• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL TUSI & ADM DATUN

N/A
N/A
hani darma

Academic year: 2024

Membagikan "MODUL TUSI & ADM DATUN "

Copied!
101
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS DAN FUNGSI SERTA ADMINISTRASI PERDATA

DAN TATA USAHA NEGARA

(2)

KATA PENGANTAR

Tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk tercapainya tujuan tersebut perlu dipersiapkan sumber daya manusia (SDM) termasuk SDM di Kejaksaan.

Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan Undang-Undang. Sebagai lembaga pemerintah, Kejaksaan harus didukung oleh aparatur yang profesional, berintegritas dan berkarakter yang salah satu caranya didapat melalui pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu Badan Pendidikan Dan Pelatihan Kejaksaan R.I. mengadakan mengadakan Latsar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024. Dalam rangka pemenuhan proses pembelajaran, maka disusunlah modul-modul, yang salah satunya modul Tugas, Kewenangan dan Administrasi Perdata dan Tata Usaha Negara.

Maksud dan tujuan penyusunan modul ini agar peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024 Kejaksaan dapat memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi administrasi di bidang DATUN, sehingga peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2024 memperoleh bekal dasar yang cukup mengenai apa dan bagaimana tugas dan fungsi Kejaksaan RI dalam penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum lain maupun pelayanan hukum.

(3)

Atas nama Badan Pendidikan dan Pelatihan, kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun yang telah bekerja keras menyusun modul ini. Begitu pula halnya dengan para ahli di bidang masing-masing yang telah memberikan review dan masukan, kami ucapkan terimakasih.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik, saran dan kontribusi dari berbagai pihak tentu akan sangat membantu untuk perbaikan modul ini ke depan. Akhirnya kami berharap semoga modul ini dapat bermanfaat dan memberi kontribusi bagi para Latsar CPNS 2024 dalam pelaksanaan tugas kedinasan.

Jakarta, Oktober 2024 Kepala Badan Diklat Kejaksaan R.I

Dr. Rudi Margono, S.H., M.Hum

(4)

Pendahuluan

4

Deskripsi Singkat

Modul ini akan membahas tentang tugas, wewenang, fungsi Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan Administrasinya.

Pembahasan dimulai dengan sejarah perkembangan tugas dan kewenangan Kejaksaan di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta membahas tentang administrasi dan prosedur yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Indikator Keberhasilan

1. Memahami dan mengaplikasikan tugas dan fungsi Kejaksaan serta tata kelola administrasi Kejaksaan dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara dalam pelaksanaan tugas.

2. Tersedianya CPNS Kejaksaan R.I. yang memiliki kemampuan dan ketrampilan, memiliki integritas kepribadian dan disiplin dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Kejaksaan.

Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui dan memahami tentang tugas dan fungsi Kejaksaan serta tata kelola administrasi Kejaksaan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

2. Mempersiapkan dan membentuk CPNS Kejaksaan R.I. yang siap pakai dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan Kejaksaan.

(5)

TUGAS & WEWENANG KEJAKSAAN (Psl. 30 UU No. 16/2004)

DI BIDANG PIDANA DI BIDANG

PERDATA DAN TUN DI BIDANG KETERTIBAN

& KETENTRAMAN UMUM

PENYIDIK PENUNTUT

UMUM JAKSA

PENGACARA NEGARA

(6)

TUGAS & WEWENANG KEJAKSAAN

Dalam UU No 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaa Republik Indonesia (Psl 30A, 30B dan 30C)

PEMULIHAN ASET DI BIDANG INTELIJEN PENEGAKAN HUKUM

Penelusuran, Perampasan

Aset

Pengembalian Aset

a. Fungsi LID, PAM, GAL.

b. Cipta Kondisi.

c. Kerja Sama Intelijen.

d. Cegah KKN.

e. Pengawasan Multimedia

TUGAS LAINNYA

a. Giat Statistik Kriminal

b. Aktif dalam Perkara HAM Berat dan Konflik Sosial.

c. Aktif Dalam Penanganan Perkara yg melibatkan Saksi dan Korban serta Proses Rehabilitasi, Restitusi dan Kompensasinya.

d. Mediasi Penal, Sita Eksekusi, Pidana Pengganti dan Restitusi.

e. Memberi Informasi dan Verifikasi tentang Seseorang yang akan Menduduki Jabatan Public.

f. Sita Eksekusi.

g. Pengajuan PK.

h. Melakukan Penyadapan.

