Abrasi : adalah proses terjadinya pengikisan pantai yang disebabkan oleh kekuatan gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Pemecah gelombang: Suatu struktur pengaman pantai yang dibangun melintang atau relatif sejajar dengan pantai untuk meredam energi gelombang sehingga terbentuk perairan tenang di belakang pemecah gelombang.
PENDAHULUAN
- Kompetensi Dasar
- Indikator Keberhasilan
- Bahan Belajar
- Metode Pembelajaran Ceramah, tanya jawab dan diskusi
Selain itu, peserta juga diharapkan memiliki pengetahuan mengenai aspek perencanaan sistem bangunan pantai sebagai penunjang dalam melaksanakan kegiatan operasional dan pemeliharaan bangunan keamanan pantai. Mengetahui dan memahami jenis dan fungsi bangunan penjaga pantai 1.5 Pokok pembahasan dan subtopik.
URAIAN MATERI POKOK
Uraian Materi Pokok Pembagian wilayah kawasan pantai
- Spits
- Tombolo
- Barrier Island
- Lagoon
- Inlet
- Bay (teluk)
- Headland (ujung/tanjung)
- Hooked Spit
- Berm
- Backshore
- Foreshore
- Surf zone
Saat terjadi badai, pulau penghalang ini dapat memberikan perlindungan bagi daratan (lihat Gambar 13 – Gambar 15). Beberapa pantai alami tidak memiliki tanggul, sementara pantai lainnya mungkin memiliki tanggul (lihat Gambar 27 – Gambar 29).
Uraian Materi Pokok Tentang Tipe Pantai
- Pantai Estuari
- Pantai Vulkanik
- Pantai Tebing (Cliff)
- Pantai Deposisi Laut - Barrier
- Pantai Deposisi – Pantai Berpasir
- Pantai Rawa
- Pantai Hayati (Biological Coast)
- Pantai Delta
Pantai didefinisikan sebagai akumulasi sedimen berpasir di dasar laut atau perairan besar yang landai (termasuk danau dan sungai). Istilah ini sering digunakan dalam desain penimbunan pantai dan pengendalian erosi pantai. 3) Garis pantai (coastline atau garis pantai).
Uraian Materi Tentang Aspek Hidro-Oseanografi Pantai .1 Angin
Dengan mencatat angin per jam, Anda dapat mengetahui angin pada kecepatan tertentu dan durasinya, kecepatan angin maksimum, arah angin, serta kecepatan angin rata-rata harian juga dapat dihitung. Data angin yang diperlukan merupakan hasil observasi beberapa tahun yang disajikan dalam bentuk tabel dengan jumlah data yang sangat banyak. Pada gambar ini, garis radial merupakan arah angin, dan setiap lingkaran menunjukkan presentasi kejadian angin selama periode pengukuran.
TGBD
TLBL
Gelombang A. Pengertian Umum
Gelombang adalah gerak naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang permukaan laut dengan periode 3 sampai 25 detik merupakan gelombang yang dihasilkan terutama oleh angin dan merupakan ciri dasar wilayah pesisir di seluruh dunia. Pada bagian gelombang acak, tujuannya adalah untuk menjelaskan metode statistik untuk menganalisis gelombang acak (sistem gelombang di mana gelombang sebelumnya mungkin memiliki periode dan ketinggian berbeda) sehingga lebih memahami gelombang yang terlihat di alam.
Periode gelombang (T) adalah waktu tempuh antara dua puncak berturut-turut atau dua lembah gelombang pada suatu titik tetap (satuan detik). Holthuijsen (2007) menjelaskan gelombang laut adalah gerak naik turunnya air laut dengan arah tegak lurus permukaan laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Nichols et al., 2009 dalam Bagus, 2014) menjelaskan bahwa gelombang laut terjadi karena adanya gaya-gaya pembangkit yang bekerja pada lautan. Gelombang yang terjadi di laut dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan gaya pembangkitnya, gaya pembangkitnya terutama berasal dari angin, gaya tarik menarik Bumi – Bulan – Matahari atau disebut dengan gelombang pasang dan gempa bumi.
Peramalan Gelombang
- Arus Laut A. Definisi
Data angin jangka panjang, minimal 10 tahun, memberikan data statistik yang lebih meyakinkan untuk metode hindcasting ini. Untuk memprediksi gelombang pada suatu perairan diperlukan input berupa data angin dan peta batimetri. Arus laut merupakan pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal menuju keseimbangan, atau pergerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan di dunia.
Arus juga merupakan pergerakan aliran suatu badan air akibat manipulasi angin atau perubahan kepadatan atau pergerakan gelombang panjang. Menurut Gross (1990), arus laut adalah proses pergerakan massa air laut dari berbagai wilayah secara terus menerus atau terus menerus. Pond dan Pickard (1983) melakukan analisis lebih lanjut terhadap pergerakan massa air laut, mereka menyatakan bahwa arus laut adalah proses pergerakan massa air laut menuju kesetimbangan hidrostatik yang menyebabkan perpindahan massa air secara horizontal dan vertikal. Sumber: http://www.waterencyclopedia.com/ocean currents/).
