• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mortality Audit: Learning from the death

N/A
N/A
cristo ginting

Academic year: 2023

Membagikan "Mortality Audit: Learning from the death"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Mortality Audit:

Learning from the death

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua

Kompartemen Manajemen Mutu, Pengurus Pusat PERSI

Materi ini dapat didownload di mutupelayanankesehatan.net

Perkenalan: Hanevi Djasri

Lulus: FK UI (1994), MARS UI (1997), Fellow ISQua (2018), Doktor UGM (2019) Pengelola RS (1997-2003)

Konsultan PKMK FK UGM dan Dosen MMR FK UGM (sejak 2003)

Ketua Indonesian Healthcare Quality Network / IHQN (sejak 2005)

Anggota The International Society for Healthcare/ISQua (2005)

(2)

Sistematika 1. Latar belakang perlunya audit mortalitas

2. Gambaran Umum Tehnik Audit Mortalitas

3. Tahap Pelaksanaan Audit Mortalitas

4. Penutup dan Contoh Hasil Audit Mortalitas

1. Latar Belakang Perlunya

(3)

Audit Mortalitas: Kenapa Penting?

Perlu Evaluasi kasus kematian

• Berbagai istilah: Mortality Audit, Mortality Review, Mortality Meeting, Death

Conference, Review of Death, Expert Mortality Panel.

Audit Kematian, Audit Mortalitas

(4)

Contoh Hasil Audit Mortalitas

Preventable Deaths

Estimates of Preventable Deaths

10,000 / tahun di Australia

38,000 / tahun di UK

98,000 / tahun di USA

Cost

Preventable cost: 5% of healthcare budget

Human costs: ??

(5)

Manfaat Audit Mortalitas

Menurunkan angka kematian

Miningkatkan keselamatan pasien

Meningkatkan perawatan akhir hidup

Membangun peer review

Jaminan kepada publik

Menurunkan angka kematian

(6)

Penyebab utama kematian

Beda waktu beda penyebab

(7)

Beda waktu beda angka kematian

2. Gambaran Umum Tehnik

Audit Mortalitas

(8)

Berbagai cara review kematian

Approaches used for learning from hospital mortality:

1.

Improved Unit mortality and morbidity meetings

2.

Random/sample (10%) screening of deaths using predefined ‘trigger’

3.

Case note review using a matrix to identify common cause factors that impact on the quality of care

4.

Screening of all hospital deaths using flags or indicators

5.

Use of statistical process control to identify any special cause factors.

6.

Use of benchmarked data and comparisons – eg use of the HSMR

1. Memperbaiki cara MM Meeting

(9)

2. Menggunakan Trigger

4. Mortality Flag

Unanticipated death

Admission and cause of death mismatch

Elective surgical death Acute Medical Emergency

Code Blue/MET call at time of death Processes of care

Unexpected complications

readmission to ICU <24 hrs following discharge to ward

complications, ie PE, post-op bleeding Death occurred in:

Operating Theatre

Cardiac Catheter Laboratory

(10)

5. Statistical process control

6. Benchmark: Umum

(11)

3. Tahap Pelaksanaan Audit Mortalitas: Case Review

Metode Tradisional

• Sering disebut sebagai mortality meeting atau juga sebagai morbidity and mortality meeting (M&M meeting)

• Lebih ke arah pendidikan kedokteran, dimana kasus kematian yang dipresentasikan dipilih dan disesuaikan dengan kebutuhan

pendidikan. Tidak semua kasus kematian dievaluasi.

(12)

Metode Terstruktur

5 komponen “the building block of mortality review” (Alfred Health)

1.

Pengumpulan

dan penyajian data kematian secara periodik (meliputi data demografi, data kontinu, angka/rate kematian, perbandingan dengan RS lain, unit pelayanan, jenis penyakit; individu pasien, dsb)

2.

Analisa

data klinik kasus kematian (clinical mortality information)

3. Identifikasi pola/trend klinik dan penyebab

4. Penerapan perbaikan sistem atau praktek medik/klinik

5.

Re-Audit

dan Evaluasi untuk melihat adanya perbaikan/penurunan angka kematian.

Pengambilan data: sederhana

Dua pertanyaan pokok (Behal, 2009):

1. Bagaimana tingkat keparahan dan kompleksitas kondisi/penyakit pasien?;

2.

(13)

Pengambilan data: Kompleks

Dua tahap (Alfred Health, Western Australia)

Seluruh kasus kematian diidentifikasi terlebih dahulu karekteristiknya seperti umur, jenis kelamin, diagnosa masuk, lama perawatan, hari meninggal, dan sebagainya kemudian diikuti dengan:

1.

Identifikasi ada atau tidaknya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) melalui trigger tools (IHI)

2.