(7)

SEJARAH

ASAS KONKORDANSI

Seluruh aturan yang berlaku di Belanda berlaku juga di Hindia Belanda

Peran Kejaksaan diluar hukum Pidana sudah dikenal sejak tahun 1922, yaitu saat diterbitkannya Staatsblaad tahun 1922-522 (pasal 2) :

a.Advocat

b.Lands Advocat / Jaksa

c. Officer Van Justitie /pegawai yang menjalankan tugas Jaksa d.Lembaganya disebut openbaar ministre

(8)

UU No. 15 Tahun 1961 Pasal 2 ayat (4)

Kejaksaan mempunyai tugas khusus lain yang diberikan oleh suatu peraturan negara

• Keppres nomor 86 Tahun 1982 dan Kepja Nomor : KEP-116/J.A/6/1983

Tugas di bidang Perdata & TUN dilaksanakan oleh Kadit Perdata dan Bantuan Hukum, yang berada dibawah

Direktorat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

LANJUTAN SEJARAH

(9)

LANJUTAN SEJARAH

UU Nomor 5 Tahun 1991

Pasal 27 ayat (2) Di bidang perdata dan tata usaha negara, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerinah

Keppres Nomor 55 Tahun 1991 Pasal 3 huruf c, huruf d, Pasal 24, Pasal 25 huruf e :

-Penegakan hukum, -Bantuan hukum

-Pertimbangan hukum -Pelayanan hukum

-Tindakan hukum lain

Menjamin tegaknya

hukum : (filosofis,yuridis, sosiologis)

Menyelematkan/

Memulihkan kekayaan negara

Menegakkan kewibawaan pemerintah

Mencegah sengketa hukum di masyarakat

(10)

DASAR HUKUM KEWENANGAN ,

TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN

UU Nomor 16 Tahun 2004 Tentang Kejaksaan RI sebagaimana telah diubah dengan UU No 11 tahun 2021.

Di bidang perdata dan tata usaha negara, kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah (Pasal 30 ayat (2)).

Perpres No. 38 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan RI sebagaimana telah beberapa kali dirubah terakhir dengan Perpres 15 tahu 2021.

Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan tugas dan wewenang kejaksaan di bidang perdata dan tata usaha negara.

(11)

DASAR HUKUM KEWENANGAN ,

TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN

Perja No. 025/A/JA/11/2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Pengganti dari Insja No. 01, 02, 03 tahun 1994 tentang Tata Laksana Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pelayanan Hukum, Pertimbangan Hukum dan Tindakan Hukum Lain.

(12)

DASAR HUKUM KEWENANGAN , TUGAS DAN FUNGSI BIDANG DATUN (UU Nomor 11

Tahun 2021 t entang Perubahan UU No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI).

Dalam UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI.

Kejaksaan menjalankan fungsi dan kewenangannya di bidang keperdataan dan/atau bidang publik lainnya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (Pasal 30C).

Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada Presiden dan instansi pemerintah lainnya (Pasal 34).

(13)

1. PENEGAKAN HUKUM 2. BANTUAN HUKUM 3. PERTIMBANGAN HUKUM

4. PELAYANAN HUKUM 5. TINDAKAN HUKUM LAIN

RUANG LINGKUP

KEWENANGAN, TUGAS &

FUNGSI DATUN

FUNGSI : 1. MENJAMIN TEGAKNYA

HUKUM/KEPASTIAN HUKUM

2. MENYELAMATKAN / MEMULIHKAN / KEKAYAAN / KEUANGAN NEGARA 3. MENEGAKKAN KEWIBAWAAN

PEMERINTAH DAN NEGARA 4. MELINDUNGI HAK-HAK

KEPERDATAAN MASYARAKAT

(14)

TUGAS WEWENANG JAM DATUN :

1. Penegakan Hukum

(15)

Pengertian:

1. Berdasarkan Lampiran Perja No.

PER-025/A/JA/11/2015 tanggal 17 November 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Tindakan Hukum Lain dan Pelayanan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penegakan Hukum ialah :

kegiatan Jaksa Pengacara Negara untuk mengajukan gugatan atau permohonan kepada pengadilan di bidang perdata sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum, dan melindungi kepentingan Negara dan Pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat”.

