Nama/NIM: Sunita Indira/ 71230591477 Literasi Membaca
Mengapa literasi membaca dibutuhkan oleh siswa?
Karena dengan literasi membaca, siswa dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis,
menangkap dan memahami informasi dari bacaan secara maksimal, dan mengasah kemampuan menulis serta merangkat kata dengan lebih baik
Pengertian dari literasi membaca pada tahun 2018 adalah kemampuan untuk mengerti, menggunakan, merefleksikan teks untuk suatu tujuan. Literasi membaca juga mencakup siswa memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam konteks literasi membaca?
1. Mengerti teks:
Memahami bacaan atau teks yang dibaca pada kegiatan literasi membaca dengan mengidentifikasi informasi inti yang ada di dalam teks
2. Menggunakan teks:
Setelah mengerti teks, seseorang mampu menggunakan informasi yang ada dalam teks untuk diaplikasi kan dikehidupannya
3. Merefleksikan teks:
Setelah mengerti teks dan menggunakannya, seseorang dapat melakukan refleksi teks yang telah digunakan, apakah informasi tersebut berdampak positif atau negatif untuk kehidupannya
4. Memiliki motivasi untuk mempelajari dan mengerti lebih dalam suatu teks:
Setelah mengetahui manfaat dari kegunaan teks, seseorang akan lebih termotivasi untuk mencari informasi literasi lainnya untuk meningkatkan pengetahuannya.
Apa saja jenis teks yang digunakan pada tes PISA untuk literasi membaca?
Teks deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi dan instruksi.
Terdapat 6 level progress pada reading literacy. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut! Level 1b diberikan sebagai contoh.
Level Apa yang dapat dilakukan siswa
1b Siswa dapat menemukan sebuah informasi yang mudah didapat dari sebuah teks sederhana. Informasi yang dicari biasanya sering diulang di dalam teks. Informasi yang dicari juga bisa dinyatakan dalam gambar dan grafik sehingga memudahkan siswa menemukan informasi tersebut.
1a Siswa dapat menemukan satu atau lebih informasi independen dari teks. Siswa dapat mengetahui tema atau tujuan penulis dalam teks tentang topik umum atau membuat hubungan sederhana antara informasi di teks dengan pengetahuan di kehidupan sehari- hari. Informasi yang dicari biasanya menonjol dan hanya sedikit.
teks, memahami hubungan atau menafsirkan setiap bagian teks yang tidak begitu
menonjol dan pembaca harus membuat sebuah kesimpulan level rendah. Tugas refleksi pada level ini adalah meminta pembaca untuk membuat perbandingan dari beberapa hubungan antara teks dengan pengetahuan berdasarkan pengalaman dan sikap.
3 Siswa dapat mengetahui hubungan antara beberapa kasus dari informasi yang memiliki beberapa syarat-syarat. Mereka juga dapat mengintegrasikan beberapa bagian dari teks untuk diidentifikasi ide utamanya, dipahami hubungan atau ditafsirkan arti-arti dari frase ya. Mereka perlu mempertimbangkan banyak fitur dalam membandingkan, membedakan dan mengkategorikan. Informasi yang dibutuhkan tidak menonjol atau banyak informasi yang berlawanan dan kontra dengan informasi yang diharapkan. Tugas refleksi dari level ini adalah dapat mengoneksikan, membandingkan dan menjelaskan atau mengevaluasi ciri teks tersebut. Beberapa tugas refleksi meminta pembaca untuk mendemonstrasikan sebuah pemahaman dari teks dengan pengetahuan sehari-hari. Tugas lainnya tidak diminta pemahaman secara mendetail tetapi pembaca diminta untuk memanfaatkan pengetahuan yang kurang umum.
4 Siswa dapat mengatur beberapa informasi yang tersirat. Mereka juga dapat menginterpretasikan perbedaan kebahasaan pada suatu bagian teks dengan memperhatikan teks secara keseluruhan. Dalam tugas interpretasi lainnya, siswa mendemonstrasikan pemahaman dan pengaplikasian kategori-kategori dalam konteks yang tidak umum. Selain itu, siswa dapat menggunakan pengetahuan formal atau umum untuk berhipotesis atau berkritik dalam mengevaluasi teks. Siswa harus
mendemonstrarikan sebuah pemahaman panjang yang akurat atau kompleks yang isi atau bentuknya mungkin tidak umum.
