TUGAS DAN FUNGSI SERTA ADMINISTRASI PERDATA
DAN TATA USAHA NEGARA
KATA PENGANTAR
Tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk tercapainya tujuan tersebut perlu dipersiapkan sumber daya manusia (SDM) termasuk SDM di Kejaksaan.
Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan Undang-Undang. Sebagai lembaga pemerintah, Kejaksaan harus didukung oleh aparatur yang profesional, berintegritas dan berkarakter yang salah satu caranya didapat melalui pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu Badan Pendidikan Dan Pelatihan Kejaksaan R.I. mengadakan mengadakan Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024. Dalam rangka pemenuhan proses pembelajaran, maka disusunlah modul-modul, yang salah satunya modul Tugas, Kewenangan dan Administrasi Perdata dan Tata Usaha Negara.
Maksud dan tujuan penyusunan modul ini agar peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024 Kejaksaan dapat memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi administrasi di bidang DATUN, sehingga peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024 memperoleh bekal dasar yang cukup mengenai apa dan bagaimana tugas dan fungsi Kejaksaan RI dalam penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum lain maupun pelayanan hukum.
Atas nama Badan Pendidikan dan Pelatihan, kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun yang telah bekerja keras menyusun modul ini. Begitu pula halnya dengan para ahli di bidang masing-masing yang telah memberikan review dan masukan, kami ucapkan terimakasih.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik, saran dan kontribusi dari berbagai pihak tentu akan sangat membantu untuk perbaikan modul ini ke depan. Akhirnya kami berharap semoga modul ini dapat bermanfaat dan memberi kontribusi bagi para Latsar CPNS 2024 dalam pelaksanaan tugas kedinasan.
Jakarta, Oktober 2024 Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I
Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum
Pendahuluan
4
Deskripsi Singkat
Modul ini akan membahas tentang tugas, wewenang, fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan Administrasinya.
Pembahasan dimulai dengan sejarah perkembangan tugas dan kewenangan Kejaksaan di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta membahas tentang administrasi dan prosedur yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Indikator Keberhasilan
1. Memahami dan mengaplikasikan tugas dan fungsi Kejaksaan serta tata kelola administrasi Kejaksaan dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara dalam pelaksanaan tugas.
2. Tersedianya CPNS Kejaksaan R.I. yang memiliki kemampuan dan ketrampilan, memiliki integritas kepribadian dan disiplin dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Kejaksaan.
Tujuan Pembelajaran
1. Mengetahui dan memahami tentang tugas dan fungsi Kejaksaan serta tata kelola administrasi Kejaksaan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
2. Mempersiapkan dan membentuk CPNS Kejaksaan R.I. yang siap pakai dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Kejaksaan.
TUGAS & WEWENANG KEJAKSAAN (Psl. 30 UU No. 16/2004)
DI BIDANG PIDANA DI BIDANG
PERDATA DAN TUN DI BIDANG KETERTIBAN
& KETENTRAMAN UMUM
PENYIDIK PENUNTUT
UMUM JAKSA
PENGACARA NEGARA
TUGAS & WEWENANG KEJAKSAAN
Dalam UU No 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaa Republik Indonesia (Psl 30A, 30B dan 30C)
PEMULIHAN ASET DI BIDANG INTELIJEN PENEGAKAN HUKUM
Penelusuran, Perampasan
Aset
Pengembalian Aset
a. Fungsi LID, PAM, GAL.
b. Cipta Kondisi.
c. Kerja Sama Intelijen.
d. Cegah KKN.
e. Pengawasan Multimedia
TUGAS LAINNYA
a. Giat Statistik Kriminal
b. Aktif dalam Perkara HAM Berat dan Konflik Sosial.
c. Aktif Dalam Penanganan Perkara yg melibatkan Saksi dan Korban serta Proses Rehabilitasi, Restitusi dan Kompensasinya.
d. Mediasi Penal, Sita Eksekusi, Pidana Pengganti dan Restitusi.
e. Memberi Informasi dan Verifikasi tentang Seseorang yang akan Menduduki Jabatan Public.
f. Sita Eksekusi.
g. Pengajuan PK.
h. Melakukan Penyadapan.