PENEGAKAN HUKUM.

(16)

Pengertian:

2. Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : Per-018/A/J.A/07/2014 tanggal 7 Juli 2014 tentang Standar Operating Prosedur (SOP) Pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara .

Pada Huruf C. DEFENISI/ PENGERTIAN-PENGERTIAN Angka 4). menyebutkan :

Penegakan Hukum adalah :

Tugas Jaksa Pengacara Negara untuk mengajukan gugatan atau permohonan kepada Pengadilan di Bidang Perdata sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan dalam rangka memelihara ketertiban hukum, kepastian hukum dan melindungi kepentingan negara dan pemerintah serta hak-hak keperdataan masyarakat, antara lain : pembatalan perkawinan, permbubaran perseroan terbatas (PT) dan pernyataan pailit”.

(17)

Kegiatan Penegakan Hukum :

• Gugatan Pembatalan Perkawinan (Pasal 146 ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 1974.

• Mengajukan Pembubaran Perseroan Terbatas (Pasal 146 ayat (1) Huruf a UU Nomor : 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas).

• Mengajukan Permohonan Pailit (Pasal 2(2) UU No.

37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

• Gugatan Pembatalan Merk (Pasal 68 (1) UU No. 15 Tahun 2001 Tentang Merk.

• Gugatan Pembatalan Paten (Pasal 91 (4) UU No. 14 Tahun 2001 Tentang Paten.

• Gugatan Pembayaran Uang Pengganti Perkara Tindak Pidana Korupsi (Pasal 34 huruf c UU No. 3 Tahun 1971).

• Gugatan Ganti Rugi Terkait Tindak Pidana Korupsi (Pasal 32 (1), (2), Pasal 33, Pasal 34, Pasal 38 c UU No. 31 Tahun 1999.

(18)

TUGAS WEWENANG JAM DATUN :

2. Bantuan Hukum

(19)

Pemberian Jasa Hukum di Bidang Perdata oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara atau Pemerintah untuk bertindak sebagai kuasa hukum berdasarkan Surat Kuasa Khusus baik secara Non Litigasi maupun Litigasi di Peradilan Perdata serta Arbitrase sebagai Penggugat/Penggugat Intervensi / Pemohon / Pelawan / Pembantah atau Tergugat/Tergugat Intervensi/Termohon/ Terlawan/Terbantah, serta pemberian Jasa Hukum di Bidang Tata Usaha Negara oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara dan Pemerintah sebagai Tergugat/Termohon di Peradilan Tata Usaha Negara dan sebagai wakil Pemerintah atau menjadi Pihak Yang Berkepentingan dalam Perkara Uji Materiil Undang-Undang di Mahkamah Konstitusi dan sebagai Termohon dalam Perkara Uji Materiil terhadap Peraturan di Bawah Undang-Undang di Mahkamah Agung

BANTUAN HUKUM

(20)

Kegiatan Bantuan Hukum :

A.Litigasi (Di Pengadilan).

 

a.1. Perkara Perdata

Di Pengadilan Kejaksaan (JPN) sebagai kuasa dari Penggugat/ Pelawan/ Pemohon, maupun Kuasa dari Tergugat/Terlawan/Termohon.

Di Forum Arbitrase, Kejaksaan (JPN) dapat bertindak sebagai kuasa dari pemohon maupun termohon.

 

a.2. Perkara di Pengadilan TUN.

Kejaksaan (JPN) dapat bertindak sebagai kuasa

dari Tergugat maupun Intervenient.

(21)

a.3. Perkara Uji Materi Peraturan

Perundang-undangaan dibawah Undang- undang di Mahkamah Agung.

 

Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai Kuasa dari Termohon (pembuat Peraturan) .

 

a.4. Perkara Uji Materi Undang-undang di Mahkamah Konstitusi.

 

Memeriksa Undang-undang yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945.

Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai kuasa dari Pemerintah.

  

a.5. Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.

 Memeriksa sengketa hasil Pemilihan Umum dan Pemilihan Umum Kepala Daerah.

Kejaksaan (JPN) bertindak sebagai kuasa dari Termohon (KPU/KPUD/KIP).

