Untuk memenuhi persyaratan memperoleh nilai Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Disusun Oleh:
1. EKA SHINTYA PRATIWI (16312334) 2. MIGE JISNU FAUZAN (16312320) 3. MUHAMMAD REYNALDO (16312303)
PROGRAM STUDI S1 INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA BANDAR LAMPUNG
2019
iv
rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini. Penulisan Laporan PKL ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan nilai Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Program Studi S1 Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
Penulis menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan laporan PKL ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E. M.B.A. selaku Rektor Universitas Teknokrat Indonesia.
2. Y. Agus Nurhuda, S.Si., M.Cs., selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
3. Dyah Ayu Megawaty, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua Program studi S1 Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia.
4. Zaenal Abidin, S.Si., S.Kom., M.T. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing penulis menyelesaikan Laporan PKL ini.
5. Parjito, S.Kom., M.Cs., Selaku Dosen Penguji yang telah meluangkan waktu untuk menguji Laporan PKL ini
6. Pihak Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung yang telah banyak membantu dan memberikan bimbingan selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan serta membantu dalam usaha memperoleh data yang penulis perlukan;
Akhir kata, penulis berharap semoga Allah SWT berkenan membalas segala kebaikan semua pihak yang telah membantu dan semoga Laporan PKL ini membawa manfaat.
Bandar Lampung, 19 Agustus 2019 Penulis
v
LEMBAR JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
LEMBAR PENGESAHAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
DATAR GAMBAR ... vii
DATAR TABEL ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
RINGKASAN PELAKSANAAN PKL ... xi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang PKL ... 1
1.2 Tujuan PKL ... 2
1.3 Kegunaan PKL... 2
1.4 Tempat PKL ... 3
1.5 Jadwal Pelaksanaan PKL... 4
BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL ... 5
2.1 Sejarah Perusahaan ... 5
2.2 Kegiatan Umum Perusahaan ... 6
2.3 Makna Logo ... 6
2.4 Visi dan Misi Perusahaan ... 8
2.5 Struktur Organisasi ... 8
2.6 Tugas dan fungsi Jabatan ... 12
BAB III PELAKSANAAN PKL ... 27
3.1 Pelaksanaan PKL : EKA SHINTYA PRATIWI, NPM 16312334 ... 27
3.1.1 Bidang Kerja ... 27
3.1.2 Pelaksanaan Kerja ... 27
3.1.3 Kendala Yang Dihadapi ... 39
3.1.4 Cara Mengatasi Kendala ... 40
3.2 Pelaksanaan PKL : MIGE JISNU FAUZAN, NPM 16312320 ... 40
vi
3.2.3 Kendala Yang Dihadapi ... 47
3.2.4 Cara Mengatasi Kendala ... 47
3.3 Pelaksanaan PKL : MUHAMMAD REYNALDO, NPM 16312303 . 48 3.3.1 Bidang Kerja ... 48
3.3.2 Pelaksanaan Kerja ... 48
3.3.3 Kendala Yang Dihadapi ... 55
3.3.4 Cara Mengatasi Kendala ... 56
BAB IV PENUTUP ... 58
4.1 Kesimpulan ... 58
4.2 Saran ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 60
LAMPIRAN ... 61
ix
Hal.
