MANUAL
CLINICAL SKILL LEARNING TEKNIK FLEBOTOMI
DIBERIKAN PADA MAHASISWA SEMESTER FAK. KEDOKTERAN UNISMUH IV
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2022
FLEBOTOMI
Manual CSL Teknik Flebot…
Pendahuluan
Flebotomi (phlebotomy) berasal dari bahasa Yunani dan terdiri dari dua kata yaitu phlebos yang berarti vena dan tome yang berarti memotong. Tujuan utama dari proses flebotomi adalah memperoleh darah untuk diagnostik. Prosedur flebotomi juga digunakan untuk mengambil darah dengan tujuan transfusi. Flebotomi dengan tujuan terapeutik dilakukan untuk kasus tertentu seperti pada pasien dengan polisitemia.
Prosedur umum untuk mendapatkan spesimen darah mencakup pungsi vena (venipuncture), pungsi arteri (arterial puncture) dan pungsi kulit/kapiler (skin puncture/capillary puncture). Darah arteri mempunyai komposisi yang sama di seluruh tubuh sehingga perbedaan tempat penusukan tidak mempengaruhi hasil yang diperoleh.
Komposisi darah vena tergantung pada aktivitas organ atau jaringannya sehingga lokasi pengambilan dapat mempengaruhi hasil. Darah yang diperoleh dengan tusukan kulit/kapiler adalah campuran darah arteri, vena dan kapiler serta mengandung cairan intertisial dan intraseluler.
I. PERSIAPAN FLEBOTOMI
A. Penyediaan tempat pengambilan darah 1. Instalasi rawat jalan atau klinik
a. Permukaan yang datar dengan dua kursi yaitu satu untuk flebotomis dan satu untuk pasien
b. Tempat mencuci tangan, air mengalir dan handuk atau tissue c. Cairan alkohol untuk hand rub
2. Instalasi rawat inap atau bangsal a. Di tempat tidur pasien
b. Gunakan gorden penutup untuk privasi pasien
B. Permintaan laboratorium atau instruksi yang jelas C. Alat dan bahan
Peralatan yang diperlukan untuk prosedur dikumpul dan diletakkan di tray atau trolley yang mudah dilihat dan dicapai.
1. Peralatan pungsi vena a. Tabung sampel b. Handschoen non-steril
c. Jarum dan syringe (semprit) atau needle dan holder
d. Tourniquet
e. Alkohol untuk hand-rub
f. Alcohol swab 70% untuk desinfeksi kulit
g. Kasa untuk diaplikasikan pada daerah pungsi h. Label untuk spesimen
i. Peralatan menulis
j. Kantong untuk transportasi
k. Tempat jarum bekas yang tidak tembus (tempat limbah tajam) 2. Peralatan pungsi arteri
a. Handschoen non-steril b. Alkohol untuk hand-rub
c. Alcohol swab 70% untuk desinfeksi kulit d. Semprit yang mengandung heparin + jarum e. Kasa untuk diaplikasikan pada daerah pungsi f. Plester untuk menutup luka pungsi
g. Label untuk spesimen h. Peralatan menulis
i. Container yang berisi es untuk transpor sampel kelaboratorium j. Tempat jarum bekas yang tidak tembus (tempat limbah tajam)
3. Peralatan pungsi kapiler a. Tabung untuk sampel
b. Handschoen non-steril c. Alkohol untuk hand-rub
d. Alcohol swab 70% untuk desinfeksi kulit e. Alat pungsi kapiler atau lancet
f. Label untuk spesimen g. Peralatan menulis
h. Tempat jarum bekas yang tidak tembus (tempat limbah tajam) D. Identifikasi dan persiapkan pasien
1. Perkenalkan diri kepada pasien.
2. Minta pasien menyebutkan namanya sendiri.
3. Cocokkan data pasien dengan formulir laboratorium untuk identifikasi yang akurat.
4. Tanyakan riwayat alergi, fobia atau riwayat pingsan ketika pengambilan darah sebelumnya.
5. Jika pasien gelisah atau takut, tenangkan pasien dan tanyakan hal apa yang bisa membuat pasien bisa merasa lebih nyaman.
