PENDAHULUAN
Latar Belakang
PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung masih belum berjalan dengan baik dan belum memenuhi harapan Badan. Moderasi Motivasi Kerja Terhadap Kecerdasan Emosional Dan Kinerja Pegawai PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung.”
Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil pra-kuesioner sementara pada karyawan PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung, terlihat beberapa permasalahan yang menarik perhatian untuk diteliti lebih lanjut yaitu mengenai rendahnya kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh motivasi kerja dan kecerdasan emosional.
Maksud dan Tujuan Penelitian
- Maksud Penelitian
- Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
- Kegunaan Pengembangan Ilmu
- Kegunaan Organisasional
Untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kecerdasan emosional dan kinerja pegawai, sehingga dapat memberikan manfaat bagi penulis, instansi dan perkembangan umum lainnya. Meningkatkan dan memperluas pengetahuan tentang moderasi motivasi kerja terhadap kecerdasan emosional dan kinerja karyawan pada PT PLN Distribusi Jawa Barat wilayah Bandung.
Lokasi Penelitian
Bagi organisasi, diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan demi kemajuan perusahaan terkait motivasi kerja, kecerdasan emosional dan kinerja karyawan pada PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung.
TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN
Tinjauan Pustaka
- Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pengertian Motivasi
- Teori-Teori Motivasi Kerja
- Faktor-faktor Motivasi Kerja
- Dimensi dan Indikator Motivasi Kerja
- Kecerdasan Emosional
- Pengertian Teori Kecerdasan Emosional
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan
- Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional
- Dimensi Kecerdasan Emosional
- Indikator Kecerdasan Emosional
- Kinerja Karyawan
- Pengertian Kinerja
- Dimensi dan Indikator Kinerja Karyawan
- Sasaran Kinerja
- Penelitian Terdahulu
Beberapa tokoh yang mengemukakan teori kecerdasan emosional, antara lain Mayer & Salovey dan Daniel Goleman. Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variabel kecerdasan emosional sebagai variabel terikat dan variabel kinerja pegawai sebagai variabel bebas.
Kerangka Pemikiran
- Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kecerdasan Emosional
- Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
- Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja
- Hubungan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Karyawan
Ketika suatu perusahaan dapat memberikan motivasi kerja yang baik kepada karyawannya, maka kecerdasan emosional karyawan pun akan baik. Sebaliknya jika motivasi kerja yang diberikan buruk maka akan berdampak buruk pula terhadap kecerdasan emosional. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja mungkin berhubungan positif atau negatif dengan kecerdasan emosional.
Triana Fitriastuti (2013) berpendapat bahwa kecerdasan emosional mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dan tingkat kecerdasan emosional yang dimiliki karyawan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja karyawan dalam suatu perusahaan. Jika motivasi karyawan baik maka kecerdasan emosional karyawan juga akan baik dan dapat mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Menurut Inike Anggun Cahyani dan Irwan Seayuda (2017), kecerdasan emosional dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dan kecerdasan emosional menunjukkan hubungan yang tidak signifikan terhadap kinerja.
Hipotesis Penelitian
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
- Sejarah Umum PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan
- Visi, Misi dan Moto PT PLN Distribusi Jawa Barat dan
- Visi PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten
- Misi PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten
- Moto PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten
- Logo PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten
Sebagai kantor yang bergerak di bidang perencanaan, PT PLN Pusat Enjiniring Ketenagalistrikan merasa perlu untuk mendapatkan pengakuan atas kemampuannya. Wilayah kerja PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten (PT PLN DJBB) mencakup lebih dari 42.196 km meliputi Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, kecuali Tangerang. PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten mempunyai motto perusahaan sebagai berikut: “Listrik untuk kehidupan yang lebih baik”.
Gelombang yang digunakan dalam lambang PT PLN berarti segala jenis gaya (energi) dapat dinyatakan dalam bentuk gelombang (cahaya, listrik, akustik, dan lain-lain). Kegiatan PT PLN (Persero) antara lain mengubah segala jenis tenaga listrik (energi) menjadi energi listrik. Warna kuning keemasan melambangkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, serta kewajiban besar PT PLN (Persero).
Metode Penelitian
- Metode Penelitian Yang Digunakan
- Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Metode Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013:2), Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden adalah dalam bentuk angket.Menurut Sugiyono, angket adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan kepada responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Jenis pertanyaan pada kuesioner yang penulis buat adalah pertanyaan tertutup karena dapat membantu responden untuk menjawab dengan mudah dan cepat karena jawabannya disediakan dalam kuesioner.
Menurut Sugiyono, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang terdiri dari berbagai hal.
Definisi Variabel dan Operasional Variabel
- Definisi Variabel
- Operasional Variabel
Menurut Sugiyono (2014:39), variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas. Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, seseorang harus mempunyai tingkat kemauan dan tingkat kemampuan tertentu, kemauan dan keterampilan seseorang tidak akan cukup efektif untuk melakukan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana caranya. untuk melakukannya (Mangkunegara, 2015). Menurut Sugiono (2016:39), variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat hingga hubungan tidak langsung yang tidak dapat diamati dan diukur.
