Disusun oleh Rifki Khoirudin dan Tim
MODUL KONSENTRASI BISNIS (MKB) – 04.2:
EKONOMIKA DAN PENILAIAN BISNIS
OUTLINE:
1.
Penerapan Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis
2.Penerapan Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis
3.Kesimpulan
4.
Tugas
5.
Daftar Pustaka
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Tujuan Pembelajaran
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Setelah peserta pendidikan Masyarakat Profesi Penilaian
Indonesia mengikuti Pembelajaran terkait Ekonomi Mikro dan
Makro Serta Kaitannya dengan Penilaian, peserta didik akan
mendapatkan pengetahuan dan memiliki kemampuan
memahami konsep-konsep ekonomi dan penerapannya
dalam penilaian bisnis serta menganalisis Hubungan Ekonomi
Mikro dan Penilaian, mapun Hubungan Ekonomi Makro dan
Penilaian Bisnis.
Kaitan Dengan SPI dan Modul Lain
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
•
Mampu menerapkan ekonomi mikro dan makro, Penilai bisnis dapat membuat asumsi yang lebih tepat tentang kondisi pasar saat ini dan masa depan, serta memperkirakan bagaimana berbagai faktor eksternal dapat mempengaruhi performa bisnis di masa mendatang, memungkinkan penilaian yang lebih akurat dan relevan.
•
Modul Konsentrasi Bisnis (04) Ekonomika dan Penilaian Bisnis,
berkaitan langsung dengan MKB 11 Pendekatan Pasar, MKB
12 Pendekatan Pendapatan, MKB 13 Pendekatan Biaya dan
Modul lainnya.
Pendahuluan
PENDIDIKAN TERINTEGRASI 1. Hubungan Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis: Hubungan ekonomi mikro dengan Penilaian Bisnis, memainkan peranan penting dalam menentukan kerangka kerja guna memahami faktor-faktor ekonomi mikro memengaruhi kinerja dan Penilaian Bisnis. Dalam konteks investasi, ekonomi mikro mempelajari bagaimana individu dan bisnis membuat keputusan untuk mengalokasikan sumber daya terbatas mereka.
2. Hubungan Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis: Ekonomi makro, yang memfokuskan diri pada perilaku keseluruhan ekonomi suatu negara atau global, memainkan peran yang krusial dalam menentukan kondisi dan prospek bisnis. Dari tingkat inflasi, kebijakan moneter, hingga pertumbuhan ekonomi, variabel makro ekonomi memengaruhi lingkungan operasional bisnis dan, pada akhirnya, kinerja keuangan serta valuasi mereka.
Penerapan Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1. Hubungan Ekonomi Mikro Pada Penilaian Bisnis
Ekonomi mikro memainkan peran penting dalam penilaian bisnis dengan mempelajari alokasi sumber daya, harga, permintaan, dan penawaran. Memahami permintaan dan penawaran, termasuk elastisitasnya, membantu bisnis menentukan harga, produksi, dan strategi. Struktur pasar seperti persaingan sempurna, monopolistik, oligopoli, dan monopoli memengaruhi penilaian dan proyeksi keuntungan. Elastisitas mengukur respons terhadap perubahan harga dan pendapatan, membantu proyeksi penjualan dan keuntungan. Biaya produksi, baik tetap maupun variabel, memengaruhi keputusan bisnis dan penilaian risiko serta profitabilitas. Penilaian bisnis memerlukan pemahaman variabel ekonomi mikro untuk keputusan investasi yang tepat.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.1 Permintaan-Penawaran
Dalam Penilaian Bisnis, pemahaman tentang permintaan dan penawaran produk atau jasa sangat penting karena memengaruhi harga, kapasitas produksi, dan strategi pemasaran. Mengidentifikasi target pasar dan preferensi konsumen serta mempertimbangkan faktor eksternal seperti pendapatan, harga barang pengganti, dan tren pasar membantu bisnis memahami nilai yang dihargai konsumen. Elastisitas permintaan menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan harga, sementara biaya produksi yang rendah memberikan keunggulan kompetitif. Faktor produksi, strategi maksimasi keuntungan, dan teori pilihan konsumen, yang menghubungkan preferensi dengan permintaan pasar, juga penting. Keseluruhan analisis ini membantu bisnis beradaptasi dengan perubahan pasar dan menilai nilai bisnis secara akurat.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.2 Struktur Pasar
Dalam Penilaian Bisnis, memahami struktur pasar—persaingan sempurna, persaingan monopolistik, oligopoli, dan monopoli—
adalah kunci untuk menilai nilai perusahaan. Setiap struktur mempengaruhi harga, kekuasaan penetapan harga, dan volume penjualan secara berbeda. Persaingan sempurna cenderung memiliki harga rendah dan margin keuntungan kecil, sedangkan monopoli memungkinkan harga tinggi dan keuntungan besar. Dalam oligopoli, strategi bersaing sangat penting. Pengetahuan tentang struktur pasar membantu dalam memproyeksikan keuntungan dan nilai perusahaan secara akurat.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.3 Elastisitas
Elastisitas dalam ekonomi mikro mengukur seberapa responsif permintaan atau penawaran suatu barang terhadap perubahan harga, pendapatan, atau harga barang lain. Memahami elastisitas membantu investor memproyeksikan penjualan dan keuntungan, serta menanggapi perubahan pasar secara efisien, menjadikannya alat penting dalam Penilaian Bisnis.