6. Usahakan agar pasien nyaman dalam posisi baring bilamemungkinkan.
7. Letakkan handuk bersih di bawah lengan pasien sebagai penyangga.
E. Hand hygiene dan pemasangan handschoen II. METODE TEKNIK FLEBOTOMI
1. Metode Tabung Vakum
a. Pilih bagian yang akan dilakukan tusukan vena (venipuncture), yaitu: antecubitus lengan, pilih vena yang besar dan tidak mudah bergerak
b. Desinfektan area venipuncture dengan kapas alkohol dengan gerakan memutar dari tengah ke tepi, biarkan 30 detik untuk pengeringan alkohol.
c. Pasang tourniquet 7.5 –10 cm di atas bagian venipuncture disertai pengepalan tangan pasien membantu penampakan vena.
d. Tusuk jarum ke dalam vena, posisi lubang jarum menghadap ke atas dengan sudut 15 –30 ͦ .
e. Lepas tourniquet setelah darah mengalir (jangan biarkan tourniquet terpasang lebih 1 menit).
f. Isi tabung sampai kevakumannya habis g. Lepaskan tabung dari jarum
h. Bolak balik isi tabung 5 –10 kali i. Lepaskan jarum perlahan-lahan
j. Segera tekan dengan kapas selama 3 –5 menit
k. Plester bagian veni puncture dan lepas setelah 15 menit
l. Beri label pada tabung (nama, no.lab, jarum & tgl.pengambilan) 2. Metode Semprit
a. Keluarkan semprit dari plastiknya, pasang jarum, tarik penghisap untuk memeriksa kelancarannya
b. Penusukan vena dilakukan seperti metode vakum c. Lepaskan tourniquet setelah darah mengalir
d. Tarik perlahan-lahan pengisap (plunger) dan biarkan semprit terisi darah e.
Masukkan darah ke dalam tabung yang telah diisi antikoagulan III. INDIKASI
Tindakan teknik flebotomi dilakukan untuk :
1. Flebotomi merupakan langkah pemeriksaan dari berbagai masalah kesehatan pasien.
2. Mengetahui diagnosis penyakit.
3. Membantu dokter untuk melakukan tindakan selanjutnya.
4. Mengetahui dan perkembangan serta kemajuan terapi.
5. Dipakai sebagai standar pelayanan di dalam memberikan pelayanan paripurna.
Pemeriksaan Teknik Flebotomi Tujuan pembelajaran :
Tujuan Umum :
1. Mahasiswa mampu melakukan teknik flebotomi secara baik dan benar
2. Mahasiswa dapat melakukan teknik flebotomi meliputi pungsi vena, pungsi arteri dan pungsi kapiler.
Tujuan khusus :
1. Mahasiswa mampu mempersiapkan alat dan bahan untuk teknik flebotomi.
2. Mahasiswa mampu melakukan komunikasi dengan pasien secara baik dan lengkap.
3. Mahasiswa dapat melakukan teknik flebotomi pungsi vena, pungsi arteri dan pungsi kapiler.
4. Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang ada.
Media dan alat bantu pembelajaran :
1. Demonstrasi sesuai daftar panduan belajar.
2. Ceramah.
3. Diskusi.
4. Partisipasi aktif dalam skills lab (simulasi)
5. Evaluasi melalui check list/daftar tilik dengan sistem skor.
PELATIHAN BELAJAR
KETERAMPILAN MELAKUKAN
TEKNIK FLEBOTOMI
DESKRIPSI KEGIATAN
Kegiatan Waktu Deskripsi
1. Pengantar 5 menit Pengantar
2. Bermain peran teknik flebotomi
30 menit 1. Mengatur posisi duduk mahasiswa.
