• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pendidikan Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pendidikan Islam"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengkaji lebih dalam model pembelajaran berbasis masalah dari perspektif pendidikan Islam dengan menggunakan filosofi pendidikan Islam. Dengan latar belakang diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul : “Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam”.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Sistematika Pembahasan

Bab IV, Analisis data terkait model pembelajaran berbasis masalah dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Bab V, Berisi kesimpulan hasil analisis dan saran mengenai model pembelajaran berbasis masalah dalam perspektif filsafat pendidikan Islam.

Pengerian Filsafat Pendidikan Islam

Pengertian Filsafat

Dalam konteks filsafat pendidikan Islam terbagi menjadi tiga konsep, yaitu filsafat, filsafat pendidikan, dan filsafat pendidikan Islam. Sedangkan menurut Nasution, filsafat berpikir secara bebas menurut kaidah (logika) (tidak terikat tradisi, dogma, dan agama) dan sedalam-dalamnya sehingga menembus sampai ke akar permasalahan.

Pengertian Pendidikan Islam

Selaras dengan usaha membentuk asas akidah, perlu juga berusaha membentuk akhlak yang mulia. Maksudnya: “dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan semakin lemah dan menyapihnya dalam masa dua tahun.

Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam

Dengan demikian, secara umum ruang lingkup pembahasan filsafat pendidikan Islam adalah pemikiran yang mendalam, mendasar, sistematis, terpadu, logis, komprehensif dan universal mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan pendidikan berdasarkan ajaran Islam.

Cabang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam

Epistemologi adalah prinsip bagaimana pengetahuan yang benar diperoleh dan disusun menjadi suatu kumpulan pengetahuan yang mencakup sumber dan sarana untuk mencari pengetahuan. Dan aspek ini juga menjadi objek kajian aksiologis, yaitu hubungan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sistem nilai.50.

Tujuan Filsafat Pendidikan Islam

Obyek Filsafat Pendidikan Islam

Filosofi pendidikan ini dapat membantu perancang pendidikan dan orang-orang yang menerapkannya di suatu negara untuk membentuk pemikiran yang sehat tentang proses pendidikan. Filosofi pendidikan Islam akan membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor spiritual, budaya, sosial, ekonomi dan politik negara kita.54.

Permasalahan-Permasalahan dalam Filsafat Pendidikan Islam

Alat pendidikan adalah alat yang dapat memperlancar proses pendidikan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Cita-cita atau tujuan merupakan orientasi proses pendidikan, yang harus dilaksanakan dan dicapai melalui proses tersebut.

Metode Filsafat Pendidikan Islam

Peranan Filsafat Pendidikan Islam

Filsafat Pendidikan Islam sebagai bagian atau komponen suatu sistem, memegang dan mempunyai peranan tertentu dalam sistem yang menjadi bagiannya. Secara praktis (dalam praktek), filsafat pendidikan Islam banyak berperan dalam memberikan alternatif pemecahan berbagai jenis permasalahan yang dihadapi pendidikan Islam dan memberikan arah bagi pengembangan pendidikan Islam. Filsafat pendidikan berperan dalam menjelaskan tujuan umum pendidikan Islam dalam bentuk tujuan operasional yang khusus.

Filsafat pendidikan Islam menyimpulkan dengan analisisnya mengenai hakikat hidup dan kehidupan manusia bahwa manusia mempunyai potensi bawaan yang harus dibina dan dikembangkan.

Pengerian Filsafat Pendidikan Islam

Pengertian Filsafat

Secara harafiah kata filsafat berasal dari kata Philo yang berarti cinta, dan kata shopos yang berarti pengetahuan dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, seorang filosof, yaitu orang yang mencintai hikmah dan berusaha mendapatkannya, fokus untuk menciptakan hal-hal positif darinya. Dilihat dari pengertiannya, ada beberapa pengertian filsafat menurut tokohnya, antara lain : .. h) Plato (427SM-347 SM), seorang filsuf Yunani terkenal, murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu tentang segala sesuatu. yang ada (ilmu tentang segala sesuatu yang ada (ilmu yang berkepentingan untuk mencapai kebenaran yang hakiki). i) Aristoteles (384 SM-322 SM), mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang memuat kebenaran, yang didalamnya memuat ilmu-ilmu metafisika , logika, retorika, etika. , ekonomi, politik dan estetika (filsafat menyelidiki penyebab dan asal mula segala sesuatu). j) Marcus Tullius Cicero (106 SM-43 SM), politisi dan orator Romawi, merumuskan filsafat sebagai pengetahuan tentang sesuatu yang tertinggi dan upaya untuk mencapainya. filsafat adalah ilmu tentang alam dan bertujuan untuk menyelidiki hakikatnya yang sebenarnya. l) Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan bahwa filsafat adalah suatu usaha berpikir radikal, kemana akal manusia menjangkau dan bagaimana seharusnya sikap manusia untuk mencapai pengetahuan itu.. 68 . n) Immanuel Kant, sering disebut sebagai raksasa Barat, mengatakan:

Pengertian Pendidikan Islam

Sebagai satu aktiviti yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan sahsiah, pastinya pendidikan Islam memerlukan landasan kerja untuk memberi hala tuju kepada programnya. Urutan keutamaan pendidikan Islam dalam usaha membentuk keperibadian muslim, sebagaimana digambarkan berturut-turut dalam al-Quran, Surah Luqman ayat 3 dan seterusnya ialah: 74. Maksudnya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia sedang mengajarnya: "Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya.

