PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Seberapa efektifkah PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) bagi siswa kelas VIII MTs Guppi Bulukasa Kabupaten Bone. Bagaimana peningkatan kemampuan mendesain motif batik setelah penerapan PAKEM siswa kelas VIII di MTs Guppi Bulukasa Kabupaten Bone?
TujuanPenelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat bagi sekolah, sebagai informasi yang dapat dijadikan acuan dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni budaya. Manfaatnya bagi guru, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam perancangan pembelajaran di kelas khususnya mata pelajaran Seni Budaya. Bagi peneliti agar mempunyai wawasan yang lebih luas mengenai model pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dalam penerapan materi desain motif batik pada mata pelajaran seni budaya.
KAJIAN PUSTAKA
Kerangka Pikir
Meningkatkan kemampuan mendesain motif batik menggunakan model PAKEM pada siswa kelas VIII MTs Guppi Bulukasa Kabupaten Bone. Peningkatan kemampuan mendesain motif batik yaitu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi desain motif batik yang diajarkan setelah penerapan model PAKEM. Berdasarkan observasi awal mengenai peningkatan keterampilan desain motif batik yang dilakukan dengan menggunakan model PAKEM.
Memberikan tes latihan kepada siswa sebagai evaluasi untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa dalam menyelesaikan tugas desain motif batik berdasarkan materi yang diajarkan pada siklus I. Pada saat melakukan penelitian, guru siswa menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran, membimbing dan memahami siswa untuk meningkatkan kemampuan merancang motif batik sesuai model PAKEM. Tes I dan II digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. siklus yang mana hasil belajar digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa setelah diterapkan model PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) pada materi desain batik.
Materi yang disampaikan pada siklus I pertemuan kedua adalah memahami materi desain motif batik dan menggambar motif batik yang ada disekitarnya. Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwa hasil belajar siswa pada peningkatan desain motif batik siswa kelas VIII MTs Guppi Bulukasa dengan menggunakan model PAKEM. Berdasarkan data observasi guru dan hasil penilaian belajar siswa pada siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PAKEM pada materi desain motif batik dapat meningkatkan aktivitas belajar dan aktivitas siswa. hasil belajar. .
Guru akan melakukan sesi tanya jawab tentang pemahaman umum desain motif batik kepada siswa dan memberikan materi. Guru menginstruksikan siswa menggambar desain motif batik di sekelilingnya sesuai langkah-langkah yang telah dijelaskan. Siswa membaca buku referensi desain motif batik dan jenis desain motif batik.
Guru menginstruksikan siswa menggambar salah satu jenis desain motif batik dengan menggunakan model standar dengan menggunakan langkah-langkah yang telah dijelaskan.
METODE PENILITIAN
Lokasidan Subjek Penelitian
Variabel dan Desain Penelitian
Devinisi dan Operasional Variabel
Prosedur Penelitian
Membuat rancangan proses pembelajaran yang memuat indikator-indikator yang ingin dicapai dalam setiap pembahasan dan apa saja yang perlu dilakukan pada kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Hasil penelitian siklus I dilaksanakan berdasarkan lembar observasi yang dirancang dengan memperhatikan faktor-faktor seperti kehadiran, persiapan, keseriusan dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan refleksi ini dilaksanakan untuk mempelajari dan menyelidiki permasalahan yang belum timbul, serta tindakan yang akan diambil dalam kegiatan selanjutnya.
Evaluasi dilakukan pada akhir siklus II dengan memberikan tes gambar desain motif batik untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa selama siklus II.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Tesis Diploma yang berjudul Peningkatan Kemampuan Mendesain Motif Batik Dengan Model PAKEM Siswa Kelas VIII. kelas di MTs Guppi Kabupaten Bulukasa. MTs Guppi Bulukasa Kabupaten Bone kelas VIII yang mempelajari seni budaya memiliki siswa yang sangat antusias dan sangat kreatif. Bahkan saat ini beberapa motif batik tradisional hanya digunakan oleh keluarga kerajaan Yogyakarta dan Surakarta.