Tabel 1.1 Jadwal Pelaksanaan PKL... 4
vii
Gambar 1.1 Denah lokasi Pelaksanaan PKL di Balai KIPM Lampung ... 4
Gambar 2.1 Logo Balai KIPM Lampung ... 7
Gambar 2.2 Struktur Organisasi Umum Balai Besar KIPM ... 9
Gambar 2.3 Struktur Organisasi Umum Balai KIPM ... 10
Gambar 2.4 Struktur Organisasi Kerja dan Nama Pegawai Balai KIPM ... 11
Gambar 3.1 Kegiatan Apel Pagi ... 28
Gambar 3.2 Surat Masuk dan Lembar Disposisi ... 29
Gambar 3.3 Jadwal Tugas Oprasional Balai KIPM Lampung bulan mei 2019 ... 31
Gambar 3.4 Surat Tugas Dinas ... 32
Gambar 3.5 Surat Perjalanan Dinas (SPPD) ... 34
Gambar 3.6 Surat Perjalanan Dinas (SPPD) ... 35
Gambar 3.7 Pembukuan Surat Masuk ... 36
Gambar 3.8 Pembukuan Surat Keluar ... 37
Gambar 3.9 Pengarsipan Surat Secara Manual ... 38
Gambar 3.10 Proses Editing Foto ... 39
Gambar 3.11 Arsip Data Pegawai ... 42
Gambar 3.12 Surat Cuti ... 43
Gambar 3.13 Struktur Pegawai Tata Usaha ... 44
Gambar 3.14 Surat Edaran ... 45
Gambar 3.15 Monitoring ... 46
Gambar 3.16 Bimbingan Teknis Kesehatan Ikan ... 47
Gambar 3.17 Instalasi Software AVG ... 49
Gambar 3.18 Pembuatan Infografis ... 50
Gambar 3.19 Tampilan Form Login Aplikasi Emas... 51
Gambar 3.20 Tampilan Form Menu Utama Aplikasi Emas ... 51
Gambar 3.21 Tampilan Form Data Surat Masuk ... 52
Gambar 3.22 Tampilan Form Data Surat Keluar ... 52
Gambar 3.23 Tampilan Laporan Data Surat Masuk ... 53
viii
Gambar 3.26 Acara Apresiasi Budidaya Perikanan ... 55 Gambar 3.27 Audit PT. Seafood Indonesia ... 55
x
Lampiran 1 Surat Tugas ... 61
Lampiran 2 Daftar Hadir PKL ... 62
Lampiran 3 Daftar Hadir PKL ... 63
Lampiran 4 Catatan Harian Eka Shintya Pratiwi... 64
Lampiran 5 Catatan Harian Eka Shintya Pratiwi... 65
Lampiran 6 Catatan Harian Mige Jisnu Fauzan ... 66
Lampiran 7 Catatan Harian Mige Jisnu Fauzan ... 67
Lampiran 8 Catatan Harian Muhammad Reynaldo ... 68
Lampiran 9 Catatan Harian Muhammad Reynaldo ... 69
Lampiran 10 Daftar Nilai Eka Shintya Pratiwi ... 70
Lampiran 11 Daftar Nilai Eka Shintya Pratiwi ... 71
Lampiran 12 Daftar Nilai Eka Shintya Pratiwi ... 72
Lampiran 13 Daftar Nilai Eka Shintya Pratiwi ... 73
Lampiran 14 Daftar Nilai Mige Jisnu Fauzan ... 74
Lampiran 15 Daftar Nilai Mige Jisnu Fauzan ... 75
Lampiran 16 Daftar Nilai Mige Jisnu Fauzan ... 76
Lampiran 17 Daftar Nilai Mige Jisnu Fauzan ... 77
Lampiran 18 Daftar Nilai Muhammad Reynaldo ... 78
Lampiran 19 Daftar Nilai Muhammad Reynaldo ... 79
Lampiran 20 Daftar Nilai Muhammad Reynaldo ... 80
Lampiran 21 Daftar Nilai Muhammad Reynaldo ... 81
Lampiran 22 Foto bersama Pembimbing Praktik Kerja Lapangan ... 82
xi
Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan sarana mengaktualisasi diri terhadap beberapa keahlian atau keterampilan baik softskill atau hardskill dan merepresentasikan penerapan ilmu praktik dan teori yang diperoleh penulis selama perkuliahan, dan keahlian – keahlian ini diterapkan di suatu perusahaan atau instansi selama beberapa bulan. Pada laporan PKL ini, disajikan beberapa kegiatan pelaksanaan kerja, temuan kendala atau masalah dan usulan solusi terhadap kendala atau masalah yang dihadapi penulis. Penempatan PKL pada Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung selama 2 bulan yaitu pada bulan tanggal 01 April sampai dengan 31 Mei 2019. Penulis mendapatkan pembagian pelaksanaan kerja, yaitu pelaksanaan kerja pada bagian Tata Usaha, dan bagian Tata Pelayanan. Kegiatan yang dilakukan pada bidang – bidang kerja ini meliputi, Kearsipan surat, administrasi, dan tata kelola pegawai.
Dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan yang telah dilaksanakan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung, penulis mendapatkan permasalahan. Permasalahan terdapat pada pengarsipan dan tata kelola surat. Maka, penulis mampu menyelesaikan permasalahan yang terdapat di perusahaan, yaitu, dengan membuat sebuah aplikasi sederhana berbasis desktop. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi pengarsipan surat yang bernama EMAS (Elektronik Manajemen Administrasi Surat). Aplikasi ini dapat menyimpan data surat masuk, surat keluar, serta report surat. Aplikasi ini di terima dengan baik dan telah diterapkan di perusahaan, sehingga memudahkan dan menyelesaikan permasalahan yang terdapat di pelaksanaan kerja sebelumnya.Dengan terciptanya aplikasi ini maka penulis telah mampu mempresentasikan penerapan ilmu praktik dan teori yang telah diperoleh selama proses perkuliahan. Dan terlasananya proses aktualisasi diri terhadap beberapa keahlian atau keterampilan baik softskill atau hardskill penulis.
Kata Kunci: Universitas Teknokrat Indonesia, PKL, Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung.
1.1 Latar Belakang
Universitas Teknokrat Indonesia sebagai institusi pendidikan yang mengedepankan kualitas mahasiswa dalam menjawab tantangan dunia kerja, menilai perlu diadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hal ini merupakan realisasi tuntutan Tujuan Pendidikan Nasional dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Objek kajian program PKL adalah penerapan ilmu pengetahuan di instansi maupun perusahaan yang menjadi mitra program PKL.
Program PKL merupakan akumulasi dari kegiatan belajar yang telah ditempuh oleh mahasiswa di FTIK Universitas Teknokrat Indonesia. Menurut Buku Pedoman Pelaksanaan & Penyusunan Laporan PKL Universitas Teknokrat Indonesia (2018) PKL dapat diartikan sebagai sarana pelatihan mental, sikap, penerapan ilmu, dan pembentukan awal lulusan yang kompeten pada bidangnya masing-masing. Dengan demikian PKL adalah suatu kegiatan yang terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program pelatihan berupa kinerja dalam semua hal yang berhubungan dengan penerapan ilmu yang telah dipelajari.
PKL dilaksanakan di perusahaan-perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. Selain itu juga mahasiswa/I juga diberi kesempatan dalam memilih tempat Praktik Kerja lapangan tersebut. PKL diselenggarakan secara sistematis dan terjadwal di bawah bimbingan dosen pembimbing yang memenuhi syarat.
PKL merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh oleh mahasiswa untuk mengikuti kegiatan akhir perkuliahan jenjang Strata 1 (S1) dan Diploma III (D3).
Pada tahun 2019 Program studi S! Informatika FTIK Universitas Teknorat Indonesia menyelenggarakan Praktik Kerja Lapangan bagi mahasiswa/I selama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal 1 April 2019 sampai dengan 31 Mei 2019.
Penulis memilih tempat Praktik Kerja Lapangan pada Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Lampung merupakan sarana strategis dalam proses pembentukan kemampuan dan kopetensi yang di miliki mahasiswa sebagai tenaga kerja professional dalam dunia kerja.
Ilmu, informasi , dan wawasan yang diperoleh penulis pada perusahaan dapat
dijadikan pembelajaran yang berharga sehingga dapat menambah pengalaman penulis.
1.2 Tujuan PKL
Tujuan dari pelaksanaan Paktik kerja lapangan adalah:
1). Untuk memberikan gambaran nyata tentang penerapan atau implementasi dari ilmu atau teori yang selama ini diperoleh pada perkuliahan dan membandingkannya dengan kondisi nyata yang ada di lapangan.
