MONOKROMATOR
METODE PEMISAHAN DAN PENGUKURAN II
KELOMPOK 2
1. Nadhira Salsabillah 2. Siti Nurhayati
3. Bakhitah Nurul Ramadhani 4. Nurul Zakiah 5. Ainun Mardiyah
6. Rabiatul Adawiya
7. Abiyah Fadilah Ibrahim
8. Muhammad Nur Alim Syarif
H031201013 H031211005
H031211007
H031211008 H031211036
H031211037 H031211039 H031211050
DEFINISI MONOKROMATOR
0
1
Monokromator adalah alat yang digunakan untuk memisahkan cahaya menjadi spektrum warna- warna yang berbeda berdasarkan panjang gelombangnya. Monokromator terdiri dari beberapa komponen utama seperti sumber cahaya, kisi difraksi atau prisma, slit masuk, slit keluar, motor penggerak dan detektor. Pada umumnya, monokromator digunakan dalam aplikasi spektroskopi untuk menganalisis cahaya atau bahan kimi berdasarkan warna atau spektrum yang dihasilkan.
KOMPONEN UTAMA MONOKROMATOR
0
2
• Sumber Cahaya
Sumber cahaya digunakan untuk menghasilkan cahaya yang akan diproses oleh monokromator
• Entri Slit
Slit masuk adalah komponen yang mengontrol ukuran dan bentuk cahaya yang masuk ke dalam
monokromator
• Kisi Difraksi
Kisi difraksi digunakan untuk memisahkan cahaya menjadi panjang gelombang yang berbeda-beda dengan cara difraksi
• Monokromator Housing
Housing atau wadah monokromator merupakan bagian yang membungkus seluruh komponen
monokromator dan berfungsi sebagai cahaya pelindung dari cahaya dan lingkungan luar
• Motor dan Penggerak
Motor dna penggerak digunakan untuk
menggerakkan kisi difraksi atau prisma untuk memilih panjang gelombang cahaya yang diinginkan
• Detektor
Detektor digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu yang telah dipilih
• Keluaran Slit
Keluaran slit adalah komponen yang mengontrol ukuran dan bentuk cahaya yang keluar dari
monokromator
JENIS-JENIS
MONOKROMATOR
0
3
• Monokromator Prisma
Monokromator prisma menggunakan prisma untuk memisahkan cahaya menjadi komponen spektrumnya.
Cahaya melewati prisma dan dipecah menjadi warna- warna yang berbeda. Warna-warna ini kemudian dapat dipilih dan disaring dengan menggunakan lensa.
• Monokromator Difraksi
Monokromator difraksi menggunakan difraksi sinar untuk memisahkan cahaya menjadi komponen spektrumnya. Cahaya diarahkan kedalam monokromator difraksi dan dipecah oleh sebuah kisi difraksi.
• Monokromator Filter
Monokromator filter menggunakan filter optik untuk memisahkan cahaya menjadi komponen spektrumnya. Filter optik dapat berupa filter polarisasi, filter interferensi atau filter spektral. Setiap filter memiliki karakteristik unik yang memungkinnya memilih dan menyaring warna-warna tertentu.
• Monokromator Grating
Monokromator grating menggunakan grating (berkas optik) untuk memisahkan cahaya menjadi komponen spektrumnya. Cahaya diarahkan kedalam monokromator grating dan dipecah oleh grating.
CARA KERJA
MONOKROMATOR
0
4
• Sumber cahaya masuk kedalam monokromator melalui slit masuk yang dapat diatur ukurannya
• Slit masuk mengontrool ukuran dan bentuk cahaya yang masuk kedalam monokromator
• Cahaya dari slit masuk kemusiah diarahkan ke kisi difraksi untuk memisahkan cahaya menjadi panjang gelobang yang berbeda
• Motor dan penggerak digunakan untuk menggerakkan kisi difraksi sehingga dapat memilih panjang gelombang cahaya yang diinginkan
• Detektor mendeteksi intensitas cahaya pada panjang gelombang tertentu dan mengirimkan sinyal outpus
• Setelah cahaya dipisahkan menjadi spektruk warna yang berbeda, cahaya yang dipilih kemudian keluar melalui slit keluaran
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MONOKROMATOR
0
5
MONOKROMATOR PRISMA
Kelebihan:
• Dapat memberikan pemisahan yang sangat baik antara warna- warna yang berbeda pada spektrum
• Mudah digunakan
• Cocok digunakan dalam aplikasi cahaya dengan panjang gelobang yang lebih pendek seperti ultraviolet
Kekurangan:
• Kurang efisien dalam mengumpulkan cahaya karena banyak cahaya yang terpencar oleh prisma
• Cenderung memproduksi warna yang lebih lebar
• Harga yang lebih mahal dibandingkan dengan monokromator difraksi atau filter
MONOKROMATOR DIFRAKSI
Kelebihan:
• Lebih efisien dalam mengumpulkan cahaya karena tidak banyak cahaya yang terpencar
• Lebih baik dalam menghasilkan warna lebih murni
• Lebih ekonomis dibandingkan dengan monokromator prisma
Kekurangan:
• Memiliki resolusi spektral yang lebih rendah daripada monokromator prisma
• Membutuhkan penyetelah yang lebih sering untuk memastikan kisi difraksi berfungsi dengan benar
• Kurang cocok digunakan dalam aplikasi cahaya yang memiliki panjang gelombang yang lebih pendek
MONOKROMATOR FILTER
Kelebihan:
• Lebih mudah digunakan
• Memiliki resolusi spektral yang baik dan dapat dipilih sesuai dengan jenis filter optik yang digunakan
• Cocok digunakan dalam aplikasi cahaya yang memiliki panjang gelombang yang pendek atau panjang
Kekurangan:
• Tidak memiliki efisiensi pengumpulan cahaya yang baik sehingga membutuhkan sumber cahaya yang cukup kuat
• Rentan terhadap kerusakan
• Tidak sebaik monokromator prisma atau menokromator difraksi dalam menghasilkan resolusi spektral yang tinggi
MONOKROMATOR GRATING
Kelebihan:
• Memiliki resolusi spektral yang tinggi karena kisi granting dapat memberikan pemisahan yang sangat baik antara warna-warna yang berbeda pada spektrum
• Efisiensi pengumpulan cahaya yang baik karena memiliki kepekaan yang tinggi terhadap sudut datang cahaya
• Dapat digunakan dalam aplikasi dengan panjang gelombang yang luas seperti spektroskopi sinar-X
Kekurangan:
• Tidak sebaik monokromator prisma dalam menghasilkan warna yang lebih murni karena grating cenderung memprosuksi warna yang lebih lebar
• Harga lebih mahal dibandingkan monokromator filter karena menggunakan bahan kisi grating yang lebih mahal dan sulit untuk diproduksi