Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi yang di berikan oleh
Bapak FADJAR SHADEK, M.Kom
Disusun oleh:
MUHAMAD IQBAL 18020060
i
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Yang paling utama penulis panjatkan puji syukur atas hidayah dan rahmat yang telah Allah berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Dan shalawat serta salam mudah-mudahan Allah curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW dan semoga kita semua tergolong dalam umatnya. Aamiin.
Ucapan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena dengan kuasaNYA telah memberikan pencerahan dan kemampuan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah yang penulis buat bukanlah makalah yang bagus, maka dari itu jika terdapat kesalahan, penulis mohon maaf yang sebesar- besarnya. Kesempurnaan adalah milik Allah SWT semata semoga makalah ini ada manfaatnya
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Cilegon, 7 Januari 2021
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Pengertian Analisis Perancangan Sistem Informasi ... 1
1.2 Konsep Dasar Sistem Informasi ... 2
1.3 Tujuan Sistem Informasi ... 2
1.4 Karakteristik Sistem Informasi ... 3
1.5 Klasifikasi Sistem Informasi ... 5
A. Sistem Abstrak(Abstract System) dan Sistem Fisik(Physical System) ... 5
B. Sistem Alamiah(Natural System) dan Sistem Buatan Manusia(Human Made System) ... 5
C. Sistem Tertentu(Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu (Probabilistic System) ... 5
BAB II PEMBAHASAN ... 6
2.1. Konsep Dasar Data dan Informasi ... 6
A. Pengertian Data Menurut Para Ahli ... 6
B. Pengertian Informasi Menurut Para Ahli ... 6
C. Transformasi Data Menjadi Informasi ... 6
D. Siklus Pengolahan Data Menjadi Informasi ... 7
E. Operasi-operasi yang Dilakukan Dalam Pengolahan Data ... 7
F. Kualiatas Informasi ... 8
G. Nilai Informasi ... 9
H. Informasi Dan Tingkat Manajemen ... 9
2.2. Konsep Dasar Sistem Informasi ... 10
A. Definisi Sistem Informasi ... 10
B. Manfaat Sistem Informasi ... 10
C. Komponen Sistem Informasi ... 11
D. Kegiatan Sistem Informasi ... 12
2.3. Tujuan Umum Pembangunan Sistem Informasi ... 12
iii
A. Perlunya Pengembangan Sistem ... 12
B. Prinsip Pengembangan Sistem ... 14
C. Tahapan Pengembangan Sistem ... 14
a. Perencanaan Sistem(System Planning) ... 15
b. Analisa Sistem(System Planning) ... 15
c. Perancangan Sistem(System Design) ... 17
d. Evaluasi Dan Seleksi Sistem(Selection System) ... 17
e. Perencanaan Sistem Secara Khusus(System Design) ... 19
Perancangan Input ... 19
Perancangan Proses Sistem ... 19
Perancangan Database ... 21
f. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem(System Implementation & Miantenannce) ... 22
Menerapkan Rencana Implementasi ... 22
Melakukan Kegiatan Implementasi ... 22
Tindak Lanjut Implementasi ... 22
Pemeliharaan Sistem ... 23
D. Metodologi Pengembangan Sistem ... 23
Klasifikasi Metodologi Pengembangan Sistem ... 24
Teknik dan Alat Pengembangan Sisitem ... 24
2.4. Tim Pengembangan, Analisa dan Programmer Sistem ... 25
1. Manajer analis sistem ... 25
2. Ketua Analis Sistem(Lead Systems Analyst) ... 26
3. Analis Sistem Senior(Senior Systems Analyst) ... 26
4. Analis Sistem(Junior Systems Analyst) ... 26
5. Pemrogram Aplikasi Senior(Senior Applications Programmer) ... 26
6. Pemrogram Aplikasi(Application Programmer) ... 26
7. Pemrogram Aplikasi yunior(Junior Applications Programmer) ... 27
Analisa dan Programmer Sistem ... 27
Tugas dan Tanggung jawab Sistem Analisa ... 27
Pengetahuan dan Keahlian Analisa Sistem ... 28
Tugas & Tanggung Jawab Programmer ... 28
iv
BAB III PENUTUP ... 29 Kesimpulan ... 29 DAFTAR PUSTAKA ... 30
1
BAB I Pendahuluan
Informasi dapat dibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalamtubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan akibat bila kurang mendapatkan infomasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya sehingga dalam mengambil keputusan- keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bemanfaat atau berarti (sistemterlalu banyak data).
Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effecive business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.
1.1. Pengertian Analisis Perancangan Sistem Informasi
Dikutip dari situs Sumber: brainly.co.id, analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsirkan maknanya.
Dikutip dari situs core.ac.uk, perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisis, menilai memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik sistem fisik maupun non fisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada.
2
Sedangkan menurut Mc Leod, sistem informasi menurut adalah suatu sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi.
Sistem Informasi juga dapat didefinisikan sebagai berikut:
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan danatau untuk mengendalkan organisasi.
c. Suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
1.2. Konsep Dasar Sistem Informasi
Suatu sistem terdiri dari komponen- komponen, yaitu pekerjaan, kegiatan, misi atau bagian-bagian sistem yang dibentuk untuk mewujudkan tujuan. Untuk komponen misi atau tujuan, seringkali sukar untuk dilihat.
Untuk menganalisis atau merencanakan sebuah sistem, seorang analis/perancang sistem harus mengerti terlebih dahulu mengenai: komponen- komponen atau elemen-elemen atau subsistem-subsistem dari suatu sistem tersebut karena sering sekali seorang analis terlalu memusatkan perhatian hanya pada satu komponen sistem, yang berarti dia telah mengambil tindakan yang mungkin tidak efektif, karena beberapa komponen yang penting diabaikan.
1.3. Tujuan Sistem Informasi
Tujuan suatu sistem informasi yaitu untuk mencapai tujuan(goal) atau mencapai suatu sasaran(target usaha/objectives) dimana goal meliputi ruang lingkup yang luas sedangkan objectives meliputi ruang lingkup yang sempit, sehingga berhasil atau
3
tidaknya teknologi informasi tersebut sangat bergantung kepada analisis dan perancangan sistem dari organisasi tersebut.
1.4. Karakteristik Sistem Informasi Komponen (components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen- komponen dapat terdiri dari beberapa subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Batas sistem (boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistemdipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
Lingkungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara, sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem.
Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumbar- sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi nasukan (input) untuk subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk mengintegrasıkan subsistem- subsistem menjadi satu kesatuan.
4
Masukan (input)
Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
Keluaran (output)
Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan- laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan bersila bila mengenai sasaran atau tujuannya.
5
1.5. Klasifikasi Sistem Informasi
A. Sistem Abstrak(Abstract System) dan Sistem Fisik(Physical System)
Sistem abstrak adalah "sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik". (Contoh : Sistem Teologia).
Sistem fisik adalah "sistem yang ada secara fisik". (Contoh : Sistem Komputer).
B. Sistem Alamiah(Natural System) dan Sistem Buatan Manusia(Human Made System)
Sistem alamiah adalah "sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat manusia". (Contoh : Sistem Perputaran Bumi).
Sistem buatan manusia adalah "sistem yang dirancang oleh manusia dan melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin". (Contoh : Sistem Informasi).
C. Sistem Tertentu(Deterministic System) dan Sistem Tak Tentu(Probabilistic System)
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah- laku sudah dapat diprediksi, interaksi yang diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan (Contoh : Sistem Komputer.
Sistem tak tentu adalah "sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas".
6
BAB II Pembahasan
2.1. Konsep Dasar Data dan Informasi
A. Pengertian Data menurut para ahli:
Pengertian Data menurut McLeod data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang secara relatif tidak berarti bagi pemakai.
Pengertian Data menurut Davis, data adalah kelompok teratur simbol- simbol yang mewakili kuantitas, tindakan, benda dan sebagainya.
Pengertian Data menurut Jogiyanto "Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Menurut Kadir “Data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain- lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan, karakter, atau simbol)".
B. Pengertian Informasi menurut para ahli:
Menurut Davis bahwa Informasi adalah data sebuah bentuk yang berguna bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. yang telah diolah menjadi bermanfaat dalam mengambil keputusan saait ini atau mendatang.
Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya".
