Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena penulis dengan rahmat dan karunia-Nya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual Akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Tahun 2013 di Perbankan STIE Indonesia) Sekolah)". Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program sarjana (S1) jurusan akuntansi di STIE Indonesia Banking School. Hadirin sekalian, seluruh dosen dan pegawai STIE Indonesia Banking School yang tidak dapat disebutkan satu per satu;
Agung Setia Budi, S.E, teman bermainku dari kecil sampai sekarang, terima kasih atas waktu dan bimbingannya dalam penulisan skripsi ini; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual dapat mempengaruhi tingkat pemahaman akuntansi. Populasi dan sampel ini adalah mahasiswa akuntansi angkatan 2013 yang masih aktif kuliah di STIE Indonesia Banking School.
Mengukur tingkat pemahaman akuntansi dengan indikator Satuan Acara Kuliah (SAP) dan Rencana Studi Semester (RPS) pembelajaran mata kuliah akuntansi yang diperoleh dari sivitas akademika STIE Indonesia Banking School. Hasil penelitian ini adalah kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Populasi dan sampel. Ini adalah mahasiswa akuntansi angkatan 2013 dan masih aktif di STIE Sekolah Perbankan Indonesia.
The tendency to ask, the independent measurement of level understanding through accounting indicator Satuan Acara Perkuliahan (SAP) and Rencana Pembelanja Semester (RPS) of the accounting courses at the academic STIE Indonesia Banking School.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kecerdasan intelektual memegang peranan penting bagi mahasiswa dalam memahami akuntansi, namun hal ini tidak akan berjalan baik jika tidak diimbangi dengan kemampuan mengendalikan emosi atau kecerdasan emosional, karena kurangnya kecerdasan emosional dapat menyebabkan mahasiswa mudah frustasi ketika dihadapkan pada permasalahan akuntansi. dengan masalah. . Rachmi (2010) mengatakan sebaliknya, tanpa keseimbangan kecerdasan spiritual akan menghasilkan generasi yang mudah putus asa dan depresi, suka berkelahi bahkan menggunakan obat-obatan terlarang, sehingga banyak siswa yang kurang sadar akan tugasnya sebagai pelajar. . yaitu belajar. Oleh karena itu, kecerdasan spiritual dapat mendorong siswa untuk mencapai keberhasilan dalam studinya, karena kecerdasan spiritual merupakan landasan yang mendorong efektifnya berfungsinya kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.
Namun penelitian lain menemukan bahwa kecerdasan intelektual tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi yang dilakukan oleh Dwijayanti (2009) didukung oleh Takharah (2016). Dengan demikian, penelitian ini menimbulkan pernyataan yang tidak konsisten mengenai tingkat pemahaman akuntansi berdasarkan kecerdasan intelektual. Penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dilakukan oleh Rachmi (2010), didukung oleh Yani (2011), Putro dan Anita (2016), Jayadi (2013), Isaac (2014) . ), dan Artana dkk. (2014).
Namun penelitian lain menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi yang dilakukan oleh As Sahara (2014) dan didukung oleh Widyawati dkk (2014) dan Takharah (2016). Dengan demikian, penelitian ini menimbulkan klaim yang tidak konsisten mengenai sejauh mana akuntansi dipahami melalui kecerdasan emosional. Menurut Ginanjar (2005), kecerdasan spiritual diartikan sebagai kemampuan memberi makna spiritual pada pikiran, perilaku, dan aktivitas serta kemampuan mensinergikan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual secara menyeluruh.
Dari segi kecerdasan spiritual akan membantu siswa memiliki kualitas hidup yang baik dan ketenangan dalam menghadapi permasalahan. Penelitian sebelumnya yang mengetahui bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi dilakukan oleh Rachmi (2010) didukung oleh Zakiah (2013) dan Ishak (2014). Namun penelitian lain menemukan bahwa kecerdasan spiritual tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi yang dilakukan oleh Yani (2011) didukung oleh As Sahara (2014), Asih (2015).
