• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut aspek komoditi dibagi atas:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Menurut aspek komoditi dibagi atas:"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

TARIF

(2)

Dalam pelaksanaan kegiatan ekspor impor, pembebanan tarif dapat dikelompokan menjadi beberapa jenis, antara lain:

Menurut aspek komoditi dibagi atas:

Bea Export (Exports Duties)

 Bea Transit (Transit Duties)

Bea Impor (Import Duties)

(3)

Bea Ekspor (Exports Duties)

Yaitu pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain. Digunakan untuk barang-barang yang keluar dari custom area suatu negara yang memungut pajak.

Custom area adalah daerah dimana barang-barang bebas bergerak dengan tidak dikenai bea pabean. Batas custom area ini biasanya sama dengan batas wilayah suatu negara.

(4)

Bea Transit (Transit Duties)

Yaitu pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut tujuan akhirnya adalah negara lain.

(5)

Bea Impor (Import Duties)

Yaitu pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang-

barang yang masuk dalam custom area suatu negara dengan

ketentuan-ketentuan bahwa negara tersebut sebagai tujuan

akhir.

(6)

Menurut mekanisme perhitungannya, dibagi atas:

Ad valorem duties, yakni biaya pabean yang tingginya dinyatakan dalam presentasi dari nilai barang yang dikenakan bea tersebut.

Sebagai contoh, harga suatu barang adalah U$100 dan besarnya tarif bea masuk 10%, sedangkan kurs U$1 = Rp. 15.000, Maka besarnya bea masuk yang dikenakan sebesar????

(7)

10% x (U$100 x Rp 15.000) = 10% x 1.500.000

= Rp 150.000

(8)

Specific duties, yakni biaya pabean yang tingginya dinyatakan untuk setiap ukuran fisik dari barang yang dikenakan bea tersebut.

Sebagai contoh, bea masuk yang dikenakan atas barang-barang atau komoditi seperti di bawah ini :

Semen : Rp. 3.000/ton

Sepatu : Rp. 14.000/pasang Piring : Rp. 5.000/lusin Jeruk : Rp. 5.00/kg

VCR : Rp. 250.000/unit

(9)

Compound duties, yakni biaya pabean yang

tingginya adalah hasil kombinasi dari ad valorem dan specific duties.

Contoh : sejenis barang tertentu harganya U$100 dikenakan bea 10% ad valeroom ditambah dengan Rp.

50.000 setiap unit. Maka besarnya bea sebesar?

(10)

10% x (U$100 x Rp 15.000) = 10% x 1.500.000

= Rp 150.000 + Rp 50.000

= Rp 200.000

(11)

Penerapan dari pengenaan suatu tarif terutama dalam bentuk bea masuk meliputi beberapa hal, yaitu:

Pembebasan bea masuk atau tarif rendah yaitu antara 0% – 5%, yang dikenakan untuk bahan kebutuhan pokok dan vital, seperti beras, mesin-mesin, alat-alat militer dan lain-lain.

Tarif sedang antara 5% – 20%, yang dikenakan untuk barang setengah jadi dan barang- barang lain yang belum cukup diproduksi di dalam negeri.

Tarif tinggi >20%, yang dikenakan untuk barang-barang mewah dan barang-barang lain yang sudah cukup diproduksi di dalam negeri dan bukan barang kebutuhan pokok.

(12)

Sistem tarif dalam ekspor dan impor digunakan untuk menentukan besarnya tarif yang berlaku ke setiap barang atau komoditi yang diperdagangkan secara internasional. Para pelaku perdagangan internasional (eksportir-importir) menggunakan pedoman berdasarkan sistem tarif yang berlaku.

(13)

SISTEM TARIF

• Tarif Tunggal

• Tarif Umum/Konvensional

• Tarif Preferensi

(14)

TARIF TUNGGAL

Satu tarif untuk satu jenis komoditi yang besarnya berlaku sama untuk impor komoditi tersebut di Negara mana saja, tanpa terkecuali

Tarif umum adalah satu tarif untuk satu komoditi yang besar persentase tarifnya berbeda antara satu Negara dengan Negara lain.

(15)

TARIF UMUM

Setelah perang dunia dua perdagangan internasional diatur dan didasarkan pada G.A.T.T (General Agreement on Tariff and Trade) atau perjanjian umum tentang tarif dan perdagangan. GATT berdasarkan pada dua prinsip pokok:

1. Prinsip non diskriminatif

Artinya setiap Negara yang menjadi anggota GATT harus tunduk kepada ketentuan yang berlaku 2. Prinisip Resiprositas

Artinya bila suatu Negara memberikan fasilitas / keringanan impor suatu komoditi dari suatu Negara lain maka Negara lain harus memberikan perlakuan yang sama

(16)

TARIF PREFERENSI

Salah satu system tarif yang merupakan pengecualian dari prinsip non diskriminatif, artinya Tarif GATT yang presentasinya diturunkan, bahkan untuk beberapa komoditi bisa sampai 0% yang diberlakukan oleh Negara terhadapa komoditi yang di impor dari Negara lain karena adanya hubungan khusus antara Negara pengimpor dan Negara pengekspor

(17)

Contoh tarif preferensi

1. British commonwealth preference

Suatu tarif bea masuk impor yang khusus di berikan inggris kepada Negara bekas dominion inggris seperti Australia, Malaysia, Singapore, Kanada

2. Asean Preferential Trading Arrangement

Suatu tarif bea masuk impor yang khusus berlaku untuk anggota ASEAN dan untuk komoditi yang di sepakati oleh Negara ASEAN

3. Generalized System of Preference

Suatu bea masuk import yang khusus di berikan oleh Negara Industri maju yang berlaku umum bagi semua Negara berkembang kecuali Negara Anggota OPEC, tidak termasuk Indonesia.

(18)

Efek tarif

Pembebanan tarif atas suatu barang dapat mempunyai efek terhadap perekonomiansuatu Negara.

Khususnya di dalam pasar barang tersebut. Beberapa efek yang terjadi karena diberlakukannya tarif dalam perdagangan.

1. Efek terhadap harga, dapat menyebabkan naik turunnya harga suatu barang di dalam negeri.

2. Efek terhadap konsumsi, dapat menyebabkan naik turunnya jumlah konsumsi atas suatu barang di dalam negeri.

3. Efek terhadap produk, dapat menyebabkan naik turunnya jumlah produksi suatu barang dalam negeri.

4. Efek terhadap distribusi pendapatan, dapat menyebabkan perubahan pola dalam pendapatan masyarakat di dalam negeri.

(19)

Referensi

Dokumen terkait

Indonesia sedang menuju era baru dalam pengelolaan kekayaan Negara melalui antara lain diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang

Untuk menentukan jenis barang dan jenis jasa yang dikenakan pajak perlu dilihat terlebih dahulu dalam ketentuan Pasal 4A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang