• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara Melalui Model Discovery Learning

N/A
N/A
susi

Academic year: 2023

Membagikan "Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara Melalui Model Discovery Learning"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian tindakan kelas

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara Melalui Model Discovery Learning”. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas di MTs Negeri 1 Kayon Utara dilakukan pada tanggal 15 – 24 November 2021 dengan jadwal rincian sebagai berikut:

1) Tanggal 15 dan 17 November 2021 mata pelajaran IPA tentang komponen darah dan penilaian harian siklus pertama

2) Tanggal 22 dan 24 November 2021 mata pelajaran IPA tentang frekuensi denyut jantung dan penilaian harian siklus kedua

Data penelitian yang diperoleh berupa pengamatan aktivitas peserta didik dan guru saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, penilaian psikomotor dan data tes formatif peserta didik pada setiap siklus. Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan aktivitas peserta didik saat pembelajaran berlangsung dan aktivitas guru dalam mengelola model discovery learning yang digunakan untuk mengetahui bagaimana penerapan model discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Data tes formatif atau penilaian harian (penilaian ranah kognitif) digunakan guna mengetahui ketuntasan belajar minimal, serta untuk mengetahui tingkat keberhasilan belajar peserta didik setelah diterapkan model discovery learning.

Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan model discovery learning ini yaitu :

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pelaksanaan siklus I ini dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 15 dan 17 November 2021 selama 4 x jam pelajaran (160 menit) dengan materi komponen darah menggunakan model discovery learning.

(2)

Pada tahap awal ini guru (peneliti) bersama guru mata pelajaran yang lain berdiskusi tentang permasalahan yang ada di kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara. Setelah peneliti mengetahui permasalahan yang ada, peneliti berusaha menerapkan model discovery learning supaya dapat meningkatkan hasil belajar. Adapaun hal-hal yang dipersiapkan oleh guru yaitu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi/bahan ajar, lembar kerja peserta didik, soal tes formatif (penilaian harian) dan instrumen observasi aktivitas guru dan peserta didik serta alat-alat yang diperlukan.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan siklus I ini guru dan dibantu oleh guru mata pelajaran IPA yang lain (Nur Habibah Zain, S.Pd). Adapun kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan pendahuluan ini guru mengawali dengan mengucapkan salam dan menecek kehadiran peserta didik, kemudian menyampaikan apersepsi dengan menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Setelah itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi peserta didik agar bersemangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan percobaan tentang komponen darah.

Selanjutnya kegiatan inti dimulai dengan guru memberikan stimulasi atau rangsangan berupa gambar anak yang terluka dan berdarah karena jatuh dari sepeda menggunakan slide power point. Peserta didik mengamati gambar yang ditayangkan, kemudian diberi kesempatan untuk mengidentifikasi pertanyaan yang akan dijawab melalui kegiatan belajar.

Kemudian guru membentuk peserta didik menjadi 4 kelompok serta membagikan lembar kerja pada masing-masing kelompok. Guru meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan percobaan yang terdapat pada LKPD tentang Model Komponen Penyusun Darah. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok melakukan percobaan dan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada yang kurang dipahami. Selanjutnya peserta didik

(3)

berdiskusi dalam kelompok mengolah data hasil percobaan dan menuliskannya ke dalam lembaran LKPD sampai pada langkah membuat kesimpulan.

Pada pertemuan pertama siklus 1 ini diakhiri dengan presentasi.

Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal dengan penuh percaya diri dan komunikatif. Peserta didik kelompok lain mengemukakan pendapat, saran atau sanggahan atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan.

Berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat, pada pertemuan pertama selama 2 jam pelajaran langkah-langkah kegiatan pembelajaran diakhiri hingga peserta didik melakukan presentasi di depan kelas untuk memaparkan hasil percobaan dan diskusi kelompok. Pada pertemuan kedua, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penguatan materi oleh guru menggunakan media power point dan diakhiri penilaian harian (tes formatif).

c. Hasil belajar peserta didik melalui model discovery learning

Data hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan model discovery learning diperoleh melalui pemberian soal tes formatif (penilaian harian) tentang komponen penyusun sel darah pada akhir siklus 1. Pada akhir proses belajar mengajar peserta didik diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

(4)