Artinya: “Hai anakku, shalatlah dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu.

Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan Islam

Cabang Ilmu Filsafat Pendidikan Islam

Dalam filsafat, epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari asal usul, struktur, metode, dan keabsahan ilmu pengetahuan.87. Sifat objektif yang diterima secara umum, dapat diulang melalui eksperimen, cenderung amoral memandang apa yang ada, bukan apa yang seharusnya, yang merupakan ciri khas ilmu pengetahuan.90. Pemanfaatan produk ilmu pengetahuan hendaknya diarahkan pada upaya peningkatan peradaban, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku.

Dan aspek ini juga menjadi pokok kajian aksiologis, yaitu hubungan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sistem nilai.97.

Tujuan Filsafat Pendidikan Islam

Obyek Filsafat Pendidikan Islam

Selain itu, dapat membantu tujuan dan fungsinya serta meningkatkan kualitas penyelesaian masalah pendidikan dan meningkatkan tindakan dan keputusan, termasuk rencana pendidikannya. Selain itu juga bermanfaat untuk meningkatkan penyelenggaraan pendidikan serta kaidah dan metode pengajaran yang meliputi penilaian, bimbingan dan konseling. Penilaian pendidikan dalam arti terkini mencakup segala upaya dan kegiatan yang dilakukan sekolah, lembaga pendidikan pada umumnya untuk pendidikan generasi baru dan warga negara serta segala sesuatu yang berkaitan dengan itu.

Filosofi pendidikan Islam akan membantu dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor spiritual, budaya, sosial, ekonomi dan politik di negara kita.101.

Permasalahan-Permasalahan dalam Filsafat Pendidikan Islam

Proses pendidikan ada dan berkembang bersamaan dengan proses kehidupan dan perkembangan manusia, sesungguhnya keduanya pada hakikatnya merupakan satu proses. 10. Cita-cita atau tujuan adalah orientasi proses pendidikan yang harus diwujudkan dan dicapai melalui proses tersebut. Dalam proses pendidikan peserta didik tidak akan mampu berbuat apa-apa tanpa adanya pendidik, pendidik yang tidak menguasai pembelajaran akan sulit mencapai tujuan pendidikan, dalam lingkungan pendidikan dan masyarakat yang ada yang kurang memadai.

Untuk mencapai semua itu diperlukan suatu proses pendidikan, karena hal itu hanya dapat dicapai melalui proses pendidikan.

Metode Filsafat Pendidikan Islam

Filsafat Islam dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan Islam (permasalahan pendidikan yang dihadapi umat Islam) dapat menggunakan cara-cara antara lain: 104. Konsep seseorang terhadap suatu benda berbeda-beda antara satu benda dengan benda lainnya dan konsep ini juga dibatasi oleh waktu dan tempat. dan hadis-hadis Nabi juga menggunakan bahasa manusia, artinya juga merupakan kumpulan konsep-konsep yang dapat dipahami oleh manusia.manusia. Dalam sistem filsafat Islam, menafsirkan dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an merupakan praktik dan pendekatan konkrit analisis konseptual atau analisis linguistik.

Pendekatan ini tidak lain adalah realisasi dari ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa: 106.

Peranan Filsafat Pendidikan Islam

Filsafat Pendidikan Islam dalam analisisnya terhadap permasalahan pendidikan Islam yang dihadapi saat ini akan mampu memberikan informasi apakah proses pendidikan Islam yang berlangsung selama ini telah mampu mencapai tujuan ideal pendidikan Islam, baik itu pendidikan Islam maupun pendidikan Islam. atau tidak pada abad 109. Dalam bidang pendidikan, setiap aliran pemikiran ini diwujudkan dalam kemungkinan sikap dan pandangan para pendidik, misalnya sikap konservatif yaitu tetap menjaga nilai-nilai budaya. Dan sikap yang menekankan pada keterlibatan siswa dalam kehidupan dalam kehidupan empiris untuk mencari pilihan dan menemukan jati dirinya.

Esensialisme memerlukan pendidikan berdasarkan nilai-nilai tinggi, yang penting dalam budaya, dan nilai-nilai ini mestilah yang dicapai manusia melalui tamadun dan yang telah diuji oleh masa.