SEJARAH
ASAS KONKORDANSI
Seluruh aturan yang berlaku di Belanda berlaku juga di Hindia Belanda
Peran Kejaksaan diluar hukum Pidana sudah dikenal sejak tahun 1922, yaitu saat diterbitkannya Staatsblaad tahun 1922-522 (pasal 2) :
a.Advocat
b.Lands Advocat / Jaksa
c. Officer Van Justitie /pegawai yang menjalankan tugas Jaksa d.Lembaganya disebut openbaar ministre
•
UU No. 15 Tahun 1961 Pasal 2 ayat (4)
Kejaksaan mempunyai tugas khusus lain yang diberikan oleh suatu peraturan negara
• Keppres nomor 86 Tahun 1982 dan Kepja Nomor : KEP-116/J.A/6/1983
Tugas di bidang Perdata & TUN dilaksanakan oleh Kadit Perdata dan Bantuan Hukum, yang berada dibawah
Direktorat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.
LANJUTAN SEJARAH
LANJUTAN SEJARAH
UU Nomor 5 Tahun 1991
Pasal 27 ayat (2) “Di bidang perdata dan tata usaha negara, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerinah
•Keppres Nomor 55 Tahun 1991 Pasal 3 huruf c, huruf d, Pasal 24, Pasal 25 huruf e :
-Penegakan hukum, -Bantuan hukum
-Pertimbangan hukum -Pelayanan hukum
-Tindakan hukum lain
Menjamin tegaknya
hukum : (filosofis,yuridis, sosiologis)
Menyelematkan/
Memulihkan kekayaan negara
Menegakkan kewibawaan pemerintah
Mencegah sengketa hukum di masyarakat
DASAR HUKUM KEWENANGAN ,
TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN
UU Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan RI sebagaimana telah diubah dengan UU No 11 tahun 2021.
Di bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah (Pasal 30 ayat (2)).
Perpres No. 38 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan RI sebagaimana telah beberapa kali dirubah terakhir dengan Perpres 15 tahu 2021.
Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan tugas dan wewenang kejaksaan di bidang perdata dan tata usaha negara.
“
DASAR HUKUM KEWENANGAN ,
TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN “
Perja No. 025/A/JA/11/2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Pengganti dari Insja No. 01, 02, 03 tahun 1994 tentang Tata Laksana Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pelayanan Hukum, Pertimbangan Hukum dan Tindakan Hukum Lain.
DASAR HUKUM KEWENANGAN , TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN (UU Nomor 11
Tahun 2021 t entang Perubahan UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI).
Dalam UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI.
Kejaksaan menjalankan fungsi dan kewenangannya di bidang keperdataan dan/atau bidang publik lainnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (Pasal 30C).
Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada Presiden dan instansi pemerintah lainnya (Pasal 34).
“
1. PENEGAKAN HUKUM 2. BANTUAN HUKUM 3. PERTIMBANGAN HUKUM
4. PELAYANAN HUKUM 5. TINDAKAN HUKUM LAIN
RUANG LINGKUP
KEWENANGAN, TUGAS &
FUNGSI DATUN
FUNGSI : 1. MENJAMIN TEGAKNYA
HUKUM/KEPASTIAN HUKUM
2. MENYELAMATKAN / MEMULIHKAN / KEKAYAAN / KEUANGAN NEGARA 3. MENEGAKKAN KEWIBAWAAN
PEMERINTAH DAN NEGARA 4. MELINDUNGI HAK-HAK
KEPERDATAAN MASYARAKAT
TUGAS WEWENANG JAM DATUN :
1. Penegakan Hukum
Pengertian:
1. Berdasarkan Lampiran Perja No.
PER-025/A/JA/11/2015 tanggal 17 November 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.
Penegakan Hukum ialah :
“kegiatan Jaksa Pengacara Negara untuk mengajukan gugatan atau permohonan kepada pengadilan di bidang perdata sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum, dan melindungi kepentingan Negara dan Pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat”.
PENEGAKAN HUKUM.
Pengertian:
2. Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : Per-018/A/J.A/07/2014 tanggal 7 Juli 2014 tentang Standar Operating Prosedur (SOP) Pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara .
