MODEL SNOWBALL THROWING SEBAGAI SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR
Kori Sundari, Devi Siti Mardiyah Universitas Islam “45” Bekasi
[email protected], [email protected]
ABSTRAK
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah sebagai bidang studi yang mengandung nilai-nilai moral, kesejarahan, dan kemasyarakatan perlu diperkenalkan dan diajarkan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan proses analisis data lebih menekankan pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka dari beberapa jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), selain itu dapat mengarahkan siswa menjadi aktif, melatih kerjasama dan bertanggung jawab dalam kelompok sehingga dapat membangun rasa percaya diri siswa serta memotivasi siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Snowball Throwing dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Snowball Throwing, Hasil Belajar, IPS.
Abstract
Learning Social Sciences (IPS) is a field of study that contains moral, historical, and social values that need to be introduced and taught from an early age. This study aims to improve student learning outcomes in Social Sciences (IPS) subjects in elementary schools. This study uses a qualitative approach and the data analysis process places more emphasis on inferring a comparison of literature reviews from several scientific journals. The results showed that using the Snowball Throwing learning model can improve learning outcomes in Social Sciences (IPS), besides that it can direct students to be active, train cooperation and be responsible in groups so that they can build students' self-confidence and motivate students in learning. Thus, it can be concluded that the Snowball Throwing model is used as a solution to improve learning outcomes in Social Sciences (IPS) in elementary schools.
Keywords: Snowball Throwing Learning Model, Learning Outcomes, Social Sciences.
I. PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai bidang studi yang mengandung nilai-nilai moral, kesejarahan, dan kemasyarakatan perlu diperkenalkan dan diajarkan sejak dini. Sejalan dengan itu, National Council for the Sosial Studies (NCSS) (2019:356) mengidentifikasikan sosial studies atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai suatu studi yang terintegrasi dari ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk meningkatkan kemampuan warga negara. Hal ini dikarenakan, mata pelajaran IPS merupakan kajian antar disiplin ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, konsep, fakta dan generalisasi yang berkaitan dengan isu-isu atau masalah-masalah sosial.
Pendidikan IPS pada dasarnya mempunyai peranan untuk membantu siswa menjadi anggota masyarakat yang berguna dan efektif, membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir (intelektual) dan keterampilan akademis, serta tanggap terhadap kemajuan IPTEK dan mampu memanfaatkannya.
Tujuan pembelajaran IPS adalah membantu para peserta didik selaku warga negara agar mampu menjadi warga negara yang baik, mampu untuk mengambil keputusan secara rasional dengan dasar informasi yang mencukupi, dalam kaitan dengan permasalahan sosial yang hasilnya tidak hanya bermanfaat bagi diri pribadi, keluarga, tetapi juga berguna bagi masyarakat dan bangsanya sebagai bentuk perwujudan cinta tanah air.
Sebagaimana yang dipaparkan oleh Trianto (2019:37) berpendapat bahwa tujuan utama IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa agar
dapat mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan demikian, agar pembelajaran IPS dapat tercapai maka, dalam proses pembelajaran IPS seharusnya guru menyajikan dengan menggunakan strategi atau model pembelajaran yang mampu menerapkan agar siswa bisa memahami konsep IPS dan melatih kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan IPS, serta agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk mencapai indikator pembelajaran IPS dengan baik.
Namun pada kenyataannya pembelajaran IPS saat ini guru masih kurang tepat dalam memilih model pembelajaran, sehingga hasil belajar dari nilai rata-rata IPS siswa belum mencapai KKM yang telah ditentukan, dimana dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih berpusat pada guru dan tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga menyebabkan siswa sulit untuk memahami materi. Karena dalam kegiatan pembelajaran siswa hanya mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru.
Berdasarkan faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dengan pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat menjadi salah satu sumber permasalahan rendahnya hasil belajar IPS.
Pada permasalah tersebut, perlu adanya inovasi model pembelajaran dengan baik agar siswa tertarik pada pembelajaran IPS.
Berdasarkan hasil data jurnal, dilihat dari nilai rata-rata siswa pada mata pelajaran IPS yang mendapat nilai sesuai KKM ternayata masih kurang.
