• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Praktikum Komputasi Statistika

N/A
N/A
Putri Lestari

Academic year: 2024

Membagikan "Modul Praktikum Komputasi Statistika"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 1

REVIEW : PENDAHULUAN & PENGANTAR R (PART 2)

Fungsi dan Packages pada R

Pada dasarnya R adalah bahasa pemrograman functional. R menyediakan banyak alat untuk pembuatan dan manipulasi fungsi. Karena dibuat untuk memudahkan analisis data, R mempunyai banyak fungsi yang tersedia untuk melakukan analisis statistik. Misalkan, untuk mendapatkan nilai rata-rata dari sebuah vektor numerik, dapat menggunakan fungsi mean().

Untuk mendapatkan milai minimum atau maksimum, tersedia fungsi min() dan max().

Fungsi sd() dapat digunakan untuk mendapatkan nilai standard deviasi atau fungsi var() untuk mendapatkan nilai ragam (varians), dan sebagainya.

Fungsi Keterangan

min(), max() Minimum dan maksimum is.vector(), is.factor(),

is.matrix(), is.array()

Menguji type data: vector, factor, matrix atau array nchar() Banyaknya karakter dalam string

paste() Menciptakan atau menjadikan mode objek menjadi karakter substr(), substring() Mengambil bagian dalam string

dim() Dimensi matriks dimnames() Nama dimensi matriks

nrow() Banyak baris matriks ncol() Banyak kolom matriks

diag() Membuat matriks diagonal atau mengambil diagonal matriks t() Transpose matriks

det() Determinan matriks solve() Invers dari matriks

eigen() Nilai eigen dan vektor eigen dari matriks crossprod() Cross product dari matriks atau t(x)%*%x

sort() Fungsi untuk mengurutkan A ke Z rev() Fungsi untuk mengurutkan Z ke A

range() Fungsi untuk nilai minimum dan maksimum mean() Rata-rata

median() Median

sd() Simpangan baku var() Varians

cor(,) Korelasi

apply() Mengaplikasikan beberapa fungsi pada margin array tertentu lapply() Mengaplikasikan fungsi tertentu pada list atau vektor

tapply() Mengaplikasikan fungsi tertentu pada array

(2)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 2 Contoh penggunaan fungsi :

x <- seq(1, 100, by=4) mean(x)

min(x) max(x) range(x) summary(x)

Jika fungsi atau data yang akan Anda gunakan berasal dari sebuah package, maka Anda dapat gunakan fungsi library(namapackage) untuk mengaktifkan package tersebut. Tentunya package tersebut harus sudah terinstall sebelumnya. Install package di R sangat mudah dengan fungsi install.packages("namapackage") atau melalui menu Install di tab Packages di RStudio. Yang perlu diperhatikan ketika akan install package adalah koneksi internet, nama package dan repository-nya. Adapun nama package juga harus sesuai dari penulisannya, termasuk huruf kapitalnya. Misalnya Anda ingin install package {nycflights13}, maka Anda harus menuliskannya dengan install.packages("nycflights13"). Jika penulisannya tidak sama maka package tersebut tidak akan terinstall.

install.packages("nycflights13") library(nycflights13)

head(flights)

Ketika akan menggunakan sebuah fungsi di R, ada baiknya untuk Anda mengetahui beberapa hal tentang fungsi tersebut. Yang harus diketahui dari sebuah fungsi paling tidak adalah untuk apa fungsi tersebut digunakan, apa saja argumen yang diperlukan, bagaimana penggunaannya dan output seperti apa yang dihasilkan. Jika Anda menggunakan RStudio maka menggunakan fitur tab Help.

?mean

help("mean")

help("read_excel", package = "readxl")

Pembuatan Fungsi pada R

Ketika kita membuat script yang akan digunakan berulang kali dengan nilai input yang berbeda, maka ada baiknya script tersebut dibuatkan menjadi sebuah fungsi sesuai dengan

(3)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 3 kebutuhan atau User-Defined Function. Untuk membuat fungsi di R Anda dapat menggunakan fungsi function().

Namafungsi <- function(parameter) {

Isi Fungsi }

Contoh pembuatan fungsi :

#Fungsi penjumlahan

sum_ab <- function(a, b) {

d <- a + b return(d) }

#Memanggil fungsi sum_ab(a=5, b=7)

Struktur Kendali

Struktur kendali pada bahasa pemrograman R dapat menggunakan fungsi if(). Argumen yang dibutuhkan pada fungsi if() adalah sebuah vektor yang bernilai TRUE atau FALSE.

if(kondisi) {

statement jika kondisi benar }

Contoh penggunaan fungsi if:

if(2 < 3) {

print("Kondisi tersebut benar") }

if(2 < 3) print("Kondisi tersebut benar") if(2 < 1) print("Kondisi tersebut benar")

Ekspresi atau perintah yang ada pada kondisi else{} akan dijalankan ketika kondisi pada if() bernilai salah.