Oleh karena itu, penelitian ini memunculkan pernyataan yang tidak konsisten mengenai tingkat pemahaman akuntansi melalui kecerdasan spiritual. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian gabungan Rachmi (2010) yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual dan Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi” dan Yani (2011) yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional”. dan kecerdasan spiritual terhadap pemahaman akuntansi”. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan maka peneliti akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul tesis “Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi Angkatan 2013 STIE Indonesia Bankskole)".
Perumusan Masalah
Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah akuntansi di STIE Indonesian Banking School tahun 2013. Sebab mahasiswa angkatan 2013 merupakan mahasiswa tingkat akhir yang dianggap telah menyelesaikan akuntansi secara keseluruhan mulai dari akuntansi awal hingga akuntansi keuangan lanjutan dan mata kuliah terkait akuntansi.
Tujuan Masalah
Manfaat Penelitian
Dapat memberikan masukan kepada mahasiswa agar dapat mengembangkan kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual sehingga dapat lebih memahami akuntansi dan mengembangkan proses belajarnya sesuai dengan kemampuannya. Penelitian ini bermanfaat dalam memberikan gambaran kesiapan mahasiswa akuntansi calon profesi akuntansi. Dapat menentukan sikap-sikap yang diperlukan untuk ikut serta dalam penyiapan pelaku profesional yang handal dan profesional.
Sistematika Penulisan
Pada bab ini penulis membahas tinjauan pustaka yang membahas tentang teori-teori yang berkaitan dengan teori pembelajaran sosial, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, tingkat pemahaman akuntansi, uraian penelitian terdahulu, kerangka konseptual dan pengembangan hipotesis. Selain hasil analisis, berisi interpretasi hasil pengolahan data menggunakan SPSS 23 versi Windows. Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kesehatan jasmani untuk memprediksi kinerja belajar mahasiswa akuntansi (Studi Empiris mahasiswa tingkat akhir (Skipsi) Sarjana Akuntansi FE Untar).
Pengaruh kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan perilaku belajar terhadap pemahaman akuntansi (studi kasus pada mahasiswa S1 akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja dan mahasiswa S1 Universitas Udayana Denpasar). Pengaruh perilaku belajar, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial terhadap pemahaman akuntansi. Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial terhadap pemahaman akuntansi (Studi kasus mahasiswa akuntansi angkatan 2011 di Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Pengaruh kecerdasan emosional, perilaku belajar dan budaya terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi. Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Perilaku Belajar Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Pada Mahasiswa Program Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya. Pengaruh Kecerdasan Intelektual Terhadap Pemahaman Akuntansi Dengan Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual Dan Kecerdasan Sosial Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris : Mahasiswa : Mahasiswa Fakultas): Ekonomi, Jurusan Akuntansi, Universitas Jenderal Sudirman).
Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan perilaku belajar terhadap pemahaman akuntansi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Pengaruh kecerdasan intelektual terhadap wawasan akuntansi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sebagai variabel moderasi. Pengaruh kecerdasan emosional, perilaku belajar, pengetahuan akuntansi di sekolah menengah dan minat belajar bidang akuntansi (Studi pada mahasiswa Program Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya angkatan 2012 dan 2013).
Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual terhadap sikap etis mahasiswa akuntansi (studi pada perguruan tinggi negeri di Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan). Pengaruh kecerdasan emosional, perilaku belajar dan budaya terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel moderasi (Studi Empiris pada mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Madiun). Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Akuntansi (Survei Empiris Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Jember Tahun 2009).
Variabel Kecerdasan Intelekrual (KIN)
Variabel Kecerdasan Emosional (KEM)
6 Saya sangat tertarik jika suatu tugas atau soal rumit yang melibatkan bilangan belum memberikan hasil yang benar.
Variabel Kecerdasan Spiritual (KSP)
Tingkat Pemahaman Akuntansi (TPA)
3 Saya dapat menyiapkan laporan konsolidasi yang menunjukkan pengaruh penjualan tanah dan properti yang disusutkan antar perusahaan dengan menggunakan metode ekuitas.
Variabel Kecerdasan Emosional (KEM) NO
2 Saya dapat menerapkan prinsip pengenalan dan pencatatan persediaan dengan menggunakan sistem perspektif, periodik, FIFO dan rata-rata. 1 Saya dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan ekuitas, laba per saham, dan pajak tangguhan.