2). Melatih mahasiswa calon lulusan agar memmiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan dunia kerja.
3). Memberikan saran pengembangan kepribadian bagi mahasiswa calon lulusan di dunia kerja.
4). Menambah wawasan keilmuan bagi mahasiswa PKL secara langsung mengenai prosedur kerja di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung.
1.3 Kegunaan Praktik kerja Lapangan (PKL)
Kegunaan dalam melaksanakan Praktik kerja Lapangan bagi mahasiswa, bagi Univetsitas Teknokrat Indonesia, dan bagi Perusahaan yaitu:
a. Bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa kegunaan dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan adalah sebagai berikut :
1). Mahasiswa dapat mengakomodasikan antara konsep teori yang di peroleh dari perkuliahan dengan kenyataan operasional lapangan kerja sesungguhnya.
2). Mahassiswa dapat meningkatkan dan memantapkan sikap professional untuk masuk ke lapangan pekerjaan yang sebenarnya.
3). Sebagai media pengenal antara lingkungan kerja kampus.
4). Sebagai acuan untuk bekerja nantinya.
b. Bagi Universitas Teknokrat Indonesia (UTI)
Bagi Universitas Teknokrat Indonesia kegunaan dalam melaksanakan Praktik
Kerja Lapangan adalah sebagai berikut :
1). Sebagai bahan evaluasi kurikulum yang telah di tetapkan.
2). Merupakan saran komunikasi langsung antara pihak fakultas denngan perusahaan.
3). Sebagai media kerja sama antara lingkungan kerja dan kampus.
c. Bagi Perusahaan
Bagi Universitas Teknokrat Indonesia kegunaan dalam menyelenggarakan Praktik Kerja Lapangan adalah sebagai berikut :
1). Memberikan masukan dan pertimbangan untuk lebih meningkatkan kualitas perusahaan serta ikut memajukan pembangunan dalam bidang pendidikan.
2). Membantu menyelesaikan pekerjaan pegawai.
1.4 Tempat Praktik Kerja Lapangan
Tempat pelaksanaan PKL dilaksanakan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung yang beralamat di Jl. Soekarno – Hatta No. 91 Km.6-7, Campang Raya, Kec.
Sukabumi - Bandarlampung, Lampung. Telepon/Fax: 0721-770087. E-mail : [email protected], [email protected]
Balai KIPM Lampung ini merupakan perusahaan yang terbagi menjadi 4 (empat) wilayah kerja, diantaranya, Kantor Balai KIPM Lampung, Wilayah Kerja Balai KIPM Lampung Pelabuhan Panjang, Wilayah Kerja Balai KIPM Lampung Pelabuhan Bakauheni, Wilayah Kerja Balai KIPM Lampung Bandara Raden Inten. Adapun jarak yang harus ditempuh penulis dari Universitas Teknokrat Indonesia ke Balai KIPM Lampung sekitar 7,5km, rute dapat di lihat pada gambar 1.1. :
Gambar 1.1. Denah Lokasi Pelaksanaan PKL Sumber: Google Maps
1.5 Jadwal Waktu Pelaksanaan PKL
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada Semester Genap yang berlangsung selama 2 bulan atau 61 hari mulai dari tanggal 01 April sampai 31 Mei 2019. Jam kerja pelaksanaan PKL pada Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung, setiap hari Senin sampai Kamis pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dan hari Jum’at pukul 08.00 sampai 16.30 WIB. Dan waktu penyusunan laporan Praktik kerja Lapangan (PKL) adalah selama 60 hari kerja terhitung dari keluarnya surat Keputusan mulai dari tanggal 01 April sampai 31 Mei 2019. Jadwal waktu kerja Selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) dapat dilihat pada tabel 1.1. berikut:
Tabel 1.1. Jadwal Pelaksanaan PKL
No Hari
Jam Kerja
Jam Masuk Jam istirahat Jam Pulang
1 Senin 08.00 12.00 – 12.30 16.00
2 Selasa 08.00 12.00 – 12.30 16.00
3 Rabu 08.00 12.00 – 12.30 16.00
4 Kamis 08.00 12.00 – 12.30 16.00
