• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Keluhan nasabah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Keluhan nasabah"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Keberlanjutan 2020 | PT Bank Central Asia Tbk

71

Laporan Keberlanjutan 2020 | PT Bank Central Asia Tbk Inspirasi dalam Perbankan

Berkelanjutan Inspirasi Budaya Keberlanjutan Inspirasi untuk Berkarya Memberi Nilai

Pada 2020, HaloBCA melayani 14.244.827 panggilan telepon, terdiri dari 12,61% keluhan nasabah, 61,70%

permintaan, 25,67% kebutuhan nasabah atas informasi solusi perbankan BCA, dan 0,02% berupa saran. Keluhan terbanyak yang disampaikan nasabah antara lain masalah kartu tertahan di mesin ATM, uang tersangkut di ATM, rekening terdebet namun uang tidak diterima nasabah, dan kartu kredit tertolak.

Untuk mengurangi jumlah keluhan, BCA aktif mengembangkan program dan sarana edukasi terkait produk dan layanan perbankan. Sarana edukasi tersedia di berbagai media sosial resmi BCA. Diharapkan nasabah akan lebih memahami solusi perbankan BCA dan waspada terhadap modus penipuan/kejahatan perbankan terkini beserta tips keamanan bertransaksi.

Tata cara pengaduan nasabah dan penyelesaian sengketa yang diterapkan BCA telah sesuai ketentuan Bank Indonesia tentang pengaduan nasabah dan mediasi perbankan, serta Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.07/2018 tanggal 6 Desember 2018. Edukasi tata cara pengaduan dilakukan melalui telepon, e-mail, surat, ataupun pesan singkat (SMS).

Mekanisme Pengaduan dan Penyelesaian Keluhan nasabah

Nasabah/

Pelapor

unit Terkait:

• HaloBCA

• Unit Kerja Lainnya

Penerimaan

Keluhan Penyelesaian

Keluhan

Solusi ke

Nasabah Solusi ke

Nasabah

• Media/e-mail ke Biro Humas

Walk in/Telepon/e-mail ke Cabang

Ekskalasi Ya

Tidak Telepon/E-mail/Fax

HalobCa

Dalam hal nasabah tidak puas dengan penyelesaian yang diberikan HaloBCA, nasabah diberi kesempatan untuk melakukan mediasi ke Bank Indonesia, dan HaloBCA bersama unit terkait akan membantu proses mediasi tersebut agar mendapatkan win-win solution untuk kedua belah pihak.

Sehubungan dengan kewajiban Bank untuk menyampaikan Laporan Penanganan dan Penyelesaian Pengaduan Nasabah kepada Regulator Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, Cabang BCA wajib membuat rekap pengaduan nasabah yang dilayani, diproses dan diselesaikan oleh Cabang sendiri (KCU beserta KCP-nya). Pengaduan nasabah yang dimasukkan dalam rekap laporan merupakan pengaduan yang menimbulkan potensi kerugian finansial nasabah.

Pengaduan nasabah yang direkap Cabang bukan merupakan pengaduan yang diproses dan diselesaikan oleh Unit Kerja Kantor Pusat (UKKP) agar tidak menjadi overlapping dengan rekap yang disampaikan oleh UKKP. HaloBCA bertugas merekap laporan yang

direkap oleh Cabang BCA seluruh Indonesia dan UKKP, yang menyelesaikan pengaduan nasabah, dan selanjutnya menyampaikan laporan sebagai satu kesatuan laporan kepada Regulator sesuai dengan tenggat waktu dan cara yang telah ditentukan oleh Regulator. Ada 3 (tiga) jenis laporan pengaduan nasabah, yakni:

• Laporan Penanganan dan Penyelesaian Pengaduan Nasabah (LKPBU BI)

• Laporan Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Nasabah (OJK)

• Laporan Penanganan Pengaduan Nasabah Terkait Penyetoran dan/atau Penarikan Uang (BI).

Batas waktu penyampaian ketiga laporan dari Cabang disampaikan dalam memo permohonan data laporan oleh Biro Pendukung Sentra Layanan Digital.

Untuk menyajikan informasi yang akurat dan aktual, HaloBCA menggunakan Halo Info sebagai sumber informasi, yang berisi informasi produk dan program BCA.

(2)

Laporan Keberlanjutan 2020 | PT Bank Central Asia Tbk

113

Inspirasi Budaya Keberlanjutan Inspirasi untuk Berkarya Memberi Nilai Inspirasi dalam Perbankan

Berkelanjutan

Dampak Kegiatan Sosial dan Mekanisme Pengaduan Masyarakat

Melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan, BCA mengembangkan program sosial kemasyarakatan yang berdampak positif signifikan bagi kehidupan masyarakat. BCA juga mempertimbangkan potensi dampak negatif yang muncul seiring berjalannya program. Dampak negatif dari kegiatan sosial, misalnya kecemburuan di antara masyarakat penerima program, perbedaan hasil yang diterima oleh penerima manfaat. Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak negatif BCA terus berupaya meningkatkan kinerja dan kualitas tim pelaksana program di lapangan, walaupun dengan tantangan yang besar.

Mekanisme Pengaduan Masyarakat

Masyarakat penerima program diberi kesempatan menyampaikan pengaduan. Saat ini, pengaduan dapat disampaikan melalui e-mail ke csr@ bca.co.id. Di tahun 2020, tidak terdapat pengaduan signifikan yang diterima dari penerima manfaat program bakti BCA.

Literasi dan Inklusi Keuangan

literasi Keuangan dan Membangun budaya Mengelola uang

[FS16] [FN-CB-240a.4]

Belum semua wilayah di Indonesia merupakan wilayah yang bankable. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendorong lembaga jasa keuangan untuk mendukung peningkatan aksesibilitas masyarakat melalui program literasi dan inklusi keuangan. Peran aktif BCA dalam mendukung literasi keuangan yakni melalui Solusi Cerdas dari Program Bakti BCA dengan menyebarluaskan budaya pengelolaan keuangan bagi masyarakat. Upaya literasi keuangan yang dilakukan BCA menggunakan metode yang menarik, salah satunya gamifikasi melalui game board.

Kegiatan literasi Keuangan selama tahun 2020

105.522

Orang

Peserta edukasi literasi keuangan

581

Orang

Peserta edukasi literasi keuangan (tidak termasuk peserta untuk LAKU BCA) untuk masyarakat termasuk

353

Orang

Peserta edukasi literasi keuangan dengan Mobil Literasi Keuangan (SiMOLEK) yang diprakarsai oleh OJK

14.941

Orang

137 %

YoY

Peserta edukasi literasi keuangan untuk pelajar dan mahasiswa (tidak termasuk peserta untuk LAKU BCA)

Referensi

Dokumen terkait

FGRM dikembangkan melalui serangkaian pertemuan beragam pihak untuk mengakomodir dan menerima masukan para pihak terkait ditingkat Kaltim dan Nasional, yang bertujuan dan meliputi