Dengan kitab itu, Allah menunjukkan kepada orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari kegelapan. Maksudnya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru (manusia) kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar." (Sal-Imran: 104) Maksudnya: "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdoa kepada Allah, beramal soleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." 14.
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepadanya, maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui”. 15. Ajaran-ajaran Allah, baik berupa perintah maupun larangan, disampaikan kepada manusia, sedangkan yang bertanggung jawab mengeluarkannya adalah salah seorang yang dipilih oleh Allah untuk tugas itu, dan orang-orang yang ditugaskan oleh Allah. diberi bimbingan kepada. Artinya: “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya. (Q.S.
Tetapi penutur adalah orang yang akan selalu berinteraksi dengan orang ramai, begitulah penutur diberi banyak keistimewaan oleh Allah dengan keberkatan melaksanakan perintah dan perintah Allah SWT. Penceramah ialah orang yang menyeru ke jalan Allah dan menyeru untuk mendapatkan keredhaan dan syurgaNya. Maksudnya: Barangsiapa yang menyeru dan menyeru manusia ke jalan petunjuk Allah, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, yang pahalanya tidak berkurang sedikit pun.
Dan siapa yang mengajak orang sesat, maka dialah yang akan menanggung dosa-dosanya sendiri dan dia akan menanggung dosa orang-orang yang mengikutinya, dan dosa-dosa itu tidak akan berkurang sedikitpun.
LANGKAH-LANGKAH
MEMPERSIAPKAN PENCERAMAH
Dan tidaklah benar pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa sikap kredibel dan jujur seorang pembicara tidak mempunyai pengaruh terhadap orang lain. Faktanya, saya percaya bahwa kualitas terpuji dari seorang pembicara lebih kuat dan efektif dalam mempengaruhi audiens. Selain itu, seorang pembicara harus diplomatis, komunikatif, dan tegas dalam menyampaikan pesan kebenaran.
Oleh sebab itu, seorang penceramah hendaklah tegas dalam menyampaikan kebenaran dan memerangi kebatilan, dengan kaedah yang baik seperti yang telah kami sebutkan di atas. Seorang penceramah yang menghadapi masalah seperti ini hendaklah benar-benar kembali kepada kaedah al-Quran. Oleh itu, seseorang penceramah harus berusaha untuk sentiasa meningkatkan ilmu melalui kajian yang serius.
Hal lain yang tidak kalah penting untuk diketahui seorang guru adalah memahami budaya dan tradisi masyarakat. Sebagai contoh bagi masyarakat dakwah, seorang khatib harus taat terlebih dahulu kepada Allah SWT sebelum mengajak orang lain. Seorang pengkhotbah tentu saja harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak senang dengan dakwah yang disampaikannya; mungkin beberapa dari mereka bahkan akan mengancam atau menerornya.
Namun seorang pembicara tidak boleh berputus asa, justru ia harus selalu optimis, karena apa yang disampaikannya adalah baik. Selain itu, ketika seorang khatib berdakwah, seorang khatib juga tidak boleh membeda-bedakan komunitas dakwah yang satu dengan komunitas dakwah yang lain, apalagi jika hanya melihat status komunitas atau agamanya. Seorang khatib yang ideal haruslah komunikatif dan argumentatif dalam penyampaian materi dakwahnya, karena kemampuan tersebut akan sangat mempengaruhi proses penerimaan masyarakat dakwah.
Satu hal yang penting bagi seorang pembicara dalam mencoba mempengaruhi pendengarnya adalah berusaha menghindari tindakan-tindakan yang dapat melukai perasaan pendengarnya. Oleh karena itu, seorang dosen ibarat seorang dokter yang mampu memberikan resep obat kepada pasiennya sesuai dengan penyakit yang dideritanya. Tidak ada yang lebih berharga bagi seorang pembicara selain apa yang disampaikannya yang dapat menyentuh dan mempengaruhi perasaan pendengarnya.
Sebab, khatib bagaimanapun juga adalah cermin hidup masyarakat dakwah yang selalu dilihat dan ditiru. Ketahuilah bahwa kekurangan-kekurangan tersebut di atas tidak menghalangi pembicara untuk menyampaikan kebenaran.
CARA PENCERAMAH MENGATASI PROBLEM MASYARAKAT
Seorang pembicara harus terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri setiap khalayak (masyarakat dakwah), baik dari segi tata cara dakwahnya, metode yang tepat dan juga waktu yang sesuai, agar ceramah yang diberikan benar-benar dapat memberikan manfaat. Seorang pembicara pertama-tama harus yakin bahwa apa yang disampaikannya adalah kebenaran yang tidak diragukan lagi dan telah dipraktikkan dalam kehidupan. Ketika seorang pembicara memberikan ceramah, seorang pembicara tidak boleh terburu-buru sehingga membuat audiens sulit memahami maksudnya.
Dalam menyampaikan ceramah, seorang pembicara tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain atau kelompok tertentu, apalagi menghina orang lain atau keyakinannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Seorang penceramah harus mampu menyentuh hati dan perasaan pendengarnya dengan ceramah yang disampaikannya, karena hati merupakan penggerak utama seseorang untuk berbuat baik atau jahat. Selain itu, khatib harus lebih dekat dengan pendengarnya (masyarakat dakwah) dan bukan sebaliknya yaitu berusaha menjauhi mereka.
Seorang khatib terlebih dahulu harus memberikan contoh yang baik sebelum memerintahkan atau melarang orang lain melakukan sesuatu. Seorang guru harus membuat semacam jadwal atau rencana terhadap materi dan cara penyampaiannya, agar tidak terjadi pengulangan materi atau cara yang sama di tempat yang sama. Hitler berkata: Propaganda atau retorika akan berdampak pada pendengarnya bila disampaikan secara sistematis dan terus menerus.