Hal ini terlihat pada jurnal yang
diteliti oleh Asmina (2018:754) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SD Negeri 009 Teluk Pauh Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi” pada hasil penelitiannya ditemukan bahwa 5 siswa belum mencapai KKM atau 41.66%. (70). Selain itu juga dari penelitian Ata Husnu Mubarok dan M. Husni Abdullah (2018) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDI Hasyim Asy’ari Blitar” ditemukan nilai IPS sedangkan 7 atau 44% siswa nilai IPS masih dibawah KKM.
Dengan demikian, maka diperlukannya model pembelajaran yang menarik dan inovatif sebagai upaya perbaikan. Salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing.
Model Snowball Throwing dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS. Anjar (2017:43-47) menjelaskan bahwa Snowball Throwing yaitu metode pembelajaran yang didalam terdapat unsur-unsur pembelajaran kooperatif sebagai upaya dalam rangka mengarahkan perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Rusman (dalam Ata Mubarok dan M.Husni Abdullah 2018:189) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana dalam kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa dalam bentuk kelompok-kelompok dalam skala kecil 4-6 orang.
II. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis data berfokus pada penyimpulan perbandingan tinjauan pustaka pada jurnal ilmiah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mencari jurnal di berbagai media elektronik seperti: internet, jurnal online, dan perpustakaan online. John W. Creswell (dalam Mahanum 2021) menejelaskan bahwa tinjauan pustaka (literature review) adalah ringkasan tertulis mengenai artikel dari jurnal, buku, dan dokumen lain yang mendeskripsikan teori serta informasi baik masa lalu maupun saat ini, mengorganisasikan pustaka ke dalam topik dan dokumen yang dibutuhkan untuk proposal penelitian. Taylor dan Procter (dalam Mahanum 2021) menjelaskan bahwa tinjauan pustaka atau disebut juga kajian pustaka (literature review) merupakan sebuah aktivitas untuk meninjau atau mengkaji kembali berbagai literatur yang telah dipublikasikan oleh akademisi atau peneliti lain sebelumnya terkait topik yang akan kita teliti.
III. Hasil Penelitian
Faktor utama yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa Sekolah Dasar dalam pelajaran IPS, yakni ketidak tepatan guru dalam memilih model pembelajaran, karena dalam pembelajaran yang dilakukan masih bersifat berpusat pada guru, sehingga keterlibatan siswa untuk aktif dalam belajar menjadi kurang maksimal, dimana siswa hanya mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Asmina (2018:754) dampak siswa dengan
proses pembelajaran yang dilakukan guru adalah, Siswa tidak mempu menjawab pertanyaan dari guru, Siswa lebih suka bermain-main dalam proses pembelajaran, Siswa tidak mampu menyelesaikan tes yang diberikan oleh guru, Siswa tidak aktif dalam proses belajar mengajar.
Faktor lain yang ditemukan dalam penelitian Nada Naviana Simarmata (2018:80) bahwa dalam pembelajaran guru tidak memperhatikan kesesuaian model yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar dan guru tersebut kurang kreatif, sehingga menimbulkan kebosanan dalam pembelajaran. Hal tersebut bisa diterapkan dengan memberikan inovasi model pembelajaran dengan tujuan agar siswa dapat tertarik untuk belajar.
Hal ini mungkin disebabkan karena kurang efektifnya dalam penerapaan model pembelajaran IPS yang dilaksanakan oleh guru di sekolah. Salah satunya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan memperbaiki proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, kondisi dan karakteristik siswa, karena dalam proses pembelajaran akan memberikan dampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan perubahan perilaku siswa yang terwujud pada 3 ranah yaitu:
kognitif, afektif, dan psikomotor.
Menurut Shoimin (2014:18) menyatakan “Agar pembelajaran menyenangkan, perlu adanya perubahan cara mengajar dari model pembelajaran tradisional menuju model pembelajaran yang inovatif”.
Rusman (dalam Ata Mubarok dan M.Husni Abdullah 2018:189)
berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana dalam kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa dalam bentuk kelompok- kelompok dalam skala kecil 4-6 orang. Menurut Kurniasih & Sani (dalam Ni Putu Jita Apsari dkk 2019:356) mengartikan model Snowball Throwing atau bola salju bergulir ini memadukan pendekatan komunikasi, integratif, dan keterampilan proses.