Variabel ini merupakan variabel perantara yang terletak di antara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga variabel bebas tidak mempengaruhi secara langsung perubahan atau terjadinya variabel terikat. Variabel operasional diperlukan untuk menentukan jenis dan indikator variabel yang terlibat dalam penelitian ini. Selain itu, operasional variabel dimaksudkan untuk menentukan skala pengukuran masing-masing variabel, sehingga pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan benar dengan menggunakan alat statistik.
Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi
- Sampel
51 dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung yang berjumlah 259 karyawan. Pengukuran merupakan salah satu langkah untuk menentukan besar kecilnya sampel yang diambil ketika melakukan suatu penelitian. Selain itu perlu diperhatikan bahwa sampel yang dipilih harus memperlihatkan seluruh karakteristik populasi sehingga tercermin pada sampel yang dipilih, dengan kata lain sampel harus representatif.
Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode probabilitas sampling dengan teknik Simple Random Sampling. Menurut Sugiyon, probabilitas sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel yang menjamin adanya kesempatan yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi sampel. Dalam menentukan sampel yang akan kita pilih, penulis menggunakan margin of error sebesar 10% karena tidak mungkin diperoleh hasil pada setiap penelitian.
Teknik Pengolahan Data
- Skala Data
- Analisis Data
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Uji Asumsi Klasik
- Analisis Deskriptif
- Rancangan Pengujian Hipotesis
- Regresi Linear Berganda dengan Variabel
- Analisis Koefisien Determinasi
- Analisis Koefisien Korelasi
- Pengujian Hipotesis
- Uji Statistik t (Uji Secara Parsial)
- Uji Statistik f (Uji Secara Simultan)
Dari Tabel 4.14 diatas, hasil jawaban responden mengenai saya kadang egois dalam memberikan pendapat menunjukkan nilai sebesar 271. 82 Dari Tabel 4.23 diatas, hasil jawaban responden mengenai kemampuan karyawan dalam menetapkan tujuan dalam bekerja menunjukkan nilai sebesar 319. Dari Tabel 4.24 diatas, hasil jawaban responden mengenai karyawan yang tidak mampu menghasilkan target perusahaan menunjukkan nilai sebesar 297.
Tabel 4.29 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai pegawai yang selalu menyelesaikan tugas tepat pada garis tanggal dengan nilai 306. Tabel 4.30 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai tingkat kehadiran pegawai pada saat bekerja yang selalu tinggi dengan nilai 301. Dari tabel 4.31 diatas terlihat hasil jawaban responden mengenai pegawai selalu terbuka terhadap perbedaan pendapat dengan nilai 316.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengujian Instrumen
- Karakteristik Responden
- Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis
- Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
- Latar Belakang Pendidikan Responden
- Hasil Uji Validitas
- Hasil Uji Validitas Variabel Kecerdasan Emosional
- Hasil Uji Reabilitas
- Uji Reabilitas Kecerdasan Emosional (X)
- Uji Reabilitas Kinerja Karyawan (Y)
- Uji Reabilitas Moderasi Motivasi Kerja (Z)
Dari Tabel 4.17 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai saya bisa merasakan apa yang orang lain rasakan dengan nilai 278. Dari Tabel 4.18 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai saya selalu terbuka kepada orang lain mengenai kondisi saya dengan 'a nilai sebesar 259. Tabel 4.19 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai dapat mendamaikan konflik yang terjadi antar rekan kerja dengan nilai 291.
79 Tabel 4.20 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai saya bisa bekerjasama dengan pegawai lain dalam bekerja dengan nilai 274. Tabel 4.25 diatas menunjukkan hasil jawaban responden mengenai pegawai mampu mengerjakan setiap pekerjaan dengan cermat dan akurat dengan nilai 314. Tabel 4.26 menunjukkan hasil jawaban responden mengenai keakuratan hasil kerja yang selalu dipertahankan oleh karyawan pada nilai 317.
Analisis Deskriif Moderasi Motivasi Kerja Terhadap Kecerdasan
- Tanggapan Responden Mengenai Kecerdasan Emosional
- Akumulasi Tanggapan Responden Mengenai Kecerdasan
- Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Karyawan
- Akumulasi Tanggapan Responden Mengenai Kinerja
- Tanggapan Responden Mengenai Motivasi Kerja
- Akumulasi Tanggapan Responden Mengenai Motivasi
Hasil Uji Asumsi Klasik
- Hasil Uji Normalitas
- Hasil Uji Multikolinearitas
- Hasil Uji Heteroskedastisitas
Jika data menyebar di sekitar garis normal dan mengikuti arah garis diagonal, atau plot histogram menunjukkan pola sebaran normal, maka model regresi memenuhi asumsi klasik. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, atau plot histogram tidak menunjukkan pola sebaran normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Tujuan dari uji multikolinearitas adalah untuk memeriksa apakah model regresi menemukan adanya korelasi antar variabel independen.
