Memanfaatkan Limbah Kertas untuk Pembelajaran Karya Seni Patung
Oleh :
Kristiningsih,S.Pd.SD
Guru SD Negeri 2 Jerukwangi Bangsri Jepara
Pembelajaran keterampilan yang tidak variatif dirasa tidak cukup menjadi bekal bagi peserta didik untuk untuk lebih berinovasi dan berkreasi. Pembelajaran Seni Budaya yang selama ini diajarkan kepada peserta didik kelas VI di kelas yang saya ampu tekesan monoton pada salah satu ketrampilan belajar yaitu tanpa adanya praktek nyata dan hanya teori. Hal ini mengakibatkan peserta didik merasa bosan dan kreatifitas peserta didik tidak terasah. Pada Tahun Pelajaran 2023/2024 awal semester 1 pembelajaran 1 tentang Seni Patung guru mencoba memanfaatkan limbah kertas yang ada di sekolah maupun di rumah untuk pembelajaran yang lebih bermakna.
Menurut Utami Mandar (2009;12) bahwa Kreatiftas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya ,kemampuan untuk membuat kombinasi baru,berdasarkan data informasinya atau unsur-unsur yang sudah ada atau dikenal sebelumnya.Kreatifitas bukanlah sebuah keberuntungan tetapi merupakan kerja keras yang disadari. Dalam membuat sebuah karya seni rupa tidak selalu menggunakan media yang mahal atau baru. Salah satunya limbah kertas bisa kita manfaatkan menjadi karya seni rupa yang cantik seperti karya seni patung.
Limbah kertas merupakan limbah yang cukup medominasi di lingkungan, sekolah, atau perkantoran. Limbah kertas dapat dimanfaatkan langsung dalam penciptaan sebuah karya seni yang menarik dengan berbagai teknik seperti teknik anyam, teknik sobek, teknik lipat, teknik gulung, teknik bubur, dan masih banyak teknik lainnya yang dapat ditemukan. Jenis limbah kertas yang digunakan dapat bervariasi misalnya kertas bekas, majalah, koran, kardus, kertas buku tulis atau kalender.
Untuk menjadikan limbah menjadi sebuah karya seni, secara umum ada beberapa tahap yang dilakukan yaitu : eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Meskipun demikian pentahapan ini sangat beragam dan ada berbagai varian dengan pendekatan-pendekatan khusus. Proses penciptaan karya seni rupa tidak selalu dilakukan terstruktur, karena dalam pengolahan cipta, rasa dan karsa selalu saling berkaitan satu sama lain, sehingga dalam proses ini sistem atau langkah-langkah yang dilakukan tidak baku dan kaku.
Mendengar kata limbah atau sampah tentu sangat tidak asing dalam kehidupan kita bukan? Di mana ada manusia yang bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Dengan berbekal kreatifitas dan rasa peduli terhadap sampah kertas, peserta didik SDN 2 Jerukwangi yang dibimbing guru mampu menyulap sampah kertas dan koran menjadi karya patung yang artistic dari bubur kertas.
Patung bubur kertas ini merupakan sebuah karya seni patung yang memanfaatkan limbah kertas dengan alat dan bahan pendukung sederhana yang sangat mudah dan murah seperti kertas atau koran, kawat, tepung kanji/lem, baskom, air dan pewarna. Patung bubur kertas ini merupakan sebuah karya seni patung yang memanfaatkan limbah kertas dengan alat dan bahan pendukung sederhana yang sangat mudah dan murah seperti kertas atau koran, kawat, tepung kanji/lem, baskom, air dan pewarna.
Secara metodologis, tahapan menciptakan karya seni rupa meliputi : tahap eksplorasi, tahap perancangan / desain dan tahap perwujudan. Dalam tahap eksplorasi merupakan aktifitas penjelajahan menggali sumber ide, pengumpulan data, referensi, pengolahan dan analisis yang dijadikan dasar untuk membuat desain/rancangan. Setelah pembuatan desain selesai dilanjutkan proses perwujudan karya yang berpedoman pada desain yang dibuat.
Dengan demikian disamping memberikan pembelajaran yang bermakna sebagai karya seni, lebih dari pada itu sampah kertas dan koran yang menumpuk dapat diatasi dengan proses 3R yaitu Reduce (mengurangi penggunaan barang yang akan menjadi sampah), Reuse (penggunaan kembali barang dengan fungsi yang berbeda) dan Recycle (upaya mendaur ulang sampah untuk mengurangi limbah