• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masyarakat Kaya Masyarakat Miskin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Masyarakat Kaya Masyarakat Miskin"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Judul yang dipilih adalah Hubungan Sosial Ekonomi (Studi Pada Masyarakat Kaya dan Masyarakat Miskin di Desa Tongko Kabupaten Enrekang. Penelitian yang mengkaji hubungan sosial ekonomi masyarakat kaya dan miskin dalam proses interaksi sosial di Desa Tongko Kabupaten Enrekang membahas telah belum pernah dilakukan, namun ada beberapa penelitian yang dapat dijadikan bahan referensi.

Kesenjangan Sosial Ekonomi Masyarakat Miskin a. Kesenjangan Sosial Ekonomi

Unsur-unsur tersebut adalah: Komunitas adalah orang-orang yang hidup bersama; Campur selama beberapa waktu; Mereka menyadari bahwa mereka adalah satu; Mereka adalah sistem untuk hidup bersama. Dari beberapa pernyataan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa society artinya berpartisipasi atau berpartisipasi, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut society. Dapat dikatakan bahwa masyarakat adalah sekelompok orang yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial.

Masyarakat Kaya

Namun sebaliknya, jika kita menganggap kaya itu baik, maka akan muncul fakta yang menunjukkan bahwa kaya itu baik.

Landasan Teori Sosiologi a. Teori Konflik

Selain itu, masuknya budaya asing yang negatif seringkali menjadi penyebab konflik sosial. Pendekatan fungsional memandang masyarakat sebagai suatu kesatuan yang didasarkan pada konsensus para anggotanya terhadap nilai-nilai sosial tertentu.

Kerangka Pikir

Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Informan Penelitian

Informan kunci adalah orang yang mengetahui secara lengkap dan mendalam informasi yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian.

Fokus Penelitian

Ketimpangan sosial adalah ketimpangan distribusi (ketidakadilan dan ketimpangan) yang dialami individu dan kelompok yang dianggap penting dalam suatu masyarakat serta ketimpangan evaluasi dan eksklusi berdasarkan posisi sosial dan gaya hidup.

Instrumen Penelitian

Lembar observasi merupakan petunjuk rinci tentang langkah-langkah melakukan observasi, dimulai dengan rumusan masalah, kerangka teori untuk menguraikan perilaku yang akan diamati, tata cara dan teknik pencatatan serta kriteria analisis dan interpretasinya. Dengan kata lain lembar observasi merupakan daftar kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati. Daftar periksa adalah daftar yang berisi topik dan aspek yang akan diamati.

Checklist dapat menjamin peneliti mencatat setiap peristiwa, sekecil apapun, yang dianggap penting (Sukmadinata, 2006).Berbagai aspek tindakan biasanya dimasukkan dalam checklist, sehingga pengamat hanya tinggal memberi tanda centang (ü) pada masing-masing aspek sesuai dengan kebutuhan. ke terhadap hasil pengamatan mereka. .

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi

Artinya peneliti akan mengamati secara langsung hubungan sosial ekonomi antara masyarakat kaya dan miskin, dan selain itu peneliti akan mengamati fenomena sosial ekonomi masyarakat kaya dan miskin juga dari sudut pandang hubungan sosial. Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan terhadap informan mengenai hubungan sosial ekonomi masyarakat kaya dan miskin serta fenomena sosial ekonomi masyarakat kaya dan miskin. Proses atau teknik wawancara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara terstruktur.

Selain wawancara dan observasi, pengumpulan data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi.

Teknik Analisis Data

Teknik Keabsahan Data

Triangulasi temporal digunakan untuk memvalidasi data terkait perubahan proses dan perilaku manusia yang berubah seiring waktu. Untuk memperoleh data yang valid melalui observasi, peneliti harus melakukan observasi, bukan hanya satu kali observasi. Triangulasi sumber data dilakukan untuk memverifikasi keabsahan data dengan cara memverifikasi data yang diperoleh dari berbagai sumber.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, peneliti dituntut untuk menjunjung tinggi dan memelihara tanggung jawab tindakan dan pelaksanaannya dalam penelitian.

