di Pasar Induk Siwa yaitu risiko permodalan dimana modal usaha dilakukan secara perseorangan dan bersama-sama.
Secara umum para pedagang makanan laut di Pasar Sentral Siwa tidak melakukan langkah-langkah mengatasi risiko sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yang dianggap mengabaikan prinsip keseimbangan dan tanggung jawab, karena dalam praktiknya teknik mereka adalah dengan meracik makanan hasil laut. yang dalam kondisi buruk dengan makanan laut dalam kondisi baik.
Saran
Beekun RafiqIssa, Etika Bisnis Islam, diterjemahkan oleh Muhammad, dari judul asli Atika Bisnis Islam, Yogyakarta: Student Center, 2004. Fernando Davidi, 2017 “Economic Enterprise Risk Management in Community Capital Distribution Village Simpan Pinjam di Tanjung Karang Kampar Pandangan tentang Desa Kiri Halu Ekonomi Islam." Skripsi Ekonomi Syariah, IAIN Parepare. Arifar Nurhidayat, "2021, Pemahaman Risiko dan Manajemen Risiko" Website http:/idebisnisbisnis.blogspot.com/2016/09/pengertian-risiko-dan-.
Pernahkah Anda merasa dirugikan dengan penjualan yang dilakukan para pedagang seafood di Pasar Sental Siwa?
Nurmiati)
Jawaban : Karena sebelum saya jual, saya hanya membantu suami saya dan akhirnya terus menjualnya. Jawaban: Biasanya masyarakat hanya memberikannya saja, jika tidak bisa mengeringkan mie biasanya dibuang begitu saja. Jawaban : Pelaksanaan penjualan biasanya diterapkan sesuai dengan penjualnya, apa yang dijual dan tentunya yang dilaksanakan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Jawab: iya waktu itu, lagi musim mancing, disitu rugi duit lumrah, gimana jadinya kalau banjir ikan, mi. Jawaban : iya, sesuai prinsip saya, kita harus jujur, karena sekali orang membeli dari kita, kalau tidak sesuai dengan kebutuhannya, pasti mereka tidak akan membeli lagi dari kita. Jawaban : Kejujuran dan keadilan dalam membeli tidak bisa ditipu oleh Informan 5 (Indrawati).
Jawaban: Kalau pembelinya kurang dan ada yang mau beli tapi mencicil, sayang sekali. Jawaban: Kejujuran adalah yang terpenting, karena jika jujur pasti akan membeli barang dari kami lagi.
Rahmawai)
Jawaban: Pesaing atau penjual online banyak, sehingga pembeli di pasar tidak banyak. Jawaban: Mari kita lihat dulu situasinya: berapa banyak penjual dan pembeli di pasar. Kalau banyak, ambil banyak. Kalau ambilnya sedikit, mie dulu sedikit.
Ismail)
Jawaban : Menurut saya kurang baik karena masih banyak penjual yang tidak jujur, misalnya dengan menggabungkan barang yang kondisinya bagus dengan barang yang kurang bagus. Jawaban: Saya sering mengalami kerugian ketika membeli barang yang ternyata masih segar, namun ternyata tercampur dengan barang yang kondisinya kurang baik ketika saya sampai di rumah. Jawab: iya saya kesal, mau marah, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah terlanjur terjadi, tapi lebih berhati-hati saat membeli sesuatu.
Jawaban: Tingkah atau sikap penjualnya bermacam-macam, kadang kalau makan kotoran seolah-olah terhipnotis untuk membeli barang tersebut karena menyombongkan barang yang dijualnya bagus.