• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI SOSIOLOGI - MOBILITAS SOSIAL

N/A
N/A
Just Watch

Academic year: 2025

Membagikan "MATERI SOSIOLOGI - MOBILITAS SOSIAL"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Mobilitas Sosial

adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial yang lain dalam masyarakat.

Hasil perpindahan status sosialnya bisa menjadi lebih tinggi,

lebih rendah, bahkan tetap sederajat.

(2)

Kenapa bisa terjadi

mobilitas sosial?

(3)

Kenapa hasil perpindahannya berbeda-beda?

Status sosial seseorang bisa berubah karena beberapa faktor seperti pendidikan dan pekerjaan. Misalnya, seseorang dengan akses pendidikan yang baik bisa mendapat pekerjaan yang baik dan membawanya ke posisi sosial yang lebih tinggi. Sebaliknya,

ketika seseorang kehilangan pekerjaan atau kebangkrutan,

maka ia akan berpindah ke status sosial yang lebih rendah.

(4)

Sebab mobilitas sosial terbagi menjadi beberapa bentuk. Nah, terjadinya bentuk- bentuk itu tidak terlepas dari adanya faktor pendorong dan penghambat yang perlu kita

ketahui.

Lalu apa saja ya bentuk dan faktor

mobilitas sosial?

(5)

Bentuk- Bentuk Mobilitas

Sosial

(6)

Mobilitas Sosial Horizontal

Sekarang coba bayangkan kamu berada di tengah sebuah garis horizontal deh. Kalau kamu berada di sana, mau kamu pindah ke kanan kek atau ke kiri kek, pasti kamu akan tetap di satu tempat yang sejajar‘kan? Nah, kayak begitulah mobilitas horizontal. Dalam

mobilitas horizontal, perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya.

Contohnya, seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit Bandung diharuskan pindah tugas ke rumah sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan tempat kerja tetapi tidak mengubah status

sosialnya sebagai dokter. Penghasilannya tidak berubah dan jabatannya sebagai seorang dokter juga tidak berubah.

(7)

Mobilitas Sosial Vertikal

Coba bayangkan kamu berada di bagian tengah sebuah garis vertikal deh. Udah? Nah, ketika kamu berada di posisi itu, kamu punya kesempatan buat naik ke atas atau turun ke bawah‘kan? Begitu juga dengan mobilitas vertikal yang dibedakan menjadi mobilitas

sosial vertikal ke atas dan mobilitas sosial vertikal ke bawah.

Maksudnya, perpindahan status sosial yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi (naik) maupun lebih rendah (turun). Makanya, mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial lain yang tidak sederajat

dari sebelumnya.

Mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) terjadi jika seseorang atau

kelompok meraih posisi atau status sosial yang lebih tinggi dari awalnya. Hal ini bisa dicapai melalui pendidikan, pekerjaan, dan faktor lain.

Mobilitas sosial vertikal turun (social sinking) Ketika seseorang atau kelompok yang mengalami penurunan posisi atau status sosial. Ini bisa karena

kebangkrutan, kehilangan pekerjaan, dan faktor lainnya.

(8)

Mobilitas Antar generasi

Mobilitas antargenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial yang dialami seseorang dengan melibatkan perbedaan generasi di dalamnya. Mmm, maksudnya gimana tuh ya?

Kamu perlu tahu dulu nih, apa yang dimaksud dengan generasi. Generasi adalah kelompok yang punya kesamaan atau perbedaan umur. Contohnya, gen Z yang orang-

orangnya lahir di tahun 2000-an.

Nah, mobilitas antargenerasi ini melibatkan generasi-generasi yang berbeda. Misalnya, dahulu, kakek dan nenek kamu hanya bisa sekolah sampai tingkat SMA saja. Kemudian,

di generasi selanjutnya, yaitu ayah dan ibu kamu, statusnya naik jadi bisa bersekolah sampai jenjang Sarjana. Dari kasus ini, ada perbedaan tingkat pendidikan yang terjadi di

setiap antargenerasi keluarga kamu. Paham, ya?

Nah, mobilitas sosial antargenerasi bisa naik dan turun. Artinya, tiap generasi dalam satu kelompok bisa punya kedudukan yang semakin tinggi atau rendah di masyarakat.

(9)

Mobilitas Intra generasi

Bagaimana jika perpindahan kedudukan sosial ini dialami oleh generasi yang sama? Itu lah yang dinamakan mobilitas sosial intragenerasi. Menurut definisinya, mobilitas sosial

intragenerasi adalah perpindahan kedudukan sosial yang terjadi pada generasi yang sama. Oke, supaya kamu semakin ada bayangan, masuk ke contoh kasus saja, ya.