5 Jum’at 08.00 11.30 – 13.00 16.30
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PKL
2.1 Sejarah Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung
Balai Karantina Ikan,, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung terletak di Jl. Soekarno-Hatta No.91 Km. 6-7,Campang raya.Sukabumi Bandar Lampung. Sejarah pembentukkan Balai KIPM Lampung dimulai pada tahun Pada tahun 1983 berdasarkan Surat Keputusan Dinas Perikanan Provinsi Lampung nomor: Eka/211/4772/1983 dibentuklah stasiun karantina pada tiga pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Panjang, bandara Radin Inten II, dan pelabuhan penyebrangan Bakauheni. Pada tahun 1986 berdasarkan Surat Keputusan Dinas Perikanan Provinsi Lampung nomor: 430/s/1943/1986 Stasiun Karantina ikan di provinsi Lampung dilimpahkan ke Departemen Pertanian dibawah Pusat Karantina yang membawahi Karantina Tumbuhan, Hewan dan Ikan. Pada tahun 1986 Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Karantina Pertanian Nomor:
178A.KEP1400/KP.140./kpts/VI/86 dibentuklah Pos Karantina Ikan Branti Pusat Karantina Pertanian Departemen Pertanian. Pada tahun 1989 Organisasi Karantina Ikan menjadi Wilker Karantina Ikan Pelabuhan panjang di bawah Balai Karantina Ikan Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Tahun 2001 Karantin Ikan dipisahkan dari Departemen Pertanian dan masuk ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan keputusan Presiden tentang organisasi Departemen dan kemeterian Negara. Tahun 2002 yaitu Wilker Karantina Ikan Pelabuhan Panjang, yang merupakan wilayah kerja di bawah Balai Karantina Ikan Bandara Soekamo-Hatta Cengkareng yang kemudian statusnya dinaikkan menjadi pos sesuai dengan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor.KEP.29/MEN/2002, tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan. Tahun 2004 Pos Karantina Ikan Panjang diubah menjadi Stasiun Karantina Kelas II Panjang, melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.21/MEN/2008 seiring dengan pengembangan organisasi dan kelembagaan, maka tahun 2009 Stasiun Karantina Kelas II Panjang, juga mengalami perubahan menjadi Stasiun Karantina Ikan kelas I Panjang Lampung.
Mengingat semakin besar dan kompleksnya tanggung jawab serta peranan Karantina Ikan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, maka pada akhir tahun 2010 Stasiun Karantina Ikan kelas I Panjang Lampung, sudah tidak dibawah sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, namun menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 54/PERMEN-KP/2017 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Stasiun KIPM Kelas I Lampung dinaikkan statusnya menjadi Eselon III menjadi Balai Karantina lkan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung.
2.2 Kegiatan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung.
Karantina ikan bertugas mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit ikan dari luar negeri dan dari satu area ke area lain di dalam negeri.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Karantina Ikan mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Mencegah masuknya hama dan penyakit ikan Karantina ke dalam wilayah negara Republik Indonesia.
b. Mencegah tersebarnya hama dan penyakit ikan Karantina dari suatu area ke area lain diwilayah Republik Indonesia.
c. Mencegah keluarnya hama dan penyakit ikan Karantina dari Wilayah Negara Republik Indonesia sesuai dengan persyaratan Negara penerima atau tujuan.