5 Siswa dapat mengatur beberapa informasi yang tersirat dengan mendalam,
menyimpulkan informasi mana di teks yang relevant. Tugas refleksi dbutuhkan evaluasi kritis atau pembuatan hipotesis dengan pendekatan pengetahuan yang khusus. Tugas refleksi dan interpretasi dibutuhkan secara lengkap dan pemahaman yang mendetail dari teks yang mana isi atau bentuknya tidak umum. Untuk semua aspek membaca, tugas pada level ini biasanya melibatkan penanganan konsep yang bertentangan dengan yang diharapkan.
6 Siswa dapat membuat beberapa kesimpulan, berbandingan dan kontra secara rinci dan tepat. Mereka dapat mendemonstrasikan secara lengkap dan detail untuk satu atau lebih teks dan mengintegrasikan informasi dari satu atau lebih teks. Tugasnya mungkin
mengharuskan pembaca untuk menangani ide-ide yang tidak umum terhadap informasi menonjol yang berlawanan, dan untuk menghasilkan kategori abstrak untuk
diinterpretasikan. Siswa dapat membuat hipotesis atau mengevaluasi secara kritis sebuah teks kompleks tentang topik yang tidak familiar dengan mempertimbangkan berbagai kriteria atau perspektif dan menerapkan pemahaman canggih dari luar teks.
Kondisi penting untuk mengakses dan mengambil tugas pada tingkat ini adalah ketepatan analisis dan perhatian terhadap detail yang tidak mencolok dalam teks.
02.04.01 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Membaca pada tes PISA)
Nama/NIM:Sunita Indira/71230591477 Literasi Matematika
Mengapa literasi matematika dibutuhkan oleh siswa?
Agar siswa dapat mengetahui dan mengimplementasikan peran matematika didunia nyata dan sanggup membuat keputusan yang akurat yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat
Pengertian dari literasi matematika 2012 juga digunakan pada tahun 2015 dan 2018. Literasi matematika adalah kemampuan seseorang untuk memformulasikan sebuah situasi secara matematika, menggunakan konsep, fakta, prosedur, dan penalaran matematika, dan menginterpretasikan hasil matematika untuk berbagai konteks. Apa makna dari masing-masing istilah berikut ini dalam literasi matematika?
1. Memformulasikan sebuah situasi secara matematika:
Mampu menerjemahkan dari masalah dunia nyata ke dalam model matematika dan dapat menyelesaikan masalah dunia nyata dengan struktur matematis dan dalam bentuk
representasi.
2. Menggunakan konsep, fakta, prosedur dan penalaran matematika:
Mampu menerapkan matematika konsep, fakta, prosedur dan penalaran untuk memecahkan masalah yang diformulasikan secara matematis untuk memperoleh kesimpulan matematika.
3. Menginterpretasikan hasil matematika:
Mampu menerjemahkan solusi matematika dalam konteks masalah kehidupan nyata, serta dapat menentukan apakah hasilnya masuk akal atau tidak dalam konteks masalah.
Terdapat 6 level progress pada literasi matematika. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut!
Level Apa yang dapat dilakukan siswa
1 Siswa dapat menjawab pertanyaan yang melibatkan konteks yang umum dimana semua informasi relevan tersedia dan pertanyaan didefinisikan dengan jelas. Mereka mampu mengidentifikasi informasi dan melaksanakan prosedur rutin sesuai instruksi langsung dalam situasi eksplisit. Mereka dapat melakukan tindakan yang hampir selalu terlihat jelas dan segera mengikuti rangsangan yang diberikan.