(22)

Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Tergugat dalam Perkara Tata Usaha Negara, sebagai Kuasa Pemerintah dalam Uji Materiil Undang-Undang atau sebagai Termohon dalam Uji Materiil Peraturan di bawah Undang-Undang, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Agung/ Seksi Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Tinggi/ Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri

Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Tergugat/ Tergugat Intervensi/ Termohon/Terbantah/Terlawan dalam Perkara Litigasi atau mewakili dalam Perkara Non Litigasi dalam rangka Penyelamatan Kekayaan Negara, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Perdata pada Kejaksaan Agung/Seksi Perdata pada Kejaksaan Tinggi/Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri

Apabila Kejaksaan mewakili atau sebagai Penggugat/ Penggugat Intervensi/Pemohon/Pembantah/Pelawan dalam Perkara Litigasi atau mewakili dalam Perkara Non Litigasi dalam rangka Pemulihan Keuangan Negara Administrasi, pengadministrasian dilakukan pada Direktorat Pemulihan dan Perlindungan Hak pada Kejaksaan Agung/Seksi Pemulihan dan Perlindungan Hak pada Kejaksaan Tinggi/Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri

(23)

TUGAS WEWENANG JAM DATUN :

3. Pertimbangan

Hukum

(24)

PERTIMBANGAN HUKUM

Pertimbangan Hukum adalah

Jasa Hukum yang diberikan oleh Jaksa Pengacara Negara kepada Negara atau Pemerintah, dalam bentuk Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO) dan/atau Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan/atau Audit Hukum (Legal Audit) di Bidang Perdata

Pemberian Pertimbangan Hukum harus dilakukan secara optimal, obyektif dan sebatas yuridis formal.

Pemberian Pertimbangan Hukum dilakukan secara tertulis dalam bentuk korespondensi, yang membicarakan / membahas permasalahan yang mengandung aspek Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, termasuk dalam proses pembuatan peraturan perundang-undangan Pusat dan Daerah

(25)

PERTIMBANGAN HUKUM

(Berdasarkan Psl 34 UU No 11 tahun 2021 tentang Perubahan UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI)

Kejaksaan dapat memberikan pertimbangan dalam bidang hukum kepada Presiden dan Instansi pemerintah lainnya.

(26)

PERTIMBANGAN HUKUM

PENDAPAT HUKUM/

LEGAL

OPINION PENDAMPINGAN HUKUM/ LEGAL

ASSITANCE

AUDIT HUKUM/

LEGAL AUDIT

Pemberian Pertimbangan Hukum harus dilakukan secara optimal, obyektif dan sebatas yuridis formal.

(27)

Pertimbangan Hukum Perdata meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) dan Audit Hukum (Legal Audit) dalam menghadapi permasalahan Hukum Perdata dalam rangka Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara

Pertimbangan Hukum Pemulihan dan Perlindungan Hak meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) dan Audit Hukum (Legal Audit) dalam menghadapi permasalahan Hukum Perdata dalam rangka Perlindungan atau Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara

Pertimbangan Hukum Tata Usaha Negara meliputi meliputi pemberian Pendapat Hukum (Legal Opinion/ LO), Pendampingan Hukum (Legal Assistance/LA) di Bidang Bidang Tata Usaha Negara, dalam hal akan/ telah menerbitkan Keputusan TUN dan/atau Peraturan dalam rangka menegakkan Kewibawaan Pemerintah

(28)

TUGAS WEWENANG JAM DATUN :

4. Pelayanan

Hukum

(29)

Pelayanan Hukum adalah pemberian Jasa Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara secara tertulis maupun lisan kepada masyarakat, yang meliputi orang perorangan dan badan hukum, terkait masalah Perdata dan Tata Usaha Negara dalam bentuk konsultasi, pendapat dan informasi

PELAYANAN HUKUM

a. Pelayanan Hukum terbatas pada permasalahan Perdata dan Tata Usaha Negara.

b. Jaksa Pengacara Negara tidak melakukan analisa dan verifikasi atas kebenaran materil terhadap data dan fakta yang disampaikan oleh Pemohon, oleh karena itu Jaksa Pengacara Negara tidak dapat memberikan penilaian ataupun pembenaran terhadap permasalahan yang disampaikan, namun hanya memberikan petunjuk mengenai hak dan kewajiban Pemohon dalam permasalahan terkait berdasarkan hukum acara serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(30)

PELAYANA N HUKUM

OBJEK

CARA

PERORANGA N

BADAN HUKUM

LISAN

TERTULIS

memberikan konsultasi, pendapat dan informasi kepada Pemohon secara lisan yang ditindaklanjuti dengan laporan dalam bentuk nota dinas kepada Pimpinan Satuan Kerja.