Kelebihan model Snowball Throwing menurut Shoimin (dalam Ata Husnu Mubarok and M. Husni Abdullah 2018:189), yaitu: (1) Menciptakan kondisi pembelajaran yang menarik minat siswa, (2)Memberikan kesempatan kepada siswa guna mengekplorasi pola pikir.
Menjadikan siswa mampu berpendapat sesuai argumen yang dimilikinya, (3) Membuat diri pebelajar atau siswa untuk siap dalam berbagai kemungkinan.
Membuat siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran, melatih kepercayaan diri pada siswa. Adapun kekurangan Model Pembelajaran Snowball Throwing menurut Shoimin (dalam Ata Husnu Mubarok and M. Husni Abdullah 2018:189), yaitu: (1) Mengandalkan pada taraf kemampuan berpikir luas siswa dengan kata lain bergantung pada kemampuan siswa dalam memahami materi pembelajaran, (2) Peran ketua kelompok yang sentral apabila ketua mengalami kesulitan dalam memahami materi yang akan dijelaskan maka akan menjadi miskonsepsi dalam pelajaran dan diskusi tidak akan berjalan dengan baik, (3) Memerlukan waktu yang panjang karena masing-masing siswa harus menjawab pertanyaan yang didapatkanya, (4) Murid yang nakal
cenderung membuat kegeduhan didalam kelas.
Penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat melibatkan siswa secara aktif untuk berfikir kritis dan kreatif dengan menekankan pada interaksi antara siswa yang telah dibagi ke dalam kelompok kecil secara heterogen dalam menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara berkerjasama mencari informasi dari berbagai sumber, bertukar pikiran atau pendapat antar siswa samapi mendapatkan pemecahan masalah dari persoalan yang dibahas. Penulis mencoba menerapkan tahapan model Snowball Throwing dalam 5 tahapan, yaitu: Tahap Perencanaan, menyiapkan RPP, soal-soal terkait materi Kenampakan Alam Dan Keadaan Sosisal Negara Tetangga, Lembar evaluasi, penilaian, serta pengenalan model Snowball Throwing. Tahap Pelaksanaan, tahap ini terdiri dari tiga kegiatan, diantaranya: kegiatan awal, inti, dan akhir. Kegiatan awal, guru memperkenalkan suatu permasalahan kemudian meninjau ulang suatu konsep kepada siswa dengan mengaitkan konsep tersebut pada pengalaman siswa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Inti, siswa mulai menerapkan model Snowball Throwing dengan langkah awal menerima informasi dari ketua kelompok yang telah diberikan oleh guru terkait materi yang akan dipelajari, kemudian mulai berdiskusi dengan kelompoknya untuk menulis pertanyaan di lembar kertas dan pertanyaan secara lisan, siswa akan diberikan hadiah bagi kelompok yang mengumpulkan point terbanyak. Kegiatan akhir, memberi kesimpulan, merefleksi siswa dan
menguatkan pemahaman siswa terkait materi kenampakan alam dan keadaan sosial negara tetangga.
Tahap Evaluasi, melalui pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami materi yang diukur dari hasil belajar IPS yang diperoleh, kemudian memberikan kesimpulan materi Kenampakan Alam dan Keadaan Sosial Negara Tetangga.
Tahap Refleksi, perolehan data dari hasil pengamatan dianalisis berdasarkan pengamatan dalam proses pembelajaran, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan pembelajaran IPS dengan menggunakan model Snowball Throwing untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Maka keberhasilan dalam pembelajaran akan dapat terwujud, dan dalam proses pembelajaran IPS akan menjadi efektif dan membuat siswa tertarik untuk belajar.
IV. Kesimpulan
Pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang dapat membantu speserta didik dalam menumbuhkan pengetahuan dan pemahan untuk melihat kenyataan sosial. Hasil penelitian ini menganalisis mengenai kesulitan yang dihadapi siswa sekolah dasar dalam mencapai hasil belajar IPS. Hal ini dimungkinkan karena guru yang mengajar kurang efektif melakykan proses pembelajaraan IPS. Ketidak tepatan dalam memilih model pembelajaran IPS, yang menjadi salah satu faktor penyebabnya. Untuk itu diharuskan menginovasikan model pembelajaran khusunya pada pelajaran IPS yaitu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing.