a. Elastisitas Harga Permintaan: menunjukkan sensitivitas permintaan terhadap perubahan harga;
b. Elastisitas Harga Penawaran: mencerminkan fleksibilitas produsen dalam menyesuaikan penawaran;
c. Elastisitas Pendapatan Permintaan: menunjukkan bagaimana permintaan berubah seiring perubahan pendapatan
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.4 Biaya Produksi
Biaya produksi memengaruhi keputusan bisnis seperti penetapan harga dan skala produksi. Membantu investor menilai margin laba, titik impas, dan efisiensi operasional. Faktor eksternal seperti fluktuasi harga bahan baku dan teknologi baru juga mempengaruhi biaya dan profitabilitas.
Pemahaman mendalam pada biaya produksi penting untuk Penilaian Bisnis, memungkinkan investor untuk mengevaluasi dengan lebih akurat dan membuat keputusan investasi yang tepat.
a. Biaya Tetap (Fixed Costs), biaya yang tetap dan tidak berubah terlepas dari jumlah produksi, seperti sewa, gaji manajemen, dan biaya asuransi.
b. Biaya Variabel (Variable Costs), biaya ini berubah sebanding dengan jumlah produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya utilitas yang berkaitan dengan produksi.
c. Biaya Total, jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.5 Studi Kasus Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis
Ringkasan Eksekutif
Laporan ini menganalisis struktur biaya produksi PT ABC, sebuah perusahaan manufaktur widget, termasuk biaya tetap, biaya variabel, dan dampaknya terhadap profitabilitas serta keputusan strategis perusahaan.
Struktur Biaya Produksi
•Biaya Tetap: Rp85.000.000 per bulan (sewa, gaji manajemen, asuransi).
•Biaya Variabel: Rp45.000.000 per bulan (bahan baku, tenaga kerja, utilitas).
•Biaya Total: Rp130.000.000 per bulan (biaya tetap + biaya variabel).
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Lanjutan: Studi Kasus Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis
Analisis Titik Impas
Titik impas untuk menutupi biaya produksi adalah sekitar 1.907 widget, dengan harga jual Rp50.000 per widget dan biaya variabel Rp4.500 per unit.
Dampak Fluktuasi Harga Bahan Baku
Kenaikan harga bahan baku sebesar 10% meningkatkan total biaya produksi menjadi Rp132.000.000, dengan biaya per unit baru Rp13.200.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Lanjutan: Studi Kasus Ekonomi Mikro pada Penilaian Bisnis
Analisis Margin Laba
•Pendapatan: Rp500.000.000
•Margin Laba Kasar: Rp370.000.000 (Pendapatan - Biaya Produksi)
•Margin Laba Operasi: Rp350.000.000 (Margin Laba Kasar - Biaya Operasional Lainnya)
Kesimpulan dan Rekomendasi
Biaya produksi mempengaruhi profitabilitas dan efisiensi PT ABC.
Rekomendasi meliputi peningkatan efisiensi melalui teknologi dan pelatihan, pemantauan biaya secara berkala, dan penetapan harga yang strategis. Laporan ini bertujuan memberikan panduan untuk keputusan strategis yang lebih baik.