Pada Huruf C. DEFENISI/ PENGERTIAN-PENGERTIAN Angka 4). menyebutkan :
Penegakan Hukum adalah :
“Tugas Jaksa Pengacara Negara untuk mengajukan gugatan atau permohonan kepada Pengadilan di Bidang Perdata sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum dan melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat, antara lain : pembatalan perkawinan, permbubaran perseroan terbatas (PT) dan pernyataan pailit”.
Kegiatan Penegakan Hukum :
• Gugatan Pembatalan Perkawinan (Pasal 146 ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 1974.
• Mengajukan Pembubaran Perseroan Terbatas (Pasal 146 ayat (1) Huruf a UU Nomor : 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas).
• Mengajukan Permohonan Pailit (Pasal 2(2) UU No.
37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).
• Gugatan Pembatalan Merk (Pasal 68 (1) UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merk.
• Gugatan Pembatalan Paten (Pasal 91 (4) UU No. 14 Tahun 2001 Tentang Paten.
• Gugatan Pembayaran Uang Pengganti Perkara Tindak Pidana Korupsi (Pasal 34 huruf c UU No. 3 Tahun 1971).
• Gugatan Ganti Rugi Terkait Tindak Pidana Korupsi (Pasal 32 (1), (2), Pasal 33, Pasal 34, Pasal 38 c UU No. 31 Tahun 1999.
TUGAS WEWENANG JAM DATUN :
2. Bantuan Hukum
Pemberian Jasa Hukum di Bidang Perdata oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara atau Pemerintah untuk bertindak sebagai kuasa hukum berdasarkan Surat Kuasa Khusus baik secara Non Litigasi maupun Litigasi di Peradilan Perdata serta Arbitrase sebagai Penggugat/Penggugat Intervensi / Pemohon / Pelawan / Pembantah atau Tergugat/Tergugat Intervensi/Termohon/ Terlawan/Terbantah, serta pemberian Jasa Hukum di Bidang Tata Usaha Negara oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara dan Pemerintah sebagai Tergugat/Termohon di Peradilan Tata Usaha Negara dan sebagai wakil Pemerintah atau menjadi Pihak Yang Berkepentingan dalam Perkara Uji Materiil Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi dan sebagai Termohon dalam Perkara Uji Materiil terhadap Peraturan di Bawah Undang-Undang di Mahkamah Agung
BANTUAN HUKUM
Kegiatan Bantuan Hukum :
A.Litigasi (Di Pengadilan).
a.1. Perkara Perdata
Di Pengadilan Kejaksaan (JPN) sebagai kuasa dari Penggugat/ Pelawan/ Pemohon, maupun Kuasa dari Tergugat/Terlawan/Termohon.
Di Forum Arbitrase, Kejaksaan (JPN) dapat bertindak sebagai kuasa dari pemohon maupun termohon.
a.2. Perkara di Pengadilan TUN.
Kejaksaan (JPN) dapat bertindak sebagai kuasa
dari Tergugat maupun Intervenient.
a.3. Perkara Uji Materi Peraturan
Perundang-undangaan dibawah Undang- undang di Mahkamah Agung.
• Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai Kuasa dari Termohon (pembuat Peraturan) .
a.4. Perkara Uji Materi Undang-undang di Mahkamah Konstitusi.
• Memeriksa Undang-undang yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945.
• Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai kuasa dari Pemerintah.
a.5. Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.
• Memeriksa sengketa hasil Pemilihan Umum dan Pemilihan Umum Kepala Daerah.
• Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai kuasa dari Termohon (KPU/KPUD/KIP).
Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Tergugat dalam Perkara Tata Usaha Negara, sebagai Kuasa Pemerintah dalam Uji Materiil Undang-Undang atau sebagai Termohon dalam Uji Materiil Peraturan di bawah Undang-Undang, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Agung/ Seksi Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi/ Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri
Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Tergugat/ Tergugat Intervensi/ Termohon/Terbantah/Terlawan dalam Perkara Litigasi atau mewakili dalam Perkara Non Litigasi dalam rangka Penyelamatan Kekayaan Negara, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Perdata pada Kejaksaan Agung/Seksi Perdata pada Kejaksaan Tinggi/Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri
Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Penggugat/ Penggugat Intervensi/Pemohon/Pembantah/Pelawan dalam Perkara Litigasi atau mewakili dalam Perkara Non Litigasi dalam rangka Pemulihan Keuangan Negara Administrasi, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Pemulihan dan Perlindungan Hak pada Kejaksaan Agung/Seksi Pemulihan dan Perlindungan Hak pada Kejaksaan Tinggi/Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri
TUGAS WEWENANG JAM DATUN :
3. Pertimbangan
Hukum
PERTIMBANGAN HUKUM
Pertimbangan Hukum adalah
Jasa Hukum yang diberikan oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara atau Pemerintah, dalam bentuk Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO) dan/atau Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan/atau Audit Hukum (Legal Audit) di Bidang Perdata
Pemberian Pertimbangan Hukum harus dilakukan secara optimal, obyektif dan sebatas yuridis formal.
Pemberian Pertimbangan Hukum dilakukan secara tertulis dalam bentuk korespondensi, yang membicarakan / membahas permasalahan yang mengandung aspek Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, termasuk dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan Pusat dan Daerah
PERTIMBANGAN HUKUM
(Berdasarkan Psl 34 UU No 11 tahun 2021 tentang Perubahan UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI)
Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada Presiden dan Instansi pemerintah lainnya.
PERTIMBANGAN HUKUM
PENDAPAT HUKUM/
LEGAL
OPINION PENDAMPINGAN HUKUM/ LEGAL
ASSITANCE
AUDIT HUKUM/
LEGAL AUDIT
Pemberian Pertimbangan Hukum harus dilakukan secara optimal, obyektif dan sebatas yuridis formal.
Pertimbangan Hukum Perdata meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) dan Audit Hukum (Legal Audit) dalam menghadapi permasalahan Hukum Perdata dalam rangka Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara
Pertimbangan Hukum Pemulihan dan Perlindungan Hak meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) dan Audit Hukum (Legal Audit) dalam menghadapi permasalahan Hukum Perdata dalam rangka Perlindungan atau Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara
Pertimbangan Hukum Tata Usaha Negara meliputi meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) di Bidang Bidang Tata Usaha Negara, dalam hal akan/ telah menerbitkan Keputusan TUN dan/atau Peraturan dalam rangka menegakkan Kewibawaan Pemerintah
TUGAS WEWENANG JAM DATUN :
4. Pelayanan
Hukum
Pelayanan Hukum adalah pemberian Jasa Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara secara tertulis maupun lisan kepada masyarakat, yang meliputi orang perorangan dan badan hukum, terkait masalah Perdata dan Tata Usaha Negara dalam bentuk konsultasi, pendapat dan informasi
PELAYANAN HUKUM
a. Pelayanan Hukum terbatas pada permasalahan Perdata dan Tata Usaha Negara.
b. Jaksa Pengacara Negara tidak melakukan analisa dan verifikasi atas kebenaran materil terhadap data dan fakta yang disampaikan oleh Pemohon, oleh karena itu Jaksa Pengacara Negara tidak dapat memberikan penilaian ataupun pembenaran terhadap permasalahan yang disampaikan, namun hanya memberikan petunjuk mengenai hak dan kewajiban Pemohon dalam permasalahan terkait berdasarkan hukum acara serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PELAYANA N HUKUM
OBJEK
CARA
PERORANGA N
BADAN HUKUM
LISAN
TERTULIS
memberikan konsultasi, pendapat dan informasi kepada Pemohon secara lisan yang ditindaklanjuti dengan laporan dalam bentuk nota dinas kepada Pimpinan Satuan Kerja.