2. Dua orang dosen (instruktur/co- instruktur) memberikan contoh bagaimana cara melakukan teknik flebotomi. Seorang dosen (instruktur) sebagai dokter dan seorang lagi sebagai pasien. Mahasiswa menyimak dan mengamati.
3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya dan dosen (instruktur) memberikan penjelasan tentang aspek-aspek yang penting.
4. Selanjutnya kegiatan dilakukan dengan teknik flebotomi pada manikin atau probandus.
5. Mahasiswa memperhatikan dan menanyakan hal-hal yang belum
dimengerti dan dosen menanggapinya.
3. Praktek bermain peran dan umpan balik
100 menit 1. Mahasiswa dikelompokkan secara berpasangan. Seorang mentor diperlukan untuk mengamati 2 pasangan.
2. Setiap pasangan berpraktek, satu orang sebagai dokter (pemeriksa) dan satu orang sebagai pasien secara serentak.
3. Mentor berkeliling diantara mahasiswa dan melakukan supervise menggunakan lembar isian (check list).
4. Setiap mahasiswa paling sedikit berlatih satu kali dalam melakukan teknik flebotomi.
4.Curah
pendapat/diskusi
15 menit 1. Curah pendapat/diskusi : Apakah mudah dimengerti? Apa yang sulit? Menanyakan bagaimana perasaan mahasiswa yang berperan sebagai pasien. Apa yang dapat dilakukan oleh dokter agar pasien lebih nyaman?
2. Dosen (instruktur) menyimpulkan dengan menjawab pertanyaan terakhir dan memperjelas hal-hal yang masih belum dimengerti.
Total waktu 150 menit
DAFTAR TILIK
TEKNIK FLEBOTOMI PUNGSI VENA
No TINDAKAN Nilai
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
2. Memberikan respon yang baik dalam rangka membina sambung rasa
3. Berbicara dengan lafal yang jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami
4.
Mengkonfirmasi identitas pasien seperti nama dan umur, alamat dan pekerjaan pada formulir permintaan sebelum pengambilan darah
5. Menilai jenis pemeriksaan dan verifikasi persiapan pasien bila ada, seperti puasa dll
6. Menyiapkan jenis tabung pemeriksaan sesuai dengan pemeriksaan dan menempelkan identitas pasien pada tabung 7. Menyiapkan kapas alkohol, torniquet dan plester kecil
8. Melakukan cuci tangan dengan hand-rub 9. Menggunakan sarung tangan (handscoen)
10. Memasang torniquet pada lengan atas ± 7-10 cm (4 jari) diatas fossa cubiti
11. Memastikan vena yang akan ditusuk
12. Melakukan desinfeksi dengan kapas alkohol 70% secara sirkuler dari arah dalam keluar, tunggu sampai kering (30 detik) hindari meraba kembali daerah yang sudah di desinfeksi
13. Memegang semprit dengan ujung jarum menghadap ke atas selanjutnya lakukan penusukan vena dengan tepat dan benar 14. Menarik pengisap (plunger) jika darah telah masuk pada indikator
semprit
15. Melepaskan torniquet sesegera mungkin
16. Mencabut jarum dan bekas tempat tusukan ditekan dengan kapas alkohol 70%
17. Masukkan darah ke dalam tabung sesuai dengan jenis pemeriksaan
18. Membuang jarum pada tempatnya (safety box)
19. Homogenisasi (bolak balik isi tabung 5 –10 kali) yang telah diisi dengan sampel darah
20. Memperhatikan luka tempat pengambilan darah, memastikan perdarahan telah berhenti dan ditutup dengan plester steril.
Keterangan evaluasi bagi instruktur :