Deskripsi Umum Kabupaten Enrekang Sebagai Daerah Penilitian 1. Sejarah Singkat Kabupaten Enrekang

Kondisi Geografi dan Iklim

Batas wilayah kabupaten ini di utara dengan kabupaten Tana Toraja, di timur dengan kabupaten Luwu dan Sidrap, di selatan dengan kabupaten Sidrap, dan di barat dengan kabupaten Pinrang. Musim di Kabupaten Enrekang hampir sama dengan musim di daerah lain di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu musim hujan dan musim kemarau, dimana musim hujan terjadi pada bulan November-Juli sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Agustus-Oktober. Pada tahun 2010, di Kabupaten Enrekang, jumlah hari hujan terbanyak tercatat di Stasiun 401 B Maiwa dengan jumlah hari hujan sebanyak 218 hari, curah hujan tercatat sebesar 3.456 mm3, disusul Stasiun 399 D Alla dengan jumlah hari hujan sebanyak 167 hari hujan dan hujan. . sebesar 2.611 mm3, kemudian di stasiun 4001 Cendana dengan hari hujan 139 hari, dan tercatat curah hujan 3.154 mm.

Topografi, Geologi dan Hidrologi

Sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama karena Kabupaten Enrekang terletak di daerah pegunungan dan iklimnya cocok untuk bercocok tanam.Pertanian yang berkembang terfokus pada produk sayuran seperti kubis, tomat, bawang merah dan kentang. Geologi daerah Enrekang berada pada Zona Mandala Sulawesi Barat, terletak di antara dua sesar terangkat yang memanjang hampir utara-selatan berupa perbukitan kapur Formasi Makale yang sangat terjal di bagian barat, dan perbukitan tinggi Gunung Latimojong di bagian barat. bagian timur kawasan Enrekang. Pada bagian tengah yaitu diantara kedua ketinggian tersebut terdapat arus sungai yang biasanya mengalir dalam anak-anak sungai dari timur dan timur laut ke selatan dengan pola aliran dendritik dan semi paralel menuju sungai utama yaitu Sungai Mataallo yang mengalir dari utara. ke selatan.

Secara umum aliran sungai di daerah penelitian dikendalikan oleh adanya uplift dan sesar mendatar akibat tektonik, sehingga menyebabkan sisi sinklin umumnya memiliki kemiringan yang relatif landai, sedangkan sisi antiklin umumnya memiliki kemiringan yang relatif landai. kemiringan stratanya sangat curam, sehingga pola struktur di daerah penyelidikan dapat dengan mudah diikuti.

Deskripsi Tentang Desa Tongko Sebagai Latar Penelitian 1. Sejarah Singkat Desa Tongko

  • Tingkat Pendidikan
  • Mata Pencaharian
  • Sosial, Budaya dan Ekonomi
  • Kehidupan Keberagamaan

Sistem pengetahuan, walaupun wilayah Desa Tongko jauh dari ibukota Kabupaten, namun masyarakat Desa Tongko merupakan masyarakat yang ingin maju, buktinya mereka terbuka dan menerima segala informasi dan teknologi yang masuk ke wilayahnya. Tanaman pertanian yang umum di desa Tongko adalah kentang, kubis dan tomat, ini merupakan hasil pertanian utama di desa Tongko. Sistem sosial/kemasyarakatan Secara umum sistem kemasyarakatan di Desa Tongko secara umum mengikuti pola yang sama dengan daerah lain.

Sistem bahasa masyarakat, Desa Tongko merupakan desa yang masyarakatnya majemuk dan sosial, sehingga interaksinya memerlukan bahasa, bahasa ibu masyarakat Desa Tongko adalah Duri.