Apabila terdapat 1 atau lebih trigger maka kasus kematian tersebut dibahas ditingkat peer review untuk ditentukan apakah merupakan kasus kematian yang dapat dicegah atau tidak (menurut ilmu medis)

1. Trigger Tools

• Penggunaan triggers dengan data rekam medik awalnya

dikembangkan oleh Institute for Healthcare Improvement (IHI) pada tahun 1999 hanya untuk mengidentifikasi Kejadian Tidak

Diharapkan (KTD) akibat tindakan medik,

• Latabelakangnya adalah karena KTD belum tentu ditulis dalam

rekam medik, namun sering sekali terdapat catatan yang secara

(14)

Trigger Tools: Formulir

(15)

2. Peer Review

• Dilakukan oleh kelompok dokter spesialis yang sesuai dengan kasus kematian yang akan diaudit/direview.

• Dimulai dengan mereview penyebab kematian berdasarkan kode ICD-X menggunakan formulir standar internasional untuk Surat Keterangan Penyebab Kematian

Sumber: Learning from Death - A guide to in-hospital mortality review and patient safety improvement. Alfred Health

SKPK

Formulir Laporan Kematian berdasarkan pedoman WHO

(16)

Contoh

Analisa Penyebab Kematian

a. Penyebab Langsung

Apakah penyebab langsung kematian telah diketahui sejak awal?

Apakah penyebab langsung kematian telah diusahakan dicegah?

b. Penyebab Tidak Langsung

Apakah penyebab tidak langsung kematian telah diketahui sejak awal?

Apakah penyebab tidak langsung kematian telah diusahakan dicegah?

(17)

Penyebab Tingginya Kematian

Inappropriate and/or untimely care

Delays in the process of care, e.g. delays to

theatre

Ineffective systems to identify and rescue the

deteriorating patient

Delays in transferring patients to high dependency unit

Inappropriate setting of

care

problems accessing critical care

medical outliers on surgical wards

inappropriate admissions from nursing

homes e.g. patients admitted to hospital for

end of life care

Poor medicines management

antibiotic doses missed

errors in establishing the medication history of patients on admission leading to omission of pre-admission drugs

complications from high risk medications. For example poor control of

opiates and Warfarin

Hospital acquired infections

surgical site infections

central line associated bacteraemia

ventilator associated pneumonia

Non-clinical issues

inaccurate coding

Penyebab avoidable death

System failures/delays

Inappropriate or slow/delayed transfer

Lack of communication regarding interhospital transfer

Failure of peripheral hospital to ask/seek advice early on in admission

Access to information from other

Outlier patients

Issues regarding NFR eg – no CPR performed.

Lack of Respiratory High Dependency

bedsPatient factors – eg – compliance, late presentation

(18)

Intervensi umum menurunkan

kematian

Mencegah:

Delay in diagnosis

Delay in staring critical care Delay in transfer to a surgical unit Delay in staring medical treatment Delay in transfer to a tertiary hospital

(19)

Dua Pendekatan Audit Mortalitas

Clinical level:

Peer review process

Reduces patient risk

Increases knowledge

Improves clinician performance

Organisation level

Quality review process

Reduces organisational risk

Improves organisational performance

Terima Kasih

Silahkan menghubungi penulis melalui e-mail bila memerlukan contoh laporan hasil mortality audit Materi ini dapat didownload di

mutupelayanankesehatan.net

Referensi

Dokumen terkait

Peserta Workshop Kering “Tatalaksana TB yang sulit &amp; Penerapan ISTC” pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt &amp; Hotel Sahid

Kegiatan dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan prodi dalam seminar ilmiah/ lokakarya/ penataran/ workshop/ pagelaran/ pameran/ peragaan yang tidak hanya

Makalah yang disampaikan dalam rangka Kongres Nasional XVIII dan Kongres Ilmiah XVII (ISFI).. Basic and

Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan kompetensi guru dalam bidang penilaian dapat meningkat.Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rancangan workshop dan pendampingan

Haryanto Basoeni secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (PP IKA-UA) untuk periode 2017-2021, dalam Kongres IX

Peserta Workshop Kering “Tatalaksana TB yang sulit &amp; Penerapan ISTC” pada Kongres Nasional PAPDI XIV Hotel Indonesia Kempinski, Grand Hyatt &amp; Hotel Sahid

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Susandya dan Suryandari 2021, Maria dkk 2021, Siahaan dkk 2019, Hendrick dkk 2019, Dariana 2018, dan Julita dkk 2017 menyatakkan bahwa etika auditor

Kegiatan Waktu 1 Koordinasi dengan mitra Juli 2021 2 Webinar pengenalan Augmented Reality dan Penawaran Workshop AR Agustus 2021 3 Pelaksanaan workshop AR