• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASTER PLAN SEKTOR JASA KEUANGAN INDONESIA

N/A
N/A
a BIM Geo System

Academic year: 2023

Membagikan "MASTER PLAN SEKTOR JASA KEUANGAN INDONESIA"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

Arah Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Jangka Pendek Dukungan Sektor Jasa Keuangan terhadap Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki komitmen yang tinggi untuk meningkatkan peran SJK dalam memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Kilas Balik

Ekonomi Global dan Domestik

KEBIJAKAN

KEBIJAKAN FISKAL

Kondisi Ekonomi Global dan

Domestik Sebelum Pandemi Covid-19

SEKTOR RIIL

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Ekonomi Global dan Domestik

Covid-19 dan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Peta Sebaran Covid-19 di Indonesia

Indeks Keyakinan KonsumenSektor Ekonomi Terdampak Covid-19

Covid-19 Menekan Perekonomian

Penanaman Modal Asing

677-737 ribu 1.085-1.173 ribu

Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai pandemi oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020, Pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk mencegah penyebaran dampak pandemi Covid-19. Bauran kebijakan yang efektif sangat penting untuk mencegah bertambahnya korban jiwa dan meluasnya dampak negatif yang lebih dalam, terutama pada perekonomian.

Respon Kebijakan terhadap Dampak

Kondisi Sektor Jasa Keuangan

OJK Coincidence Index

Struktur Sektor Jasa Keuangan IndonesiaOJK Coincidence Index

PASAR MODAL

0,90 kali

Permodalan perbankan tetap stabil pada tingkat yang memadai, dibuktikan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) Perbankan yang tetap stabil sebesar 23,74% (Oktober 2020), setelah turun menjadi 21,63% pada Maret 2020. Risiko kredit perbankan masih ingat. tingkat yang terkendali dengan NPL bruto dan neto posisi Oktober 2020 masing-masing sebesar 3,15%.

Kondisi Sektor Jasa Keuangan

Kondisi likuiditas yang menguat ini tidak lepas dari tingginya pertumbuhan DPK perbankan di tengah perlambatan kredit. Ketahanan SJK khususnya perbankan tetap berada pada kondisi yang baik dan terkendali yang ditunjukkan dengan kecukupan permodalan dan likuiditas serta profil risiko yang terjaga.

Perbankan

Pertumbuhan DPK mencapai double digit sejak Agustus dan terus tumbuh sebesar 12,12% YoY pada Oktober 2020, seiring dengan penempatan dana pemerintah di perbankan.

Permodalan (CAR)

Pasar Modal

IKNB

Lembaga

Keuangan Mikro

Lembaga Jasa Keuangan Khusus Lainnya

Jumlah Entitas Lembaga Keuangan

Mikro dan Total Aset Jumlah Perusahaan dan Perkembangan Aset Lembaga Jasa Keuangan Khusus

Pertumbuhan Aset Fintech Peer-to-Peer

Pinjaman (Lender) dan Peminjam (Borrower) Fintech Peer-to-Peer Lending

Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro, Lembaga Jasa Keuangan Khusus Lainnya dan

Perkembangan Konglomerasi Keuangan

Perkembangan Inovasi Keuangan Digital

Tren Aset KK dan Share terhadap Aset SJK

Jumlah Penyelenggara IKD Tercatat di OJK

Konglomerasi Keuangan dengan Aset

Perkembangan Konglomerasi Keuangan dan Inovasi Keuangan Digital

Klaster IKD

Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan

Sebaran Literasi dan Inklusi Keuangan

Literasi dan Inklusi Keuangan Berdasarkan Gender

Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah dan Konvensional

Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Tantangan ke Depan

Tantangan Jangka Pendek

Ketidakpastian Perekonomian Global dan Domestik

Kebutuhan Pembiayaan Perekonomian Nasional

Tantangan Struktural

Perlunya Peningkatan

Pengawasan SJK yang Efektif

Ketimpangan Literasi dan Inklusi Keuangan

Revolusi Ekonomi Digital

Arah Kebijakan Jangka Pendek 2020-2021

Dukungan Sektor Jasa Keuangan terhadap Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Kerangka Struktural 2021-2025

Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan

KOLABORASI DAN KERJA SAMA ANTAR PEMANGKU KEPENTINGAN (ENABLER)

MPSJKI 2021-2025

Master Plan

Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025

Arah Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Jangka Pendek (2020-2021) - Dukungan Sektor Jasa Keuangan

  • Mendukung percepatan implementasi PEN Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi
  • Meningkatkan permintaan masyarakat, pengembangan UMKM dan penciptaan
  • Mempercepat ekosistem digital ekonomi dan keuangan yang terintegrasi
  • Percepatan reformasi IKNB dan Pasar Modal dalam rangka menjaga integritas pasar

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kebijakan dan perhatian terhadap perkembangan pandemi dan perekonomian nasional, OJK dalam jangka pendek akan melanjutkan penerapan relaksasi kebijakan restrukturisasi kredit/. Dalam hal ini, OJK akan senantiasa mendukung program-program yang dicanangkan Pemerintah untuk mendukung penciptaan permintaan, pengembangan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja melalui koordinasi, penghubung dan pencocokan serta bujukan moral dengan LJK. Selain itu, OJK akan mempercepat pergerakan perekonomian di daerah untuk mendukung kegiatan perekonomian, termasuk percepatan pencatatan belanja negara (APBN/APBD).