Terjadinya kesenjangan sosial ekonomi terhadap masyarakat miskin Pada era globalisasi saat ini tuntunan hidup semakin tinggi di tengah

Gaya hidup didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasi berdasarkan cara orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungan mereka (minat), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka (pendapat). Perbedaan gaya hidup antara orang kaya dan miskin sangat menonjol, hal ini terlihat dari kemewahan hidup orang kaya yang tidak sebanding dengan kehidupan orang miskin sehingga menyebabkan mereka menutup diri dari komunikasi dengan orang kaya. Berkaitan dengan kekayaan yang terkesan menonjol, membuat masyarakat miskin terkucil dari masyarakat kaya, karena kurangnya komunikasi, dan masyarakat miskin selalu menghindar dari masyarakat kaya.

Kemewahan kehidupan orang kaya terlihat dari kendaraan pribadi yang sering digunakan orang kaya, seperti mobil.

Faktor Penyebab Terjadinya Kesenjangan Sosial Ekonomi di Desa Tongko

Dampak terjadinya kesenjangan sosial di desa tongko

Jenjang pendidikan adalah jenjang pendidikan formal yang diperoleh seseorang, terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003: Pasal 13). Akibat kesenjangan sosial ekonomi yang ada, hal ini menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di desa Tongko. Rendahnya tingkat pendidikan ini terjadi karena kurangnya sumber daya yang membuat mereka putus sekolah dan lebih memilih berhenti sekolah, mereka lebih memilih bekerja dan membantu orang tua di kebun dibandingkan harus bersekolah, hal inilah yang menjadi penyebab rendahnya pendidikan. orang tua tidak mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan anak – anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, kurangnya dukungan orang tua terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi membuat anak tidak termotivasi untuk mengikuti proses pendidikan.

Hubungan Sosial Ekonomi Masyarakat Kaya dan Miskin di Desa Tongko Kabupaten Enrekang

Hubungan Sosial Ekonomi

Terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara masyarakat kaya dan miskin, yang mengakibatkan kurangnya komunikasi antara kedua kelompok tersebut, sehingga hubungan dalam masyarakat tidak terjalin dengan baik. Hal inilah yang membuat interaksi atau hubungan sosial antara masyarakat kaya dan miskin tidak terjalin dengan baik. Ketidakpedulian masyarakat kaya terhadap masyarakat miskin disebabkan oleh kurangnya komunikasi sehingga tidak dapat terjalin hubungan sosial yang baik.

Hubungan sosial ekonomi antara masyarakat kaya dan miskin di Desa Tongko tidak terjalin dengan baik karena kurangnya komunikasi dan kesenjangan.

Dampak Kurangnya Hubungan Sosial Antara Masyarakat Kaya dan Miskin di Desa Tongko

Kejadian tersebut diperkuat dengan adanya sebuah teori yaitu teori konflik sosial seperti yang dikemukakan oleh Digilamo dalam Wirawan (2009: 5) bahwa “konflik adalah suatu proses yang bermula ketika seorang individu atau suatu kelompok merasakan adanya perbedaan di antara mereka. dan lain-lain dan berlawanan. orang atau kelompok sesuai dengan kepentingan dan sumber daya, kekuasaan, kepercayaan, nilai-nilai atau adat istiadat yang penting bagi mereka.” Namun hal ini masih jauh dari harapan masyarakat desa Tongko karena sering terjadi konflik/kontradiksi antara kelompok kaya dan kelompok. masyarakat miskin, menjadikan hubungan antara kedua kelompok tidak terjalin dengan baik. Konflik/kontradiksi sering terjadi pada masyarakat desa Tongko karena hubungan sosial yang tidak terjalin dengan baik.

Suatu keadaan dimana keinginan atau keinginan antara orang kaya dan orang miskin berbeda atau berlawanan, sehingga salah satu atau keduanya menjadi terganggu.