Membuat suatu kajian untuk selanjutnya Pimpinan Satuan Kerja memberikan Pelayanan Hukum dalam bentuk surat kepada Pemohon Pelayanan Hukum

(31)

TUGAS WEWENANG JAM DATUN :

5. Tindakan Hukum Lain

(32)

Tindakan Hukum Lain adalah pemberian Jasa Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara di luar Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pelayanan Hukum dan Pertimbangan Hukum dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan Keuangan/ Kekayaan Negara serta menegakkan kewibawaan pemerintah antara lain untuk bertindak sebagai konsiliator, mediator atau fasilitator dalam hal terjadi sengketa atau perselisihan antar Negara atau Pemerintah

TINDAKAN HUKUM LAIN

Dilaksanakan pada Direktorat Perdata pada Kejaksaan Agung, Seksi Perdata pada Kejaksaan Tinggi, Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara pada Kejaksaan Negeri

(33)

Kegiatan Tindakan Hukum Lain :

• Jaksa Pengacara Negara (JPN) bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator, Mediator, Konsultan;

• Mejadi Konsiliator JPN dipercaya para pihak secara aktif mengidentifikasi masalah, menciptakan pilihan-pilihan penyelesaian dan mendorong para pihak untuk mencapai kesepakatan;

• Menjadi Fasilitator JPN dipercaya untuk membantu menyelesaikan masalah dengan perjanjian perdamaian yang dirumuskan oleh para pihak yang bermasalah. Fasilitator hanya membantu para pihak dalam merumuskan isi perjanjian;

• Menjadi Mediator JPN dipercaya para pihak yang

bermasalah untuk menyelesaikan permasalahan

yang dihadapi. Rumusan Penyelesaian masalah

dirumuskan oleh pihak Mediator.

(34)

cara penyelesaian permasalahan yang dibantu oleh fasilitator

untuk memfasilitasi para pihak yang

mempunyai

permasalahan tanpa terlalu jauh masuk

dalam materi

permasalahan, antara lain dengan

memfasilitasi

pertemuan antara para pihak, menyampaikan pertukaran pandangan

para pihak tentang solusi yang

memungkinkan, memfasilitasi

negosiasi.

FASILITASI MEDIASI KONSILIASI

cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan

(negosiasi) yang dibantu oleh pihak ke tiga yang netral

(mediator) untuk mengidentifikasi permasalahan dan

mendorong tercapainya

kesepakatan yang dibuat para pihak

sendiri

cara penyelesaian sengketa melalui proses perundingan (negosiasi)

yang dibantu oleh pihak ketiga yang netral (konsiliator) untuk mengindentifikasikan masalah, menciptakan

pilihan-pilihan, memberikan

pertimbangan pilihan penyelesaian serta

memberikan

masukan/konsep/propos al perjanjian

penyelesaian sengketa.

(35)

Tindakan Hukum Lain yang dilakukan baik sebagai Konsiliator, Mediator maupun Fasilitator, harus didasarkan atas persetujuan dari kedua belah pihak secara tertulis.

Sebagai Konsiliator, Mediator dan Fasilitator, Jaksa Pengacara Negara merupakan pihak yang netral (tidak memihak salah satu Pihak) dan membantu menyelesaikan Sengketa antar Para Pihak

JP N

PEMERINTAH/ BUMN

NETRAL

PEMERINTAH/ BUMN
(36)

Membuat telaahan yang memuat analisis hukum yang lengkap untuk menentukan apakah termasuk lingkup tugas dan kewenangan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dan untuk mengantisipasi adanya benturan kepentingan (conflict of interest) dengan bidang lain disertai analisis SWOT terhadap perkara tersebut

MEKANISME

Dapat Dilakukan

Apabila dari hasil Telaahan Awal tersebut disimpulkan bahwa dapat diberikan Tindakan Hukum Lain, maka selanjutnya Tim Jaksa Pengacara Negara melakukan Tindakan Hukum Lain sebagaimana permohonan Pemohon, yaitu sebagai Konsiliator, Mediator atau Fasilitator

Tidak Dapat

Dilakukan

HENTIKAN

(37)

PERJA Nomor : 018/A/J.A/07/2014 Tanggal 7 Juli 2014

tentang Standart Operating Prosedur (SOP)

Pelaksanaan Tugas, Fungsi dan Wewenang Perdata dan Tata Usaha Negara.