C. Transformasi Data Menjadi Informasi
Dibawah ini gambar transformasi data menjadi informasi
7
D. Siklus Pengolahan Data Menjadi Informasi
Siklus Pengolahan Data adalah masa atau waktu yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan, dibawah ini merupakan gambar dari Siklus Pengolahan Data.
E. Operasi-operasi yang Dilakukan Dalam Pengolahan Data
a. Operasi-operasi yang dilakukan dalam pengolahan data input antara lain:
Recording transaction data ke sebuah pengolahan data medium (contoh, punching number ke dalam kalkulator);
Coding transaction data ke dalam bentuk lain (contoh, converting atribut kelamin female ke huruf F).
Storing data or information untuk pengambilan keputusan (potential information for future).
Input
Dat a
Input
Input
Keputusan
Tindakan Penerima Input
8
b. Operasi-operasi yang dilakukan dalam pengolahan data output antara lain:
Displaying result, menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.
Reproducing, penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
Telecommunicating, penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi
F. Kualiatas Informasi
Suatu Informasi dikatakan berkualitas apabila pertama, relevan(relevancy) berarti informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya tentunya relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda
Kedua akurat(accuracy) berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, harus bebas dari kesalahan- kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. Ketidak akuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data asli tersebut
Ketiga tepat waktu (timeliness) berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.
9
Gambar Informasi Dan Tingkat Manajemen G. Nilai Informasi
Suatu informași dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungaņnya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya: Pengukurannya dapat menggunakan cost effectiveness atau cost benefit.
H. Informasi Dan Tingkat Manajemen Informasi Strategis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal (tỉndakan pesaing, langganan), rencana perluasan perusahaan dan sebagainya.
Informasi Taktis
Digunakan untuk mengambil keputusan jangka menengah, mencakup informasi trend penjualan yang dapat dipakai untuk menyusun rencana- rencana penjualan.
Informasi Teknis
Digunakan untuk keperluan operasional sehari-hari, informasi persedian stock, retur penjualan dan laporan kas harian.
10
2.2. Konsep Dasar Sistem Informasi A. Definisi Sistem Informasi
Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.
Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
B. Manfaat Sistem Informasi
Manfaat Sistem Informasi Pada Organisasi
Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi- transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
Manfaat Sistem Informasi Pada Organisasi
Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
Manfaat Sistem Informasi Pada Perusahaan
Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11
C. Komponen Sistem Informasi
Komponen-komponen Sistem Informasi antara lain:
Hardware; Terdiri dari komputer, periferal (printer) dan jaringan.
Software; Merupakan kumpulan dari perintah/fungsi yang ditulis dengan aturan tertentu untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas tertentu.
Software dapat digolongkan menjadi Sistem Operasi (Windows 95 dan NT), Aplikasi (Akuntansi), Utilitas (Anti Virus, Speed Disk), serta Bahasa (3 GL dan 4 GL).
Data; Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasiſkan informasi.
Prosedur; Dokumentasi prosedur/proses sistem, buku penuntun operasional (aplikasi) dan teknis.
Manusia; Yaitu yang terlibat dalam komponen manusia seperti operator, pemimpin sistem informasi dan sebagainya. Oleh sebab itu perlu suatu rincian tugas yang jelas.
Detail Komponen Sistem Informasi Meliputi:
a. Blok Masukan(Input Block); Meliputi, metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok Model(Model Block) ; · Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
c. Blok Keluaran(Output Block); · Berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas.
d. Blok Teknologi(Technology Block); · Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan
12
dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e. Blok Basis Data(Database Block); Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
f. Blok Kendali(Controls Block); Meliput masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan/kegagalan sistem.
D. Kegiatan Sistem Informasi
Kegiatan Sistem Informasi antara lain:
Input; Menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
Proses; Menggambarkan bagaimana suatu data di proses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
Output; Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses di atas tersebut.
Storage; Suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
Control; Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa sistem informasi tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
2.3. Tujuan Umum Pembangunan Sistem Informasi A. Perlunya Pengembangan Sistem
Berikut ini yang menyebabkan perlunya pengembangan sistem:
Adanya permasalahan(problem) yang timbul pada sistem yang lama.
Permasalahan yang timbul dapat berupa: Ketidak beresan, Pertumbuhan Organisasi, Untuk meraih kesempatan(opportunities).
Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya sehingga teknologi informasi tersebut dapat didayagunakan untuk meraih peluang dalam persaingan bisnis.
13
Adanya instruksi-instruksi(directives), yaitu instruksi dapat berasal dari pimpinan(dalam) ataupun dari pemerintah(luar).
Indikator-Indikator sistem yang mengalami masalah:
Keluhan pelanggan terhadap pelayanan.
Pelaporan yang salah/terlambat/sulit.
Pembayaran yang terlambat.
Biaya operasi yang tinggi.
Investasi yang tidak efisien.
Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
Waktu kerja yang berlebihan.
Kesalahan manual yang tinggi.
Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.
Dari hal-hal yang menyebabkan perlunya pengembangan sistem serta indikator-Indikator sistem yang mengalami masalah yang telah dijelaskan diatas, maka pengembangan sistem haruslah memberikan peningaktan dalam aspek:
P Performance (hasil kerja) I Information (kualitas)
E Evonomy (keuntungan, penurunan biaya) C Control(pengendalian kesalahan)
E Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya) S Services (pelayanan)
Sasaran kriteria penilaian sistem efektif dan efisien meliputi:
1. Relevance (sesuai kebutuhan).
2. Capacity (kapasitas sistem).
3. Efficiency (efisiensi sistem).
4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
5. Accessibility (kemudahan akses).
14
6. Flexibility (keluwesan sistem).
7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
8. Reliability (keandalan sistem).
9. Security (keamanan sistem).
10. Economy (nilai ekonomis sistem).
11. Simplicity (kemudahan sistem digunakan).
B. Prinsip Pengembangan Sistem
Setiap pengembangan sistem haruslah berpedoman pada:
Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi.
Investasi yang terbaik harus bernilai.
Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik.
Adapun pedoman kerja dan tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem dapat dilakukan dengan:
Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
Jangan takut membatalkan proyek.
Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.
C. Tahapan Pengembangan Sistem
Perencanaan sistem menyangkut estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan mendukung untuk dana yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem ini serta mendukung operasinya setelah diterapkan.
Perencanaan sistem sendiri terdiri dari:
Perencanaan jangka pendek meliputi periode 1 s.d. 2 tahun.
perencanaan jangka panjang meliputi periode sampai dengan 5 tahun
15
Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem bila tidak ada dapat juga dilakukan oleh departemen sistem.
Dalam pengembangan suatu sistem haruslah berpedoman pada tahapan- tahapan pengembangan sistem yang dapat dilihan pada gambar di bawah ini.
a. Perencanaan Sistem(System Planning) Poin-poin pada suatu perencanaan sistem
Mengkaji tujuan,perencanaan strategi dan taktik perusahaan Mengidentifikasikan proyek-proyek sistem.
Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem.
Menetapkan kendala proyak-proyek sistem.
Menentukan proyek-proyek sistem prioritas.
Membuat laporan perencanaan sistem meminta persetujuan manajemen.
b. Analisa Sistem(System Planning)
Analisa sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-
16
kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan- perbaikan. permasalahan-permasalahan,
Langkah-Langkah Dasar Tahap Analisa Sistem Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
Mengindentifikasikan penyebab masalah
Mengidentifikasikan titik keputusan dan
Mengidentifikasikan personil-personil kunci
Understand, Yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
Menentukan jenis penelitian
Merencanakan jadual penelitian
Mengatur jadwal wawancara
Mengatur jadwal observasi
Mengatur jadwal pengambilan sampel
Membuat penugasan penelitian
Membuat agenda wawancara
Mengumpulkan hasil penelitian
Analyze, Yaitu menganalisis sistem
Menganalisis kelemahan sistem
Menganalisis kebutuhan informasi pemakai
Report, Yaitu membuat laporan hasil analisis
Pelapora bahwa analisis telah selesai dilakukan.
Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen.
Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen.
17
Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.
c. Perancangan Sistem(System Design)
Perancangan sistem dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
Perancangan sistem secara umum/perancangan konseptual, perancangan logikal/perancangan secara makro
Perancangan sistem terinci/perancangan sistem secara phisik.
