• Tidak ada hasil yang ditemukan

metode pembelajaran rumpun pendidikan agama

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "metode pembelajaran rumpun pendidikan agama"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Masalah Penelitian

Apa faktor pendukung penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah. Apa saja kendala dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah.

Tujuan Penelitian

Mendeskripsikan faktor pendukung penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa MT Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah. Mendeskripsikan kendala dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa MT Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah.

Manfaat Penelitian

Penelitian yang Relevan

Faktor Pendukung Penegakan Nilai-Nilai Kebangsaan Pada Siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah. Hambatan pembelajaran dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram di MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram.

LANDASAN TEORI

Pengertian Nilai

Kemandirian diartikan sebagai sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain untuk melakukan tugas. Peduli sosial diartikan sebagai sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

Pengertian kebangsaan

Unsur-unsur pembentukan Nilai-nilai Kebangsaan

Menurut catatan sejarah, bangsa Indonesia mengalami masa kejayaan yang gemilang sebelum menjadi sebuah negara. Semangat juang bangsa Indonesia dalam masa pembuangan kolonial menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang kemudian menjadi salah satu unsur pembentuk jati diri bangsa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan

Oleh karena itu, penting bagi guru untuk dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada diri siswa. Penggunaan metode observasi dalam penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sumber pendukung akan mendukung data yang diperoleh mengenai strategi Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada peserta didik. Libatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran (contoh nilai yang tertanam: percaya diri, mandiri).

Mendorong siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif (contoh penanaman nilai-nilai: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab). Beban pengajaran dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa tidak hanya pada guru pendidikan agama Islam, tetapi harus ada keterlibatan guru lain di lingkungannya. Perbedaan lingkungan tempat tinggal siswa sangat berpengaruh terhadap penanaman nilai-nilai kebangsaan, siswa di dalam kelas dapat diperlakukan sebagai pribadi.

Beban pengajaran dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa tidak hanya dipikul oleh guru PAI saja, tetapi juga harus ada keterlibatan guru lain di lingkungan sekolah.

Table 4.4  Data Ruang Kelas  Jumlah Ruang Kelas Asli  (d)  Ukuran
Table 4.4 Data Ruang Kelas Jumlah Ruang Kelas Asli (d) Ukuran

Pengertiana Pendidikan Agam Islam

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Kegiatan pembelajaran dari tahapan kegiatan pendahuluan, dasar dan penutup dipilih dan dilaksanakan agar siswa mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi sasaran. Memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman belajar yang telah berlangsung (contoh nilai yang tertanam: memahami kelebihan dan kekurangan). Perubahan latar belakang kehidupan siswa sangat besar pengaruhnya terhadap kegiatan penanaman nilai-nilai kebangsaan siswa di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Berdasarkan fungsi tersebut, maka tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan di MTs Al Mubarok Uman Agung adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pemberian dan penanaman ilmu pengetahuan, penghayatan , pengamalan dan pengalaman siswa tentang agama Islam sehingga menjadi pribadi muslim yang terus berkembang secara mendalam. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan di MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram adalah kurangnya dukungan orang tua karena diketahui anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang tuanya dibandingkan dengan gurunya di lingkungan sekolah. Perilaku siswa di dalam kelas merupakan cerminan dari keadaan keluarganya. Metode pembelajaran pendidikan agama Islam untuk memantapkan nilai-nilai kebangsaan pada dasarnya merupakan cara, pola atau upaya yang digunakan oleh pendidik (fasilitator) dengan memberikan fasilitas agar peserta didik dapat dengan mudah mempelajari dan menghayati pentingnya berbangsa dan bernegara.

Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa merupakan satu kesatuan dalam pembentukan nilai-nilai kebangsaan, oleh karena itu kurikulum guru, sarana prasarana, dinamika kelas siswa, dan terakhir keluarga merupakan faktor pendukung.

Karakteristik Pendidikan Agama Islam

Nilai kebangsaan dalam pendidikan islam

Pada dasarnya ketika kita mengamalkan nilai-nilai pancasila, bukan berarti kita tidak mengamalkan ajaran agama. Hal lain yang tidak kalah penting dari penanaman nilai-nilai kebangsaan adalah kaitannya dengan pendidikan agama. Dalam pendidikan Islam misalnya, guru PAI harus menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan agama secara seimbang kepada anak didiknya.

Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  • Pengertian Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  • Kegunaan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
  • Prinsip dan Tujuan Metode Pembelajaran Pendidikan Agama
  • Peran Pendidikan Agama Islam dalam penguatan niali

Dalam observasi non partisipan “Kehadiran peneliti hanya untuk observasi dan kehadirannya tidak diakui oleh subjek yang diteliti”. Nilai-nilai kebangsaan siswa MT Al Mubarok Uman Agung. Metode pengajaran pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan adalah untuk pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah, serta kemampuan untuk memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bangsa, menanamkan nilai-nilai ajaran Islam. sebagai pedoman untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, penyesuaian mental peserta didik dengan lingkungan fisik dan sosial melalui pendidikan Islam. Semua itu merujuk pada upaya metode peningkatan mutu itu sendiri mengenai bagaimana kualitas hasil belajar pendidikan agama Islam bagi peserta didik yang bersekolah di sekolah tersebut.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah yang diintegrasikan melalui pembelajaran pendidikan agama Islam adalah tentang penanaman nilai-nilai kewajiban kepada Tuhan, negara dan sesama, serta kebutuhan dukungan optimal dari lingkungan sekolah maupun dari luar sekolah baik yang bersifat material maupun moral untuk mencapai hasil yang baik sangat diperlukan demi kelancaran pelaksanaan penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa. Selain sarana dan prasarana yang mendukung keberhasilan penanaman nilai-nilai kebangsaan pada siswa, kesadaran siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram juga mendukung mereka dalam setiap kegiatan, seperti mengikuti upacara bendera pada hari Senin, hari libur nasional. Upacara, Sholat Dhuha berjamaah, Sholat Dzuhur berjamaah santri sangat antusias dan lebih tertib dari sebelumnya. Murid/siswa adalah potensi kelas yang harus dimanfaatkan oleh guru untuk mencapai proses belajar mengajar yang efektif.

