Nama : Husnul Khatimah Syahruddin NIM : D121201026
MASYARAKAT MADANI DAN KESEJAHTERAAN UMAT 1. Masyarakat Madani
Masyarakat madani secara harfiah berarti masyarakat kota yang sudah tersentuh oleh peradaban maju atau disebut juga civil society (masyarakat sipil). Adapun masyarakat madani berasal dari bahasa Arab zaman Rasulullah s.a.w. yang artinya juga sama dengan masyarakat kota yang sudah disentuh oleh peradaban baru (maju), lawan dari masyarakat madani adalah masyarakat atau komunitas yang masih mengembara yang disebut badawah atau pengembara (badui).
2. Karakteristik Masyarakat Madani
Masyarakat madani dalam pandangan lslam adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan yang maju dalam penguasaan iptek. Masyarakat madani yang menjadi sentral idealisme yang diharapkan oleh masyarakat seperti yang tercantum dalam QS. Saba’/34:15,
ّب َر ّو ٌةَِبّيَط ٌةَدْلَِبۗ ٗهَل ا ْوُرُكْشا َو ْمُكِّب َر ِق ّْزّر ْنِم ا ْوُلُك ۗە ٍلاَم ِش ّو ٍنْيِمّي ْنَع ِن ٰتّنَجۚ ٌةَيٰا ْمِهِنَكْسَم ْيِف ٍاَِبَسِل َناَك ْد
َقَلٌر ْوُفَغ
Artinya: “Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”
3. Peranan Umat lslam dalam Mewujudkan Masyarakat Madani
Peranan umat lslam itu dapat direalisasikan melalui jalur hukum, sosial-politik, ekonomi, dan yang lain. Sistem hukum, social-politik, ekonomi dan yang lain di lndonesia, memberikan ruang kepada umat lslam untuk menyalurkan aspirasinya secara konstruktif bagi kepentingan bangsa secara keseluruhan.
4. Etos Kerja
Etos kerja adalah totalitas kepribadian diri dan cara mengekspresikan, memandang, meyakini, dan memberikan makna tentang sesuatu pekerjaan yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal. (Toto Tasmara: 20). Etos kerja mencerminkan nilai kerohanian yang membentuk kepribadian dan terekpresikan melalui sikap dan perilaku produktif. Bagi umat lslam, sifat etos kerjanya adalah etos kerja lslami' yang dilandasi oleh ajaran Al-Qur'an dan Al-Sunnah.
5. Kesejahteraan Umat
Kesejahteraan umat merupakan keadaan masyarakat yang sejahtera. Prinsip kesejahteraan umat yaitu, jangan mengeksploitasi orang lain, yang diberi kelebihan rezeki, hendaknya menyalurkan sebagian untuk orang lain, dalam harta mereka, terdapat hak orang lain, bisikan yang paling baik: mengajak bersedekah, berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia, Dari prinsip tersebut, hubungan masyarakat madani dengan kesejahteraan masyarakat diwujudkan dengan sistem ekonomi Islam.
6. Zakat dan Wakaf
Zakat adalah salah satu bentuk distribusi kekayaan di kalangan umat lslam sendiri, dari golongan umat yang kaya kepada golongan umat yang miskin, agar tidak terjadi jurang pemisah antara golongan kaya dan golongan miskin, serta untuk menghindari penumpukan kekayaan pada golongan kaya saja. Zakat terbagi atas dua, yaitu zakat mal dan zakat fitrah.
Wakaf adalah kata yang berasal dari kata kerja waqofa (fiil madi), yaqifu (fiil mudori’), waqfan (isim masdar) yang berarti berhenti atau berdiri. Sedangkan wakaf menurut syara’
adalah menahan harta yang mungkin diambil manfaatnya tanpa menghabiskan atau merusakkan bendanya (lainnya) dan digunakan untuk kebaikan.