S O P

Pedoman pelaksanaan tugas agar efektif dan efisien

Memberikan pelayanan prima kepada negara, pemerintah dan

masyarakat

Kontrol kinerja Datun

(38)

Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-157/A/JA/11/2012 tanggal 14 Nopember 2012 tentang Administrasi Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP- 148/J.A/12/1994 tanggal 22 Desember 1994 tentang Penyempurnaan Administrasi Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara

ADM IN ISTRASI PERKARA DATUN

DASAR

(39)

ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA

Bagian dari

Administrasi Umum Kejaksaan yang

meliputi segala

kegiatan administrasi dalam penanganan perkara Perdata dan

Tata Usaha Negara mengenai Formulir

Surat, Register,

Formulir Laporan dan Rekapitulasi.

Formulir Surat

Register

Formulir Laporan

(40)

ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA

Formulir Surat adalah segala bentuk dan macam surat yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam proses berperkara baik di dalam maupun di

luar Pengadilan.

(S-1 s/d S-32)

Register adalah buku yang memuat secara lengkap dan terinci mengenai jenis perkara, tahapan penanganan dan penyelesaian perkara,

jenis kegiatan dan hasil upaya

pemulihan/penyelamatan keuangan/kekayaan negara, pembayaran uang pengganti dan ganti

kerugian.(R. DATUN.1 s/d R.DATUN.9)

(41)

ADMINISTRASI PERKARA PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA

Formulir Laporan adalah bentuk surat

penyampaian informasi dan data secara berkala berupa laporan bulanan dan laporan tahunan atau sewaktu-waktu (insidentil) mengenai jenis perkara,

tahapan penanganan perkara, jenis kegiatan dan hasil upaya pemulihan/penyelamatan

keuangan/kekayaan negara, pembayaran uang pengganti dan ganti kerugian.

(L.DATUN.1 s/d L.DATUN.8, Lr.DATUN.1 s/d

Lr.DATUN.8)

(42)

Penyelenggaraan dan Pengelolaan

serta Pengawasan Administrasi Perkara Datun

Administrasi Perkara Datun dikelola oleh :

1) Direktur pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Agung RI.

2) Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Tinggi.

3) Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara di Kejaksaan Negeri.

4) Kepala Urusan Tata Usaha teknis pada Cabang Kejaksaan Negeri.

berkewajiban mengikuti perkembangan penyelesaian perkara, memeriksa, meneliti dan mengawasi secara berkala pengelolaan dan pengamanan penyelenggaraan Administrasi Perkara dengan cara antara lain membuat

pemetaan data, Statistik/Grafik dan pengarsipan berkas Perkara dalam suatu sarana khusus dari seluruh kegiatan pengelolaan Administrasi

Perkara

(43)
(44)

SUSUNAN ORGANISASI

Sebagaimana lampiran Peraturan Jaksa Agung R.I. Nomor:

PER-006/A/JA/07/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan R.I. sebagimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Kejaksaan No 1 tahun 2022.

(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

PENEGAKAN HUKUM

Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan

Pembuatan Surat Kuasa Khusus sebagai Penggugat/Pemohon (S-1.G)

Surat Kuasa Khusus Substitusi sebagai Penggugat/Pemohon (S-1.G.1).

Dicatat dalam Register Penegakan Hukum (R.DATUN.1) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.7),

Dilaporkan dalam Laporan Bulanan Penegakan Hukum (L.DATUN.1) dan Laporan Rekapitulasi Penegakan Hukum (Lr.DATUN.1) serta Laporan Bulanan Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).

Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Penegakan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11).

(55)

PENEGAKAN HUKUM

11/12/2024

55

SP-1

S-1.G S-1.G.1 Sprint

SKK

Dicatat

R.DATUN.1 +

R.DATUN.7

Dilaporkan

L.DATUN.1 dan Lr.DATUN.1 +

L.DATUN.7 + Lr.DATUN.7

(56)

BANTUAN HUKUM

Sbg

PENGGUGAT (Litigasi)

Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan

Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Penggugat (S-1.B) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Penggugat (S-1.B.1).

Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara

(R.DATUN.7), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi

Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan

Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan

Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).

Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11).

(57)

BANTUAN HUKUM (sebagai Penggugat)

11/12/2024

57

SP-1

S-1.B S-1.B.1 Sprint

SKK

Dicatat

R.DATUN.2 +

R.DATUN.7

Dilaporkan

L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta

L.DATUN.7 dan Lr.DATUN.7

(58)

BANTUAN HUKUM

Sbg

PENGGUGAT (Non Litigasi)

Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan

Surat Kuasa Khusus untuk melakukan Negosiasi (S-1.A) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi untuk melakukan Negosiasi (S-1.A.1).

Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.7), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.7) dan Laporan Rekapitulasi Pemulihan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.7).

Setiap kegiatan non litigasi dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang.

(59)

BANTUAN HUKUM – NON LITIGASI (negosiasi)

11/12/2024

59

S-1.A S-1.A.1 Sprint

SKK

Dicatat

Dilaporkan SP-1

R.DATUN.2 +

R.DATUN.7

L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta

L.DATUN.7 dan Lr.DATUN.7

(60)

BANTUAN HUKUM

( sebagai TERGUGAT )

Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan

Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Tergugat di Peradilan Umum (S-2.A) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Tergugat di Peradilan Umum (S-2.A.1), atau ditindak lanjuti dengan pembuatan Surat Kuasa Khusus Litigasi sebagai Tergugat di PTUN (S-2.B) dan Surat Kuasa Khusus Substitusi Litigasi sebagai Tergugat di PTUN (S-2.B.1).

Dicatat dalam Register Bantuan Hukum (R.DATUN.2) dan Register PenyelamatanKeuangan/Kekayaan Negara (R.DATUN.8) (hanya untuk perkara perdata), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Bantuan Hukum (L.DATUN.2) dan Laporan Rekapitulasi Bantuan Hukum (Lr.DATUN.2) serta Laporan Bulanan Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara (L.DATUN.8) (hanya untuk perkara perdata) dan Laporan Rekapitulasi Penyelamatan Keuangan/Kekayaan Negara (Lr.DATUN.8).

Setiap persidangan dalam pelaksanaan tugas Bantuan Hukum dilaporkan dalam Laporan Harian Sidang (S-11)

(61)

BANTUAN HUKUM (sebagai Tergugat)

11/12/2024

61

S-2.A S-2.A.1

Atau S.2.B S.2.B.1 Sprint

SKK

Dicatat

Dilaporkan SP-1

R.DATUN.2 +

R.DATUN.8

L.DATUN.2 dan Lr.DATUN.2 serta

L.DATUN.8 dan Lr.DATUN.8

(62)

PERTIMBANGAN HUKUM

 Terbit Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan

 Surat Perintah untuk membuat Pendapat Hukum (Legal Opinion) atau melakukan Pendampingan Hukum (Legal Assistance) (SP-2).

 Dicatat dalam Register Pertimbangan Hukum (R.DATUN.5), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Pertimbangan Hukum (L.DATUN.5) dan Laporan Rekapitulasi Pertimbangan Hukum (Lr.DATUN.5).

 Setiap memberikan Pendapat Hukum (Legal Opinion) atau melakukan Pendampingan Hukum (Legal Assistance) dalam pelaksanaan tugas memberikan Pertimbangan Hukum, dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang.

(63)

PERTIMBANGAN HUKUM

11/12/2024

63

SP-1 SP-2

S Perintah PERMOHONAN

Dicatat

R.DATUN.5 Dilaporkan

L.DATUN.5 +

Lr.DATUN.5

(64)

Pelaksanaan tugas memberikan Pelayanan Hukum diawali dengan penerbitan Surat Perintah (SP-1) untuk membuat telaahan yang kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan Surat Perintah untuk memberikan Pelayanan Hukum (SP-2) dengan penyesuaian seperlunya.Kegiatan memberikan PelayananHukum tersebut dicatat dalam Register Pelayanan Hukum (R.DATUN.4), kemudian dilaporkan dalam Laporan Bulanan Pelayanan Hukum (L.DATUN.4) dan Laporan Rekapitulasi Pelayanan Hukum (Lr.DATUN.4).Setiap memberikan advis hukum kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas Pelayanan Hukum, dilaporkan kepada pimpinan secara berjenjang..