Tabel 4.1 Hasil Tes Formatif Peserta Didik pada Siklus I

NO NAMA PESERTA DIDIK NILAI SIKLUS I KETERANGAN

1 AZIDIA FAIZA A 80 TUNTAS

2 DARMANSYAH 70 TUNTAS

3 FADHIL FAEZI A 70 TUNTAS

4 FAHRY SABARUDIN 70 TUNTAS

5 FEDRI 70 TUNTAS

6 GUSLINA 60 TIDAK TUNTAS

7 HAIKEL 60 TIDAK TUNTAS

8 JANUARDI EFENDI 60 TIDAK TUNTAS

9 KARNIA 50 TIDAK TUNTAS

10 MANIA 80 TUNTAS

11 MARIO PRASETIO 70 TUNTAS

12 MIRANDA 80 TUNTAS

13 NADIA JACINDA O 80 TUNTAS

14 NIKEN RAMADANI 80 TUNTAS

15 PAREL 40 TIDAK TUNTAS

16 RAFI SANJAYA 50 TIDAK TUNTAS

17 RENDI HERIYANTO 90 TUNTAS

18 RIKA AMELIA 80 TUNTAS

19 SUCI 50 TIDAK TUNTAS

20 TIARA KHAIRUNNISA 60 TIDAK TUNTAS NILAI RATA-RATA 67,5

NILAI TERENDAH 40

NILAI TERTINGGI 90

JUMLAH TUNTAS 12 (60%) JUMLAH TIDAK TUNTAS 8 (40%)

Berdasarkan tabel 4.1 hasil tes formatif pada siklus I dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model discovery learning diperoleh nilai terendah 40,00, nilai tertinggi 90,00, nilai rata-rata peserta didik yaitu 67,5 dan ketuntasan belajar mencapai 60% atau ada 12 peserta didik yang tuntas belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus I ini secara klasikal peserta didik belum tuntas belajar, karena peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM (70) hanya sebesar 60% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu 85%. Masih terdapat 8 peserta didik (40%) yang belum mencapai nilai KKM. Hal ini disebabkan peserta didik

(5)

masih kurang mampu memahami dari materi yang dipelajari dan perlu diperbaiki untuk tahap selanjutnya.

d. Refleksi

Adapun hasil diskusi yang diperoleh dari penerapan model discovery learning pada siklus I yang terdiri atas beberapa keberhasilan dan kegagalan. Keberhasilan dan kegagalan yang terjadi pada siklus I adalah:

1) Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas guru, dalam kegiatan pembelajaran telah mencapai kriteria keberhasilan 75% berada dalam katagori baik. Akan tetapi, pada tahap pemberian stimulus/rangsangan guru hanya menggunakan media gambar. Hal ini dirasa kurang menarik perhatian peserta didik, sehingga harus diperbaiki pada siklus II selanjutnya. Proses pembimbingan kelompok dalam melakukan kegiatan percobaan juga kurang maksimal, karena guru terlalu terpaku pada beberapa kelompok yang sering bertanya dan tidak sempat membimbing kelompok lain yang tidak bertanya. Selain itu, guru kurang baik dalam memotivasi peserta didik untuk bekerja sama dalam kelompok.

2) Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran telah mencapai kreteria keberhasilan 70,8%.

Berada dalam kategori baik. Ini berarti bahwa kreteria keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran dalam siklus I telah tercapai, akan tetapi masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kategori sangat baik. Ada beberapa peserta didik yang masih kesulitan melakukan percobaan dan diskusi dalam kelompoknya. Dalam diskusi masih didominasi oleh peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi sehingga perlu adanya bimbingan secara individu bagi semua peserta didik dan khususnya bagi semua peserta didik yang berkemampuan rendah.

3) Hasil pengamatan guru terhadap hasil belajar peserta didik yaitu aspek kognitif melalui tes formatif pada siklus I diperoleh nilai rata-rata nilai 67,5. Sedangkan nilai standar kompetensi minimal mata pelajaran IPA adalah minimal dengan nilai 70. Hal ini berarti peserta didik kurang berhasil dalam mencapai standar nilai yang telah ditetapkan.

(6)

4) Dari beberapa hasil pengamatan selama penelitian, guru bersama observer (guru mata pelajaran IPA yang lain) menyimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan selama siklus I belum berhasil dengan baik, sehingga perlu ditingkatkan dan diperbaiki pada tindakan siklus II.

Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus I, maka pada pelaksanaan siklus II dapat dibuat perencanaan sebagai berikut :

1) Memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif dan kompak lagi dalam pembelajaran

2) Lebih intensif lagi dalam membimbing dan mengarahkan kelompok yang mengalami kesulitan

3) Memberi penguatan terhadap jawaban peserta didik

2. Siklus II

Pada pelaksanaan siklus II ini dilaksanakan 2 kali pertemuan yaitu pada tanggal 22 dan 24 November 2021 selama 4 x jam pelajaran (160 menit). Sebagai acuan pelaksanaan tindakan siklus II, guru berpedoman dari hasil refleksi siklus I.

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan siklus II ini didasarkan pada perencanaan yang terdapat pada siklus I. Pada siklus II ini guru lebih meningkatkan kegiatan pembelajaran. Adapun persiapan-persiapan yang dilakukan oleh guru yaitu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), materi/bahan ajar, lembar kerja peserta didik, soal tes formatif (penilaian harian) dan instrumen observasi aktivitas guru dan peserta didik serta alat-alat yang diperlukan.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan siklus II ini guru dibantu oleh guru mata pelajaran IPA yang lain sebagai observer (Nur Habibah Zain, S.Pd). Proses pembelajarannya mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran siklus I, sehingga pada siklus II ini bisa lebih baik dari siklus I. Adapun kegiatan

(7)

pembelajaran yang dilaksanakan meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan pembelajaran pada tindakan siklus II dilaksanakan di ruang aula mengingat dalam langkah percobaan membutuhkan ruang yang lebih luas karena peserta didik harus berjalan dan berlari sebelum diukur frekuensi denyut jantungnya.

Pada kegiatan pendahuluan ini guru mengkondisikan peserta didik dengan mengucapkan salam dan mengecek kehadiran peserta didik, kemudian menyampaikan apersepsi dengan menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan pertanyaan tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya (siklus I). Setelah itu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi peserta didik agar bersemangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran dan percobaan tentang frekuensi denyut jantung.

Kegiatan inti dimulai dengan guru memberikan stimulus/

rangsangan berupa video tentang orang yang sedang mengukur tekanan daraha menggunakan tensimeter. Guru menayangkan video tersebut menggunakan media slide power point. Kemudian guru memberikan kesempatan peserta didik untuk mengidentifikasi pertanyaan yang akan dijawab melalui proses pembelajaran. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok untuk melakukan percobaan yang terdapat pada LKPD tentang frekuensi denyut jantung. Pembagian kelompok pada siklus II berdasarkan nilai hasil tes formatif siklus I, sehingga ada beberapa yang berbeda anggota kelompoknya. Peserta didik bekerja sama dalam kelompok melakukan percobaan dan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada yang kurang dipahami. Selanjutnya peserta didik berdiskusi dalam kelompok mengolah data hasil percobaan dan menuliskannya ke dalam lembaran LKPD sampai pada langkah membuat kesimpulan.

Pada pertemuan pertama siklus II ini diakhiri dengan presentasi.

Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal dengan penuh percaya diri dan komunikatif. Kelompok yang maju untuk presentasi adalah kelompok yang belum berkesempatan maju pada siklus

(8)

I. Peserta didik kelompok lain mengemukakan pendapat, saran atau sanggahan atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan.

Pada pertemuan kedua, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penguatan materi oleh guru menggunakan media power point dan diakhiri penilaian harian (tes formatif). Dengan demikian proses kegiatan pembelajaran selesai, guru bersama observer berdiskusi tentang pelaksanaan siklus II.

c. Hasil belajar peserta didik melalui model discovery learning

Data hasil belajar peserta didik setelah dilakukan pembelajaran dengan model discovery learning diperoleh melalui pemberian soal tes formatif (penilaian harian) tentang frekuensi denyut jantung pada akhir siklus II. Pada akhir proses belajar mengajar peserta didik diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut:

(9)

Tabel 4.2 Hasil Tes Formatif Peserta Didik pada Siklus II N

O NAMA PESERTA DIDIK NILAI SIKLUS

II KETERANGAN

1 AZIDIA FAIZA A 90 TUNTAS

2 DARMANSYAH 90 TUNTAS

3 FADHIL FAEZI A 80 TUNTAS

4 FAHRY SABARUDIN 70 TUNTAS

5 FEDRI 90 TUNTAS

6 GUSLINA 90 TUNTAS

7 HAIKEL 60 TIDAK TUNTAS

8 IRVAN 70 TUNTAS

9 KARNIA 70 TUNTAS

10 MANIA 90 TUNTAS

11 MARIO PRASETIO 80 TUNTAS

12 MIRANDA 100 TUNTAS

13 NADIA JACINDA O 90 TUNTAS

14 NIKEN RAMADANI 80 TUNTAS

15 PAREL 50 TIDAK TUNTAS

16 RAFI SANJAYA 90 TUNTAS

17 RENDI HERIYANTO 90 TUNTAS

18 RIKA AMELIA 70 TUNTAS

19 SUCI 80 TUNTAS

20 TIARA KHAIRUNNISA 70 TUNTAS

NILAI RATA-RATA 80

NILAI TERENDAH 50

NILAI TERTINGGI 100

JUMLAH TUNTAS 18 (90%)

JUMLAH TIDAK TUNTAS 2 (10%)

Berdasarkan tabel 4.2 hasil tes formatif pada siklus II dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model discovery learning diperoleh nilai terendah 50,00, nilai tertinggi 100,00, nilai rata-rata peserta didik yaitu 80,00 dan ketuntasan belajar mencapai 90% atau ada 18 peserta didik yang tuntas belajar. Hal ini menunjukkan bahwa pada siklus II ini secara klasikal peserta didik sudah tuntas belajar, karena peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM (70) sebesar 90% lebih besar dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu 85%. Walaupun demikian, masih terdapat 2 peserta didik (10%) yang belum mencapai nilai KKM. Hal ini disebabkan peserta

(10)

didik masih kurang mampu memahami dari materi yang dipelajari. Akan tetapi 2 peserta didik yang tidak tuntas tersebut mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan data hasil belajar pada siklus II, guru dan observer menyimpulkan bahwa penelitian ini sudah tuntas pada siklus II. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model discovery learning pada mata pelajaran IPA kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara materi frekuensi denyut jantung memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya.

d. Refleksi

Adapun hasil refleksi atau diskusi antara guru dengan observer tentang pembelajaran tindakan siklus II adalah sebagai berikut:

1) Hasil pengamatan peneliti terhadap aktivitas guru dalam mempertahankan dan meningkatkan suasana pembelajaran yang mengarah pada model discovery learning, telah mencapai kriteria keberhasilan 94,4 % berada dalam kategori sangat baik. Ini berarti bahwa keberhasilan aktivitas guru mata pelajaran IPA dalam pembelajaran pada siklus II telah berhasil dengan baik.

2) Aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sudah mengarah ke model discovery learning secara lebih baik. Peserta didik mampu membangun kerjasama dalam kelompok untuk melakukan percobaan dan berdiskusi memahami materi yang dipelajari. Hasil pengamatan guru terhadap aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran telah mencapai kriteria keberhasilan 91,6 %. Berada dalam katagori sangat baik. Ini berarti bahwa keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran dalam siklus II telah berhasil dengan baik.

3) Hasil pengamatan guru terhadap hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif dengan nilai tes formatif rata-rata 80,00. Sedangkan nilai standar kompetensi minimal mata pelajaran IPA adalah minimal 70. Hal ini berarti peserta didik sudah berhasil dalam mencapai standar nilai yang telah ditetapkan.

(11)

4) Pada saat pembelajaran siklus II suasana sudah banyak terjadi perubahan, karena kegiatan percobaan dan diskusi tentang frekuensi denyut jantung semua peserta didik berpartisipasi aktif untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dalam kegiatan presentasi hasil diskusi peserta didik yang tadinya masih malu-malu dan kurang aktif menjadi lebih aktif karena motivasi guru dan teman kelompoknya, sehingga mereka menjadi lebih percaya diri.

5) Pembelajaran dengan model discovery learning ternyata membawa dampak positif terhadap aktivitas belajar peserta didik. Peserta didik semakin akrab dan sudah berani bertanya kepada teman kelompoknya atau gurunya apabila ada hal-hal yang belum dimengerti.

6) Dari beberapa hasil pengamatan selama penelitian, guru bersama observer menyimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan selama siklus II sudah berhasil dengan baik, untuk itu tidak perlu lagi diulang pada tindakan siklus yang ke tiga.

B. Pembahasan

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning memiliki dampak positif terhadap hasil belajar IPA peserta didik kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara. Hal ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari. Dari hasil penelitian menggunakan model discovery learning yaitu 60% pada siklus I dengan nilai rata-rata 67,5. Hasil ketuntasan belajar pada siklus I ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil ketuntasan belajar sebelumnya yang tidak pernah mencapai 50%.