2 Siswa dapat menafsirkan dan mengenali situasi dalam konteks yang hanya memerlukan kesimpulan langsung. Mereka dapat mengekstrak informasi yang relevan dari satu sumber dan menggunakan mode representasi tunggal. Siswa pada tingkat ini dapat menggunakan algoritma dasar, rumus, prosedur atau konvensi untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan bilangan bulat. Mereka mampu membuat interpretasi literal atas hasilnya.
dasar dalam membangun model sederhana atau untuk memilih dan menerapkan strategi pemecahan masalah sederhana. Siswa pada tingkat ini dapat menafsirkan dan
menggunakan representasi berdasarkan sumber informasi yang berbeda dan bernalar langsung darinya. Mereka biasanya menunjukkan kemampuan untuk menangani persentase, pecahan dan angka desimal, dan bekerja dengan hubungan proporsional.
Solusi mereka menggambarkan bahwa mereka telah terlibat dalam penafsiran dan penalaran dasar.
4 Siswa dapat bekerja secara efektif dengan model eksplisit untuk situasi nyata kompleks yang mungkin melibatkan kendala atau memerlukan asumsi. Mereka dapat memilih dan mengintegrasikan representasi yang berbeda, termasuk simbolik, menghubungkannya secara langsung dengan aspek situasi dunia nyata. Siswa pada tingkat ini dapat
memanfaatkan keterampilan mereka yang terbatas dan dapat bernalar dengan beberapa wawasan, dalam konteks yang lugas. Mereka dapat membangun dan
mengkomunikasikan penjelasan dan argumen berdasarkan interpretasi, argumen dan tindakan mereka.
5 Siswa dapat mengembangkan dan bekerja dengan model untuk situasi kompleks, mengidentifikasi kendala dan menentukan asumsi. Mereka dapat memilih,
membandingkan dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang tepat untuk menghadapi masalah kompleks yang terkait dengan model tersebut. Siswa pada tingkat ini dapat bekerja secara strategis dengan menggunakan keterampilan berpikir dan penalaran yang luas dan berkembang dengan baik, representasi terkait yang sesuai, karakterisasi simbolik dan formal, dan wawasan yang berkaitan dengan situasi ini.
Mereka mulai merefleksikan pekerjaan mereka dan dapat merumuskan serta mengkomunikasikan interpretasi dan alasan mereka.
6 Siswa dapat membuat konsep, menggeneralisasi, dan memanfaatkan informasi berdasarkan penyelidikan dan pemodelan situasi masalah yang kompleks, dan dapat menggunakan pengetahuan mereka dalam konteks yang relatif tidak standar. Mereka dapat menghubungkan berbagai sumber informasi dan representasi serta secara fleksibel menerjemahkannya. Siswa pada tingkat ini mampu berpikir dan bernalar matematis tingkat lanjut. Siswa-siswa ini dapat menerapkan wawasan dan pemahaman ini, bersama dengan penguasaan operasi dan hubungan matematika simbolis dan formal, untuk mengembangkan pendekatan dan strategi baru untuk menghadapi situasi baru. Siswa pada tingkat ini dapat merefleksikan tindakannya, dan dapat merumuskan serta mengkomunikasikan secara tepat tindakan dan refleksinya mengenai temuan, penafsiran, argumen, dan kesesuaiannya dengan situasi aslinya.
02.04.02 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Matematika pada tes PISA)
Nama/NIM:Sunita Indira/71230591477 Literasi Sains
Mengapa literasi sains dibutuhkan oleh siswa?
Untuk menumbuhkan pemikiran yang kritis, kecakapan dalam menyelesaikan masalah dengan kreatif dan membangun karakter sebagai manusia yang peduli serta bertanggung jawab dengan dirinya, masyarakat dan alam sekitar.
Literasi sains adalah kemampuan untuk terlibat aktif dalam masalah dan ide yang berhubungan dengan sains. Kompetensi yang diperlukan oleh seseorang yang memiliki literasi dalam sains adalah kemampuan untuk menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah, dan menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah. Jelaskan masing-masing kompetensi di bawah ini!
1. Menjelaskan sebuah fenomena secara ilmiah:
Mampu mengenali, menawarkan, dan mengevaluasi penjelasan untuk berbagai fenomena alam dan teknologi.
2. Mengevaluasi dan merancang pertanyaan-pertanyaan ilmiah:
Mampu menjelaskan dan menilai penyelidikan ilmiah dan mengusulkan cara menjawab pertanyaan secara ilmiah.