Misalnya, saat ini seorang anak yang sedang duduk di kelas 10 SMA. anak tersebut sangat pintar, sehingga bisa mengikuti program akselerasi di sekolah. Saat kenaikan

kelas, Anak tersebut langsung duduk di kelas 12. Dari sini, anak tersebut sedang mengalami mobilitas intragenerasi karena mengalami perpindahan kedudukan sosial

pada generasi yang sama, yaitu teman-teman sekelasnya di kelas 10.

(10)

eits

Bentuk Mobilitas social intra generasi dan antar

generasi ada versi lainnya lohhhhh!!!!

(11)

Versi 1

merupakan perpindahan status sosial antar generasi sekarang dan sebelumnya lebih dari satu generasi. Misalnya, generasi orang tua dan anak, ada perubahan dalam tingkat pendidikan, ekonomi, atau status pekerjaan antara orang tua dan anak.

Mobilitas Sosial Antargenerasi

adalah ketika terjadi perubahan posisi sosial dalam hidup mereka sendiri, baik naik atau turun selama hidup mereka.

Misalnya, seseorang yang mulai bekerja sebagai staff biasa lalu naik menjadi manager karena prestasi dan

pengalamannya.

Mobilitas Sosial Intragenerasi

(12)

Versi 2

mobilitas yang dilakukan oleh individu-individu lebih dari satu generasi.

Mobilitas Sosial Intergenerasi

Mobilitas yang dilakukan oleh individu-individu dari generasi yang sama atau satu generasi.

Mobilitas Sosial Intragenerasi

Mobilitas antar generasi dibagi menjadi

mobilitas intergenerasi dan mobilitas intragenerasi.

(13)

Mobilitas Sosial Geografi

Jenis dan bentuk mobilitas sosial yang terakhir adalah mobilitas geografis.

Mobilitas geografis adalah perpindahan individu atau kelompok dari satu daerah ke daerah lain, misalnya saat mengalami

transmigrasi, urbanisasi, atau migrasi.

Mobilitas geografis ini bisa jadi seorang individu mengalami perpindahan status

ke atas atau ke bawah, meski banyak di antaranya yang mengalami perpindahan

status ke atas.

Contoh: Pak Joko yang tadinya hanya warga biasa melakukan transmigrasi ke Sulawesi Selatan dan ia terpilih menjadi kepala desa di tempat transmigrasinya

tersebut.

(14)
(15)

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Struktural

Faktor ini mendorong mobilitas sosial dengan menciptakan lingkungan yang terbuka dan merata, dimana setiap orang punya kesempatan yang sama

untuk berpindah status sosial.

Sebagai contoh, kebijakan pendidikan yang inklusif memberi akses yang lebih baik

kepada seseorang dari berbagai lapisan masyarakat

untuk meningkatkan kualitas hidup mereka lewat pendidikan.

Individu

Faktor individu yang mendorong mobilitas mencakup kualitas dan

karakteristik yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpindah status sosial. Faktor

individu yang memengaruhi mobilitas sosial adalah pendidikan,

keterampilan atau keahlian, motivasi dan ketekunan, serta

networking. Jika seseorang merasa kurang puas dengan status sosialnya saat ini, ia bisa berusaha agar dapat berpindah ke

status sosial yang lebih baik.

Ekonomi

Kondisi ekonomi dapat memengaruhi kemampuan

seseorang atau kelompok untuk meningkatkan status

sosialnya dalam masyarakat. Dengan kondisi ekonomi yang baik, seseorang bisa mengakses

pendidikan berkualitas, akses terhadap modal &

kredit, dan kesempatan untuk naik ke posisi yang

lebih tinggi.

(16)

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Politik

Kebijakan dan kondisi politik yang stabil bisa menciptakan

kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesempatan yang adil bagi

semua warga untuk meningkatkan status sosial mereka. Misalnya kebijakan pendidikan gratis dan program beasiswa yang bisa membuka

kesempatan belajar untuk masyarakat dengan kondisi

ekonomi yang kurang.

Kependudukan

Kepadatan penduduk di sebuah wilayah dapat menciptakan persaingan

yang ketat dan memperkecil peluang mobilitas sosial. Dengan

migrasi, urbanisasi, dan distribusi penduduk yang

merata. Ini menciptakan peluang baru bagi seseorang atau kelompok untuk meningkatkan status

sosial mereka.