Di bidang IKNB, OJK akan mendorong digitalisasi BWM dan menyusun regulasi mengenai layanan perantara asuransi dan reasuransi digital. Ke depan, OJK akan terus memperluas penerapan tanda tangan digital pada seluruh jenis izin yang dimiliki OJK. Percepatan reformasi IKNB dan Pasar Modal untuk menjaga integritas pasar guna menjaga integritas pasar keuangan.

OJK akan melanjutkan reformasi di bidang IKNB dan Pasar Modal melalui penyempurnaan perangkat pengawasan, termasuk pemanfaatan teknologi dan perbaikan perilaku pasar dan pengaturan tata kelola di pasar modal, serta penyempurnaan regulasi kehati-hatian dan tata kelola IKNB. Selain itu, OJK juga akan menerapkan pengawasan berbasis risiko di sektor pasar modal, khususnya pengawasan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Teroris (APU-PPT) terhadap bank kustodian, penilai, dan akuntan publik, seperti dan dalam meningkatkan dan mengintegrasikan pertukaran data di sektor pasar modal dan IKNB.

Penguatan Ketahanan dan Daya Saing

Memperkuat tata kelola, manajemen risiko dan market conduct

  • Penguatan tata kelola dan manajemen risiko Penguatan penerapan tata kelola dan

Memperkuat permodalan dan akselerasi konsolidasi LJK

Kerangka Struktural 2021-2025: Meningkatkan Ketahanan dan Daya Saing Sektor Jasa Keuangan

Penguatan market conduct

Pengawasan terhadap perilaku pasar (atau disebut juga dengan penegakan disiplin pelaku pasar) dilakukan dalam rangka menjamin integritas Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) melalui penerapan prinsip perlindungan konsumen pada tahapan produk dan jasa. / atau siklus pelayanan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan masyarakat terhadap AMF (market trust). Dalam rangka memperkuat pengawasan perilaku pasar, OJK telah menyusun Peta Jalan Pengawasan Perilaku Pasar yang memuat program kerja untuk membangun pengawasan perilaku pasar yang handal. Dalam rancangan pedoman tersebut, OJK akan memperkuat pengaturan pengawasan perilaku pasar, infrastruktur pengawasan perilaku pasar, termasuk penyesuaian struktur organisasi, penguatan alat dan perlengkapan berupa perangkat pengawasan, pengembangan sistem informasi dan pengawasan pemantauan, penyusunan pedoman (termasuk perjanjian standar, rangkuman informasi dan produk layanan, pedoman periklanan jasa keuangan di media cetak/digital), serta penguatan kuantitas dan kualitas market behavior pemantauan sumber daya manusia.

Menyelaraskan (sinkronisasi) pengaturan dan pengawasan SJK dengan mengacu

Memperkuat pengawasan terintegrasi lintas sektor (cross cutting issues) dan

Pengembangan Ekosistem

Meningkatkan peran jasa keuangan untuk mendukung sektor ekonomi

OJK juga terus mendorong pembiayaan bagi keluarga kurang mampu melalui program Mekaar oleh PNM, penjaminan kredit melalui lembaga penjaminan, pembiayaan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui SMF, pembiayaan melalui pegadaian dan pembiayaan bagi UMKM berorientasi ekspor melalui LPEI. Keenam, OJK akan melanjutkan upaya penguatan peran lembaga penjaminan di pusat dan daerah untuk mendukung pembiayaan LJK bagi UMKM. Terakhir, OJK juga akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan pemberdayaan UMKM, khususnya yang fokus pada ekspor dan substitusi impor.

Pertama, OJK mendorong dan memfasilitasi penerbitan obligasi daerah untuk membiayai proyek-proyek di daerah yang memiliki multiplier effect. Kedua, OJK akan memberikan perhatian khusus pada skema penjaminan proyek pembangunan daerah. Terakhir, OJK akan mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya melalui BUMDes Pusat yang diperkuat oleh tiga pilar yaitu pilar kelembagaan dan pilar usaha (BUMDes yang sudah berbadan hukum didorong untuk mendirikan unit usaha berbasis potensi desa dengan memfasilitasi business match, sehingga dapat menjadi mesin perekonomian desa); pilar akses keuangan (optimalisasi kegiatan perekonomian masyarakat desa melalui ketersediaan akses keuangan pada BUMDes) dan pilar digitalisasi (selain berperan sebagai pemasok produksi masyarakat desa, BUMDes juga memfasilitasi masyarakat desa untuk mengakses pasar melalui pasar. platform yang dikembangkan melalui ekosistem BUMDes yaitu BUM -desa online).