Konsep Pembelajaran

Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan suatu kerangka konseptual yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Jadi model pembelajaran cenderung bersifat perspektif (memberi petunjuk dan memutuskan), yang relatif dibedakan dengan strategi pembelajaran. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan teori psikologi sosial yang membahas tentang pola interaksi manusia.

Kelompok model pembelajaran pengolahan informasi menekankan pada perolehan, penyelesaian, dan pengolahan informasi yang menitikberatkan pada fungsi kognitif siswa.

Pembelajaran berbasis masalah (PBL) didasarkan pada teori psikologi kognitif, khususnya teori Piaget dan Vigotsky (konstruktivisme). Di kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, siswa bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah di dunia nyata (dunia nyata). Pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk “belajar untuk belajar”, ​​bekerja dalam kelompok untuk mencari solusi suatu permasalahan.

Model pembelajaran berbasis masalah diwujudkan dengan memberikan rangsangan dalam bentuk problematis, kemudian pemecahan masalah tersebut diwujudkan oleh siswa, dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mencapai materi pembelajaran.148.

Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning Perspektif Filsafat Pendidikan Islam

Ontologi Model Pembelajaran Problem Based Learning Perspektif Pendidikan Islam

Model pembelajaran problem based learning diartikan sebagai model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menghadapkan siswa pada berbagai permasalahan yang harus dipecahkan. Hakikat model pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran berbasis masalah yang melibatkan siswa dengan cara menghadapkan siswa pada permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Sebagai contoh penyelesaian suatu masalah, siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat memahami seperti apa toleransi antar agama.

Jadi hakikatnya model pembelajaran problem based learning adalah siswa belajar melalui permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Epistemologi Model Pembelajaran Problem Based Leaning Dalam Pendidikan Islam

Dari penjelasan tersebut, filsafat pendidikan Islam memandangnya dari sudut pandang tipologis yaitu perenialisme, esensialisme, progresivisme, rekonstruksionisme, dan eksistensialisme. Dalam bidang pendidikan, masing-masing aliran tersebut diwujudkan dalam sikap dan kemungkinan sikap pendidik, seperti sikap konservatif yaitu pelestarian nilai-nilai budaya kemanusiaan, sebagai wujud esensialisme, sikap regresif yaitu kembalinya semangat. yang mendominasi. Abad Pertengahan, yaitu agama, sebagai manifestasi dari perenialisme; sikap bebas dan termodifikasi. Epistemologi PBL dalam perspektif filsafat pendidikan Islam menunjukkan bahwa model pembelajaran melibatkan peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran agar sejalan dengan filsafat pendidikan Islam.Progresivisme menghendaki pendidikan yang pada hakikatnya progresif, tujuan pendidikan itu harus dimaknai sebagai rekonstruksi pengalaman yang berkesinambungan, sehingga partisipan dapat melakukan sesuatu yang cerdas dan mampu melakukan penyesuaian dan penyesuaian sesuai dengan tuntutan lingkungan.

Model pembelajaran PBL sesuai dengan filosofi pendidikan Islam progresivisme, karena epistemologi PBL merupakan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan nyata, sehingga permasalahan tersebut dapat dijadikan rekonstruksi pengalaman yang berkesinambungan.

Aksiologi Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam pendidikan Islam

Soal diberikan kepada siswa sebelum siswa mempelajari konsep atau materi yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Model pembelajaran berbasis masalah dilakukan dengan memberikan rangsangan berupa masalah, kemudian dilakukan pemecahan masalah oleh siswa, dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam memperoleh materi pembelajaran.166. Aqidah akhlak guru cenderung menggunakan metode ceramah sehingga membuat siswa kurang memahami materi pelajaran.

Karena PBL pada hakikatnya adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami bahan ajar yang disampaikan guru sehingga sejalan dengan filosofi esensialisme pendidikan Islam.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Referensi

Dokumen terkait

Digunakan analisis isi (content analysis) sebagai metode penelitian ini adalah karena analisis isi merupakan metode yang paling tepat untuk menghasilkan data secara

dengan pendidikan karakter. Metode penelitian menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Yaitu teknik yang dilakukan untuk mengungkapkan isi sebuah buku yang

Adapun metode pengambilan data yang penulis lakukan adalah metode dokumentasi dan menggunakan analisis isi (content analysis) sebagai metode dalam

Langkah-langkah metode analisis isi (content analysis) dalam penelitian ini dimulai dengan: a) Unitizing, yakni mengelompokkan atau mengidentifikasi data-data mana

Tehnik analisis data menggunakan analisis isi ( content analysis ) dengan menggunakan prosedur analisis mayring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) deskripsi materi

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis ini (content analicys). Dalam hal ini peneliti akan mengungkapkan tentang isi atau

Tehnik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan menggunakan prosedur analisis mayring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) deskripsi materi

Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi content analysis dengan membaca, menganalisis, mendeskripsikan, dan menyimpulkan isi dari Kumpulan Cerita Rakyat Kepulauan