KEGIATAN : PEMBANGUNAN USB SMK DI KABUPATEN / KOTA PEKERJAAN : PEMBANGUNAN USB SMK DI KOTA BUKITTINGGI
LOKASI : KOTA BUKITTINGGI
I. PENDAHULUAN
1.1. Umum
Setelah mengikuti aanwijzing serta mempelajari bestek/gambar dan berita acara aanwijzing, maka kami mencoba membuat metode pelaksanaan kerja, sebagai salah satu syarat teknis dalam melakukan penawaran pekerjaan tersebut diatas untuk memenuhi persyaratan usulan teknis dalam penawaran yang kami ajukan. Metoda kami susun berdasarkan aturan-aturan pelaksanaan pekerjaan yang merupakan urutan atau tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan di lapangan /lokasi kerja dan dilengkapi dengan gambar – gambar kerja.
Mengingat Metode Kerja sangat penting yang mana kriteria proyek selalu :
1.1.1. Dimulai dari awal proyek dan diakhiri dengan akhir proyek serta mempunyai waktu terbatas merupakan rangkaian kegiatan yang saling terkait.
1.1.2 Kegiatan konstruksi harus bisa menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien agar tujuan proyek tercapai secara optimal.
Dalam hal ini penyedia jasa untuk pelaksanaan pekerjaan yang nantinya, dipercayakan kepada kami apabila ditunjuk sebagai pemenang, berkomitmen akan melaksanakan pekerjaan dengan metode kerja yang seefektif dan seefisien mungkin, sehingga hasil akhir pekerjaan akan sesuai dengan apa yang diharapkan didalam dokumen kontrak dapat dipertanggungjawabkan dengan :
a. Tepat waktu b. Tepat biaya c. Tepat mutu
1.2. Tujuan
Metode kerja / rencana kerja mempunyai tujuan untuk mencapai hasil fisik yang dapat dipertanggungjawabkan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, dengan demikian urutan kerja, penyediaan bahan, tenaga kerja dan peralatan kerja harus disusun secara sistimatis.
1.3.Bentuk dan isi
1.3.1 Untuk memudahkan pembacaan dibuat dalam bentuk diagram atau grafis (time schedule dan diagram pengendali cuaca).
1.3.2 Dalam Pembuatan Rencana Kerja berisikan program dari waktu ke waktu tentang:
1.3.2.1 Pelaksanaan bagian-bagian item pekerjaan.
1.3.2.2 Pendatangan dan penggunaan bermacam-macam bahan yang dipakai dalam pekerjaan serta jumlahnya.
1.3.2.3 Pendatangan tenaga kerja dan peralatan kerja serta jumlahnya.
II. FUNGSI KEGUNAAN
2.1. Mempermudah urutan tahapan pelaksanaan pekerjaan fisik.
2.2. Mempermudah pendatangan bahan menurut waktu dan kebutuhannya.
2.3. Mempermudah pendatangan tenaga kerja menurut waktu dan kebutuhannya.
2.4. Mempermudah pendatangan peralatan kerja menurut waktu dan kebutuhannya.
2.5. Pelaksanaan pekerjaan menjadi lancar dan effektif.
2.6. Pengendalian biaya dan waktu lebih akurat dan effektif.
2.7. Bila terjadi force majeur akan tercatat lebih akurat, sehingga mempermudah pembuktian guna meminta perpanjangan waktu.