Solusi Alternatif Untuk Memperbaiki Hubungan Kedua Kelompok Masyarakt Desa Tongko

Solusi Alternatif

Selain banyaknya penyebab konflik, perbedaan latar belakang kedua belah pihak menimbulkan konflik, perbedaan kepentingan antar individu dalam kelompok/masyarakat, yang kesemuanya saling bertentangan dalam realitas sosial yang kompleks. Konflik bukanlah sesuatu yang harus dihindari, konflik dianggap sebagai momok yang menakutkan dalam kehidupan organisasi, dipandang sebagai suatu dinamika dalam setiap aktivitas, organisasi akan mati dan dengan adanya konflik organisasi akan hidup dan berkembang. Bagian dari proses pemecahan masalah adalah pengambilan keputusan, yang diartikan sebagai pemilihan solusi terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia (Hunsaker, 2005).

Salah satu alternatif untuk meningkatkan hubungan masyarakat kaya dan miskin di Desa Tongko adalah dengan memperbaiki proses interaksi antara masyarakat kaya dan miskin, dimana interaksi tersebut merupakan hubungan sosial yang meliputi hubungan antar kelompok, kelompok manusia, maupun antara individu dengan manusia. kelompok.

Pencapaian Kebersamaan Sosial Ekonomi Masyarakat Kaya dan Miskin

Teori Konflik

Tidak hanya itu sumber daya, khususnya sumber daya ekonomi yang ada di masyarakat, akan menimbulkan persaingan antar pelaku ekonomi yang bersaing memperebutkan sumber daya tersebut; Pernyataan ini juga berkaitan dengan permasalahan yang muncul ketika orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin.

Teori Struktural Fungsional

Begitu pula dengan masyarakat kaya dan masyarakat miskin, perubahan juga diharapkan karena tidak dapat dipungkiri bahwa sifat mereka sebagai makhluk sosial adalah saling membutuhkan atau saling melengkapi dalam segala hal untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Kesenjangan sosial ekonomi masyarakat di Desa Tongko Kabupaten Enrekang disebabkan oleh perbedaan yang sangat mencolok antara masyarakat kaya dan miskin. Hubungan sosial ekonomi antara kaya dan miskin di Desa Tongko belum terjalin dengan baik karena adanya perbedaan yang sangat mencolok.

Perbedaan tersebut terlihat dalam kehidupan sehari-hari seperti gaya hidup dan tingkat pendidikan antara masyarakat kaya dan miskin yang sangat berbeda sehingga mengakibatkan kurangnya komunikasi dan interaksi antara masyarakat kaya dan miskin di Desa Tongko.

Saran

Referensi

Dokumen terkait

(3) Program pemberdayaan masyarakat miskin dilakukan oleh perusahaan sebagai. bentuk tanggungjawab sosial

Ekspresi Sosial Orang Kaya Baru Masyarakat Pesisir Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.. Achmad Aunur Rachim; 080910302020: 135 halaman; Program

menyelesaikanskripsidenganjudul “Studi Perbandingan Pola Konsumsi Rumah Tangga Kaya Dan Miskin Di Kota Medan.” Adapun skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh

Ada beberapa alasan dasar atas meluas- nya gap informasi antara masyarakat yang kaya informasi (the information rich) dengan masya- rakat miskin informasi (the information

Perbedaan dalam lingkup sosial ekonomi antara lain kaya dan miskin, pekerja dan pengangguran, mereka yang mempunyai rumah dan mereka yang hanya tidur dijalanan

Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat melalui usaha ekonomi produktif bagi masyarakat miskin di Kampung KB Prawirodirjan ini, akan menjadi komitment kami bersama-sama warga

Skripsi berjudul “Ekspresi Sosial Orang Kaya Baru Masyarakat Pesisir Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan”, telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Ilmu Sosial

Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi | Vol 13 No 1| pISSN: 1978 –192X eISSN: 2654-9344 64 Solidaritas Sosial dalam Marginalisasi Masyarakat Miskin Studi di Dusun Kentheng Kota Surakarta