2.3 Makna Logo
Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung memiliki logo seperti pada gambar 2.1
Gambar 2.1 Logo Balai KIPM Lampung Sumber: Balai KIPM Lampung
Pada Logo BKIPM menampilkan konsep pita dalam bentuk ikan yang mempunyai makna sebagai berikut:
2.4.1 Arti Bentuk
Arti bentuk pita pada logo Balai KIPM Lampung yaitu bentuk ikan dengan 3 (tiga) gradasi warna memiliki arti kerjasama, saling mengisi, berdampingan dan kesatuan dari BKIPM. Bentuk entang mengartikan pada bagain akhir pita warna oranye mencerminkan keamanan dan kualitas yang terjamin oleh BKIPM.
2.4.2 Arti Warna
Arti warna Oranye pada logo Balai KIPM yaitu mempresentasikan perikanan darat. Sedangkan warna Tosca memiliki arti perikanan laut.
2.4.3 Arti Huruf
Arti huruf Tipe sans serif yaitu menggunakan huruf kecil yang merefleksikan bahwa BKIPM sebagai Lembaga pemerintah tetap fleksibel mengikuti perkembangan zaman, sedangkan arti huruf sans serif modern mengedepankan pelayanan yang ramah, professional, efisien. Sedangkan tipe case Bold memiliki arti integeritas yang tinggi.
2.4.4 Arti keseluruhan Logo
Menggambarkan unsur kata pada BKIPM yaitu Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Oleh karena itu, logo BKIPM
memiliki arti yang sangat dalam yaitu memberikan pelayanan terhadap masyarakat terkait perkarantinaan ikan dan pengendalian jaminan mutu serta keamanan hasil perikanan.
2.4 Visi dan Misi
Berdasarkan data yang didapat dari Keputusan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Nomor 105/KEP- BKIPM/2017 Tanggal 04 Desember 2017 sebagai berikut:
2.4.1 Visi
Pembangunan Kedaulatan Perikanan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat.
2.4.2 Misi
Untuk mewujudkan visi pembangunan Kelautan dan Perikanan, maka misi yang diemban adalah :
1). Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
2). Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.
3). Memelihara Daya Dukung dan Kualitas Lingkungan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
2.5 Struktur Organisasi
Berikut ini adalah bentuk struktur organisasi secara umum Balai KIPM Lampung. di Jl. Soekarno-Hatta No.91 Km. 6-7,Campang raya.SukabumiBandar Lampung. Sesuai dengan Peraturan Mentri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor54/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Ikan, Pengedalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan.
2.5.1 Struktur Organisasi Umum Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, Dan Keamanan Hasil Perikanan
Struktur organisasi umum Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan dapat dilihat pada gambar 2.2.:
Gambar 2.2. Struktur Organisasi Umum Balai Besar KIPM
2.5.2 Struktur Organisasi Umum Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, Dan Keamanan Hasil Perikanan
Struktur organisasi umum Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan dapat dilihat pada gambar 2.3.:
Gambar 2.3. Struktur Organisasi Umum Balai KIPM
2.5.3 Struktur Organisasi dan Nama Pegawai Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, Dan Keamanan Hasil Perikanan Lampung.
Struktur organisasi umum Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan dapat dilihat pada gambar 2.4.:
Gambar 2.4 Struktur Organisasi Kerja dan Nama Pegawai Balai KIPM Lampung
(Sumber: Kerja Balai KIPM Lampung)
Kepala Balai Rusnanto, S.Pi., M.Si.