III. PELAKSANAAN PEKERJAAN 3.1. Informasi pekerjaan
Kegiatan : Pembangunan USB SMK Di Kabupaten / Kota Pekerjaan : Pembangunan USB SMK Di Kota Bukittinggi Lokasi : Kota Bukittinggi
Waktu Pelaksana : 110 Hari Kalender Bangunan : Struktur Beton Bertulang Jumlah Lantai : Dua Lantai
Pondasi Struktur : Pondasi Sumuran dia. 120 cm dan Pas. Batu Kali
3.2. Lingkup Pelaksanaan Pekerjaan : A. Pekerjaan Lantai 1
1. Pekerjaan Permulaan 2. Pekerjaan Pondasi
3. Pekerjaan Beton / Dinding 4. Pekerjaan Plesteran 5. Pekerjaan Plafond 6. Pekerjaan Lantai 7. Pekerjaan Pintu Jendela 8. Pekerjaan Pengecatan
9. Pekerjaan Perlengkapan Dalam 10. Pekerjaan Perlengkapan Luar
B. Pekerjaan Lantai II
1. Pekerjaan Beton / Dinding 2. Pekerjaan Plesteran
3. Pekerjaan Kap / Atap 4. Pekerjaan Pintu Jendela 5. Pekerjaan Pengecatan
6. Pekerjaan Perlengkapan Dalam
IV. METODE PELAKSANAAN
Urutan / Tahapan pelaksanaan pekerjaan yang digambarkan dalam bentuk Time Schedule, dan Kurva ”S”.
4.1 PEKERJAAN PERMULAAN
Pertama kami akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan proyek ini, seperti pengelola proyek, konsultan perencana dan konsultan pengawas, untuk mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sekaligus menyampaikan Struktur Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan dan Time Shedule Pelaksanaan Pekerjaan. Selanjutnya kami segera menyiapkan proses pekerjaan yang terdiri dari pengurusan syarat-syarat administrasi dan teknis pekerjaan.
Teknis pelaksanaan diantaranya : - Membuat papan nama proyek,
- Menyiapkan tempat penumpukan/ penyimpanan material, supaya sirkulasi material dan mobilisaisi alat dapat berjalan dengan baik
- Membuat direksi keet, sehingga proses administrasi proyek dapat berjalan dengan baik antara pengawas dengan kontraktor.
- Membuat patok-patok atau titik as bangunan untuk penempatan pondasi dan galian pondasi.
Adapun tenaga kerja dan bahan serta peralatan yang diperlukan, diantaranya : a. Tenaga
- Site Manager
- Pelakasana Lapangan - Administrasi Proyek - Logistik
- Surveyor - Drafmen - Kepala kerja
- Tukang-tukang dan Pekerja b. Bahan
- Bahan Kali - Semen - Besi-besi - Triplek
- Bahan-bahan listrik
- Bahan-bahan pipa dan kelengkapannya - Gantungan aksesoris Pintu/ Jendela - Bahan KM/ WC
- Kayu-kayu - Bahan Cat
- Dan bahan yang ada dalam bestek lainnya.
c. Peralatan - Mobil Pick Up - Mesin Concrete Mixer - Mesin Vibrator - Stamper
- Alat alat pendukung lainnya.
Untuk mobilisasi tenaga, bahan dan peralatan disesuaikan dengan kebutuhannya masing- masing.
4.2 PEKERJAAN PONDASI
Ada beberapa macam type pondasi yang digunakan dalam pelaksanaan Pembangunan USB SMK Kota Bukittinggi ini diantara :
Pekerjaan Pondasi Batu Kali :
Langka-langkah kerja atau metoda pelaksanaan pekerjaan pondasi batu kali :
1. Gali tanah dengan ukuran lebar sama dengan lebar pondasi bagian bawah dengan kedalaman yang disyaratkan.
2. Menggali sisi-sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut kemiringan yang tepat.
3. Buang tanah sisa galian ketempat yang telah ditentukan.
4. Cek posisi, lebar, kedalaman dan kerapianya, sesuai dengan rencana.
5. Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk mendapatkan kelembaban yang optimum untuk pemadatan.
6. Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
7. Pasang patok bantu untuk memasang profil ( 2 patok untuk tiap profil ).
8. Profil dipasang pada setiap ujung lajur pondasi.
9. Pasang bilah bantu datar pada kedua patok, setinggi profil.
10. Pasang profil benar-benar tegak lurus dan bidang atas profil datar. Usahakan titik tengah profil tepat pada tengah-tengah galian yang direncanakan dan bidang atas profil sesuai peil pondasi.
11. Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok dan juga dipaku agar lebih kuat.
12. Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan ikatkan dengan profil, sehingga menjadi kuat dan kokoh.
13. Cek ketegakan/posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki jika ada yang tidak tepat, demikian juga peilnya.
Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25 cm dari permukaan urugan pasir.
Profil untuk pondasi batu kali
14. Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
15. Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan (aanstamping) dengan tinggi 20 cm dan isikan pasir dalam celah-celah batu tersebut sehingga tak ada rongga antar batu kemudian siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
16. Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali dengan adukan, sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang luar pasangan tersebut rata.
17. Sediakan tempat untuk lubang-lubang stek kolom dan keperluan-keperluan lain.
18. Cor stek-stek kolom tersebut dan rapikan pondasinya.
19. Setelah pasangan mengeras, bagian pinggir/sisi pondasi diurug kembali.
Pekerjaan Sumuran :
1. Sebelum pelaksanaan Pondasi Sumuran dimulai dilakukan pemasangan bowplank untuk menentukan as pondasi dan batas pondasi sesuai dengan Gambar Rencana.
2. Penentuan titik pondasi harus dilakukan dengan baik sehingga siku bangungan dan luas bangunan yang direncakan dapat diperoleh.
3. Penggalian dilakukan secara manual oleh tenaga kerja atau dapat dilakukan dengan alat untuk mempercepat pekerjaan galian.
4. Apabila ada air dalam galian, maka air tanah dikeluarkan dengan menggunakan mesin pompa agar penggalian lebih mudah dilaksanakan.
5. Penurunan cincin sumuran dapat dilakukan bersamaan dengan penggalian agar memudahkan pemasukan cincin dalam lubang galian pondasi, Setelah kedalaman galian pondasi dan cincin sumuran dimasukan maka diberi beton kedap air untuk menahan air tanah agar tidak masuk kedalam lubang cincin tadi.
6. Masukan cyclopen tambah 40% batu kali.
7. Pembesian dilaksanakan atau dipabrikasi terlebih dahulu sebelum dimasukan kedalam cincin sumuran. Pabrikasi dilakukan seiring dengan penggalian sehingga pelaksanaan lebih cepat selesai.
8. Besi untuk poor dan stek kolom dibuat sesuai ukuran dalam gambar rencana. Setelah itu dilanjutkan dengan memasukan besi yang telah diinstal ke dalam cincin pondasi.
9. Agar besi tulangan mendapat selimut beton, maka diberikan beton deking sehingga besi tulangan benar-benar sempurna terbungkus oleh beton.
10. Selanjutnya dilaksanakan pengecoran beton dengan mutu K-250 sesuai spek teknis.
11. Agar kepadatan beton padat dan masip, dibantu dengan vibrator sehingga semua sisi dapat terisi beton dengan sempurna dan mencegah keropos/rongga beton.
Contoh Pondasi Batu Kali Contoh Pemasangan Pondasi Batu Kali
Pekerjaan Sloof Struktur : Persiapan :
Contoh bahan besi tulangan dimintakan persetujuan pengawas dan dibawa kelabor untuk dilakukan uji tarik besi guna mendapatkan gambaran bahwa besi yang didatangkan dapat dipakai untuk tulangan struktur sloof.
Contoh bahan / material yang akan digunakan dimintakan persetujuan Direksi, bila disetujui kemudian dibawa ke laboratorium yang ditunjuk / direkomendasikan oleh proyek, guna diadakan test karekteristik untuk beton sesuai spesifikasi teknik / petunjuk Direksi untuk selanjutnya dibuat campuran pendahuluan (Preliminary Mix) dan percobaan campuran (Trial Mix).
Alat pencampur (Concrete Mixer)
Material/bahan telah siap sesuai volume yang akan di cor.
Tenaga siap sesuai kebutuhan.
Cek ulang kekuatan begesting, kebocoran dan pembesian.
