METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Metode Penelitian
Metode sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, mengkaji dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, agar suatu karya ilmiah (dari suatu penelitian) mencapai apa yang diharapkan dengan tepat dan terarah dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah dapat juga diartikan sebagai metode penyelidikan, karena memfokuskan pada proses penyelidikan untuk mendapatkan kebenaran dan strategi yang dipakai dalam pengumpulan data.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Menurut Moleong (2016: 11) metode deskriptif kualitatif adalah data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gamar, dan angka-angka. Bisa jadi semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang telah teliti.
Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, cacatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.
Menurut Sugiyono (2018: 15) metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, sebagai lawanya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif.
Dasar yang menjadi pemikiran peneliti untuk menggunakan metode penelitian kualitatif deskrriptif ini karena peneliti ingin mengetahui tentang
fenomena dan kondisi yang alamiah. Bukan dalam kondisi yang terkendali atau bereksperimen, serta sesuai dengan permasalahan yang menjasi fokus penelitian ini yaitu, “identifikasi problematika belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula”. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mendeskripsikan data yang peneliti peroleh sebagai hasil dari suatu penelitian. Peneliti memperoleh data dari beberapa prosedur seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan prosedur ini, peneliti akan mendapatkan data secara utuh dan dapat dideskripsikan dengan jelas sehingga hasil dari penelitian ini benar-benar sesuai dengan kondisi yang dalam proses pembelajaran.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian
Tempat atau lokasi penelitian ini dilaksanakan di sekolah SMA Negeri 6 Kepulauan Sula. Sekolah tersebut adalah salah satu sekolah yang berada di desa Waiboga, Kepulauan Sula.
Peneliti memilih lokasi ini, karena sekolah tersebut khususnya di kelas X terdapat masalah yang telah diidentifikasi langsung melalui observasi awal penelitian yang berkenaan dengan problematika belajar siswa dpada mata pelajaran geografi, sehingga menarik perhatian peneliti untuk melakukan sebuah penelitian..
2. Waktu Penelitian
Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian, dimulai dari pra-pelaksana yang terdiri dari survei lokasi,
menentukan judul dan topik penelitian, pembuatan proposal, dan penyelesaian administrasi. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan yang terdiri dari pengumpulan data, proses bimbingan, dan pengolahan data.
Langkah terkahir penyusunan laporan yang terdiri dari penyusunan data, pengetikan data, dan Seminar hasil penelitian.
Tabel 3.1 Waktu Penelitian
No Jadwal Penelitian
Bulan Pelaksanaan
Juni 2022 Septmber 2022 Oktober 2022 Januari 2023 1 2 3 4 1 1 2 3 4 1 1 2 3 4 1 1 2 3 4 A Pra Pelaksana
1 Survei Lokasi 2 Menentukan Judul
Penelitian
3 Pembuatan Proposal 4 Menyelesaikan
Administrasi Penelitian B Pelaksanaan
1 Pengumpulan Data 2 Proses Bimbingan C Pengolahan Data 1 Penyusunan Data 2 Pengetikan Data 3 Seminar Hasil
Penelitian
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian merupakan responden atau orang yang dimintai keterangan tentang suatu fakta ataupun sebuah pendapat, sehingga dijadikan sebuah informasi yang akurat dalam sebuah penelitian. (Arikunto, 2006: 145).
Adapun dalam penelitian ini, subjek penelitian yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu: guru wali kelas, guru mata pelajaran geografi dan siswa kelas X SMA Negeri 6 Kepulauan Sula dengan jumlah siswa sebanyak 35 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Alasan peneliti menjadikan kelas X sebagai subjek penelitian ini, dikarenakan kelas tersebut terdapat masalah yang ditemukan oleh peneliti berdasarkan uraian latar belakang diatas.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian dikarenakan tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan berbagai variasi atau metode yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. (Sugiyono, 2019: 455).