Penerapan Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1. Hubungan Ekonomi Makro Pada Penilaian Bisnis
Ekonomi makro, yang mencakup perilaku keseluruhan ekonomi suatu negara atau global, sangat mempengaruhi kondisi dan prospek bisnis. Faktor-faktor seperti inflasi, kebijakan moneter, dan pertumbuhan ekonomi berdampak pada lingkungan operasional dan kinerja keuangan bisnis. Dalam era globalisasi, memahami dinamika ekonomi makro menjadi krusial untuk menilai dan merespons peluang serta tantangan bisnis yang terus berubah.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.1 Ekonomi Global
Dalam era globalisasi, ekonomi global sangat memengaruhi strategi dan hasil bisnis. Perusahaan menghadapi peluang dan tantangan dari pasar internasional, yang dipengaruhi oleh perdagangan global, pergerakan modal, dan fluktuasi nilai tukar. Kebijakan perdagangan dan tarif memengaruhi akses pasar, sementara investasi asing mendukung pertumbuhan ekonomi. Bisnis global harus menyesuaikan strategi untuk pasar yang berbeda, menghadapi persaingan, dan menangani gangguan rantai pasokan. Memahami dinamika ekonomi global memungkinkan bisnis untuk membuat keputusan yang lebih baik, meminimalkan risiko, dan memanfaatkan peluang. Penilaian bisnis dalam konteks global memerlukan pemahaman mendalam tentang interaksi variabel makroekonomi dan adaptasi terhadap perubahan pasar.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.2 Ekonomi Indonesia
Ekonomi Indonesia, sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara, menawarkan peluang dan tantangan bagi bisnis. Dengan populasi besar dan kelas menengah yang berkembang, ada permintaan tinggi untuk produk dan jasa, terutama di sektor teknologi dan e-commerce. Namun, bisnis harus menyesuaikan produk dengan preferensi lokal dan menghadapi tantangan distribusi di negara kepulauan ini. Sumber daya alam, seperti mineral dan gas, mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga menambah risiko fluktuasi harga global. Struktur industri berkembang, dengan sektor teknologi, jasa keuangan, dan pariwisata tumbuh pesat.
Bisnis perlu memahami pergeseran ini serta tantangan infrastruktur dan regulasi. Pemahaman mendalam tentang variabel makroekonomi Indonesia penting bagi investor untuk membuat keputusan yang tepat dan memanfaatkan peluang pertumbuhan.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.3 Tabungan, Konsumsi, dan Investasi (Saving, Consumption,
and Investment)Kebijakan moneter bank sentral memengaruhi tabungan, konsumsi, dan investasi. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan tabungan tetapi mengurangi investasi bisnis karena biaya pinjaman yang lebih mahal. Sebaliknya, suku bunga rendah dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mempermudah bisnis dalam pendanaan investasi, mendorong ekspansi dan inovasi. Memahami dampak kebijakan moneter pada ketiga komponen ini penting bagi analis dan investor untuk memprediksi kinerja bisnis dan peluang masa depan.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.4 Siklus Bisnis (Business Cycle)
Siklus bisnis terdiri dari fase ekspansi, puncak, kontraksi, dan lembah, masing-masing memengaruhi keputusan bisnis secara berbeda. Selama ekspansi, pertumbuhan ekonomi tinggi dan permintaan kuat, ideal untuk investasi dan ekspansi. Sebaliknya, saat memasuki fase kontraksi, pertumbuhan melambat dan konsumen menahan belanja, mengharuskan bisnis menyesuaikan strategi mereka. Fase lembah adalah titik terendah, dengan aktivitas ekonomi yang sangat rendah dan meningkatnya pengangguran. Memahami siklus bisnis penting dalam Penilaian Bisnis untuk proyeksi pendapatan, valuasi, dan analisis risiko, karena fluktuasi ekonomi dapat memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.5 Stabilisasi (Stabilization)
Stabilisasi ekonomi bertujuan mengurangi volatilitas siklus bisnis dan menciptakan pertumbuhan yang stabil melalui kebijakan fiskal dan moneter. Bagi bisnis, stabilitas ekonomi penting untuk perencanaan dan proyeksi, karena ketidakpastian ekonomi memengaruhi keputusan investasi dan strategi. Kebijakan fiskal, seperti pengeluaran pemerintah dan perubahan pajak, serta kebijakan moneter, seperti penyesuaian suku bunga, digunakan untuk mencapai stabilisasi. Memahami kebijakan stabilisasi dan dampaknya membantu bisnis membuat keputusan strategis dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.6 Kebijakan Moneter dan Fiskal
Kebijakan moneter bank sentral memengaruhi ekonomi
melalui suku bunga dan ketersediaan kredit, berdampak pada
investasi bisnis dan konsumsi rumah tangga. Suku bunga
rendah dapat merangsang pertumbuhan tetapi juga berisiko
menimbulkan gelembung aset. Dalam Penilaian Bisnis, penting
untuk mempertimbangkan dampak kebijakan moneter pada
biaya modal dan aktivitas ekonomi. Selain itu, kebijakan fiskal
pemerintah, seperti pengeluaran dan pajak, memengaruhi
laba dan arus kas perusahaan. Pemahaman mendalam
tentang kedua kebijakan ini penting untuk analisis dan valuasi
bisnis.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.7 Pendapatan Nasional (National Income)
Pendapatan nasional mencerminkan total pendapatan yang diperoleh oleh warga negara dan penting untuk menilai kesehatan ekonomi serta potensi bisnis. Tingkat pendapatan nasional yang tinggi biasanya menunjukkan ekonomi yang kuat dan pasar yang lebih besar, meningkatkan peluang bisnis.