Lokasi yang akan di cor dibersihkan dari kotoran, debu, minyak dan material lepas lainnya.
Pekerjaan Galian Sloof :
Pembuatan tanda-tanda yang menyatakan as-as atau level dengan menggunakan cat warna yang jelas dan tahan lama.
Pekerjaan galian dilakukan dengan menggunakan Back Hoe untuk ruangan yang memungkinkan dan dengan tenaga manusia untuk ruang-ruang yang sempit.
Pekerjaan galian dilakukan sesuai gambar rencana dan dilakukan pengukuran dengan menggunakan waterpass sampai pada elevasi yang diinginkan.
Setelah pekerjaan galian sloof kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan urugan pasir dan lantai kerja untuk dudukan sloof sesuai dengan elevasi rencana.
Membuat panel bekisting yang disesuaikan dengan ukuran sloof, dilokasi fabrikasi.
Oleskan minyak bekisting pada permukaan panel hingga rata.
Pasang panel bekisting pada lokasi masing - masing, sambungan antar panel harus rapat.
Panel bekisting harus diberi pengaku dari kaso pada sisi luar panel dan pada bagian atas panel diberi kaso juga agar benar benar tegak.
Cek kelurusan bekisting dengan tarikan benang.
Pekerjaan Pembesian :
Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Sebelum mendatangkan baja tulangan, seluruh daftar ukuran dan daftar bengkokan baja tulangan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan dimintakan persetujuan kepada Direksi.
Pemesanan / pengadaan besi beton baik jumlah, diameter, mutu sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknik serta standar nasional Indonesia SNI-2.
Pengiriman besi beton ke lokasi proyek dimana tempat penurunan / penyimpanan, besi ditumpuk / disusun dibawahnya diberi balok kayu agar tidak kontak langsung dengan tanah untuk menjaga perubahan bentuk ( karat ). Dalam pengiriman besi beton disertakan sertifikat / surat hasil pemeriksaan dan pengujiannya untuk diserahkan kepada Direksi.
Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan dengan alat bantu sesuai gambar dan spesifikasi yang disetujui Direksi.
Pemasangan dan penempatan besi tulangan yang sudah siap dipasang, dipasang tepat pada tempat kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan agar besi tidak berubah kedudukan pada saat pelaksanaan pengecoran beton harus diikat kawat bendrat, diganjal besi / cakar ayam diantara besi tulangan serta diberi beton deking agar besi terselimuti beton dengan sempurna ( beton deking dibuat sesuai dengan persyaratan spesifikasi dan selimut beton rencana ).
Sebelum dimulai pengecoran, dilakukan pemeriksaan penempatan baja-baja tulangan.
Dasar pembayaran pekerjaan Tulangan besi diukur Kg (kilogram) Pekerjaan Bekisting :
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Cetakan dibuat di los kerja dengan berbagai bentuk ukuran dan dimensi sloof yang ada dalam gambar rencana.
Cetakan yang sudah selesai dinbuat diolesi dengan minyak bekisting sehingga memudahkan saat pembongkaran cetakan nantinya setelah dicor.
Gambar. Work Shop Kerja Kayu
Los Kerja Kayu
4.3 PEKERJAAN BETON DAN DINDING 4.3.1 PEKERJAAN BETON
Metoda atau langkah - langkah pekerjaan beton bertulang sebagai berikut, Pekerjaan Kolom :
Sama seperti pekerjaan struktur beton bertulang sloof, pekerjaan kolom juga melalui pekerjaan persiapan seperti dibawah ini.
Metoda Pekerjaan Pembesian :
Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Sebelum mendatangkan baja tulangan, seluruh daftar ukuran dan daftar bengkokan baja tulangan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan dimintakan persetujuan kepada Direksi.
Pemesanan / pengadaan besi beton baik jumlah, diameter, mutu sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknik serta standar nasional Indonesia SNI-2.