(4)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 4 if(kondisi)

{

Statement jika kondisi benar }else

{

Statement jika kondisi salah }

Contoh penggunaan fungsi if dan else : if(2 > 3)

{

print("Kondisi tersebut benar") }else

{

print("Kondisi tersebut salah") }

if(2>3) print("Kondisi tersebut benar") else print("Kondisi tersebut salah")

x <- 5 if(x>0) {

print("Bilangan Positif") } else

if(x<0) {

print("Bilangan Negatif") } else

{

print("nol") }

Untuk kasus dimana nilai yang ada pada kondisi berisi lebih dari satu nilai benar atau salah, evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi ifelse().

ifelse(kondisi, true, false)

Contoh penggunaan fungsi ifelse : x <- c(1, 2, 3, 4)

ifelse(x%%2==0,"genap","ganjil")

Selain fungsi if() yang dapat digunakan sebagai struktur kendali, di R juga terdapat fungsi switch(). Cara kerja fungsi switch() secara umum mirip seperti fungsi if(), yaitu menjalankan perintah yang sesuai dengan kondisi yang ada. Fungsi ini secara umum digunakan

(5)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 5 untuk menjalankan suatu perintah berdasarkan pilihan yang sudah ditentukan dan dibuat di dalam sebuah function.

S <- function(x, type) {

x = as.vector(x) switch(type,

mean = mean(x), median = median(x), sd = sd(x),

var = var(x)) }

x = 1:12 S(x, "sd")

Struktur Pengulangan (Looping) Looping for

Looping for() umumnya digunakan ketika kita mengetahui berapa kali iterasi yang akan dilakukan. Bentuk umum dari looping for() adalah sebagai berikut:

for(indeks in vector) statement

# atau

for(indeks in vector) {

statement1 statement2 …

}

Fungsi for() membutuhkan 2 argumen utama, yaitu sebuah objek yang akan menjadi indeks dan sebuah vektor atau list. Objek indeks yang nantinya akan bernilai sesuai dengan urutan yang ada pada vector tersebut. Kemudian ekspresi pada for() berisikan perintah atau program yang akan dijalankan. Contoh penggunaan looping for() :

for(i in 1:5) {

msg <- paste0("looping for ke-",i) message(msg)

}

(6)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 6 Looping while

Berbeda dengan fungsi for() yang digunakan ketika kita sudah mengetahui banyaknya iterasi yang akan dijalankan, baik itu secara eksplisit ataupun secara pemrograman, while() digunakan ketika kita tidak mengetahui banyaknya iterasi yang akan dijalankan namun mengetahui kondisi logical yang menjadi syarat program tersebut tetap berjalan. Bentuk umum dari looping while() adalah sebagai berikut.

while(kondisi) {

statement1 statement2 …

}

Argumen kondisi adalah sebuah nilai logical (TRUE atau FALSE). Ekspresi atau perintah yang ada di dalam while() akan terus dijalankan selama kondisi bernilai TRUE. Satu hal penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan while() adalah kita harus bisa memastikan bahwa argumen kondisi suatu saat akan bernilai FALSE agar iterasinya berhenti.

i <- 0

while(i < 5) {

print(i) i < i + 1 }

i <- 0

while(i < 5) {

i < i + 1 print(i) }

(7)

MODUL PRAKTIKUM KOMPUTASI STATISTIKA

Program Studi Statistika FMIPA Unisba - 7 Looping repeat

Adapun looping repeat ini lebih mirip dengan while() karena syarat berhenti iterasinya berdasarkan suatu kondisi logical menggunakan if(kondisi) break.

repeat {

statement …

if(kondisi) break }

Contoh penggunaan repeat : i <- 0

repeat {

if(i>4) break i <- i + 1 print(i) }

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menggenerate fungsi dari suatu deret data, dapat dimisalkan terlebih fungsi tersebut sebagai fungsi polinomial (persamaan 9) di mana koefisien-koefisien a 0 sampai

Hasil validasi ahli terhadap modul statistika deskriptif berbasis penalaran statistik untuk semua butir pernyataan mendapatkan skor minimal 4.00 (Gambar 3). Jika dilihat dari

Puji Syukur kepada Tuhan karena modul Algoritma dan Pemrograman ini dapat terselesaikan. Modul ini membahas tentang dasar-dasar pemrograman dengan menggunakan bahasa

Khusus- nya, modul ini bertujuan untuk membantu mahasiswa menggunakan R, sebuah bahasa pemrograman open source yang banyak digunakan oleh analis data un- tuk menganalisis

Analisis Data Spasial Eksploratori (ADSE) digunakan untuk menganalisis sifat-sifat statistik dari data sampel yang digunakan untuk membuat permukaan prediksi seperti :

Untuk mencari solusi dari permasalahan pemrograman nonlinier ini akan digunakan algoritma interior-point yang dipadukan dengan penggunaan fungsi penalti yang berupa

LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB 2 MODUL 8 Dosen Pengampu : Ibu Yati Nurhayati, S.Kom, M.Kom... prosesLogin.php Source

Dokumen ini berisi tentang modul pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa kelas V