• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENYUSUN LAPORAN HIDROLOGI

N/A
N/A
Luthfi Luthfi

Academic year: 2025

Membagikan "MENYUSUN LAPORAN HIDROLOGI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HIDROLOGI

DAERAH ALIRAN SUNGAI BABURA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Hidrologi Yang Diampu Oleh : Dr. Ir. Asep Huddiankuwera, SP., MT

Disusun Oleh : MUHAMMAD ZULKIFLI

22 611 035

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS YAPIS PAPUA JAYAPURA

2025

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan pengerjaan laporan praktikum hidrolika.

Melalui Laporan Praktikum Hidrolika ini saya banyak belajar sekaligus memperoleh pengalaman- pengalaman baru secara langsung, yang belum pernah saya peroleh sebelumnya. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, diharapkan nantinya dapat bermanfaat pada masa yang akan datang.

Terselesaikanya laporan ini tentu tidak lepas dari bantuan banyak pihak.

Oleh karena itu, Saya mengucapkan terima kasih kepada

1. Bapak Dr. Ir. Asep Huddiankuwera, SP., MT. Selaku dosen pengampu \ 2. Kepada orang tua yang telah memberikan dukungan

3. Kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam membantu saya menyelesaikan laporan ini.

Saya menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu, saya meminta maaf apabila terdapat kekurangan atau kesalahan serta kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terciptanya laporan yang lebih baik. Kepada semua pihak, saya berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bisa dijadikan referensi untuk pengembangan selanjutnya yang lebih baik.

Jayapura, November 2024

Muhammad Zulkifli

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari pergerakan, distribusi, dan sifat fisik air di bumi, termasuk siklus hidrologi, hujan, aliran sungai, air tanah, dan interaksi antara air dengan lingkungan. Ilmu ini sangat penting dalam berbagai bidang, seperti pengelolaan sumber daya air, mitigasi bencana banjir dan kekeringan, serta perencanaan pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan air.

Siklus hidrologi merupakan proses utama dalam hidrologi, yang melibatkan evaporasi (penguapan air ke atmosfer), kondensasi (pembentukan awan), presipitasi (hujan, salju, atau bentuk curah hujan lainnya), infiltrasi (peresapan air ke dalam tanah), dan aliran permukaan yang kembali ke lautan.

Proses ini terjadi terus-menerus dan sangat dipengaruhi oleh faktor iklim, topografi, dan aktivitas manusia.

Dalam praktiknya, hidrologi memiliki banyak penerapan, seperti dalam perencanaan bendungan, sistem irigasi, dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Studi hidrologi juga digunakan dalam pemodelan banjir untuk mengurangi risiko bencana, serta dalam analisis kualitas air untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Dengan perkembangan teknologi, metode pemantauan hidrologi semakin canggih, seperti penggunaan citra satelit dan sensor otomatis.

Namun, perubahan iklim dan aktivitas manusia seperti deforestasi dan urbanisasi memberikan tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya air.

Perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu global dapat menyebabkan banjir lebih sering terjadi atau kekeringan yang lebih ekstrem. Oleh karena itu, studi hidrologi terus berkembang untuk mencari solusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air bagi kehidupan.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalh di kaji dalam tugas besar ini adalah :

1. Bagaimana debit banjir aliran sungai berdasarkan data curah hujan 10 tahun terakhir

2. Bagaimana kemampuan sungai menampung volume air saat hujan pada kondisi ekstrim

1.3 Tujuan

Tujuan dari tugas hidrologi ini adalah :

1. Mahasiswa dapat menghitung curah hujan rencana 2. Mahasiswa dapat menghitung debet banjir rancangan

(6)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Daerah aliran Sungai (DAS)

Daerah aliran sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang menampung, mengalirkan, dan mengalirkan air hujan melalui sungai utama dan anak-anak sungainya menuju suatu muara, seperti danau, laut, atau waduk. DAS dibatasi oleh punggung bukit atau pegunungan yang disebut sebagai batas DAS.

Air yang jatuh di dalam wilayah DAS akan mengalir melalui berbagai jalur air sebelum mencapai titik akhir alirannya. Selain berfungsi sebagai sistem hidrologi, DAS juga memiliki peran ekologis yang penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk mengatur siklus air, mencegah erosi, dan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup.

Dalam pengelolaannya, DAS harus dijaga agar tetap berfungsi dengan baik, mengingat aktivitas manusia seperti penebangan hutan, urbanisasi, dan pertanian dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas air yang mengalir di dalamnya. Pengelolaan DAS yang baik melibatkan berbagai strategi, seperti konservasi lahan, penghijauan, pembuatan terasering di lahan miring, serta pengelolaan limbah agar tidak mencemari sungai. Jika DAS rusak, dampaknya bisa sangat luas, termasuk banjir, tanah longsor, dan kekeringan di musim kemarau. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, sangat penting dalam menjaga kelestarian DAS.

2.2 Banjir

Banjir adalah peristiwa meluapnya air ke daratan yang biasanya kering akibat volume air yang berlebihan, baik dari curah hujan tinggi, luapan sungai, pasang air laut, maupun buruknya sistem drainase. Banjir dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, infrastruktur, dan mengancam keselamatan manusia serta hewan. Faktor-faktor seperti penggundulan hutan, urbanisasi tanpa perencanaan yang baik, dan pembuangan sampah sembarangan dapat memperburuk risiko banjir. Untuk mengurangi dampak banjir, diperlukan upaya seperti memperbaiki sistem drainase, melakukan reboisasi, membangun tanggul, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

(7)

2.3 Sungai

sSungai adalah saluran alami yang mengalirkan air dari mata air atau daerah hujan yang tinggi menuju muara, seperti laut, danau, atau waduk, memainkan peran penting dalam ekosistem dengan menyediakan sumber air bagi kehidupan manusia, pertanian, dan industri, serta membentuk habitat bagi berbagai flora dan fauna di sekitarnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian, kapasitas masing-masing saluran masih mampu mengalirkan air hujan dengan baik, namun pada saluran pembuang aliran air berjalan lambat akibat adanya

Meluapnya air dari saluran yang kapasitas tampungannya tidak mampu lagi mengalirkan air buangan rumah tangga dan limpasan air hujan pada waktu musim penghujan terjadi pada

Bangunan pembawa mempunyai fungsi membawa/mengalirkan air dari sumbernya menuju petak irigasi. Bangunan pembawa meliputi saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier

BAB V PERENCANAAN 116 perhitungan debit andalan sebagai beban air akibat pengaruh hujan, debit sungai dan data pasang surut dari muara saluran primer untuk mengetahui pengaruhnya

Distribusi spasial fitoplankton tersebar luas di seluruh badan perairan, baik di muara, waduk, danau, sungai, pesisir pantai, laut, hingga samudra, yang terdistribusi

Bangunan pembawa mempunyi fungsi membawa/mengalirkan air dari sumbernya menuju petak irigasi. Bangunan pembawa meliputi saluran primer, saluran sekunder, saluran

UTILITAS-LIMBAH 46 Selain melalui saluran/talang horisontal pada atap, air hujan juga disalurkan melalui talang atau saluran vertikal Untuk menuju saluran kota air hujan dikontrol

Drainase pracetak merupakan saluran air hujan yang berfungsi untuk mengalirkan dan meresapkan air hujan dari suatu tempat ke tempat lain atau badan air yang dibuat dengan sistem