Pengiriman besi beton ke lokasi proyek dimana tempat penurunan / penyimpanan, besi ditumpuk / disusun dibawahnya diberi balok kayu agar tidak kontak langsung dengan tanah untuk menjaga perubahan bentuk ( karat ). Dalam pengiriman besi beton disertakan sertifikat / surat hasil pemeriksaan dan pengujiannya untuk diserahkan kepada Direksi.
Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan dengan alat bantu sesuai gambar dan spesifikasi yang disetujui Direksi.
Pemasangan dan penempatan besi tulangan yang sudah siap dipasang, dipasang tepat pada tempat kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan agar besi tidak berubah kedudukan pada saat pelaksanaan pengecoran beton harus diikat kawat bendrat, diganjal besi / cakar ayam diantara besi tulangan serta diberi beton deking agar besi terselimuti beton dengan sempurna ( beton deking dibuat sesuai dengan persyaratan spesifikasi dan selimut beton rencana ).
Sebelum dimulai pengecoran, dilakukan pemeriksaan penempatan baja-baja tulangan.
Dasar pembayaran pekerjaan Tulangan besi diukur Kg (kilogram)
Metoda Pekerjaan Begisting :S
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Cetakan dibuat dan dirakit bersama perancahnya dengan berbagai bentuk dengan menggunakan alat bantu, bidang-bidang, batas-batas dan ukuran dari beton yang diinginkan sebagaimana terlihat pada gambar-gambar atau seperti ditetapkan Direksi.
Sebelum pengecoran permukaan dalam cetakan dibersihkan dari kotoran dan diberi lapisan minyak cetakan agar memudahkan proses pembongkaran.
Pengecoran :
Pengecoran dilakukan pada cuaca yang baik/cerah.
Bahan/material komponen beton dicampur dalam Concrete Mixer
Campuran beton dituang ketempat kotak pengaduk, gerobag dorong, atau talang sesuai kondisi dilapangan dan disetujui oleh Direksi.
Penyelesaian pelaksanaan pengecoran dihitung pada saat keluar dari Concrete Mixer, kecuali bila diberi bahan pembantu untuk memperlambat proses pengerasan beton.
Adukan beton tidak boleh dijatuhkan melebihi tinggi 1,5 m untuk menjaga terjadinya segresi.
Penggunaan vibrator dilakukan untuk mendapatkan beton tangga yang padat dan masip.
Setelah pengecoran beton selesai, permukaan beton harus tetap dalam keadaan lembab dengan cara :
Ditutup dengan karung basah.
Menggenangi dengan dengan air sampai selama waktu perawatan minimal 7 hari atau sesuai petunjuk Direksi.
Pembongkaran perancah dan acuan setelah beton umur minimal 4 hari atau sesuai petunjuk Direksi.
Pekerjaan Balok dan Plat Beton :
Pekerjaan balok dan plat lantai dipasang setelah pekerjaan kolom selesai dikerjakan.
Pemasangan bekisting balok menumpu pada kepala kolom dan bekisting plat lantai diinstal dengan sisi bekisting balok bagian dalam.
Berikut langkah kerja pekerjaan balok dan pelat lantai : Metoda Pekerjaan Pembesian :
Permintaan persetujuan untuk melakukan pekerjaan kepada Direksi.
Pengukuran dan penandaan lokasi pekerjaan (pemasangan profil) yang akan dilaksanakan sesuai Gambar Rencana bersama Direksi.
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Sebelum mendatangkan baja tulangan, seluruh daftar ukuran dan daftar bengkokan baja tulangan disiapkan oleh Penyedia Jasa dan dimintakan persetujuan kepada Direksi.
Pemesanan / pengadaan besi beton baik jumlah, diameter, mutu sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi teknik serta standar nasional Indonesia SNI-2.
Pengiriman besi beton ke lokasi proyek dimana tempat penurunan / penyimpanan, besi ditumpuk / disusun dibawahnya diberi balok kayu agar tidak kontak langsung
dengan tanah untuk menjaga perubahan bentuk ( karat ). Dalam pengiriman besi beton disertakan sertifikat / surat hasil pemeriksaan dan pengujiannya untuk diserahkan kepada Direksi.
Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan dengan alat bantu sesuai gambar dan spesifikasi yang disetujui Direksi.
Pemasangan dan penempatan besi tulangan yang sudah siap dipasang, dipasang tepat pada tempat kedudukan yang ditunjukkan dalam gambar rencana dan agar besi tidak berubah kedudukan pada saat pelaksanaan pengecoran beton harus diikat kawat bendrat, diganjal besi / cakar ayam diantara besi tulangan serta diberi beton deking agar besi terselimuti beton dengan sempurna ( beton deking dibuat sesuai dengan persyaratan spesifikasi dan selimut beton rencana ).
Sebelum dimulai pengecoran, dilakukan pemeriksaan penempatan baja-baja tulangan.
Dasar pembayaran pekerjaan Tulangan besi diukur Kg (kilogram) Metoda Pekerjaan Begisting :
Semua persyaratan bahan dan prosedur pekerjaan sesuai dengan Gambar Rencana dan Spesifikasi Teknis yang ada.
Cetakan dibuat dan dirakit bersama perancahnya dengan berbagai bentuk dengan menggunakan alat bantu, bidang-bidang, batas-batas dan ukuran dari beton yang diinginkan sebagaimana terlihat pada gambar-gambar atau seperti ditetapkan Direksi.
Sebelum pengecoran permukaan dalam cetakan dibersihkan dari kotoran dan diberi lapisan minyak cetakan agar memudahkan proses pembongkaran.
Pengecoran :
Pengecoran dilakukan pada cuaca yang baik/cerah.
Bahan/material komponen beton dalam Readymix diaduk hingga homogen dan slump beton tetap dijaga agar proses pengecoran dalam berjalan dengan lancar.
Campuran beton dituang ke lokasi pengecoran dengan bantuan concrete pump apabila pengecoran dilakukan pada lantai yang tinggi dan sulit dijangkau dengan manual.
Penyelesaian pelaksanaan pengecoran dihitung pada saat keluar dari Concrete Mixer, kecuali bila diberi bahan pembantu untuk memperlambat proses pengerasan beton.
Vibrator digunakan pada adukan beton yang sudah keluar kelantai pelat dan balok dengan arah vertical dan digerakan secara rata sehingga keropos pada beton dapat dihindari.
Setelah pengecoran beton selesai, permukaan beton harus tetap dalam keadaan lembab dengan cara :
Ditutup dengan karung basah
Menggenangi dengan dengan air sampai selama waktu perawatan minimal 7 hari atau sesuai petunjuk Direksi.
Pembongkaran perancah dan acuan setelah beton umur minimal 21 hari atau sesuai petunjuk Direksi.
PENGUJIAN SLUMP TEST
4.3.1 PEKERJAAN DINDING
1. Semua dinding batu bata dibuat dengan pasangan ½ bata dan dimulai dari sloof keatas.
2. Pasangan dinding batu bata dengan adukan 1 pc : 2 ps dilaksanakan mulai dari sloof sampai antara 20 - 35 cm di atas lantai dan untuk kamar mandi/wc/toilet dan dinding yang dikenai air secara langsung setinggi 1,50 meter dari permukaan lantai ( mengaju pada tinggi permintaan dalam gambar kerja atau petunjuk Direksi).
3. Pasangan dinding bata yang lain dibuat dengan adukan 1 pc : 4 ps.
4. Bata yang dipasang direndam terlebih dahulu agar tidak menyerap air semen terlalu banyak.
5. Setelah bata terpasang sesuai dengan ketinggian yang direncanakan, dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran pada dinding bata.
4.4 PEKERJAAN PLESTERAN
1. Setelah bata terpasang sesuai dengan ketinggian yang direncanakan, dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran pada dinding bata.