Hasil ini bisa digunakan sebagai hasil belajar untuk lebih
meningkatkan hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar. Karena, model Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa di sekolah dasar, sehingga bisa dijadikan sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar IPS,
selain itu juga dapat menjadikan siswa untuk terlibat aktif dalam belajar serta memiliki rasa tanggung jawab antar sesama, dan pembelajaran IPS akan semakin menyenangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Ani Rosidah. 2017. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPS".
3: 29–36.
Asmina. 2018. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas III SD Negeri 009 Teluk Pauh Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi.”
2(September): 753–60.
Canra Wijaya Nasution1, Arifin Siregar. 2020. “Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Indahnya Keragaman Di Negeriku Pada Siswa Kelas IV SDN 104204 Sambirejo Timur T.A 2019/2020.” Journal of Chemical Information and Modeling 21(1):1–9.
CIPUTRA, AGUSTIANAMAS. 2018. “Meningkatkan Hasil Belajar Tema 8 Dengan Model Snowball Throwing Siswa Kelas Iv Sdn Tanjung.” Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6(2): 156–66.
Efiyanti, Ni Putu, Ni Ketut Suarni, and Desak Putu Parmiti. 2019. “Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbasis Penilaian Proyek Terhadap Hasil Belajar Ips.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru 2(2):
119–29.
Endah, Rini. “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Model Two Stay Two Stray Di Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bekasi. Rini.” VII(2): 36–47.
Fajar, Fajar, and Hasnah Hasnah. 2017. “Peningkatan Hasil Belajar IPS Dengan Menerapkan Pembelajaran Kooperatif Model Snowball Throwing Siswa Kelas IV SDN 19 Parepare.” Publikasi Pendidikan 7(1): 43.
Febrianti, Windi. 2019. “Meningkatkan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick.” IQRO: Journal of Islamic Education 2(2): 149–62.
Ikhsan, M. 2018. “Pengaruh Model Pembelajaran Talking Stick Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Di MIS Al-Manar.” : 2018.
Junisa, Atikah, and Suhardi Marli. 2011. “Pengaruh Model Snowball Throwing.” : 1–9.
Komang, Ni. 2019. “Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Siswa.” JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) 2(5): 323.
Mahera, Anis. 2019. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 161 Pekanbaru.” 2(20): 111–21.
Mbudja, Ancelmus Paschalis, Djoko Adi Walujo, and Sugito Sugito. 2019.
“Efektivitas Hasil Belajar IPS Melalui Penggunaan Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Siswa Kelas IV SDN Ende 5 Dan SDI Ende 10.”
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran 9(2): 82.
Mubarok, Ata Husnu. 2018. “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas V Sdi Hasyim Asy’Ari Blitar.” Journal of Education 6(2): 1–11.
Novida, Irma. 2018. “Penerapan Model Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Materi Jasa Dan Peranan Tokoh Pejuang Dalam Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia Pada Siswa Kelas V SD Negeri 20 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.” Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar 3(1): 1–14.
Pelista Br Karo Sekali. “View of Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Talking Stick Mata Pelajaran IPS Pokok Bahasan Kenampakan Alam Dan Keadaan Sosial Negara-Negara Tetangga Kelas VI SD Negeri 040443 Kabanjahe T.A 2016/2017.” 5.
Putu, Ni. 2019. “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Prestasi Belajar Matematika.” ABSIS: Mathematics Education Journal 1(1): 354–63.
Rojis, Wahyuli. “Application of Learning Model Cooperative Learning Type Snowball Throwing To Rise the Result of Ips Students Class Iii Sdn 22 Duri Barat Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas Iii Sdn 22 Duri Barat.” : 1–11.
Saputri, Zolandha Riana, and Mawardi. 2017. “Komparasi Model Pembelajaran.”
0815772945(0298).
Simarmata, Nada Naviana. 2018. “Upaya Meningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Snowball Throwing.” Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran 2(1): 79–86.
Wahyem, W. 2018. “Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Siswa Kelas VI SD Tulung Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing.”
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 3(2).