Membuat suatu kajian untuk selanjutnya Pimpinan Satuan Kerja memberikan Pelayanan Hukum dalam bentuk surat kepada Pemohon Pelayanan Hukum
TUGAS WEWENANG JAM DATUN :
5. Tindakan Hukum Lain
Tindakan Hukum Lain adalah pemberian Jasa Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara di luar Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pelayanan Hukum dan Pertimbangan Hukum dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan Keuangan/ Kekayaan Negara serta menegakkan kewibawaan pemerintah antara lain untuk bertindak sebagai konsiliator, mediator atau fasilitator dalam hal terjadi sengketa atau perselisihan antar Negara atau Pemerintah
TINDAKAN HUKUM LAIN
Dilaksanakan pada Direktorat Perdata pada Kejaksaan Agung, Seksi Perdata pada Kejaksaan Tinggi, Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri
Kegiatan Tindakan Hukum Lain :
• Jaksa Pengacara Negara (JPN) bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator, Mediator, Konsultan;
• Mejadi Konsiliator JPN dipercaya para pihak secara aktif mengidentifikasi masalah, menciptakan pilihan-pilihan penyelesaian dan mendorong para pihak untuk mencapai kesepakatan;
• Menjadi Fasilitator JPN dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalah dengan perjanjian perdamaian yang dirumuskan oleh para pihak yang bermasalah. Fasilitator hanya membantu para pihak dalam merumuskan isi perjanjian;
• Menjadi Mediator JPN dipercaya para pihak yang
bermasalah untuk menyelesaikan permasalahan
yang dihadapi. Rumusan Penyelesaian masalah
dirumuskan oleh pihak Mediator.
cara penyelesaian permasalahan yang dibantu oleh fasilitator
untuk memfasilitasi para pihak yang
mempunyai
permasalahan tanpa terlalu jauh masuk
dalam materi
permasalahan, antara lain dengan
memfasilitasi
pertemuan antara para pihak, menyampaikan pertukaran pandangan
para pihak tentang solusi yang
memungkinkan, memfasilitasi
negosiasi.
FASILITASI MEDIASI KONSILIASI
cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan
(negosiasi) yang dibantu oleh pihak ke tiga yang netral
(mediator) untuk mengidentifikasi permasalahan dan
mendorong tercapainya
kesepakatan yang dibuat para pihak
sendiri
cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan (negosiasi)
yang dibantu oleh pihak ketiga yang netral (konsiliator) untuk mengindentifikasikan masalah, menciptakan
pilihan-pilihan, memberikan
pertimbangan pilihan penyelesaian serta
memberikan
masukan/konsep/propos al perjanjian
penyelesaian sengketa.
Tindakan Hukum Lain yang dilakukan baik sebagai Konsiliator, Mediator maupun Fasilitator, harus didasarkan atas persetujuan dari kedua belah pihak secara tertulis.
Sebagai Konsiliator, Mediator dan Fasilitator, Jaksa Pengacara Negara merupakan pihak yang netral (tidak memihak salah satu Pihak) dan membantu menyelesaikan Sengketa antar Para Pihak
JP N
PEMERINTAH/ BUMN
NETRAL
PEMERINTAH/ BUMNMembuat telaahan yang memuat analisis hukum yang lengkap untuk menentukan apakah termasuk lingkup tugas dan kewenangan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan untuk mengantisipasi adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dengan bidang lain disertai analisis SWOT terhadap perkara tersebut
MEKANISME
Dapat Dilakukan
Apabila dari hasil Telaahan Awal tersebut disimpulkan bahwa dapat diberikan Tindakan Hukum Lain, maka selanjutnya Tim Jaksa Pengacara Negara melakukan Tindakan Hukum Lain sebagaimana permohonan Pemohon, yaitu sebagai Konsiliator, Mediator atau Fasilitator
Tidak Dapat
Dilakukan
HENTIKAN
PERJA Nomor : 018/A/J.A/07/2014 Tanggal 7 Juli 2014
tentang Standart Operating Prosedur (SOP)
Pelaksanaan Tugas, Fungsi dan Wewenang Perdata dan Tata Usaha Negara.
S O P
Pedoman pelaksanaan tugas agar efektif dan efisien
Memberikan pelayanan prima kepada negara, pemerintah dan
masyarakat
Kontrol kinerja Datun
Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-157/A/JA/11/2012 tanggal 14 Nopember 2012 tentang Administrasi Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP- 148/J.A/12/1994 tanggal 22 Desember 1994 tentang Penyempurnaan Administrasi Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara
ADM IN ISTRASI PERKARA DATUN
DASAR
ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA
Bagian dari
Administrasi Umum Kejaksaan yang
meliputi segala
kegiatan administrasi dalam penanganan perkara Perdata dan
Tata Usaha Negara mengenai Formulir
Surat, Register,
Formulir Laporan dan Rekapitulasi.