2. Plesteran dipasang dengan menggunakan adukan 1 pc : 2 ps dan 1 pc : 4 ps.
3. Untuk mendapatkan permukan plesteran yang rata dapat dibuat bidang acuan terlebih dahulu dengan ketebalan pleteran yang telah ditentukan.
4. Setelah bidang dinding diplester lalu dibusa dengan menggunakan alat yang lurus dengan mengikuti acuan pada dinding, sehingga diperoleh plesteran yang rata dan rapi.
5. Plesteran dilanjutkan dengan acian untuk memperoleh bidang yang lebih halus.
6. Untuk bidang beton diplester dengan adukan 1 : 1 ( Afwerking beton )
Contoh : Pemasangan Bata dan Plesteran
4.5 PEKERJAAN KOZEN
Pekerjaan kozen pintu dan jendela terbuat dari bahan kayu. Adapun Metoda Pemasangan dan Pabrikasi pintu dan jendela sebagai berikut :
Kusen kayu dipabrikas di workshop sesuai dengan bentuk dan ukuran pintu seperti dalam gambar rencana.
Posisi kusen dipasang pada dinding bata dan diberi angkur pada dinding bata supaya kokoh.
Pintu kayu panil dibuat sesuai gambar rencana dan dipasang pada kusen yang sudah tersedia.
Pintu dan kusen diamplas sehingga halus dan serat kasar yang ada hilang.
Setelah itu dibersihkan dari debu, sebelum kemudian dilakukan pengecatan.
4.6 PEKERJAAN LANTAI
Pekerjaan lantai sudah dapat dimulai apabila pekerjaan dinding dan plafond sudah selesai dikerjakan.
Pekerjaan Screeding Lantai / Cor Beton Tumbuk
Buat marking untuk elevasi screed dengan selang air / waterpass.
Bersihkan permukaan lantai dari debu dan puing dengan sapu / compressor.
Siram permukaan lantai dengan air sampai lembab.
Pasang benang pada jalur kepalaan.( elevasi sesuai dengan marking )
Tentukan tebal screed lantai sesuai dengan jenis finishing lantai.
Buat caplaan pada jalur kepalaan dengan jarak 1,5 s/d 2 m , elevasi sesuai benang. Pada bagian atas caplaan diberi triplek 5 x 5 cm.
Isi adukan dengan campuran 1 : 4 diantara caplaan, elevasi sesuai benang.
Demikian seterusnya untuk jalur kepalaan yang lain dengan jarak antar kepalaan 1,5 m s/d 2 m sejajar kepalaan pertama.
Isi adukan dengan campuran 1 : 4 diantara 2 kepalaan. Dan ratakan dengan jidar aluminium, lalu haluskan dengan roskam kayu.
Aci permukaan bidang screed setelah umur screed 2 – 3 hari ( khusus finishing lantai keramik, permukaan screed tidak perlu di aci tetapi di kasarkan ).
Metoda Pelaksanaan Pek. Realing Tangga :
a. Marking As & Elevasi untuk posisi Railing Tangga sesuai Gambar Kerja.
b. Tentukan letak Tiang Railing sesuai Gambar Kerja.
c. Pasang Tiang Railing pada awal Trap Tangga & pada Bordes Lantai atasnya.
d. Tarik Benang antara kedua Tiang Railing
e. Pasang Tiang Railing sesuai jarak yang telah ditentukan.
f. Matikan dudukan Tiang Railing.
g. Pasang Railing Horizontal dengan menumpu pada Tiang.
h. Sambung Railing Horizontal untuk Trap berikutnya.
i. Ratakan & haluskan sambungan serta bersihkan Railing Tangga yang telah terpasang.
j. Cek ketegakan Tiang, kemudian matikan dengan Dynabolt.
k. Dan agar diperhatikan Sistem Joint bagian bawah ( Plat Tangga dengan Cover Plat ).
Contoh : Pas. Realing Tangga
4.7 PEKERJAAN KAP / ATAP
Metoda Pekerjaan Kuda-Kuda & Pas. Atap Seng Warna :
Setelah pekerjaan struktur selesai yakni pondasi, sloof, kolom, balok dan reng balok maka dilanjutkan dengan pemasangan kuda-kuda untuk menutupi bangunan.