3. Menginterpretasi data dan bukti-bukti secara ilmiah:
Menganalisis dan mengevaluasi data, klaim dan argumen dalam berbagai representasi dan menarik kesimpulan ilmiah yang sesuai.
Terdapat 6 level progress pada literasi sains. Tuliskan apa yang seharusnya siswa dapat lakukan jika ada atau melewati level tersebut!
Level Apa yang dapat dilakukan siswa
1b Siswa dapat menggunakan pengetahuan ilmiah dasar atau sehari-hari untuk mengenali aspek familiar atau fenomena sederhana. Mereka mampu mengidentifikasi pola sederhana dalam data, mengenali istilah-istilah ilmiah dasar dan mengikuit instruksi eksplisit untuk melaksanakan prosedur ilmiah.
1a Siswa mampu menggunakan konten dasar atau sehari-hari dan pengetahuan prosedural untuk mengenali atau mengidentifikasi penjelasan fenomena ilmiah sederhana. Dengan dukungan, mereka bisa melakukan penyelidikan ilmiah secara terstruktur dengan tidak lebih dari dua variabel. Mereka mampu mengidentifikasi sebab akibat atau hubungan korelasional sederhana dan menafsirkan data grafis dan visual yang memerlukan tingkat permintaan kognitif yang rendah. Siswa dapat memilih penjelasan ilmiah terbaik untuk data
2 Siswa dapat memanfaatkan pengetahuan konten sehari-hari dan pengetahuan prosedural dasar untuk mengidentifikasi penjelasan ilmiah yang sesuai, menafsirkan data,dan
mengidentifikasi pertanyaan yang diajukan dalam desain eksperimen sederhana. Mereka dapat menggunakan pengetahuan ilmiah dasar atau sehari-hari untuk mengidentifikasi kesimpulan yang valid dari kumpulan data sederhana. Siswa dapat menunjukkan pengetahuan epistemik dasar dengan kemampuan mengidentifikasi pertanyaan- pertanyaan yang dapat diselidiki secara ilmiah.
3 Siswa dapat memanfaatkan pengetahuan konten yang cukup kompleks untuk
mengidentifikasi atau menyusun penjelasan dari fenomena yang sudah dikenal. Dalam situasi yang kurang umum atau lebih kompleks, mereka dapat membangun penjelasan dengan menggunakan isyarat atau dukungan yang relevan. Mereka dapat memanfaatkan unsur-unsur pengetahuan prosedural atau epistemik untuk melaksanakan eksperimen sederhana dalam konteks terbatas. Siswa mampu membedakan antara masalah ilmiah dan non ilmiah dan mengidentifikasi bukti yang mendukung klaim ilmiah.
4 Siswa dapat menggunakan pengetahuan konten yang lebih kompleks atau abstrak yang disediakan atau diingat untuk membangun penjelasan atau peristiwa dan proses yang lebih kompleks atau kurang umum. Mereka bisa memimpin eksperiman yang melibatkan dua atau lebih variabel independen dalam konteks terbatas. Mereka mampu memberikan alasan desain eksperimental, yang memanfaatkan elemen pengetahuan prosedural dan epistemik. Siswa dapat menafsirkan data yang diambil dari kumpulan data yang cukup kompleks atau konteks yang kurang umum, menggambarkan kesimpulan yang sesuai dengan data dan memberikan pembenaran atas pilihan mereka.
5 Siswa dapat menggunakan ide atau konsep ilmiah abstrak untuk menjelaskan hal yang tidak umum dan fenomena yang lebih kompleks, peristiwa dan proses yang melibatkan banyak hubungan sebab akibat. Mereka mampu menerapkan pengetahuan epistemik yang lebih canggih untuk mengevaluasi desain eksperimental alternatif dan membenarkan pilihan dan penggunaan pengetahuan teoritis untuk menafsirkan informasi atau membuat prediksi. Siswa dapat mengevaluasi cara mengeksplorasi pertanyaan tertentu secara ilmiah dan mengidentifikasi keterbatasan dalam interpretasi kumpulan data termasuk sumber dan dampak ketidakpastian dalam data ilmiah.