Membangun integrasi SJK untuk meningkatkan nilai tambah Keuangan

Kelima, OJK mendukung terbentuknya ekosistem keuangan yang mencakup kerja sama antar LJK untuk melayani kebutuhan keuangan UMKM. Alokasi dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengembangan industri halal, termasuk pariwisata, energi baru terbarukan, serta makanan dan minuman, serta proyek infrastruktur jangka panjang. Untuk mendukung pertumbuhan Keuangan Syariah secara luas, OJK terus mendukung inisiatif BWM yang bertujuan untuk memberikan akses Keuangan Syariah bagi UMKM dan dalam jangka panjang memberdayakan UMKM agar mandiri dan tumbuh stabil.

OJK mengajak para pelaku pasar Keuangan Syariah untuk melakukan kampanye kepada masyarakat luas secara berkelanjutan. Selain itu, OJK akan mengambil beberapa kebijakan untuk mendorong LJK Syariah mendukung pengembangan kawasan industri halal. Bauran kebijakan ini diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi pusat Keuangan Syariah dunia dengan mengoptimalkan peluang Keuangan Syariah Indonesia dan populasi umat Islam yang besar.

SINERGI DAN INTERKONEKSI EKOSISTEM EKONOMI SYARIAH

  • Memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan
    • Perluasan akses keuangan
    • Meningkatkan literasi keuangan masyarakat Akselerasi tingkat literasi keuangan perlu
  • Memperkuat perlindungan konsumen SJK OJK akan memperkuat perlindungan konsumen
  • Mendorong percepatan pendalaman pasar keuangan
  • Mendukung ekspansi kegiatan usaha LJK untuk melakukan multi-activities business
  • Meningkatkan peran jasa keuangan dalam sustainable finance untuk

Untuk itu, OJK akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait melalui beberapa program utama seperti program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar); program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah); Program Inklusi Keuangan Syariah; dan perluasan jalur distribusi produk pasar modal dan NBFI. Selain mempercepat pembentukan, OJK akan menyiapkan peta jalan TPAKD yang menjadi pedoman pelaksanaan program TPAKD. Untuk meningkatkan inklusi keuangan, OJK akan mendorong pelaku pasar untuk menggunakan platform digital dalam menyediakan produk dan layanan keuangan untuk menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia.

Mengingat rendahnya tingkat inklusi keuangan di pasar modal, OJK akan mendorong percepatan pertumbuhan akses keuangan di pasar modal. Sebagai bagian dari upaya perlindungan konsumen dan masyarakat, OJK akan memperkuat Satgas Peringatan Investasi (SWI) untuk menyikapi aktivitas ilegal di OJK. Keempat, dalam rangka memperluas cakupan produk dan kegiatan Pasar Modal, OJK akan mendorong penggunaan platform pendanaan bersama, termasuk pengembangan Equity Crowdfunding dan Project Crowdfunding yang sudah ada.

Selain itu, OJK akan selalu berupaya meningkatkan integritas pasar dengan menegakkan disiplin pasar dengan memperhatikan perlindungan investor. Selain itu, OJK akan terus mengoptimalkan forum internasional seperti Sustainable Banking Network dan OECD-Tri Hita Karana Forum sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang berkelanjutan.

Akselerasi

Transformasi Digital

  • Mendorong inovasi dan akselerasi transformasi digital SJK
  • Mengembangkan pengaturan yang mendukung ekosistem sektor keuangan
  • Meningkatkan kapasitas SDM di SJK seiring dengan perkembangan industri
  • Memperkuat peran riset untuk mendukung inovasi dan transformasi digital SJK
  • Mengakselerasi penerapan pengawasan berbasis Teknologi Informasi (suptech) di

Berbagai kebijakan yang akan diterapkan ke depan adalah optimalisasi regulasi sandbox dan OJK Infinity, serta dukungan inovasi produk, layanan, dan model bisnis oleh LJK, termasuk melalui transformasi digital. Selain itu, diharapkan juga tercapai kerangka regulasi yang agile untuk pengembangan inovasi di SJK. Upaya peningkatan kapasitas SDM di LJK diharapkan dapat meningkatkan jumlah tenaga ahli yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi di LJK, meningkatkan kualitas kemampuan pegawai, pengelola dan pimpinan LJK dalam mengelola bisnis keuangan dan mengelola manajemen risiko dengan baik, serta serta membangun pemimpin LJK digital yang terampil mendukung percepatan transformasi digital.