Kepala Seksi Wasdalin Muji Dwi Saptono,A.Pi., M.M
1. Masniah,SE., M.M 2. Septinawati, SE 3. Dodi Apriani, SE 4. Dodi Purwanto,SH 5. Agus Nadi, S.Sos 6. Rudi Aprizal, S.Sos 7. Muhammad Sahroni 8. Ansori Parisal
9. Lena Kusumaningrum, A.Md 10. Jiat Widarsono
11. Retno Wulandari, A.Md
1. Muhammad Ridwan, SH 2. Nuraini Nurdin, S.Pi 3. Fenny Komalasari, A.Md 4. Aris Kurniawan, A.Md 5. Hamzah Said, A.Md 6. Meci Desi Yulia 7. Sara Tiara Karusha 8. Resti Ervinita 9. Irfan, A.Md 10. Dodo Firmansyah 1. Sumino, S.Si., M.Biotech
2. Endah Wahyuni, S.Pi 3. Dini Oktaviani, S.Pi 4. Flishinger VDS, S.St.Pi 5. Joni Darmawansyah, S.St.Pi 6. Wirsan, S.Pi
7. Jimmy Margono, S.St.Pi 8. Santi Saluri Alam, S.Pi 1. Mutoharun, S.Pi
2. Made Andiyana, S.Pi 3. Tardiono, A.Md 4. Yayan Haryani, A.Md 5. Catur Sugeng Udiyanto, A.Md 6. Dadan Darmanto, A.Md 7. Riyan Aprizal, A.Md 8. Fifin Aspandi, A.Md 9. Sahri Romadoni N, A.Md 10. Aminah Ramayanti 11. Randi Abianzah 12. Cicilia Tri Anggraeni 13. Nofita Febriani 14. Muhammad Soleh 15. Syartoni 16. Ranggaeni Putri
Kepala Seksi Pelayanan Herman Mude, A.Pi., M.M
Kepala Subbag Tata Usaha Mailani, SH
Keterangan
Kepala Balai : Kepala Balai KIPM Lampung
Kepala Subbag Tata Usaha : Kepala Subbagian Tata Usaha BKIPM Lampung Kepala Seksi Pelayanan : Kepala Seksi Tata Pelayanan BKIPM Lampung Kepala Seksi Wasdalin : Kepala Seksi Pengawasan, Pengendalian dan
Informasi BKIPM Lampung
2.6 Tugas dan Fungsi Jabatan
Berikut ini adalah Tugas dan Fungsi Jabatan dari masing – masing jabatan di Kantor Balai KIPM Lampung.
2.6.1 Kepala Balai KIPM Lampung
Kepala Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Kepala Balai KIPM Lampung adalah
1). Melaksanakan penyusunan rencana, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan operasional BKIPM sesuai dengan rencana program Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
2). Melaksanakan pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
3). Melaksanakan pencegahan keluar dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia yang dipersyaratkan Negara tujuan.
4). Melaksanakan tindakan karantina terhadap media pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina/Hama dan Penyakit Ikan tertentu, jenis ikan dilindungi, dilarang, dibatasi, dan invasif, serta benda lain;
5). Melaksanakan pengujian terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina, Hama dan Penyakit Ikan tertentu, mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
6). Melaksanakan sertifikasi kesehatan ikan, sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan, dan sertifikasi keamanan hayati (biosecurity).
7). Melaksanakan pengelolaan dan pelayanan laboratorium dan instalasi.
8). Melaksanakan pembuatan koleksi media pembawa, Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan/atau Hama dan Penyakit Ikan tertentu.
9). Melaksanakan pemantauan terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina, mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
10). Melaksanakan pengawasan terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan keamanan hayati ikan.
11). Melaksanakan surveilans terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan keamanan hayati ikan.
12). Melaksanakan inspeksi, verifikasi, surveilans, audit, dan pengambilan contoh ikan dan hasil perikanan di Unit Pengolahan Ikan dalam rangka sertifikasi penerapan program manajemen mutu terpadu.
13). Melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu pelayanan operasional dan laboratorium.
14). Melaksanakan penindakan pelanggaran perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
15). Melaksanakan pengumpulan, pengolahan data dan informasi perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
16). Melaksanakan urusan ketatausahaan dan urusan rumah tangga.
17). Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait.
18). Melaksanakan pelaporan kegiatan.
19). Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh pimpinan.
b. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab dari Kepala Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di lingkungan Balai KIPM.
2). Ketepatan dan keakuratan dalam penyusunan rencana, program, anggaran, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan kerjasama di bidang karantina ikan, pengendalian mutu, dan keamanan hasil perikanan.
3). Ketepatan dan keakuratan hasil analisis dan kajian pengelolaan sarana dan prasarana.