Dari hasil uji multikolinearitas pada tabel 4.47 di atas dapat disimpulkan bahwa nilai toleransi dan variabel Kecerdasan sebesar 0,713, Motivasi 0,741, Kecerdasan dan Motivasi 0,823 serta nilai VIF untuk Kecerdasan 1,402, Motivasi 1,350, 1,215 dan Motivasi adalah atau kurang dari 10.000 sehingga dapat disimpulkan tidak ada masalah-masalah multikolinearitas Model Regresi Kinerja Pegawai. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan variance dari residual satu observasi ke observasi yang lain. Jika tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik di atas dan di bawah angka 0 berdistribusi pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Hasil Uji Analisisis Regresi Berganda dengan Variabel
Koefisien ini digunakan untuk mengetahui derajat moderasi motivasi kerja terhadap kecerdasan emosional dan kinerja karyawan. Analisis koefisien korelasi product moment Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel Moderasi Motivasi Kerja terhadap kecerdasan emosional dan kinerja karyawan. Karena thitung < tabel maka H0 ditolak yang berarti kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
H0 : Moderasi Motivasi Kerja Terhadap Kecerdasan Emosional, Motivasi Kerja, Kecerdasan Emosional secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. H1: Moderasi Motivasi Kerja terhadap Kecerdasan Emosional, Motivasi Kerja, Kecerdasan Emosional secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Dari hasil penelitian mengenai “Moderasi Motivasi Kerja Terhadap Kecerdasan Emosional Dan Kinerja Pegawai”, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :.
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Hasil Uji Koefisien Korelasi
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Lisda Triana Fitriastuti (2013) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun motivasi bukan merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan kinerja karyawan (Yuli Suwati 2013). Karena thitung < tabel maka H0 diterima yang berarti motivasi kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kecerdasan emosional.
116 Menurut Goleman (2015) jika motivasi kerja yang ditawarkan perusahaan atau atasan rendah maka kecerdasan emosional akan rendah dan sebaliknya jika motivasi yang ditawarkan tinggi atau baik maka kecerdasan emosional akan tinggi. Karena nilai Fhitung>Ftabel (13,254 > 3,97), maka H0 ditolak yang berarti variabel Moderasi Motivasi Kerja terhadap Kecerdasan Emosional mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan. 2017), Dampak Kecerdasan Emosional dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai PT PLN (Persero) Bidang Perhotelan Palembang, Palembang: Universitas Bina Darma.
Hasil Uji Koefisien Hipotesis
- Uji Statistik T (Secara Parsial)
- Uji Statistik F (Secara Simultan)
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Motivasi kerja pada PT PLN Distribusi Jawa Barat wilayah Bandung terlaksana dengan baik, namun berdasarkan hasil jawaban responden terhadap indikator bonus atau insentif yang diberikan perusahaan kepada karyawan termasuk dalam kategori sedang. Kecerdasan emosional pada PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung terimplementasi dengan baik karena karyawan dapat mengendalikan emosinya. Kinerja pegawai PT PLN Distribusi Jawa Barat Area Bandung telah terlaksana dengan baik, namun berdasarkan hasil jawaban responden terhadap indikator, kehadiran pegawai pada saat bekerja selalu tinggi dengan kategori sedang.
Kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 4,676, moderasi motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai sebesar 4,493, dan moderasi motivasi berpengaruh negatif signifikan terhadap kecerdasan emosional dan kinerja pegawai sebesar -6,889.
Saran
2013), Pengaruh kecerdasan emosional, komitmen organisasi dan Organizational Citizenship Behavior terhadap kinerja karyawan. 2016), Aplikasi Analisis Multivariat Menggunakan IBM SPSS 23 (Rilis 8). Jurnal European Sport Management Quarterly, Volume 18, Issue 4. 2013), Corporate Human Resources Management, Bandung Penerbit: Remaja Rosdakarya. 2018), A Cross-Cultural Meta-Analysis of How Leader Emotional Intelligence Affects Subordinate Task Performance and Organizational Citizenship Behavior, Journal of World Business, Volume 5, Issue 4. 2016), A Meta-Analysis of Emotional Intelligence and Work Attitudes, Jurnal (Psikologi Kerja dan Organisasi, Volume 90, Edisi 2. 2015), Pengaruh Motivasi dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai Pengaruh Motivasi dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai, Buletin Bisnis dan Manajemen, Volume 01, No. Statistik yang berguna untuk pendidikan tinggi.
2013), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2014), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2016), Metode penelitian kualitatif kuantitatif dan kombinasi (mixed method). 2017), Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2013), Pengaruh kompensasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada PT. 2018), Analisis penjelasan kuantitatif yang menguji pengaruh moderasi kelompok generasi terhadap kecerdasan emosional dan komitmen organisasi di kalangan karyawan nirlaba, Amerika Serikat:. 2018), Kecerdasan Emosional dan Spiritual di Tempat Kerja dalam Kaitannya dengan Organizational Citizenship Behavior, Singapura: Kaplan University.