Membangun
Paradigma Baru Terhadap Guru
Seminar Profesi
Henni Novita Lestari I 6101022291
Hal-hal yang menjadi pokok pembahasan
Mencermati kembali seluruh hasil refleksi terhadap pengalaman belajar seluruh matakuliah yang telah diunggah ke dalam Jurnal Refleksi.
Merevisi dan menyempurnakan bagian Jurnal Refleksi yang belum tepat.
Menuliskan perubahan paradigma mahasiswa tentang makna guru setelah melakukan serangkaian refleksi
pengalaman belajar melalui matakuliah Seminar PPG.
Menyusun bahan presentasi Seminar PPG
bahan presentasi memuat hasil refleksi yang diunggulkan
atau dianggap paling bermakna, artefak pembelajaran yang mendukung, serta pandangan mereka tentang perubahan
paradigma guru pasca melakukan serangkaian refleksi pada matakuliah Seminar PPG.
Pembelajaran paradigma baru guru merupakan fasilitator yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan peserta didik.
Seorang guru harus bisa memberikan pembelajaran yang berdeferensiasi. Selain hal tersebut seorang guru juga harus memberikan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa.
MAKNA GURU
Menurut filosofi pendidikan seorang guru harus memiliki 3 hal untuk membimbing peserta didiknya
menjadi generasi bangsa yang baik untuk tahu caranya memanusiakan manusia.
MAKNA GURU SESUAI MATA
KULIAH FILOSOFI PENDIDIKAN
Seorang guru yang baik menurut KHD harus menanamkan sikap 1.Ing ngarsa sung tuladha
yang artinya seorang guru harus memberikan contoh secara kongkrit kepada peserta didiknya
2. Ing madya mangun karsa
Di tengah-tengah seorang guru harus bisa membangun semangat peserta didik yang mungkin mulai jenuh dengan proses pembelajaran
3. Tutwuri Handayani
Di akhir atau dibelakang guru harus bisa memberikan dorongan.
MAKNA GURU SESUAI MATA KULIAH FILOSOFI
PENDIDIKAN
Pembelajaran Penjas sebelum ada Pembelajaran PJOK setelah K13 dan kurikulum K13 dan IKM, guru menjadi
IKM pembelajaran mulai berpusat pusat pembelajaran, siswa dituntut
pada siswa. Guru memberikan materi bisa dengan apa yang disampaikan
dan tidak menuntut kemampuan oleh guru. Guru PJOK memberikan siswa. Seorang guru lebih menilai pembelajaran masih banyak dengan pada proses pembelajaran siswa.
sistem komando.
Saya sendiri sebagai guru penjas mulai sadar untuk memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik.
PERBEDAAN PARADIGMA GURU
PENJAS
tidak memaksakan kemampuan peserta didik, namun bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki peserta didik.
memberikan pembelajaran yang berdeferensiasi Melakukan penilaian berdasarkan proses siswa