6 Siswa dapat memanfaatkan berbagai ide dan konsep ilmiah yang saling terkait dari bidang fisik, ilmu kehidupan dan bumi dan luar angkasa dan menggunakan konten, pengetahuan prosedural dan epistemik untuk menawarkan penjelasan hipotesis tentang fenomena, peristiwa, dan proses ilmiah baru atau untuk membuat prediksi. Didalam menafsirkan data dan bukti, mereka mampu membedakan antara informasi yang relevan dan tidak relevan dan dapat memanfaatkan pengetahuan di luar kurikulum sekolah normal. Mereka dapat membedakan antara argumen yang didasarkan pada bukti dan terori ilmiah berdasarkan pertimbangan lainnya. Siswa dapat mengevaluasi desain eksperimen kompleks, studi lapangan atau simulasi yang bersaing dan membenarkan pilihan mereka.
02.04.03 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Sains pada tes PISA)
Nama/NIM:Sunita Indira/71230591477 Literasi Finansial
Mengapa literasi finansial dibutuhkan oleh siswa?
Karena dapat membantu siswa lebih biijak dalam mengatur keuangan yang dimiliki, serta dapat mempengaruhi kemampuan, keterampilan dan sikap mengenai pengelolaan keuangan.
Seseorang yang memiliki literasi finansial adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan, motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahamannya untuk membuat keputusan yang efektif pada berbagai konteks masalah-masalah finansial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat. Literasi finansial juga memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Jelaskan apa makna dari istilah- istilah berikut ini:
1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep dan resiko finansial:
Literasi keuangan bergantung pada pengetahuan dan pemahaman tentang elemen
fundamental dunia keuangan, termasuk konsep keuangan utama serta tujuan dan fitur dasar produk keuangan. Pemahaman terhadap konsep-konsep seperti bunga, inflasi, dan nilai uang harus segera difahami karena penting bagi kesejahteraan finansial mereka.
2. Kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial:
Keterampilan ini mencakup proses kognitif umum seperti mengakses informasi,
membandingkan dan membedakan, mengekstrapolasi dan mengevaluasi, namun diterapkan dalam konteks keuangan. Keterampilan tersebut mencakup keterampilan dasar dalam literasi matematika seperti melakukan perhitungan dasar, menghitung persentase, atau mengkonversi dari satu mata uang ke mata uang lainnya, dan keterampilan bahasa seperti kemampuan membaca dan menafsirkan iklan dan teks kontrak.
3. Motivasi dan kepercayaan diri untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman finansial:
motivasi untuk mencari informasi dan nasihat untuk terlibat dalam aktivitas keuangan,
kepercayaan diri untuk melakukannya dan kemampuan mengelola emosi. dan faktor psikologis yang mempengaruhi pengambilan keputusan keuangan. Atribut-atribut ini dianggap sebagai tujuan pendidikan keuangan, serta berperan penting dalam membangun pengetahuan dan keterampilan keuangan.
4. Berbagai konteks masalah-masalah finansial:
Keputusan keuangan yang efektif dapat merujuk pada serangkaian konteks keuangan yang berhubungan dengan kehidupan dan pengalaman sehari-hari kaum muda saat ini, namun juga pada langkah-langkah yang mungkin mereka ambil di masa depan ketika mereka sudah
dewasa.
5. Meningkatkan kualitas kehidupan finansial individu maupun masyarakat:
berkaitan dengan bagaimana individu memahami, mengelola dan merencanakan urusan keuangan mereka sendiri dan rumah tangga mereka – yang sering kali berarti keluarga mereka. Namun diakui bahwa pemahaman, pengelolaan dan perencanaan keuangan yang baik di pihak individu mempunyai dampak kolektif terhadap masyarakat luas, dalam
berkontribusi terhadap stabilitas, produktivitas dan pembangunan nasional dan bahkan global.
6. Memungkinkan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi:
Individu dengan tingkat literasi keuangan yang tinggi lebih siap untuk mengambil keputusan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, dan juga secara konstruktif mendukung dan mengkritik dunia ekonomi di mana mereka tinggal.
02.04.04 Lembar Kerja Mahasiswa 4 (Literasi Finansial pada tes PISA)