Hasil belajar peserta didik juga meningkat pada siklus II, yaitu dengan diperoleh ketuntasan sebesar 90% dan nilai rata-rata sebesar 80,00.

Hal ini berarti nilai rata-rata pada siklus II meningkat sebesar 12,5 poin.

Rekapitulasi nilai hasil tes akhir peserta didik pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel berikut ini.

(12)

Tabel 4.3 Nilai Tes Formatif pada Siklus I dan Siklus II

No Uraian Nilai Rata-rata

Peserta didik

Tuntas Peserta didik Belum Tuntas

Frekuens i

% Frekuens i

%

1 Siklus I 67,50 12 60 8 40

2 Siklus II 80,00 18 90 2 10

Dari tabel di atas dapat dijelaskan peningkatan nilai hasil dan ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II secara teperinci sebagai berikut :

1) Peserta didik Tuntas Belajar

a) Pada siklus I peserta didik yang tuntas sebanyak 12 orang peserta didik atau 60% dari 20 peserta didik.

b) Pada siklus II peserta didik yang tuntas sebanyak 18 peserta didik atau 90% dari 20 peserta didik.

2) Peserta didik Belum Tuntas Belajar

a) Pada siklus I peserta didik yang belum tuntas sebanyak 8 peserta didik atau 40% dari 20 peserta didik.

b) Pada siklus II peserta didik yang belum tuntas sebanyak 2 peserta didik atau 10% dari 20 peserta didik.

Untuk lebih jelasnya peningkatan hasil belajar peserta didik dan nilai rata-rata hasil belajar dapat dilihat dari gambar diagram batang berikut ini.

Nilai Rata-rata 60

65 70 75 80

Siklus I

Gambar 4.1 Grafik peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II

(13)

Sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan dalam perbaikan pembelajaran bahwa peserta didik yang dinyatakan tuntas belajar jika mendapat nilai tes sebesar 70 ke atas dan jika 85% dari peserta didik telah tuntas belajarnya.

Untuk memperjelas kenaikan ketuntasan belajar peserta didik dan penurunan ketidaktuntasan belajar peserta didik dapat dilihat pada diagram batang dibawah ini :

Kenaikan ketuntasan belajar

Penurunan ketidaktuntasan belajar

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

Siklus I Siklus II

(14)

Gambar 4.2 Grafik Kenaikan ketuntasan belajar peserta didik

Dari hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan dalam 2 siklus menggunakan model model discovery learning dan jawaban soal-soal tes foramtif yang diberikan, kemudian guru menggunakan jawaban- jawaban tersebut untuk mengetahui apakah pembelajaran IPA menggunakan model discovery learning tersebut dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara.

Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dikarenakan beberapa faktor, diantaranya dari segi model pembelajaran yang berbeda dari biasanya yang belum pernah diterapkan oleh guru sebelumnya, persiapan materi dengan bahan ajar yang lebih menarik karena ditambah gambar yang berwarna yang sudah dipersiapkan sebelumnya agar materi dapat dimengerti oleh peserta didik, menggunakan media power point dan video, serta LKPD menarik yang menunjang pada kegiatan belajar mengajar. Selain itu pada tahap pengumpulan data dilakukan percobaan dengan alat dan bahan yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar juga membuat peserta didik lebih tertarik untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Adanya diskusi kelompok membantu peserta didik yang kurang agar dapat memahami materi dengan baik.

Adanya peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II disebabkan adanya perubahan situasi belajar dari yang sebelumnya.

Secara rinci perbedaan situasi belajar dapat digambarkan sebagai berikut:

a) Model pembelajaran yang digunakan berbeda dengan model pembelajaran yang biasanya digunakan guru di dalam kelas. Peserta didik diberi kesempatan untuk mengidentifikasi permasalahan atau materi yang ingin dipelajari, kemudian berkelompok melakukan percobaan untuk dapat menjawab permasalahan atau pertanyaan yang ingin diketahuinya.