Adapun tahapan-tahapan perancangan sistem antara lain:
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
Persiapan untuk rancang bangun implementasi
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Termasuk menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen- komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
Tujuan utama perancangan sistem ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem serta untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli- ahli teknik lainnya yang terlibat.
d. Evaluasi Dan Seleksi Sistem(Selection System)
Merupakan tahap untuk memilih perangkat keras dan perangkat lunak untuk sistem informasi.
18
Tugas ini membutuhkan pengetahuan yang cukup bagi yang melaksanakannya supaya dapat memenuhi kebutuhan rancang- bangun yang telah dilakukan.
Pengetahuan yang dibutuhkan oleh pemilih sistem diantaranya adalah pengetahuan tentang siapa-siapa yang menyediakan teknologi ini, cara pemilikannya dsb.
Pemilih sistem juga harus paham dengan teknik-teknik evaluasi untuk menyeleksi sistem.
Langkah-Langkah Penyelesian dan Pemilihan Sistem:
1. Memilih penyedia teknologi, kebutuhan dari teknologi sistem dapat dikelompokkan dalam empat kategori:
Perangkat keras yang sifatnya umum
Perangkat keras yang spesifik untuk suatu aplikasi
Perangkat lunak yang sifatnya umum
Perangkat lunak yang spesifik untuk suatu aplikasi
2. Meminta proposal dari penjual
Terdapat beberapa penyedia produk dan jasa yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan dari sistem dan tidak semua penyedia teknologi ini akan dipilih, maka pemilih sistem perlu meminta proposal dari semua penyedia teknologi yang dipilih.
3. Menyaring penjual
Tidak semua proposal yang masuk akan dievaluasi semuanya.
Hanya proposal yang memenuhi syarat saja yang akan dievaluasi. Proposal yang tidak memenuhi syarat adalah proposal yang tidak sesuai.
4. Mengevaluasi penjual yang lolos saringan
19
Proposal yang telah lolos saringan lebih lanjut perlu dibandingkan satu dengan yang lainnya dan diranking untuk menentukan penjual mana yang direkomendasi. Sebelum itu perlu ditetapkan terlebih dahulu kriteria evaluasi yang akan dilakukan.
e. Perencanaan Sistem Secara Khusus(System Design)
Pada tahapan ini meliputi Perancangan Input, Perancangan Proses Sistem dan Perancangan Database.
PERANCANGAN INPUT
Tujuan dari Perancangan Input adalah:
• Untuk mengefektifkan biaya pemasukan data
• Untuk mencapai keakuratan yang tinggi
• Untuk menjamin pemasukan data dapat diterima dan dimengerti olehpemakai
Proses Input dapat melibatkan dua atau tiga tahapan utama, yaitu:
Data capture/Penangkapan data
Data preparation/Penyiapan data
Data entry/Pemasukan data
Adapun input yang menggunakan alat input tidak langsung, mempunyai 3 tahapan utama, yaitu: data capture, data preparation dan data entry.
Yang perlu diperhatikan dalam Perancangan Input adalah :
Tipe input
Fleksibel format
Kecepatan
Akurat
Metode verifikasi
20
Mudah dikoreksi
Keamanan
Mudah digunakan
Kompatibel dengan sistem yang lain
Biaya yang ekonomis
PERANCANGAN PROSES SISTEM
Tujuan dari Perancangan Proses Sistem adalah :
Untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehinggamenghasilkan informasi yang benar.
Untuk mengawasi proses dari sistem.
Perancangan Proses Sistem ini bisa digambarkan dengan:
Sistem Flowchart
DFD
Dll
Proses Sistem ini antara lain:
Real Time Process, adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama.
Sistem ini tidak memerlukan pengguna untuk mengontrolnya, ia bekerja secara otomatis.
Batch Process, adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch.
Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batch processing.
Online Process, adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari
21
kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk. Salah satu contoh penggunaan online processing adalah transaksi online.
Offline Process,
PERANCANGAN DATABASE
Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan databasesystem. Sistem basis data (database system) ini adalah suatu sisteminformasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya.
Tipe dari File Database:
1. File Master, berisi data yang tetap dimana pemrosesan terhadap data hanya pada waktu-waktu tertentu. Terdapat 2 tipe file master:
a. File Referensi, data yang tetap dimana pengolahan terhadap data tersebut memerlukan waktu yang lama.
b. File Dinamik, data yang ada dalam file berubah tergantung transaksi.