Faktor Penyebab Arus
Menurut Pond dan Pickard (1983), potensi pergerakan massa air yang menimbulkan arus sangat dipengaruhi oleh dua gaya utama, yaitu gaya primer dan gaya sekunder. Sedangkan gaya sekunder yang menimbulkan gerak adalah gaya Coriolis dan gesekan. Gross (1990) berpendapat bahwa faktor penyebab arus terdiri dari empat bagian, yaitu gesekan angin, gaya pasang surut, perbedaan massa jenis air laut, dan gaya gradien tekanan horizontal. , serta gaya Coriolis.
Jenis-Jenis Arus
- Pasang Surut A. Definsi
Pasang surut adalah fenomena naik turunnya permukaan air laut secara berulang (berkala) dengan periode tertentu, akibat gaya gravitasi bumi dan benda langit lainnya yang dikenal dengan istilah pasang surut astronomi. Dua benda langit yang mempunyai pengaruh besar terhadap pasang surut air laut di bumi adalah Matahari yang mempunyai pengaruh besar karena massanya yang besar, dan Bulan yang mempunyai pengaruh besar karena letaknya yang dekat dengan Bumi. Kondisi seimbang ini akan terjadi bila permukaan air tegak lurus terhadap gaya gravitasi dan pembangkit pasang surut yang dihasilkan.
Namun ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menghitung karakteristik pasang surut yang terjadi pada suatu lokasi tertentu. Dalam teori keseimbangan, kita menemukan komponen-komponen yang mempengaruhi pasang surut air laut akibat gerak bulan dan matahari relatif terhadap bumi. Pengaruh daratan dan kedalaman yang berbeda menyebabkan refleksi, redaman dan distorsi menyebabkan perbedaan fasa dan amplitudo setiap lokasi dibandingkan dengan keadaan pada teori keseimbangan.
Tipe Pasang Surut
Akibat pengaruh sudut sumbu rotasi bumi dan orbit Bulan, kondisi pasang surut di setiap titik di Bumi berbeda-beda tergantung dari jumlah pasang surut yang mungkin terjadi setiap harinya. Pasang surut cenderung bersifat diurnal ganda (dominan semi diurnal). Dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan surut, namun tinggi dan periodenya berbeda. Sementara itu, di Selat Kalimantan dan pesisir utara Jawa Barat, sering dijumpai pasang surut yang cenderung one off daily (dominan pada siang hari).
0,25 < F < 1,5 Bercampur, cenderung semi diurnal, dalam 1 hari terjadi 2 kali pasang dan 2 kali surut dengan ketinggian dan periode berbeda. Terkadang terjadi 2 kali air pasang dalam 1 hari dengan perbedaan ketinggian dan waktu yang besar. F < 3,0 Pasang surut harian tunggal (diurnal) Dalam 1 hari terjadi 1 kali pasang dan 1 kali surut.
Pengolahan Data Pasang Surut
- Uraian Materi Tentang Tipe dan Fungsi Bangunan Pantai
- Uraian Materi Tentang Pedoman dan Perencanaan Sistem Bangunan Pengamanan Pantai
- Pedoman Perencanaan Bangunan Pantai
- Perencanaan Sistem Bangunan Pantai
- Tahap Persiapan
- Survei Pendahuluan (Identifikasi Masalah)
- Survei Lapangan 1) Survei Topografi
Pemecah gelombang laut adalah struktur pantai yang relatif pendek dan kecil yang tidak terhubung dengan pantai dan fungsi utamanya adalah untuk mengurangi erosi pantai. Pemecah gelombang jenis ini dibangun sejajar dan terpisah dari pantai di perairan dangkal. Lebar celah antara pemecah gelombang dalam banyak kasus merupakan perbandingan tertentu dengan panjang pemecah gelombang di laut.
Setiap pemecah gelombang menghilangkan dan memantulkan sebagian energi gelombang yang datang, sehingga mengurangi tinggi gelombang di belakang struktur dan mengurangi erosi pantai. Pemecah pantai dapat terhubung ke pantai atau tetap terpisah tergantung jaraknya dari pantai dan ukurannya. Beberapa cara untuk mengurangi pengaruh gaya gelombang pada sisi vertikal pemecah gelombang adalah dengan memiringkan bagian atas yang miring di atas permukaan air rencana (Gambar 71a).
Misalnya, penurunan permukaan tanah pemecah gelombang yang melindungi kolam pelabuhan dapat dianggap gagal jika tinggi gelombang di kolam tersebut melebihi kriteria operasional yang direncanakan. Hasil pradesain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan untuk menentukan pilihan alternatif tindakan pengamanan pantai.