Jika dukungan dari orang tua kurang, akan menjadi tugas guru PAI yang sulit untuk membentuk nilai-nilai kebangsaan siswa di sekolah, karena selain orang tua, guru juga merupakan salah satu faktor penentu siswa mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan mereka” (Wawancara .

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data dan Informan Penelitian

  • Sumber Data Primer
  • Sumber Data Sekunder

Teknik Pengumpulan Data

  • Wawancara
  • Observasi (Observation)
  • Dokumentasi (Documentation)

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama penelitian adalah untuk memperoleh data dan memperoleh bahan yang relevan, akurat dan terpercaya. Oleh karena itu peneliti juga memanfaatkan wawancara dan observasi, karena dalam penelitian ini informasi yang dibutuhkan berupa kata-kata yang diungkapkan langsung dari sumber data. Beberapa hal yang akan menjadi sumber data dalam penelitian ini antara lain dokumen mengenai aspek fisik, penghargaan dan buku siswa.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

  • Triangulasi teknik pengumpulan data
  • Triangulasi waktu

Dari hasil observasi dan wawancara mengenai pengajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan nilai-nilai kebangsaan, terlihat kurangnya minat dan kesadaran siswa terhadap kegiatan sekolah khususnya kegiatan keagamaan. Kesadaran siswa MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram juga sangat mendukung, terlihat dari setiap kegiatan seperti keikutsertaan upacara bendera di hari senin, upacara hari besar nasional, sholat dhuha berjamaah, sholat ashar berjamaah siswa sangat antusias dan lebih teratur dari sebelumnya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan metode keluarga pendidikan agama Islam dalam penanaman nilai-nilai kebangsaan di MTs Al Mubarok Uman Agung Bandar Mataram Lampung Tengah adalah siswa yang masih belum memahami makna nilai-nilai kebangsaan masyarakat yang masih beragam dan kurang pahamnya fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembinaan siswa yang dilakukan oleh sekolah dan terbatasnya peran pemerintah dalam memupuk jiwa kebangsaan siswa atau siswi.

Tehnik Analisis Data

  • Reduksi Data
  • Penyajian Data
  • Penarikan Kesimpulan

Temuan Umum Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya MTs. Al- Mubarok Uman
  • Visi Dan Misi dan tujuan MTs. Al- Mubarok
  • Letak geografis
  • Keadaan Pendidik dan Peserta didik
  • Kondisi sekolah
  • Struktur Organisasi Sekolah

Sejarah dan periodisasi kepemimpinan Madrasah Tsanawiyah Al Mubarok Uman Agung Kecamatan Bandar Mataram Lampung Tengah tidak lepas dari al Maghfurlah KH. Demikian gambaran sejarah singkat Madrasah Tsanawiyah Al-Mubarok Uman Agung Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Lokasi Madrasah Tsanawiyah Al-Mubarok berada di Jalan Dukuh Kampung Uman Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Temuan Khusus

  • Metode pembelajaran PAI dalam penanaman
  • Faktor pendukung dalam Penanamkaan Nilai-nilai
  • Hambatan pembelajaran dalam penanaman

Dengan itu terjadi interaksi edukatif antara guru dan siswa, ketika guru menyampaikan materi kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Sebagai sumber belajar, guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Memfasilitasi kompetisi yang sehat antar siswa untuk meningkatkan prestasi akademik (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras, menghargai).

Memberikan konfirmasi atas hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber (contoh nilai bawaan: percaya diri, logis, kritis). Oleh karena itu diperlukan usaha yang lebih banyak lagi untuk memajukan akhlak siswa di sekolah.

Pembahasan

  • Metode pembelajaran pendidikan agam Islam
  • Faktor Pendukung pelaksanaan penanaman
  • Hambatan dalam pelaksaan penanaman

Fungsi metode pembelajaran pendidikan agama Islam untuk membangun nilai-nilai kebangsaan adalah untuk mengembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan juga mampu memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan bangsa, nilai-nilai ajaran Islam dalam terlalu tajam sebagai pedoman pencapaian kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, penyesuaian spiritual peserta didik dengan lingkungan fisik dan sosial melalui pendidikan Islam. Sikap otoriter orang tua akan tercermin pada perilaku agresif dan apatis siswa. Tipe kepemimpinan guru (dalam mengelola proses belajar mengajar) yang otoriter dan kurang demokratis akan menimbulkan sikap siswa yang pasif.

Kesimpulan

Selain itu, penanaman nilai-nilai kebangsaan dalam pembelajaran agama Islam juga dituntut tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menuntut peserta didik menjadi orang-orang yang bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Implikasi

Kendala yang muncul adalah perbedaan latar belakang siswa, kurangnya dukungan dari orang tua, kurangnya kerjasama dari guru, kurangnya minat dan kesadaran dari siswa.

Saran-saran

Al. 2004), Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosda Karya) Cet.

Gambar

Tabel 1 Huruf Arab dan Latin
Table 4.4  Data Ruang Kelas  Jumlah Ruang Kelas Asli  (d)  Ukuran
Table 4.5  Data Ruang Lain  Jenis Ruangan  Jumlah

Referensi

Dokumen terkait

Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Disiplin Pada Peserta didik Sekolah Dasar.. Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Membina Karakter