1. Observasi
Menurut Sudjana (2013: 84), observasi adalah penilaian yang banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu proses kegiatan yang diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Melalui kegiatan observasi ini peneliti dapat memperoleh gambaran hasil penelitian secara deskriptif, hal-hal apa saja yang terjadi pada saat penelitian maka akan mempengaruhi hasil dari catatan observasi.
Unsur-unsur yang tampak itu disebut dengan data atau informasi yang harus diamati dan dicatat secara benar dan lengkap. Teknik observasi ini penulis gunakan untuk melihat dan
mengamati secara langsung dalam mengidentifikasi problematika belajar siswa pada mata pelajaran geografi selama proses pembelajaran, sehingga penulis memperoleh gambaran yang lebih luas tentang objek pengamatan. Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung berdasarkan lembar observasi yang dibuat oleh peneliti.
a. Menyiapkan beberapa alat tulis dan kertas yang berisi beberapa butir pertanyaan atau pernyataan yang akan diwawancarai oleh peneliti kepada informan yang telah ditentukan.
b. Mencatat hasil wawancara yang telah di wawancarai oleh peneliti terhadap informan penelitian yang ditentukan.
c. Menganalisis jawaban dari pertanyaan yang telah di wawancarai oleh peneliti terhadap informan penelitian.
2. Wawancara
Menurut Margono (dalam Nurdin dan Hartanti, 2019:174), obsevasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.
Observasi atau pengamatan tidak sekedar mengamati gejala atau fakta, tetapi dalam melakukan observasi diperlukan kemampuan dan pengetahuan peneliti untuk melakukan perekaman, pencatatan, pemotretan, dan lain-lain.
Observasi yang dilakukan penelitian tentang mengidentifikasi problematika belajar siswa dalam mata pelajaran geografi, sehingga dilakukan dengan cara turun langsung di lokasi yang telah ditentukan, dan berinteraksi secara langsung dengan guru bidang studi maupun siswa kelas X yang berada di sekolah SMA Negeri 6 Kepulauan Sula.
3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transasksi, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notula rapat, agenda, dan sebagainya (Arikunto,
2013: 274). Teknik dokumentasi digunakan untuk memotret proses pelaksanaan penelitian antara peneliti dengan sumber data yang akan diteliti, dan dijadikan sebagai bukti yang autentik berkaitan dengan proses pelaksanaan penelitian.
E. Teknik Analisis Penelitian
Menurut Milles dan Humberman (dalam Sugiyono 2018: 337) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Ada tiga tahap yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu:
1. Reduksi Data (Data Reduction)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari pola dan temanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data merupakan proses berpikir sensitif yang memerlukan kecerdasan, keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi, Sugiyono (2018:338-339).
Reduksi data merupakan tahap pengelolaan atau merangkum data. Data yang telah tersedia adalah data yang berkaitan kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran geografi.
Tahapan ini peneliti merangkum seluruh data yang telah diperoleh di lapangan, menafsirkan dan menyeleksi masing-masing data yang relevan dengan fokus masalah yang diteliti, yaitu;
kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran geografi, dengan cara mendengarkan hasil rekaman yang telah didapatkan melalui wawancara pada informan agar data lebih valid dan tidak terjadi kesalahan.
2. Penyajian Data (Data Display)
Penyajian data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk tabel, uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori dan sejenisnya. Menurut Milles dan Huberman (dalam Sugiyono, 2018: 341) mengemukakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Oleh Karena itu, pada penelitian ini data akan disajikan berupa deskripsi kata sesuai dengan hasil temuan peneliti yang telah direduksi atau data yang telah dipilih mengenai kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran geografi.
3. Penarikan Kesimpulan (Verification)
Langkah ketiga dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Temua dapat bersifat deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori (Sugiyono, 2018: 345). Kesimpulan dalam penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal. Sehingga dapat menghasilkan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada terutama kesimpulan dari penelitian tentang problematika belajar siswa dalam mata pelajaran geografi.