Topcon GTS- 239 N Series
Jumlah terkecil dalam pengukuran Mode pengukuran halus Mode pengukuran kasar Mode pengukuran pelacakan Tampilan pengukuran. Pekerjaan survei dan pemetaan kelautan/perairan pada dasarnya adalah proses menggambarkan kondisi fisik lahan basah dengan menggunakan data pengukuran dari survei lapangan. Dari definisi tersebut jelas bahwa spektrum kegiatan pemetaan kelautan sangat luas, meliputi survei geologi, geodesi, geofisika, dan oseanografi.
Kegiatan dalam survei batimetri meliputi kegiatan seperti pengukuran kedalaman, pengamatan pasang surut air laut, penentuan posisi horizontal perlengkapan perumahan umum, pengukuran titik-titik rangka dasar dan lain sebagainya. Survei batimetri atau sering disebut sounding merupakan suatu proses dan kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh gambaran (model) bentuk permukaan (topografi) permukaan dasar laut. Cara pelaksanaan survei batimetri yang dilakukan pada pekerjaan kali ini adalah dengan mengikuti diagram alir di bawah ini.
Single frequency Precision Hydrographic Echosounder RUIDE R-28S
GPSMAP® 585
Analisis Hidro-Oseanografi (Pasang Surut)
Data pasang surut diambil dari data sekunder berupa data pasang surut yang ditemukan pada pekerjaan sejenis pada lokasi yang sama atau diperoleh dari buku jam kerja Dishidros. Prediksi pasang surut air laut terpilih kemudian dilakukan bersamaan dengan periode pengukuran di lokasi pekerjaan. Langkah selanjutnya dalam pengolahan data pasang surut adalah mencari referensi nilai elevasi untuk karakteristik perairan di wilayah proyek.
Untuk mencari nilai ketinggian tersebut digunakan nilai komponen pasang surut dari hasil prakiraan seperti disajikan pada tabel berikut. 1 HHWL Ketinggian Air Tertinggi Tertinggi 2 MHWS Rata-rata Ketinggian Air Tinggi 3 MHWL Rata-rata Ketinggian Air Tinggi 4 MSL Rata-Rata Permukaan Air Laut. 5 MLWL Rata-rata Ketinggian Air Rendah 6 MLWS Rata-rata Mata Air Rendah 7 LLWL Ketinggian Air Rendah Terendah.
Analisis Hidro-Oseanografi (Peramalan Gelombang) 1) Teori Umum
Angka-angka statistik ini dapat direpresentasikan secara visual dalam bentuk bunga angin, seperti ditunjukkan pada Gambar 95. Selanjutnya akan diperoleh sebaran yang paling sesuai dengan pola angin yang terjadi di wilayah studi. Untuk mendapatkan gelombang yang direncanakan, konsultan akan melakukan prakiraan gelombang berdasarkan data angin jangka panjang dengan menggunakan program yang dikembangkan sendiri oleh konsultan.
Interaksi antara angin dan permukaan air menimbulkan gelombang (gelombang akibat angin). Fetch merupakan daerah pembentuk gelombang yang diyakini memiliki kecepatan dan arah angin yang relatif konstan. Sebaran tinggi dan arah gelombang di pantai Amahusu diprediksi berdasarkan data angin di Ambon.
Analisis Hidro-Oseanografi (Pemodelan Perambatan Gelombang)
H = Ho.Ks.Kr……….(7) Difraksi adalah transmisi energi gelombang dalam arah lateral dari arah rambat gelombang. Fenomena difraksi tidak hanya terjadi di perairan dangkal saja, karena difraksi terjadi dimana terdapat struktur laut yang menghalangi rambat gelombang.
Analisis Hidro-Oseanografi (Pemodelan Perubahan Garis Pantai)
Analisis Hidro-Oseanografi (Pemodelan Arus dan Sedimentasi)
Perencanaan Teknis Bangunan Pantai 1) Kriteria Perencanaan
Perencanaan teknis bangunan pantai 1) Kriteria perencanaan. secara signifikan, yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup di perairan tersebut. Dalam hal lansekap, bahkan pembangunan bangunan pantai tertentu dapat mengurangi keindahan dan keterpaduan antar komponen lingkungan. Kondisi pasang surut antara lain penentuan ketinggian BW, pola sirkulasi air pada kawasan sekitar bangunan pantai, dan lain-lain.
Kedalaman perairan menentukan jenis bangunan pantai yang efektif untuk dibangun, selain itu kondisi geoteknik akan menentukan daya dukung tanah terhadap bangunan pantai yang pada akhirnya akan mempengaruhi ketahanan bangunan pantai. Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap pengembangan rencana terumbu buatan, bangunan pantai dan desain jalur hijau, serta implikasi dari setiap alternatif pengembangan. Peningkatan pasokan sedimen ke pantai (dengan melewati pasir atau makanan pantai). 4) Analisis Stabilitas Bangunan Keamanan Pantai a.
PENUTUP
- Rangkuman
- Daftar Pustaka