Kuda-kuda dibuat dengan baja ringan. Bentuk dan dimensi rangka kuda-kuda disesuaikan dengan gambar rencana dan melalui perhitungan struktur kekuatan kuda- kuda baja ringan.
Pemasangan kuda-kuda dilakukan oleh tenaga ahli sehingga pemasangan baja ringan dapat terpasang dengan sempurna dan kokoh.
Setelah kuda-kuda terpasang termasuk reng, selanjutnya dilakukan pemasangan atap seng warna.
Atap dipasang pada reng yang telah tersedia dan pembautan dilakukan dengan hati- hati untuk menghindari salah baut yang mengakibatkan kebocoran.
Elevasi atap dijaga agar tetap rata dan tidak terjadi kerusakan akibat terinjak oleh tenaga kerja yang memasang atap tersebut.
Ujung atap ditutupi dengan flashing atap sehingga atap tertutup dengan rapi.
4.8 PEKERJAAN PENGECATAN
a. Bersihkan permukaan dinding dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan kain lap.
b. Lindungi bahan - bahan/pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat dengan kertas semen / koran dan lakban.
c. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian - bagian dinding yang retak & kurang rata dengan plamir, kemudian tunggu sampai kering.
d. Haluskan plamir yang telah kering dengan amplas hingga rata.
e. Cek, apakah permukaan dinding sudah rata.
f. Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas & dengan kwas untuk bidang yang sempit ( sulit ).
g. Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
h. Jika cat finish yang pertama sudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/
terakhir ( jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi ).
i. Cek, apakah pengecatan finish yang kedua / terakhir itu sudah rata.
j. Apabila sudah rata, bersihkan cat - cat yang mengotori bahan - bahan / pekerjaan lain yang seharusnya tidak terkena cat dengan kain lap.
4.9 PEKERJAAN PERLENGKAPAN DALAM
Pas. Instalasi Listrik
Masukkan kawat pancingan ke dalam pipa konduit sesuai groupnya
Tarik kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut
Tandai kabel sesuai group dengan lakban & spidol
Sambungan kabel hanya boleh pada tee dos dan dengan las dop
Merger kabel yang telah terpasang
Pekerjaan Air Bersih & Air Kotor
Pekerjaan perlengkapan dalam diantaranya pembuatan meja beton washtafel, pantry dan pemasangan pipa air bersih dan kotor.
Pekerjaan instalasi air terbagi atas dua, yaitu instalasin air bersih dan instalasi air kotor.
Langkah kerja sbb :
- Instalasi air bersih dipasang apabila dinding bata sudah terpasang dan plafond belum dikerjakan.
- Saluran air bersih dapat dipasang dalam dinding bata dan melewati plafond.
- Sumber air bersih nantinya dapat diambil dari groundtank yang sudah disediakan dan dipompa dengan mesin pompa.
- Air bersih disalurkan keruangan yang sudah ditentukan dalam gembar rencana seperti di toilet, kamar mandi , dan pantry.
- Instalasi air kotor merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan air buangan, baik air kotor cucian maupun limbah padat.
- Semua saluran limbanh padat disalurkan ke septictank yang sudah disediakan.
4.10 PEKERJAAN PERLENGKAPAN LUAR Pekerjaan perlengkapan luar diantaranya :
Pembuatan saluran keliling gedung dari batu bata.
Bak kontrol.
Septiktank kap. 50 orang dengan resapannya.
Pembuatan Rabab Beton.
Demikian Metode Pelaksanaan kami buat dibuat, untuk dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pekerjaan nantinya, sehingga dapat dicapai penyelesaiaan tepat waktu dan hasil yang maksimal.
Padang, 26 Juli 2010 PT. DUTA KONSTRUKSI REALITY
MEILINDA IRWAN Direktur