(17)

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Stereotip Gender

Ini adalah keyakinan masyarakat bahwa peran dan kemampuan

dimiliki oleh seseorang berdasarkan jenis kelamin.

Stereotip ini bisa menjadi penghambat mobilitas sosial karena menciptakan batasan dan

harapan berdasarkan jenis kelamin. Misalnya, stereotip laki-

laki bertugas menjadi tulang punggung keluarga, sementara

perempuan harus fokus pada peran ibu dan istri.

Kemiskinan

Mengapa faktor ekonomi menjadi penghambat mobilitas sosial? Faktor ekonomi,

utamanya kemiskinan dapat membatasi akses

seseorang terhadap pendidikan, pekerjaan,

atau sumber daya lain yang diperlukan untuk

meningkatkan status sosial mereka.

Deskriminasi

Diskriminasi adalah sikap tidak adil terhadap seseorang atau kelompok

karena ciri-ciri tertentu seperti ras, agama, dan jenis kelamin. Diskriminasi

bisa membatasi akses seseorang terhadap peluang pendidikan, pekerjaan, atau layanan lainnya yang pada akhirnya

menghambat mobilitas sosial mereka.

(18)

Saluran-saluran

Mobilitas Sosial

(19)

Saluran-saluran Mobilitas Sosial

Angkatan Bersenjata

Angkatan bersenjata memiliki garis komando yang tegas, yang mana para prajurit harus patuh sepenuhnya pada perintah

atasan. Kenaikan status seorang prajurit sangat

bergantung pada kedisiplinan dan intelektualnya, sehingga

keberadaannya di masyarakat sangat dihargai. Mereka dianggap

sebagai pelindung masyarakat.

Lembaga Agama

Para tokoh agama mempunyai kedudukan yang terhormat di dalam masyarakat.

Mereka sering memberikan nasihat keagamaan sehingga keberadaannya lebih

dihargai oleh masyarakat.

Lembaga Politik

Partai politik menjanjikan peluang yang besar dalam meningkatkan status sosial

seorang politikus yang profesional. Aktivitasnya

yang sering berorasi di depan umum dengan mengatasnamakan partai,

membuat namanya terkenal, sehingga keberadaannya lebih dihargai oleh masyarakat.

Hal ini akan mempengaruhi status sosialnya.

Lembaga Pendidikan

Sekolah merupakan sarana yang konkrit untuk melakukan gerak vertikal, bahkan dianggap sebagai perangkat sosial (social

elevator) dari kedudukan yang rendah menuju kedudukan yang tinggi.

(20)

Saluran-saluran Mobilitas Sosial

Organisasi Ekonomi

Organisasi ini bersifat relatif terbuka dalam meningkatkan status seseorang. Seperti

pada saat pemilihan Manajer Keuangan pada PT. Subur Ekonomi, beberapa orang

karyawan mencalonkan diri untuk posisi yang menjanjikan itu, mereka akan gencar

dalam berkampanye.

Lembaga Keahlian

Para profesional membentuk wadah untuk menampung aspirasi para anggotanya yang berprofesi sama. Misalnya; Ikatan

Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan

sebagainya.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian hal ini memperlihatkan bahwa faktor strukturan tersebut menjadi hambatan demi hambatan yang dialami karyawan untuk terjadinya perpindahan atau mobilitas sosial

Mobilitas sosial dapat terjadi pada setiap system pelapisan sosial,baik yang terbuka maupun yang tertutup. Pada masyarakat pelapisan sosial terbuka akan terjadi mobilitas yang

Mobilitas sosial para pendatang yang berdagang di pasar Mandau kelurahan Duri Barat adalah jenis mobilitas sosial horizontal dimana terjadinya perpindahan status sosial

Mobilitas sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial dari suatu kelompok sosial kelompok sosial lainya yang sederajat.Dalam mobilitas

Mobilitas sosial dapat terjadi pada individu, kelompok maupun masyarakat. Mobilitas sosial individu yaitu perpindahan atau perubahan status sosial seseorang yang dialami

Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain (pada karyawan

Mobilitas sosial terbagi menjadi empat yaitu pertama mobilitas vertikal adalah adalah perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan

Hasil analisis data yang diperoleh dari novel Surga yang Tak Dirindukan 1 dan 2 Karya Asma Nadia ditinjau dari mobilitas sosialnya terdapat jenis-jenis mobilitas sosial vertikal secara