MODUL AJAR
PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN KELAS XI
Disusun Oleh: Evin Andriani, S.Pd
MODUL AJAR PKWU
Fase/Kelas/Semester : F / XI / I Elemen : Produksi Perkiraan Alokasi Waktu : 8 JP
Dimensi Profil Pelajar Pancasila : Bernalar kritis, Kreatif, Gotong royong, Mandiri
A. Tujuan Pembelajaran
Mengembangkan sistem produksi budikdamber yang aman berbasis usaha berdasarkan proposal
1.
Melakukan pengemasan hasil budikdamber yang kreatif-inovatif 2.
Mempromosikan hasil budikdamber secara visual dan virtualb 3.
B. Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran Pertemuan ke 1-2
Menganalisis sistem produksi budikdamber yang inovatif melalui pakan alternatif untuk ikan lele
Pertemuan ke 3
Merancang metode pengemasan hasil panen budikdamber
Pertemuan ke-4
Membuat media promosi dalam bentuk video, infografis, pamflet, brosur, stiker, dan lainnya
C. Materi Prasyarat:
Peserta didik diharapkan sudah memahami tentang:
Jenis pakan alternatif untuk ikan lele 1.
Cara memanen hasil budikdamber baik ikan maupun sayuran 2.
Teknik pemasaran hasil budikdamber 3.
MATERI PEMBELAJARAN
Budidaya Ikan Lele dalam Ember
Budikdamber, singkatan dari "budidaya ikan dalam ember," adalah teknik yang menggabungkan budidaya ikan lele dan tanaman dalam satu wadah. Budidaya ikan lele bisa lebih ekonomis dan berkelanjutan dengan menggunakan pakan alternatif.
Salah satu jenis pakan alternatif yang dapat digunakan adalah maggot atau larva lalat Black Soldier Fly. Maggot memiliki kandungan protein yang tinggi, yang sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele. Selain itu, penggunaan maggot dapat membantu mengurangi limbah organik karena mereka dapat dibudidayakan dari sisa makanan atau sampah organik.
Alternatif lainnya adalah pelet ikan buatan sendiri yang terbuat dari campuran bahan lokal seperti dedak, bekatul, dan ampas tahu. Kombinasi bahan-bahan ini tidak hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga menyediakan nutrisi seimbang yang diperlukan untuk pertumbuhan lele. Penggunaan bahan lokal juga mendukung perekonomian masyarakat sekitar dan berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan dari budidaya ikan.
Budidaya Tanaman Sayuran dalam Ember
Dalam konteks perawatan sayuran, teknik ini memanfaatkan nutrisi dari limbah ikan yang diubah menjadi pupuk alami bagi tanaman, sehingga tidak memerlukan pupuk kimia tambahan. Untuk perawatan, penting menjaga kualitas air dengan mengatur pH dan oksigen agar tetap stabil, serta memberi pakan ikan secara teratur. Sayuran yang umum dibudidayakan dengan teknik ini meliputi kangkung, bayam, dan selada.
Sedangkan untuk panen, waktu yang tepat tergantung pada jenis sayuran yang ditanam. Kangkung, misalnya, bisa dipanen dalam waktu 4-6 minggu setelah tanam.
Cara panennya cukup dengan memotong bagian atas tanaman agar dapat tumbuh kembali. Penting untuk memanen secara teratur agar tanaman tetap dalam kondisi sehat dan produktif. Dengan teknik budikdamber, para petani atau penghobi bisa mendapatkan hasil ganda dari ikan dan sayuran dalam satu sistem yang efisien dan hemat tempat.
Pengemasan Hasil Budikdamber
Mengemas hasil panen ikan lele dan sayuran dengan cara yang menarik dapat meningkatkan daya tarik produk dan nilai jualnya. Untuk ikan lele, pertimbangkan untuk menggunakan kemasan vakum yang dapat menjaga kesegaran lebih lama dan menampilkan ikan dengan jelas. Gunakan label yang menarik dengan desain yang modern dan informasi seperti tanggal panen, berat bersih, dan cara penyimpanan.
MATERI PEMBELAJARAN
Untuk sayuran, pilihlah kemasan yang ramah lingkungan, seperti kotak karton atau tas jaring yang dapat digunakan kembali. Susun sayuran secara rapi dan pisahkan berdasarkan jenis atau warna untuk memberikan tampilan yang estetis. Sertakan label dengan informasi organik, manfaat kesehatan, dan tips penyimpanan atau resep singkat untuk menarik perhatian konsumen. Pertimbangkan juga untuk menawarkan paket bundel yang menggabungkan ikan lele dan sayuran untuk memberikan nilai tambah bagi pembeli.
