• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pemahaman Islam

N/A
N/A
FARKY ARYA ADRYAN LATIF

Academic year: 2024

Membagikan " Metode Pemahaman Islam"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Ijtihad Sebagai Metode dalam Memahami Islam

FARKY ARYA (105731102322) NUR WAHYUDI

(105731103322)

RIO KURNIAWAN

(105731102122)

(2)

Seiring dengan berkembangnya waktu dan berkembangnya zaman, banyak bermunculan masalah, terutama masalah- masalah dalam agama. Sedangkan sebagian besar dari

masalah belum mendapatkan kejelasan hukum dari Al Qur’an dan As-Sunnah. Maka manusia berusaha untuk mencari cara untuk memutuskan masalah tersebut tentang baik buruknya.

Dan dalam bentuknya yang telah mengalami kemajuan, teori hukum (Islam) diambil. Sumber-sumber dari

hukumnya diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi, yang keduanya memberikan materi hukum. Sedangkan sumber-sumber yang melalui hukum berasal adalah

metode-metode ijtihad dan interpretasi, atau pencapaian

sebuah konsensus (Ijma’, kesepakatan).

(3)

Pembahasan

PENGERTIAN IJTIHAD

KEDUDUKAN IJTIHAD

METODE

IJTIHAD

(4)

Ijtihad adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang

sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al-Qur’an maupun hadist dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan yang matang (Sebaiknya dilakukan para ahli agama Islam).

Pengertian Ijtihad

Sedangkan secara Bahasa, Ijtihad adalah :

Ijtihad secara Bahasa berasal dari kata “Jahada”. Kata ini berarti

kasanggupan (AL-Wus’u), kekuatan (Al-Taqah) dan berat (Al-Masyaqqah).

dapat dikatakan bahwa, ijtihad adalah suatu usaha dengan segenap

kemampuan oleh seorang mujtahid untuk menggali hukum syara’ dari

sumber yang terperinci, yaitu Al-Quran dan hadist. Ijtihad juga dapat

disebut sebagai proses penggalian hukum syariat dari dalil-dalil yang

rinci yakni, Al-Quran, hadis, Ijma’, Qiyas dan dalil lainnya.

(5)

Pada dasarnya yang ditetapkan oleh ijtihad tidak dapat melahirkan keputusan yang mutlak absolut. Sebab ijtihad merupakan aktifitas akal pikiran manusia yang relatif. Sebagai produk pikiran manusia yang relatif, maka keputusan daripada suatu ijtihad pun adalah relatif.

Sesuatu keputusan yang ditetapkan oleh ijtihad, mungkin berlaku bagi seseorang tapi tidak berlaku bagi orang lain. Berlaku untuk satu masa/tempat tapi tidak berlaku pada masa/tempat lain.

Ijtihad tidak berlaku dalam penambahan ibadah mahdhah (murni). Sebab urusan ibadah mahdhah hanya oleh Allah dan Rasulullah.

Dalam proses berijtihad hendaknya dipertimbangkan faktor-faktor motivasi, akibat, kemaslahatan umum, kemanfaatan bersama dan nilai-nilai yang menjadi ciri dan jiwa daripada ajaran Islam.

KEDUDUKAN IJTIHAD

(6)

METODE IJTIHAD DALAM SUMBER HUKUM ISLAM

Dikutip dari buku Metode Ijtihad Mazhab Al-Zahiri karya H. Rahman Alwi (2005), metode Ijtihad antara lain sebagai berikut.

Ijma’, merupakan kesepakatan seluruh mujahidid di suatu massa setelah Rasulullah SAW wafat dan berkaitan dengan hukum syara yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan hadist.

Qiyas, merupakan hukum tentang suatu peristiwa yang ditetapkan dengan cara membandingkannya dengan hukum peristiwa lain

yang sudah ditetapkan sesuai nash (petunjuk).

Istihsan, merupakan berpindahnya dari suatu ketentuan hukum ke hukum lainnya karena terdapat dalil yang

menuntunnya.

Maslahah Mursalah, merupakan hukum yang disasarkan pada kemaslahatan yang lebih besar dibandingkan mengesampingkan kemudharatan karena tidak ada dalil yang menganjurkan maupun melarangnya

(7)

Istihsab, merupakan metode yang dilakukan dengan menetapkan hukum yang sudah ada sebelumnya sampai ada dalil yang

merubahnya.

‘Urf, merupakan suatu ucapan atau perbuatan yang dilihat dari objeknya. Para ulama ushul fiqih bersepakat bahwa ‘Urf yang sah ialah yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam.

Saddzui Dzariah, merupakan sesuatu yang secara lahiriah boleh, tetapi bisa mengarah ke kemaksiatan.

Qaul Al-Shahabi, merupakan pendapat sahabat yang berkaitan dengan perkara yang dirumuskan setelah Rasulullah SAW wafat

Syar’u Man Qablana, merupakan hukum Allah SWT yang disyariatkan untuk umat terdahulu melalui nabi-nabi sebelum Rasulullah.

(8)

Ijtihad adalah mencurahkan semua kemampuan dalam segala perbuatan.Yaitu penggunaan akal

sekuat mungkin untuk menemukan sesuatu keputusan hukum tertentu yang tidak ditetapkan

secara eksplisit dalam Al-Quran dan As-Sunnah.

Kedudukan ijtihad ialah sebagai sumber hukum islam ketiga setelah Al-Qur’an dan Al-Hadist. Hasil

ijtihad antara lain adalah: Ijma’,Qiyas,

Istihsan,Maslahah mursalah, Istishab, Urf, Saddzui dzariah, Qaul Al-shahabi dan Syar’u man qablana,

KESIMPULAN

(9)

TERIMA

KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Siswa hendaknya bersungguh-sungguh dalam pembelajaran di sekolah supaya dapat memahami dan menerapkan ilmu yang diperoleh menggunakan metode pembelajaran yang

Dalam hubungannya dengan hukum, ijtihad adalah usaha atau ikhtiar yang sungguh- sungguh dengan mempergunakan segenap kemampuan yang ada dilakukan oleh orang (ahli

menurut penulis metode filosofis – doktriner adalah suatu pendekatan memahami Islam yang tidak hanya menggunakan metode ilmiah saja yang menggunakan dimensi

Kemudian dalam hal ijtihad, HTI tidak berbeda dengan 3 Ormas Islam lainnya, bahwa untuk menjadi seorang Mujtahid maka, harus memenuhi syarat-syarat ijtihad

Ijtihad harus dipahami sebagai usaha untuk kemashlahatan di dunia dan akhirat. Karenanya, hasil dari ijtihad harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara keilmuan maupun

Tesis ini berjudul “Ijtihad Fikih Kontemporer (tinjauan metode penetapan hukum Lembaga Majelis Agama Islam di Patani Thailand Selatan)” dengan rumusan masalah: 1)

Seseorang sungguh diperlukan dalam kondisi semacam ini untuk memahami intisari Islam dan menyebarkannya diantara umat Muslim, dan kita para Ahmadi mengatakan bahwa orang itu

Dan Ijtihad merupakan alat utama guna melakukan pembaharuan hukum Islam Disini dapat kita ambil sebuah kesimpulan bahwa “pembaharuan hukum Islam” itu berarti gerakan ijtihad untuk