Namun, distribusi pendapatan dan ketimpangan juga memengaruhi daya beli dan potensi pasar. Fluktuasi dalam pendapatan nasional dan siklus bisnis perlu diperhatikan dalam strategi bisnis. Bisnis harus mempertimbangkan tren pendapatan nasional dan faktor lainnya, seperti kebijakan pemerintah dan inflasi, untuk keputusan investasi yang efektif.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.8 Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar
Inflasi, suku bunga, dan nilai tukar adalah variabel utama dalam ekonomi makro yang memengaruhi kondisi ekonomi dan bisnis.
Inflasi memengaruhi daya beli konsumen dan biaya produksi;
suku bunga memengaruhi biaya modal dan keputusan investasi;
sedangkan nilai tukar memengaruhi perdagangan internasional dan margin keuntungan. Pemahaman tentang ketiga variabel ini penting dalam Penilaian Bisnis karena dapat mempengaruhi arus kas, risiko, dan potensi pertumbuhan. Investor dan pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan dinamika ini untuk membuat keputusan investasi yang informasional dan mengidentifikasi peluang serta risiko.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.9 Analisis Multiplier
Multiplier menggambarkan efek berantai dari perubahan
belanja terhadap output ekonomi. Misalnya, belanja
pemerintah meningkatkan permintaan di berbagai sektor. Bagi
bisnis, memahami multiplier penting untuk menilai dampak
kebijakan fiskal dan moneter terhadap prospek mereka. Efek
multiplier bervariasi tergantung kondisi ekonomi—lebih besar
jika ekonomi tidak penuh kapasitas. Dalam Penilaian Bisnis,
pemahaman tentang multiplier membantu proyeksi
pendapatan dan penilaian risiko.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.10 Fluktuasi Perekonomian
Fluktuasi perekonomian, yang tercermin dalam siklus bisnis
(ekspansi, puncak, kontraksi, lembah), memengaruhi operasi
dan profitabilitas bisnis. Selama ekspansi, permintaan
meningkat, memberikan peluang investasi namun juga
persaingan dan biaya tinggi. Dalam kontraksi, penurunan
permintaan dapat memaksa bisnis untuk mengurangi biaya
atau diversifikasi. Biaya produksi juga bisa berfluktuasi,
mempengaruhi margin keuntungan. Pemahaman dan
adaptasi terhadap fluktuasi ini penting bagi keberlanjutan
bisnis dan penilaian investor.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.11 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi, yang mencerminkan peningkatan produksi barang dan jasa, memengaruhi peluang dan risiko bisnis. Dalam pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan investasi meningkat, menawarkan peluang ekspansi dan profitabilitas bagi perusahaan. Namun, pertumbuhan yang cepat dapat menyebabkan inflasi dan risiko gelembung aset. Dalam Penilaian Bisnis, pertumbuhan ekonomi memengaruhi pengembalian yang diharapkan dan daya tarik investasi.
Pemahaman tentang pertumbuhan ekonomi penting untuk
strategi bisnis dan keputusan investasi.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.12 Government Debt
Utang pemerintah berperan penting dalam stabilitas fiskal dan kepercayaan investor. Dalam jangka pendek, utang dapat merangsang ekonomi melalui pengeluaran tambahan, mendukung bisnis saat ketidakpastian. Namun, dalam jangka panjang, utang yang tinggi dapat merusak kepercayaan investor, menaikkan suku bunga, dan mempengaruhi akses modal. Risiko juga mencakup kemungkinan kebijakan fiskal yang lebih ketat dan kerentanan terhadap fluktuasi nilai tukar.
Pemahaman tentang dampak utang pemerintah pada
ekonomi dan bisnis esensial untuk perencanaan dan
keputusan investasi.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
1.13 Studi Kasus Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis
Pendahuluan
Laporan ini menganalisis dampak peningkatan belanja infrastruktur pemerintah terhadap berbagai sektor bisnis menggunakan konsep multiplier. Fokusnya adalah pada bagaimana belanja pemerintah memengaruhi output dan pendapatan perusahaan serta proyeksi masa depan.
