Bentuk Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).
Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Pada mobilitas horizontal, tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.
Contoh Pada :
Kasus 1
Seorang kepala sekolah biasanya diangkat karena prestasinya sebagai guru yang baik
Bu Linda putri adalah seorang guru di salah satu sekolah di Provinsi sumatera selatan. Sebagai guru IPA, Bu Linda putri menjalankan tugas dengan baik. Bukan hanya mengajar saja, Bu Linda putri juga
melaksanakan administrasi dengan penuh tanggung jawab. Berbagai kegiatan sekolah yang menjadi tanggung jawabnya dilaksanakan dengan baik. Karena berbagai prestasinya, Bu Linda putri diangkat menjadi kepala sekolah. Gerak sosial dari seorang guru menjadi kepala sekolah atau naik jabatan. pada kasus Bu Linda putri merupakan salah satu bentuk mobilitas sosial vertikal.
Kasus 2
Seorang pemilik perkebunan sawit yang besar dan kaya, karena bangkrut dapat menjadi penjual minyak
Pak Joni adalah seorang anak pengusaha yang memiliki usaha perkebunan Sawit di beberapa tempat di Riau. Pak joni mengembangkan usaha dengan membuka usaha baru, yakni bisnis pertambangan.
Namun, usaha pertambangan Pak Joni tidak berhasil berkembang. Bahkan usaha perkebunannya terus merugi hingga akhirnya mengalami kebangkrutan. Kini Pak Joni memulai sebagai pengusaha kecil, yaitu menjadi agen penjualan saja. Gerak sosial Pak Joni yang mengalami penurunan pada kasus ini juga merupakan bentuk mobilitas sosial vertikal.
Kasus 3
Seorang kepala sekolah yang sudah menjabat selama 10 tahun tapi tetap menjadi kepala sekolah walau dipindah tugaskan
Ibu Tuti seorang kepala sekolah di salah satu SMP di Sumatera Selatan yang sudah 10 tahun menjabat.
Dinas pendidikan memindahkan Bu Tuti ke sekolah lain dan tetap menjabat sebagai kepala sekolah.
Gerak sosial yang dialami Bu Tuti juga merupakan contoh bentuk mobilitas sosial horizontal.