Motif batik merupakan desain awal dalam proses pembatikan. Ada ribuan desain batik yang diciptakan oleh perajin dan seniman di Indonesia. Salah satu ciri ragam hias motif batik geometris ini adalah motifnya yang mudah terbagi menjadi beberapa bagian yang disebut “raport”. Motif batik hewan merupakan salah satu motif hias yang diambil dari beberapa motif batik hewan.
Proses pembelajaran kreatif merupakan suatu cara untuk merangsang kreativitas siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir dan melakukan tindakan. Tujuan dari model PAKEM adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan mempersiapkan siswa memperoleh keterampilan, pengetahuan dan sikap untuk kehidupan masa depan mereka. dapat dijadikan konsep utama untuk memikirkan peningkatan keterampilan desain motif batik dengan menggunakan model PAKEM pada siswa kelas VIII MTs Guppi Kecamatan Bulukasa.
Beberapa sasaran penting pengamatan ini adalah materi pembelajaran, media, fasilitas atau model pembelajaran yang digunakan dalam desain motif batik.
Teknik Analisis Data
- Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah jika terdapat peningkatan skor rata-rata hasil belajar siswa pada materi desain motif batik pada mata pelajaran seni budaya VIII MTs Guppi Bulukasa Kabupaten Bone dikaitkan dengan bahan ajar yang diberikan. Melakukan proses penyelidikan bahasa Jawa terhadap contoh-contoh motif batik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. kemudian guru menyampaikan tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian peningkatan desain motif batik tidak mengalami peningkatan pada siklus I pertemuan pertama dan kedua, hal ini terlihat dari hasil belajar siswa yang belum mencapai ketuntasan, minimal 40% siswa yang sudah mencapai nilai standar. dan ketuntasan klasikal harus mencapai 70%.
Artinya perbaikan desain motif batik dengan model PAKEM belum berhasil dan perlu dilanjutkan pada siklus kedua. Guru menjelaskan materi desain pada Siklus I pada pertemuan pertama dan contoh desain pada pertemuan kedua. Sedangkan pada Siklus II, pada pertemuan pertama guru menjelaskan jenis-jenis desain motif batik, dan pada pertemuan kedua guru menjelaskan contoh-contoh desain motif batik. Kesimpulan yang dapat diambil adalah pembelajaran desain motif batik dapat bermanfaat jika siswa mampu memahami dan menerapkan ilmu disertai dengan model pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan di masa depan.
Guru akan melakukan sesi tanya jawab tentang pengertian desain motif batik yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan memaparkan materi yang akan dipelajari mengenai pengertian desain motif batik dan jenis-jenis desain motif batik.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
Dan juga hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat besar pada pemahaman siswa terhadap bahan ajar yang disampaikan oleh guru. Dalam penerapan model pembelajaran yang tepat sangat penting untuk memilih model yang tepat dalam proses pembelajaran, khususnya pada model pembelajaran PAKEM yang dinilai efektif untuk pelaksanaan pembelajaran desain motif batik. Saran yang perlu dipertimbangkan kembali untuk penelitian selanjutnya antara lain mengumpulkan bahan atau informasi dan referensi terkait desain motif batik serta mendiskusikan dan menguasai materi tentang model pembelajaran khususnya model pembelajaran PAKEM.
SIMPULAN DAN SARAN
Saran
Kurangnya kemampuan siswa dalam menentukan ide dan pemikiran dalam mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru mempunyai peran untuk lebih memotivasi siswa, baik secara visual maupun verbal. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk verbal, tertulis, gerak tubuh atau hadiah untuk keberhasilan siswa.
Rencanakan kegiatan tindak lanjut dan kemudian berikan tugas, baik individu maupun kelompok, tergantung pada hasil belajar siswa.