Formulir Surat
Register
Formulir Laporan
ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA
Formulir Surat adalah segala bentuk dan macam surat yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam proses berperkara baik di dalam maupun di
luar Pengadilan.
(S-1 s/d S-32)
Register adalah buku yang memuat secara lengkap dan terinci mengenai jenis perkara, tahapan penanganan dan penyelesaian perkara,
jenis kegiatan dan hasil upaya
pemulihan/penyelamatan keuangan/kekayaan negara, pembayaran uang pengganti dan ganti
kerugian.(R. DATUN.1 s/d R.DATUN.9)
ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA
Formulir Laporan adalah bentuk surat
penyampaian informasi dan data secara berkala berupa laporan bulanan dan laporan tahunan atau sewaktu-waktu (insidentil) mengenai jenis perkara,
tahapan penanganan perkara, jenis kegiatan dan hasil upaya pemulihan/penyelamatan
keuangan/kekayaan negara, pembayaran uang pengganti dan ganti kerugian.
(L.DATUN.1 s/d L.DATUN.8, Lr.DATUN.1 s/d
Lr.DATUN.8)
Penyelenggaraan dan Pengelolaan
serta Pengawasan Administrasi Perkara Datun
Administrasi Perkara Datun dikelola oleh :
1) Direktur pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Agung RI.
2) Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi.
3) Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Negeri.
4) Kepala Urusan Tata Usaha teknis pada Cabang Kejaksaan Negeri.
berkewajiban mengikuti perkembangan penyelesaian perkara, memeriksa, meneliti dan mengawasi secara berkala pengelolaan dan pengamanan penyelenggaraan Administrasi Perkara dengan cara antara lain membuat
pemetaan data, Statistik/Grafik dan pengarsipan berkas Perkara dalam suatu sarana khusus dari seluruh kegiatan pengelolaan Administrasi
Perkara
SUSUNAN ORGANISASI
Sebagaimana lampiran Peraturan Jaksa Agung R.I. Nomor:
PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan R.I. sebagimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Kejaksaan No 1 tahun 2022.
PENEGAKAN HUKUM
Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan
Pembuatan Surat Kuasa Khusus sebagai Penggugat/Pemohon (S-1.G)
Surat Kuasa Khusus Substitusi sebagai Penggugat/Pemohon (S-1.G.1).
Dicatat dalam Register Penegakan Hukum (R.DATUN.1) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.7),
Dilaporkan dalam Laporan Bulanan Penegakan Hukum (L.DATUN.1) dan Laporan Rekapitulasi Penegakan Hukum (Lr.DATUN.1) serta Laporan Bulanan Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).
Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Penegakan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11).
PENEGAKAN HUKUM
11/12/2024
55
SP-1
S-1.G S-1.G.1 Sprint
SKK
Dicatat
R.DATUN.1 +
R.DATUN.7
Dilaporkan
L.DATUN.1 dan Lr.DATUN.1 +
L.DATUN.7 + Lr.DATUN.7
BANTUAN HUKUM
Sbg
PENGGUGAT (Litigasi)
Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan
Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Penggugat (S-1.B) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Penggugat (S-1.B.1).
Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara
(R.DATUN.7), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi
Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan
Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan
Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).
Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11).
BANTUAN HUKUM (sebagai Penggugat)
11/12/2024
57
SP-1
S-1.B S-1.B.1 Sprint
SKK
Dicatat
R.DATUN.2 +
R.DATUN.7
Dilaporkan
L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta
L.DATUN.7 dan Lr.DATUN.7
BANTUAN HUKUM
Sbg
PENGGUGAT (Non Litigasi)
Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan
Surat Kuasa Khusus untuk melakukan Negosiasi (S-1.A) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi untuk melakukan Negosiasi (S-1.A.1).
Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.7), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).
Setiap kegiatan non litigasi dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang.
BANTUAN HUKUM – NON LITIGASI (negosiasi)
11/12/2024
59
S-1.A S-1.A.1 Sprint
SKK
Dicatat
Dilaporkan SP-1
R.DATUN.2 +
R.DATUN.7
L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta
L.DATUN.7 dan Lr.DATUN.7
BANTUAN HUKUM
( sebagai TERGUGAT )
Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan
Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Tergugat di Peradilan Umum (S-2.A) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Tergugat di Peradilan Umum (S-2.A.1), atau ditindak lanjuti dengan pembuatan Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Tergugat di PTUN (S-2.B) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Tergugat di PTUN (S-2.B.1).
Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register PenyelamatanKeuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.8) (hanya untuk perkara perdata), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.8) (hanya untuk perkara perdata) dan Laporan Rekapitulasi Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.8).
Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11)
BANTUAN HUKUM (sebagai Tergugat)
11/12/2024
61
S-2.A S-2.A.1
Atau S.2.B S.2.B.1 Sprint
SKK
Dicatat
Dilaporkan SP-1
R.DATUN.2 +
R.DATUN.8
L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta
L.DATUN.8 dan Lr.DATUN.8
PERTIMBANGAN HUKUM
Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan
Surat Perintah untuk membuat Pendapat Hukum (Legal Opinion) atau melakukan Pendampingan Hukum (Legal Assistance) (SP-2).
Dicatat dalam Register Pertimbangan Hukum (R.DATUN.5), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Pertimbangan Hukum (L.DATUN.5) dan Laporan Rekapitulasi Pertimbangan Hukum (Lr.DATUN.5).
Setiap memberikan Pendapat Hukum (Legal Opinion) atau melakukan Pendampingan Hukum (Legal Assistance) dalam pelaksanaan tugas memberikan Pertimbangan Hukum, dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang.
PERTIMBANGAN HUKUM
11/12/2024
63
SP-1 SP-2
S Perintah PERMOHONAN
Dicatat
R.DATUN.5 Dilaporkan
L.DATUN.5 +
Lr.DATUN.5
Pelaksanaan tugas memberikan Pelayanan Hukum diawali dengan penerbitan Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan Surat Perintah untuk memberikan Pelayanan Hukum (SP-2) dengan penyesuaian seperlunya.Kegiatan memberikan PelayananHukum tersebut dicatat dalam Register Pelayanan Hukum (R.DATUN.4), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Pelayanan Hukum (L.DATUN.4) dan Laporan Rekapitulasi Pelayanan Hukum (Lr.DATUN.4).Setiap memberikan advis hukum kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas Pelayanan Hukum, dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang..
PELAYANAN HUKUM
PELAYANAN HUKUM
11/12/2024
65
S Print
SURAT MASYARAKAT
Dicatat
R.DATUN.4 Dilaporkan
L.DATUN.4 +
Lr.DATUN.4 SP-1
SP-2
Mekanisme :
• Permohonan tertulis dari Lembaga Negara/ Instansi Pemerintah Pusat/Daerah, BUMN/BUMD agar JPN dapat bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator atau Mediator.
• Terbit Surat Perintah dari Jam Datun/Kajati/Kajari kepada JPN untuk Telaahan dapat atau tidak Kejaksaan JPN bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator atau Mediator.
• Pada Prinsipnya semua permintaan dapat diterima kecuali dalam hal permohonan tersebut berkaitan dengan conflict of interest dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang Kejaksaan dari Bidang Lain selain DATUN.
• Dalam hal diajukan oleh salah satu pihak maka JPN harus menanyakan apakah pihak lain setuju menggunakan JPN selanjutnya JAM DATUN/KAJATI/KAJARI menyampaikan hal ini secara tertulis kepada Pemohon.
• Proses serta Mekanisme selengkapnya mengacu kepada PERJA Nomor : Per-018/A/J.A/07/2014 tanggal 07 Juli 2014 tentang SOP pada JAM DATUN.
TINDAKAN HUKUM LAIN
11/12/2024
67
S Print
PERMOHONAN
Dicatat
R.DATUN.6 Dilaporkan
L.DATUN.6 +
Lr.DATUN.6 SP-1
SP-2
11/12/2024
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
BACK
r1
80BACK
r1
81BACK
r1
82BACK
r2
83BACK
r2
84BACK
r2
85BACK
r4
86BACK
r4
87BACK
r4
88BACK
r5
89BACK
r5
90BACK
r5
91BACK
r6
92BACK
r6
93BACK
r6
94BACK
r7
95BACK
r7
96BACK
r7
97BACK
98
BACK
99
BACK
100
BACK
SEKIAN
&