Deskripsi Kasus
Pemerintah meningkatkan belanja infrastruktur sebesar Rp 50 Miliar. Analisis bertujuan untuk mengevaluasi dampaknya pada sektor-sektor utama dan proyeksi pendapatan perusahaan.
Data dan Statistik
Data mencakup sektor Konstruksi, Barang Konsumsi, Transportasi, dan Perdagangan. Output awal, peningkatan belanja, multiplier, dan dampaknya pada pendapatan dan permintaan disajikan.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Lanjutan: Studi Kasus Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis
Analisis Dampak Multiplier
Efek multiplier bervariasi antar sektor. Konstruksi mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 75 Miliar dengan multiplier 1.5, sementara Perdagangan mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 55 Miliar dengan multiplier 1.1.
Pengaruh Ekonomi Makro
Efektivitas multiplier tergantung pada kondisi ekonomi:
• Ekonomi di bawah kapasitas penuh: Multiplier lebih besar, memicu peningkatan produksi.
• Ekonomi pada kapasitas maksimal: Tambahan belanja cenderung meningkatkan harga daripada produksi.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Lanjutan: Studi Kasus Ekonomi Makro pada Penilaian Bisnis
Proyeksi Pendapatan
Total peningkatan pendapatan untuk semua sektor adalah Rp 255 Miliar, menunjukkan dampak signifikan dari belanja pemerintah terhadap output, terutama di sektor yang sensitif terhadap investasi infrastruktur.
Risiko Bisnis
Risiko termasuk volatilitas permintaan dan kenaikan harga dalam ekonomi mendekati kapasitas penuh, yang dapat menantang pemenuhan permintaan dan mempengaruhi margin keuntungan.
Kesimpulan
Analisis multiplier membantu memahami dampak peningkatan belanja pemerintah pada ekonomi makro dan prospek bisnis. Memahami efek domino belanja pemerintah penting untuk membuat proyeksi pendapatan yang akurat dan memitigasi risiko dalam pengambilan keputusan bisnis dan investasi.
Kesimpulan
Kesimpulan
Ekonomi mikro dan makro memainkan peran krusial dalam penilaian bisnis. Ekonomi mikro mempengaruhi penilaian melalui pemahaman alokasi sumber daya, harga, elastisitas permintaan dan penawaran, serta struktur pasar, dengan biaya produksi berdampak pada penetapan harga dan efisiensi operasional. Sementara itu, ekonomi makro mempengaruhi bisnis melalui variabel seperti inflasi, kebijakan moneter, dan pertumbuhan ekonomi. Memahami ekonomi global dan perdagangan internasional penting untuk penilaian risiko dan potensi pertumbuhan, sedangkan siklus bisnis mempengaruhi strategi perusahaan.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Kesimpulan
Kebijakan moneter dan fiskal mempengaruhi likuiditas, suku bunga, investasi, dan arus kas perusahaan, dengan kebijakan moneter ekspansif berpotensi menciptakan gelembung aset dan kebijakan fiskal memengaruhi laba. Pendapatan nasional berfungsi sebagai indikator potensi investasi, dan analisis multiplier membantu menilai dampak belanja pemerintah terhadap output ekonomi. Fluktuasi ekonomi, termasuk siklus bisnis dan utang pemerintah, mempengaruhi proyeksi pendapatan dan strategi bisnis. Studi kasus menunjukkan dampak signifikan belanja infrastruktur terhadap pendapatan dan permintaan, penting untuk proyeksi dan pemahaman risiko.
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Tugas
o Tugas ada disistem elearning
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Tugas Kelompo
Buatlah Market Overview dan Resume asumsi umum untuk penilaian Bisnis, pada objek penilaian:
1) Kelompok/Kasus 1 Kasus Penilaian Bisnis Industri Perkebunan
2) Kelompok/ Kasus 2 Kasus Penilaian Bisnis Industri Keuangan–Asuransi 3) Kelompok/ Kasus 3 Kasus Penilaian Bisnis Industri Real Estate (Hotel) 4) Kelompok/ Kasus 4 Kasus Penilaian Bisnis Industri Coal Mining
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Daftar Referensi
PENDIDIKAN TERINTEGRASI
Rudi M. Syafrudin, Desmar Dam, Vivien Heriyanthi, Eduardo Juantareno, Rifky Khairuddin dan Erick, (2023). Modul Konsentrasi Bisnis (MKB) 04 : Ekonomi Mikro dan Makro Serta Kaitannya dengan Penilaian, belum diterbitkan (dipublikasikan), MAPPI : Jakarta.