Pemasaran Hasil Budikdamber
Memasarkan dan mempromosikan hasil budidaya ikan dan tanaman sayuran dari sistem budikdamber (budidaya ikan dalam ember) dapat dilakukan dengan berbagai cara kreatif. Pertama, manfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk membagikan foto-foto menarik dari hasil panen Anda, disertai dengan cerita singkat mengenai proses budidaya dan manfaat konsumsi produk lokal.
Kedua, adakan acara panen bersama atau open house di lokasi budidaya Anda, untuk memberikan pengalaman langsung kepada calon pembeli dan membangun hubungan baik dengan komunitas lokal.
Ketiga, buat kerjasama dengan toko-toko swalayan, pasar tradisional, atau restoran lokal yang mengutamakan bahan baku segar dan organik. Keempat, bergabunglah dengan pameran pertanian atau bazar lokal untuk memperkenalkan produk Anda kepada audiens yang lebih luas.
Terakhir, jangan lupa untuk menyertakan informasi kontak yang jelas pada setiap promosi agar pembeli dapat dengan mudah menghubungi Anda untuk pemesanan.
Dengan strategi ini, Anda dapat meningkatkan visibilitas dan penjualan produk budikdamber Anda.
PERTEMUAN KE 1
Pendahuluan
Guru menyapa peserta didik dengan menanyakan kabar, lalu mengondisikan kelas (mengecek kehadiran, berdoa, dan mengecek kebersihan kelas)
1.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 2.
Guru menjelaskan strategi pembelajaran dan asesmen 3.
Guru menyampaikan manfaat pentingnya belajar tentang pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari.
4.
Guru memberikan asesmen awal (menggunakan kertas sticky note) berupa pertanyaan berikut:
5.
Apa saja jenis pakan ikan lele itu?
Bagaimana ciri-ciri ikan dan sayuran sudah siap dipanen?
Bagaimana cara menjual ikan dan sayuran hasil budikdamber?
Tindak lanjut hasil asesmen awal
Peserta didik yang telah memahami (menjawab lebih dari 50% pertanyaan) tentang pengembangan sistem produksi budikdamber maka dapat melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan studi kasus tanpa pendampingan
1.
Peserta didik yang belum memahami (menjawab kurang dari 50% pertanyaan) tentang perubahan lingkungan melakukan kegiatan studi kasus dengan pendampingan guru hingga mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.
2.
Kegiatan Pembelajaran
Untuk mengarahkan fokus pembelajaran, guru memberikan pertanyaan pemantik dalam bentuk diskusi terbuka.
1.
2.Guru meminta peserta didik berdiskusi menganalisis permasalahan dalam proses budikdamber serta mencari alternatif pakan sebagai solusi menekan jumlah biaya produksi.
3. Guru memberikan LKPD untuk dikerjakan peserta didik tentang pakan
alternatif yang dapat dijadikan solusi untuk menekan pemberian palet pada ikan.
Penutup
Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan bersama kelompok masing-masing.
1.
Guru bersama peserta didik melakukan refleksi . 2.
Sudah berapa minggu usia ikan lele kalian?
Berapa Kg pelet yang sudah kalian habiskan untuk memberikan pakan ikan lele?
Adakah pakan alternatif yang dapat menggantikan pelet ikan?
Model DEAL Jawaban
Description: Deskripsikanlah pengalaman yang dialami selama pembelajaran!
Examination: Analisislah pengamalan belajar Anda dengan membandingkan tujuan/rencana yang telah dibuat!
Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana perbaikan dalam pembelajaran!
LEMBAR REFLEKSI
Refleksi Peserta didik
Setelah melalui proses belajar hari ini, saatnya peserta didik melakukan refleksi terhadap diri sendiri dengan menggunakan model DEAL.
Refleksi Guru
Apakah seluruh peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan baik?
1.
Apakah peserta didik mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran?
2.
Langkah apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar peserta didik?
3.
Asesemen formatif
Asesemen formatif dilakukan melalui aktivitas mengerjakan LKPD I. Tindaklanjut hasil asesmen formatif sebagai berikut:
bagi siswa yang belum memahami (menjawab 1-3 pertanyaan) dilakukan pendampingan dalam pembelajaran dengan tutor sebaya.
1.
bagi peserta didik yang telah memahami (menjawab 4-6 pertanyaan) diberikan tantangan lebih lanjut berupa memberikan materi yang lebih mendalam sehingga meningkatkan pemahaman lebih lanjut.
2.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 1
Jelaskan kendala apa saja yang muncul dalam proses budidaya ikan dan sayuran dengan metode budikdamber
Jawablah pertanyaan berikut ini!