Sekalipun itu berarti menyakiti perasaan orang lain atau pemerintah, sehingga mengakibatkan mereka mendekam di tahanan. Pandangan pertama mengatakan bahwa khotbah, khususnya khotbah Jumat, harus disampaikan dalam bahasa Arab, artinya jika disampaikan dalam bahasa lain selain bahasa Arab maka hukumnya batal.Pendapat ini menjadi landasan Nabi Muhammad SAW. Pendapat kedua berpendapat bahwa tidak ada larangan penggunaan bahasa Arab dalam khotbah, karena hakikat khotbah adalah menyampaikan petunjuk atau nasehat, dan dapat disampaikan dengan bahasa yang dapat dimengerti.
Ada pula yang menambahkan, jika khotbah memuat beberapa ayat Al-Quran, maka harus diucapkan atau dibaca dalam bahasa aslinya, yaitu dalam bahasa Arab. Sebagian ulama Hanafi membolehkan khotbah dalam bahasa Persia karena tujuan utama khotbah adalah untuk mengajarkan atau memberi informasi kepada pendengarnya tentang isi teguran atau ajaran66. Menurut saya, sebaiknya para khatib menyampaikan isi khutbahnya dalam bahasa Arab kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh pendengarnya, karena tujuan khutbahnya adalah menyampaikan ajaran agama kepada seluruh umat manusia dengan dalil-dalil yang kuat.
MENJADI PENCERAMAH IDAMAN SEPANJANG MASA
Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui orang-orang yang tersesat dari jalannya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” Terkadang seorang khatib harus berhadapan dengan pemikiran atau orang yang membenci Islam. Satu hal yang dianggap penting adalah jangan sampai salah memilih pembicara, artinya tugas mulia dan sulit ini tidak dilakukan oleh orang yang tidak ahli.
Sebagaimana diketahui, tempat yang paling megah dan mulia bagi umat Islam adalah Masjid, dimana tempat ini merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang bersih dan suci lahir dan batin, tempat berkumpulnya umat Islam di pagi dan sore hari, serta sebagai tempat berkumpulnya umat Islam. tempat komunikasi antara hamba dengan Tuhannya. , dan mengharapkan bantuan dari-Nya. Salah satu contoh nyata keistimewaan sebuah masjid adalah tidak akan pernah dimasukinya kecuali oleh orang-orang yang hatinya bersih, atau setidak-tidaknya mereka yang ingin kembali kepada sesuatu yang lebih baik, dan mengharap ampunan Allah. Kita saat ini berada pada era yang sangat mengkhawatirkan, dimana kita dihadapkan pada perang ideologi dan pemikiran baik dari kelompok Islam maupun dari luar, banyak pihak yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, kita memandang penyalahgunaan obat-obatan terlarang sebagai sesuatu yang wajar. maka Islam harus tampil dengan ciri Shalih likulli Zaman wa Makan, sehingga mampu memberikan solusi atas permasalahan yang menimpa umat manusia.
10. Dan yang terakhir, masjid hendaknya dikelola dengan baik dan dikelola oleh orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga dapat mencerminkan tata kelola yang Islami, penuh dengan etika, kegiatan dan program yang baik. Padahal kalian semua adalah orang-orang yang pertama kali diperingatkan akan ancaman siksa yang sangat pedih. Beliau mengawali pembicaraannya dengan menyebut dirinya sebagai orang baik (pelopor) karena dikenal amanah (dapat diandalkan) dan jujur.
Dan kemudian Rasulullah memberitahukan kepada mereka tentang apa yang akan terjadi setelah kematian, seperti hari kiamat dan hari kiamat (hisâb), siapa yang berbuat baik maka akan mendapat pahala, sedangkan siapa yang berbuat buruk akan mendapat siksa, pada saat itu tidak ada. seseorang akan yakin kecuali mereka yang benar-benar beriman. Di antara hak-hak anda sebagai seorang suami atas isteri anda adalah: jangan membiarkan isteri anda dianiaya/ditiduri oleh orang lain, dan jangan membiarkan orang yang tidak anda sukai masuk ke dalam rumah anda tanpa seizin anda karena takut akan sesuatu hal. akan terjadi. Orang-orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang-orang yang bertakwa di antara kamu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Juga anak pamannya Rabi'ah bin Harits yang harus dibunuh, syahid dalam Perang Badar, padahal sudah menjadi adat (kebiasaan) masyarakat Jahiliyah untuk membalas dendam kepada orang yang telah membunuh mereka. Secara umum isi ceramah ini bersifat moderat, yaitu tidak terlalu panjang atau pendek, namun sebaliknya padat dan jelas sebagai tanda kesempurnaan pemberinya yaitu Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu jangan pernah sombong, karena bagaimana mungkin orang yang berasal dari negeri dan ingin kembali ke negeri itu bisa sombong?
Ya Allah, berilah kami ketabahan dan kekuatan agar kami mampu melawan musuh-musuh-Mu, orang-orang yang berbuat maksiat, orang-orang munafik tanpa perlu mencelakakannya dan tanpa ada rasa permusuhan. Ya Allah Tuhanku, kami menyadari bahwa kami ini pelit, tamak dan serakah, maka jadikanlah kami hamba-Mu yang dermawan, mampu membantu orang yang membutuhkan dengan cara yang tidak berlebihan dan mubazir, jauh dari kesombongan dan kesombongan.