• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketidaknilaihan Keseptimewaan dalam Kehidupan

N/A
N/A
SEPTRIANA RACHMAWATI

Academic year: 2024

Membagikan " Ketidaknilaihan Keseptimewaan dalam Kehidupan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Apakah Kalian

Bahagia Hari

ini?

(2)
(3)

Senang Bertemu

dengan

Kalian

(4)
(5)

VIDEO

https://yout

u.be/NbbqkLI

rAyw

(6)

Bersama:

Ms Septriana Rachmawati

MENGEN AL

PERASAA

N GRE

EN

(7)
(8)
(9)

SENAN G

01 senang/se·nang/ a 1 puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa, dan sebagainya: ia menyelesaikan pekerjaan itu dengan --; hatiku --

kini setelah semua tugas

terselesaikan; 2 betah: saya selalu -- tinggal di daerah yang dingin; 3 berbahagia (tidak ada sesuatu yang menyusahkan, tidak kurang suatu apa dalam hidupnya): ia cukup -- dengan

kehidupannya sekarang; 4 suka;

gembira: dengan -- ia menyambut kelahiran bayinya; 5 sayang: orang tuanya -- kepada calon menantunya; 6 dalam keadaan baik (tentang kesehatan, kenyamanan, dan sebagainya): sudah beberapa hari ini saya merasakan tidak --; kami selalu dalam keadaan --; 7 mudah; serba mudah;

praktis: -- memakai kompor ini;-- di balik -- ,

ki marah; jengkel; -- hati, ki gembira dalam hati;

(10)

SEDIH 02 sedih

1

/se·dih/ n sedu; isak: tangis

dan --;

(11)

MARAH 03 marah

1

/ma·rah/ a sangat tidak senang (karena dihina, diperlakukan tidak sepantasnya, dan sebagainya); berang;

gusar: aku -- mendengar

ucapannya yang kasar itu; bangkit

(naik -- , timbul -- ), ki menjadi

marah;

(12)

TAKUT 04 takut/ta·kut/ a 1 merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana: anjing ini jinak, engkau tidak perlu --; 2 takwa;

segan dan hormat: hendaklah kita -- kepada Allah; 3 tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya): hari sudah malam, aku -- pulang sendiri; 4 gelisah; khawatir (kalau ...):digenggam -- mati, dilepaskan -- terbang, pb rasa gelisah, khawatir kacau- balau;-- bayang-bayang perasaan takut

tanpa alasan;

-- suntuk malam takut akan sampai

pada batas malam; takut kemalaman;

(13)

MALU 05 malu/ma·lu/ a 1 merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya): ia – karena kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu karena belum mandi; 2 segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, agak takut, dan sebagainya: murid yang merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kepada ulama; 3 kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu;-- bertanya sesat di jalan ( -- berdayung perahu hanyut; -- makan perut lapar), pb kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan; -- kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing), pb tidak sepatutnya kalau anak orang baik- baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh;

-- tercoreng pada kening, pb malu yang tidak dapat dihilangkan lagi karena sudah diketahui orang banyak; tidak tahu -- , ki tidak bermalu; tidak pernah merasa malu;-- besar malu yang amat sangat;

-- mata segan; hormat;

(14)

KAGET 06 kaget/ka·get/ /kagét/ a terperanjat;

terkejut (karena heran): Ibu sangat --

ketika mendengar berita tentang

kematian adiknya;

(15)

BANGG A

07 bangga1/bang·ga/ a besar hati; merasa gagah (karena mempunyai keunggulan): regu Indonesia boleh -- karena dapat mempertahankan piala Thomas;

(16)

TERIMA KASIH – SAMPAI BERJUMPA KEMBALI

Referensi

Dokumen terkait

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pentingnya pendidikan bagi perempuan Indonesia sebagai bekal hidup yang lebih bahagia sejahtera, berkualitas tinggi, dan

Mari dukung kaum remaja dan dewasa muda kita agar dapat membuat pilihan- pilihan gaya hidup yang dapat memberi mereka perasaan bahagia, yang tidak. akan mereka

Gangguan distimia memiliki onset pada usia muda, yaitu pada masa kanak-kanak dengan keluhan perasaan tidak bahagia yang tidak dapat masa kanak-kanak dengan keluhan perasaan

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pentingnya pendidikan bagi perempuan Indonesia sebagai bekal hidup yang lebih bahagia sejahtera, berkualitas tinggi, dan mandiri

Dokumen ini membahas tentang pentingnya bersyukur dalam kehidupan

Dokumen tersebut membahas tentang kesopanan ego dan bagaimana cara berpikir dapat berubah ketika seseorang mencapai keadaan

Dokumen ini menyatakan syukur kepada Allah SWT atas keharmonisan dan kesabaran yang ada dalam

Dokumen ini membahas tentang beberapa prinsip fisika yang terkait dengan gaya, usaha, dan