2. File Input/Transaksi, berisi data masukan yang berupa data transaksi dimana data-data tersebut akan diolah oleh komputer.
3. File Laporan, berisi informasi yang akan ditampilkan.
4. File Sejarah/Arsip, berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi disimpan untuk keperluan masa datang
5. File Backup/Pelindung, berisi salinan data-data yang masih aktif di database pada suatu waktu tertentu.
6. File Kerja/Temporary File, berisi data-data hasil pemrosesan yang bersifat sementara.
7. File Library, berisi program-program aplikasi atau utility program
22
f. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem(System Implementation
& Miantenannce)
Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan pada tahapan implementasi ini yaitu:
Menerapkan rencana implementasi
Rencana Implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama implementasi.
Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implemntasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya.
Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan.
Waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk skedul waktu.
Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu implementasi.
Melakukan kegiatan Implementasi
Pemilihan dan pelatihan personil Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Pemrograman dan pengetesan program.
Pengetesan sistem Konversi sistem
Tindak lanjut implementasi
Analis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru diimplementasikan
23
Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan sistem.
Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan sebelumnya.
Jika pada pengetesan sebelumnya aigunakan data test/semu, tapi pada pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.
Pemeliharaan Sistem
Beberapa peneliti perkiraan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan untuk pemeliharaan sistem dapat sebanyak 60 persen dari total waktu yang dihabiskan pada proyek sistem
D. Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur, konsep- konsep pekerjaan, aturan- aturan dan postulat-postulat yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya.
Metode adalah suatu cara/teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu.
24
Metodologi pengembangan sistem yang ada biasanya dibuat atau diusulkan oleh:
Penulis Buku
Peneliti
Konsultan System House
Pabrik Software
Klasifikasi Metodologi Pengembangan Sistem
1. Functional Decomposition Methodologies (Metodologi Pemecahan Fungsional)
HIPO (Hierarchy Input Process Output),
SR (Stepwise Refinement),
ISR (Iterative Stepwise Refinement),
Information Hiding.
2. Data Oriented Methodologies (Metodologi Orientasi Data) •
Data Flow Oriented Methodologies : SADT, Composite Design, SSAD
Data Structure Oriented Methodologies : JSD, W/o
3. Prescriptive Methodologies: ISDOS, PLEXSYS, PRIDE, SPEKTRUM
Teknik dan Alat Pengembangan Sisitem 1. Graphical tools
a. HIPO
b. Data Flow Diagram (DFD) c. Structure Chart
d. SADT e. Warnier/Orr f. Jakson's Diagram
2. Diagram Chart a. Activity Chart
25
b. Systems Flowchart
c. Program Flowchart (Program Logic Flowchart, Detailed Computer Program Flowchart)
d. Paperwork Flowchart / Form Flowchart Database Relationship Flowchart
e. Process Flowchart f. Gantt Chart g. Layout Charting
h. Personal Relationship Charting i. Working Distribution Chart j. Organization Chart
3. Technique Public
a. Teknik Manajemen Proyek (Penjadualan Proyek) b. CPM (Critical Path Method)
c. PERT (Program Evalution and Review Technique)
d. Fact Finding Technique (Mengumpulkan data dan menemukan fakta)
e. Interview, Observation, Questionaires, Sampling f. Cost Effectiveness Analysis / Cost Benefit Analysis g. Inspection and Walkthrough
h. Meeting
2.4. Tim Pengembangan, Analisa dan Programmer Sistem Tim Pengembangan Sistem antara lain:
1. Manajer analis sistem
Sebagai ketua/koordinator team
Mengarahkan, mengontrol dan mengatur anggota team
Membuat jadual pelaksanaan proyek
26
Bertanggung jawab dalam mendefinisikan masalah, studi kelayakan, disain sistem dan penerapan
Memberikan rekomendasi-rekomendasi perbaikan sistem
Membuat laporan kemajuan proyek
Mengkaji ulang dan memeriksa kembali hasil kerja dari team
2. Ketua Analis Sistem(Lead Systems Analyst)
Ketua analis sistem biasanya menjabat sebagai wakil dari manajer analis sistem. Tugasnya adalah membantu tugas dari manajer analis sistem dan mewakilinya bila manajer analis sistem berhalangan. Analis sistem senior.