Percobaan yang dilakukan pada siklus I maupun siklus II menggunakan alat dan bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga lebih kontekstual. Adanya variasi pembelajaran membuat peserta

(15)

didik lebih tertarik dan serius dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang baik.

b) Guru menyiapkan LKPD dan bahan ajar yang menarik dengan gambar dan tulisan berwarna, serta penggunaan media power point dan video untuk memberikan stimulus maupun saat penguatan materi. Hal ini tentu saja menarik perhatian peserta didik untuk aktif membaca bahan ajar dan mengerjakan langkah-langkah kegiatan pada LKPD dengan baik. Peserta didik lebih mudah memahami materi yang dipelajari sehingga dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik pula.

c) Pembagian peserta didik ke dalam kelompok bersifat heterogen, yaitu dicampur antara peserta didik laki-laki dan perempuan, dilihat berdasarkan nilai tes formatif sebelumnya, serta keaktifan peserta didik pada proses pembelajaran sebelumnya. Peserta didik yang memiliki kemampuan awal berbeda dapat bekerja sama dan saling membantu. Peserta didik yang lebih mengerti dapat menjelaskan kepada peserta didik yang belum mengerti apa yang diketahuinya. Dengan demikian, peserta didik dapat memahami materi dengan lebih mudah.

d) Peserta didik diberi kesempatan untuk mempresentasikan jawaban yang diperolehnya dari hasil diskusi peserta didik dengan kelompoknya. Karena jawaban dikerjakan bersama-sama, kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menjadi lebih merata. Peserta didik lain dapat menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan peserta didik yang di depan menjelaskan yang diketahuinya, sehingga terjadi interaksi yang baik antara peserta didik dengan peserta didik. Peserta didik lain yang merasa jawabannya kurang tepat dapat memperbaiki kesalahannya.

Berdasarkan penjelasan dan uraian mengenai hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran sebagaimana diuraikan diatas, berupa data hasil tes siklus I, tes siklus II dan data hasil observasi siklus I dan II maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar dan minat peserta didik pada pembelajaran IPA materi peredaran

(16)

darah yang meliputi komponen penyusun sel darah dan frekuensi denyut jantung kelas VIIIA MTs Negeri 1 Kayong Utara tahun pelajaran 2021/2022.

Dari hasil diskusi dengan guru dan observer maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dalam dua siklus perbaikan dinyatakan tuntas, dan dapat dilanjutkan pada materi selanjutnya karena telah memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditentukan. Hal tersebut dibuktikan dengan kenaikan hasil belajar peserta didik dari rata-rata pada pada siklus pertama sebesar 67,5 naik menjadi 80,00 pada siklus kedua. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar peserta didik menunjukkan perolehan pada siklus pertama sebanyak 12 peserta didik atau 60,00% dan naik menjadi 18 peserta didik atau 90,00% pada siklus kedua. Kemudian adanya penurunan ketidaktuntasan belajar peserta didik dari 8 peserta didik atau 40% tidak tuntas pada siklus pertama dapat menurun menjadi 2 peserta didik atau 10% tidak tuntas pada siklus kedua. Dengan demikian semua indikator dan kriteria keberhasilan proses perbaikan pembelajaran telah tercapai pada siklus kedua.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengamatan proses pembelajaran yang dilakukan di kelas V A SDN 1 Metro Utara pada tanggal 21 dan 22 November 2011, aktivitas dan hasil belajar dalam mata

a. Perencanaan Tindakan: Dalam tahap perencanaan tindakan dilaksanakan beberapa kegiatan, yaitu: 1) Menyamakan persepsi dengan guru mengenai model pembelajaran

Discovery adalah sebagai berikut: (a) Peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan; (b) Menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap percaya

Dari hasil penelitian dan seluruh pembahasan tentang penerapan model Discovery Learning yang telah dilakukan selama 2 siklus di SMAN 1 Salam Babaris, dapat disimpulkan

Dari hasil penelitian yang dilakukan di MTs Negeri 1 Bolaang Mongondow Utara pada tanggal 14 Oktober 2016, didapati kesimpulan sebagai berikut; komunikasi orang tua

Berdasarkan hasil survei dengan guru pamong atau dengan guru bidang study IPA/Sains pada tanggal 28 November 2020, secara garis besar kurikulum SMP N 2 Raman Utara yaitu pembelajaran

Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil dari penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti adalah Lembar Kerja Peserta Didik LKPD dalam mata pelajaran matematika, yang difokuskan

Diawali dengan melakukan penyusunan jadwal bersama dewan guru SD Negeri 149 Palembang dilaksanakan pada hari jumat tanggal 17 Maret 2023 Gambar 1 Gambar 1 : Penyusunan Jadwal