1. Mahir : Jika mahasiswa melakukan minimal 17 langkah dengan benar dan sistematis
2. Mampu : Jika mahasiswa melakukan minimal 15 langkah dengan benar
3. Belum mampu : Jika mahasiswa melakukan <15 langkah dengan benar dan/atau tidak mencuci tangan/inform consent.
TEKNIK FLEBOTOMI PUNGSI ARTERI
NO TINDAKAN Nilai
1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
1. Memberikan respon yang baik dalam rangka membina sambung rasa
1. Berbicara dengan lafal yang jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami
1. Mengkonfirmasi identitas pasien seperti nama dan umur, alamat dan pekerjaan pada formulir permintaan sebelum pengambilan darah
1. Menyiapkan set pungsi arteri (semprit berisi larutan heparin 20 U/ml darah)
1. Melakukan cuci tangan dengan hand-rub 1. Menggunakan sarung tangan (handscoen)
8. Melakukan desinfeksi daerah arteri dengan kapas alkohol 70% secara sirkuler dari arah dalam keluar, tunggu sampai kering (30 detik)
9. Meraba pulsasi arteri dan dindingnya yang tebal
10. Mengfiksasi arteri dengan jari telunjuk proksimal dari daerah yang dipungsi
11. Menusuk ujung jarum pada permukaan kulit 5-10 ml distal jari telunjuk
12.
Masuknya jarum ke dalam arteri ditandai dengan naiknya darah ke dalam semprit
13. Hisap darah perlahan-lahan secukupnya
14. Menarik jarum & segera tekan bekas tusukan dengan kapas steril selama 5 menit
15. Ujung semprit ditutup karet (tidak bolek ditekuk)
16. Homogenkan darah arteri dengan heparin di dalam semprit (bolak balik 5 –10 kali)
17. Semprit dimasukan ke dalam plastik berisi es dan selanjutnya segera dibawa ke laboratorium untuk diperiksa sampel darah arteri yang telah diambil
18. Memperhatikan luka tempat pengambilan darah, memastikan perdarahan telah berhenti dan ditutup dengan plester steril.
Keterangan evaluasi bagi instruktur :
1. Mahir : Jika mahasiswa melakukan minimal 15 langkah dengan benar dan sistematis
2. Mampu : Jika mahasiswa melakukan minimal 13 langkah dengan benar
3. Belum mampu : Jika mahasiswa melakukan <13 langkah dengan benar dan/atau tidak mencuci tangan/inform consent
TEKNIK FLEBOTOMI PUNGSI KAPILER
NO TINDAKAN Nilai 1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri
1. Memberikan respon yang baik dalam rangka membina sambung rasa
1. Berbicara dengan lafal yang jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami
4. Mengkonfirmasi identitas pasien seperti nama dan umur, alamat dan pekerjaan pada formulir permintaan sebelum pengambilan darah
5. Menyiapkan set pungsi kapiler (lancet) 6. Melakukan cuci tangan dengan hand-rub 7. Menggunakan sarung tangan (handscoen)
8. Melakukan desinfeksi daerah kapiler dengan kapas alkohol 70% secara sirkuler dari arah dalam keluar, tunggu sampai kering (30 detik)
9. Mengfiksasi daerah kapiler yang akan dipungsi, misalkan di jari telunjuk, daun telinga dll
10. Menusuk daerah kapiler (mis; jari telunjuk) dengan lancet 11. Mengusap tetesan dengan kapas kering
12. Melakukan tekanan perlahan-lahan 1 cm di atas tusukan, lepas kembali, berulang-ulang sampai volume darah yg keluar cukup
13. Menampung darah ke dalam tabung mikro/pipet kapiler 14. Menekan ujung tusukan dengan kapas sampai darah
berhenti
Keterangan evaluasi bagi instruktur :
1. Mahir : Jika mahasiswa melakukan minimal 11 langkah dengan benar dan sistematis
2. Mampu : Jika mahasiswa melakukan minimal 9 langkah dengan benar
3. Belum mampu : Jika mahasiswa melakukan <9 langkah dengan benar dan/atau tidak mencuci tangan/inform consent