3. Analis Sistem Senior(Senior Systems Analyst)
Analis sistem senior merupakan analis sistem yang sudah berpengalaman.
4. Analis Sistem(Junior Systems Analyst)
Analis sistem junior merupakan analis sistem yang belum berpengalaman dan masih membutuhkan bimbingan-bimbingan dari analis sistem yang lebih senior. Analis sistem junior ini sering juga disebut dengan analis sistem yang masih dilatih(systems analyst traing).
5. Pemrogram Aplikasi Senior(Senior Applications Programmer) Programer apliakasi senior merupakan pemrogram komputer yang sudah berpengalaman dengan tugas merancang spesifikasi dari program aplikasi dan mengkoordinasi kerja dari pemrogram lainnya.
Pemrogram aplikasi senior kadang- kadang juga disebut dengan pemrogram/analis.
6. Pemrogram Aplikasi(Application Programmer)
27
Programer aplikasi merupakan programer komputer yang cukup berpengalaman dan dapat melakukan tugasnys tanpa harus dibimbing secara langsung lagi.
7. Pemrogram Aplikasi yunior(Junior Applications Programmer) Programer aplikasi yunior merupakan pemrogram komputer yang belum berpengalaman dan masih dibawah bimbingan langsung dari pemrogram yang lebih senior.
Programer aplikasi yunior biasanya hanya dilibatkan pada pembuatan modul-modul program yang sederhana, seperti misalnya pembuatan bentuk-bentuk I/O.
Pemrogram aplikasi yunior ini sering juga disebut dengan pemrogram aplikasi yang masih dilatih (applications programmer trainee).
Analisa dan Programmer Sistem
Sistem analis adalah orang yang menganalisis sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan- kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi komputer).
Nama lainnya : system designer, business analyst, system consultant, system engineer, software engineer, sistem analyst programmer, information system engineer.
Programmer adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancangan yang dibuat oleh system analis(lebih memahami teknologi komputer).
Tugas dan Tanggung jawab Sistem Analisa
Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program komputer saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.
28
Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer.tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.
Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem.programer tetapi juga pemakai sistem dan manajer.
Pengetahuan dan Keahlian Analisa Sistem
Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi komputer dan pemograman komputer
Pengetahuan tentang bisnis secara umum Pengetahuan tentang metode kuantitatif
Ahli memecahkan masalah kompleks ke dalam masalah kecil serta
Memahami metodologi pengembangan sistem informasi
Tugas & Tanggung Jawab Programmer
Tanggungjawab pemrogram terbatas pada pembuatan program komputer.
Pengetahuan programer cukup terbatas pada teknologi komputer, sistem komputer, utilitas dan bahasa-bahasa program yang diperlukan.
Pekerjaan programer sifatnya teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program.
Pekerjaan programer tidak menyangkut hubungan dengan banyak orang, terbatas pada sesama pemrogram dan analis sistem yang mempersiapkan rancang bangun (spesifikasi) program.
29
BAB III Penutup
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pada saat memulai pembangunan sebuah sistem baik sistem baru dibentuk maupun peralihan sistem dari sistem yang lama ke sistem yang baru haruslah mengikuti tahapan- tahapan analisis sistem.
Jika itu tidak dilakukan maka yang terjadi adalah proses pembangunan akan berputar-putar dan memakan waktu yang sangat lama berbanding lurus dengan apa yang telah penulis alami dalam pembangunan sebuah sistem informasi.
Dengan mempelajari Mata Kuliah Analisa Perancangan Sistem Informasi ini menambah pengetahuan bagi penulis cara dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam pembangunan sistem informasi dikemudian hari.
30
Daftar Pustaka
Shadek, Tengku Fadjar. Materi Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi 2020.
https://brainly.co.id/tugas/8033313 (24 Oktober 2016)
https://core.ac.uk/download/pdf/19209778.pdf?repositoryId=458
http://ertie.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/49942/Perancangan+Siste m+Umum.pdf
https://www.gurupendidikan.co.id/perbedaan-batch-online-real-time- processing-method/ (31 Oktober 2020)