PELAYANAN HUKUM

(65)

PELAYANAN HUKUM

11/12/2024

65

S Print

SURAT MASYARAKAT

Dicatat

R.DATUN.4 Dilaporkan

L.DATUN.4 +

Lr.DATUN.4 SP-1

SP-2

(66)

Mekanisme :

Permohonan tertulis dari Lembaga Negara/ Instansi Pemerintah Pusat/Daerah, BUMN/BUMD agar JPN dapat bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator atau Mediator.

Terbit Surat Perintah dari Jam Datun/Kajati/Kajari kepada JPN untuk Telaahan dapat atau tidak Kejaksaan JPN bertindak sebagai Konsiliator, Fasilitator atau Mediator.

Pada Prinsipnya semua permintaan dapat diterima kecuali dalam hal permohonan tersebut berkaitan dengan conflict of interest dalam pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang Kejaksaan dari Bidang Lain selain DATUN.

Dalam hal diajukan oleh salah satu pihak maka JPN harus menanyakan apakah pihak lain setuju menggunakan JPN selanjutnya JAM DATUN/KAJATI/KAJARI menyampaikan hal ini secara tertulis kepada Pemohon.

Proses serta Mekanisme selengkapnya mengacu kepada PERJA Nomor : Per-018/A/J.A/07/2014 tanggal 07 Juli 2014 tentang SOP pada JAM DATUN.

(67)

TINDAKAN HUKUM LAIN

11/12/2024

67

S Print

PERMOHONAN

Dicatat

R.DATUN.6 Dilaporkan

L.DATUN.6 +

Lr.DATUN.6 SP-1

SP-2

(68)

11/12/2024

BACK

(69)

BACK

(70)

BACK

(71)

BACK

(72)

BACK

(73)

BACK

(74)

BACK

(75)

BACK

(76)

BACK

(77)

BACK

(78)

BACK

(79)

BACK

(80)

r1

80

BACK

(81)

r1

81

BACK

(82)

r1

82

BACK

(83)

r2

83

BACK

(84)

r2

84

BACK

(85)

r2

85

BACK

(86)

r4

86

BACK

(87)

r4

87

BACK

(88)

r4

88

BACK

(89)

r5

89

BACK

(90)

r5

90

BACK

(91)

r5

91

BACK

(92)

r6

92

BACK

(93)

r6

93

BACK

(94)

r6

94

BACK

(95)

r7

95

BACK

(96)

r7

96

BACK

(97)

r7

97

BACK

(98)

98

BACK

(99)

99

BACK

(100)

100

BACK

(101)

SEKIAN

&

Referensi

Dokumen terkait

Lembaga bantuan hukum yang diwakili oleh advokat dalam melakukan pemberian bantuan hukum diharapakan agar lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan/bantuan yang

Penegakan hukum atas pelanggaran Miranda Rule di Indonesia, yaitu mengakibatkan tindakan penuntutan yang dilakukan oleh jaksa penuntut umum tidak dapat diterima oleh hakim majelis

Dalam hal Penerima Bantuan Hukum mendapatkan pelayanan Bantuan Hukum yang tidak sesuai dengan standar pemberian Bantuan Hukum, Penerima Bantuan Hukum dapat

Jumlah jenis pelayanan pengaduan Masyarakat bagi perempuan korban kekerasan (penegakan hukum, kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, reintegrasi sosial,

Dalam prosedur pelayanan dan pemberian bantuan hukum oleh Lembaga Bantuan Hukum Medan, permohonan bantuan hukum dilakukan secara tertulis yang ditujukan langsung kepada

memberikan pelayanan berupa bantuan hukum gratis kepada masyarakat miskin melakukan kerjasama dengan pihak luar yaitu OBH (organisasi Bantuan Hukum) yang anggotanya

(1) Selain bantuan sebagaimana tercantum dalam Pasal 9, Kejaksaan Republik Indonesia dapat memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum dan pelayanan hukum dibidang Perdata

Bab III adalah Hasil Penelitian dan Pembahasan, yang berisi uraian mengenai implementasi kebijakan penuntutan oleh jaksa penuntut umum dalam rangka penegakan hukum tindak