Saat ini, penelitian untuk mendukung kebijakan yang mendorong transformasi digital dan inovasi pada produk, layanan, dan model keuangan masih sangat terbatas. Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat diarahkan untuk mempercepat percepatan transformasi digital dan mendorong inovasi di dalamnya. Hal ini antara lain dilakukan dengan menjajaki pemanfaatan teknologi baru pada produk, layanan, dan model bisnis keuangan, serta pengembangan metode pengawasan SJK (high-tech development dan regtech) serta penjajakan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SJK. kunci keberhasilan dalam melakukan transformasi digital. FSI dan regulator.

Peningkatan penelitian ini diharapkan dapat mendukung perumusan pendekatan dan perumusan kebijakan yang akan diambil OJK untuk mampu mendukung inovasi dan transformasi digital di SJK untuk mewujudkan SJK yang berdaya saing tinggi. Sejalan dengan percepatan transformasi digital SJK, OJK juga akan memperkuat pengawasan SJK untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Generasi Teknologi yang Diadopsi Otoritas Keuangan

Membangun sumber daya manusia pengawasan yang unggul di era digital

Ke depan, fokus penguatan kompetensi digital adalah membangun pengawas yang adaptif, berbasis risiko, tangkas, dan beragam keahlian. Selain itu, kerja sama OJK dengan organisasi internasional menjadi program utama dalam rangka peningkatan kapasitas SDM di OJK dan IJK.

Melakukan business process reengineering untuk peningkatan kualitas perizinan,

Kolaborasi dan Kerja Sama Antar Pemangku

Keuntungan yang didapat dari kerja sama ini adalah OJK mendapatkan gambaran utuh mengenai kerangka regulasi negara yang bersangkutan sehingga dapat mempengaruhi perekonomian negara berkembang seperti Indonesia. Ke depan, peningkatan kerja sama lokal, regional, dan global dalam isu stabilitas sistem keuangan diperlukan untuk mendukung terciptanya sistem keuangan yang stabil dan berketahanan untuk pertumbuhan IJK yang efektif dan efisien. Di tingkat bilateral, peningkatan kerja sama bilateral dengan regulator jasa keuangan luar negeri (dengan prinsip timbal balik) diharapkan dapat memperkuat sarana pemantauan, pengaturan dan perizinan LJK lintas negara.

Memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tingkat nasional, regional, dan internasional. Menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan memerlukan kerja sama dan integrasi antara OJK dan lembaga-lembaga di Indonesia, serta kerja sama antara OJK dan lembaga internasional. Mengingat OJK dan mitra lain seperti BI dan kementerian/lembaga terkait mempunyai permasalahan lintas sektoral terkait stabilitas sistem keuangan, maka kerja sama di tingkat nasional menjadi sangat penting dalam mencegah terjadinya permasalahan yang dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan Indonesia. memengaruhi.

Untuk itu, OJK bersama Kementerian Keuangan, BI, dan LPS akan terus berkoordinasi dalam KSSK untuk mencegah dan menangani krisis sistem keuangan guna mewujudkan kepentingan dan ketahanan negara di bidang perekonomian. SJK Perjanjian Tingkat Layanan SLA Sektor Jasa Keuangan SMF Sarana Multigriya Keuangan SNKI Strategi Nasional Keuangan Inklusif SNLKI Strategi Nasional Literasi Keuangan.

Referensi

Dokumen terkait

INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011.. Perkembangan sektor keuangan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan perekonomian. Turunnya harga minyak pada awal tahun 1980-an mempengaruhi

Ashinta Sekar Bidari, S320811003, 2013, Politik Hukum Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan Sebagai Lembaga Pengawas Sektor Perbankan di Indonesia, Tesis : Program

Rincian Pertanyaan Peserta dan Jawaban Panitia pada acara penjelasan PENGADAAN JASA KONSULTANSI PERENCANA REVISI MASTER PLAN RSUP DR?. HASAN SADIKIN BANDUNG TAHUN

Pengadaan Jasa Jasa Konsultansi Review Master Plan pada Satuan Kerja Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan secara elektronik

FUNGSI DAN KEWENANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM KEGIATAN JASA KEUANGAN DISEKTOR PERBANKAN (STUDI PADA OTORITAS JASA KEUANGAN CABANG

Oleh karena itu, beberapa strategi yang perlu dilakukan Indonesia untuk meningkatkan daya saing sektor jasa konstruksi adalah penentuan negara mitra prioritas yang

Pada Pasal 5 dan 6 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2014 Tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan bahwa BMDP sebagai Lembaga

kegiatan jasa keuangan di sektor Perasuransian, Dana Pensiun, Dalam hal penyidikan Otoritas Jasa Keungan juga memiliki peran Dalam hal penyidikan terhadap tindak pidana jasa keuangan