4). Optimalisasi sistim dan prosedur pengembangan, pembinaan Karantina serta pemantauan.
5). Keharmonisan hubungan kerja di lingkungan Balai KIPM.
6). Kebenaran dan keakuratan laporan pelaksanaan kegiatan dilingkup Balai KIPM.
2.6.2 Kepala Subbag Tata Usaha
Kepala Subbag Tata Usaha Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Kepala Subbag Tata Usaha Balai KIPM Lampung adalah
1). Melakukan penyiapan penyusunan bahan rencana operasional Balai Karantina Ikan.
2). Melakukan pengelolaan administrasi keuangan.
3). Melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.
4). Melakukan pengelolaan ketatausahaan, persuratan dan kearsipan.
5). Melakukan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga.
6). Melakukan pelaporan kegiatan
7). Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan baik lisan maupun tertulis.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Kepala Subbag Tata Usaha Balai KIPM Lampung adalah 1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di Subbagian Tata
Usaha;
2). Keakuratan rencana program Subbagian Tata Usaha;
3). Ketepatan dan keakuratan hasil analisis dan kajian pengelolaan Subbagian Tata Usaha;
4). Optimalisasi pengelolaan administrasi TU & kepegawaian, keuangan dan RT & Perlengkapan;
5). Keharmonisan hubungan kerja di Subbagian Tata Usaha;
6). Kebenaran dan keakuratan laporan pelaksanaan kegiatan Subbagian Tata Usaha.
2.6.3 Kepala Seksi Pelayanan
Kepala Seksi Pelayanan Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Kepala Seksi Pelayanan Balai KIPM Lampung adalah
1). Melakukan upaya pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina dari luar negeri dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah Negara Republik Indonesia;
2). Melakukan pengelolaan pencegahan keluar dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan tertentu dari wilayah Negara Republik Indonesia yang dipersyaratkan Negara tujuan;
3). Melakukan pelaksanaan tindakan karantina terhadap media pembawa Hama dan Penyakit Ikan Karantina/Hama dan Penyakit Ikan tertentu, jenis ikan dilindungi, dilarang, dibatasi, dan invasif, serta benda lain.
4). Pelaksanaan pengujian terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina, Hama dan Penyakit Ikan tertentu, mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
5). Pelaksanaan sertifikasi kesehatan ikan, sertifikasi mutu dan keamanan hasil perikanan, dan sertifikasi keamanan hayati (biosecurity).
6). Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan laboratorium dan instalasi.
7). Pelaksanaan pembuatan koleksi media pembawa, Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan/atau Hama dan Penyakit Ikan tertentu.
8). Menyiapkan bahan-bahan rapat pimpinan;
9). Melaksanakan piket bagi pejabat struktural di kantor pelayanan Balai KIPM;
10). Melaksanakan pembuatan laporan kegiatan bidang tata pelayanan;
11). Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diperintahkan oleh pimpinan.
b. Tanggung jawab
Tanggung jawab dari Kepala Seksi Pelayanan Balai KIPM Lampung adalah 1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di lingkup Bidang
Tata Pelayanan Balai KIPM.
2). Keakuratan rencana program Seksi Tata Pelayanan;
3). Ketepatan dan keakuratan dalam penyusunan rencana, program, anggaran, monitoring dan evaluasi pelayanan instalasi/laboratorium serta pelayanan teknis pada Balai KIPM;
4). Optimalisasi Sistem dan prosedur dalam pengelolaan laboratorium/
instalasi, dan mekanisme pelayanan teknis di lapangan.
5). Keharmonisan hubungan kerja di lingkup Bidang Tata Pelayanan Balai KIPM.
6). Kebenaran dan keakuratan laporan pelaksanaan kegiatan Bidang Tata Pelayanan Balai KIPM.
2.6.4 Kepala Seksi Wasdalin
Kepala Seksi Wasdalin Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Kepala Seksi Wasdalin Balai KIPM Lampung adalah
1). Melakukan pemantauan terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina, mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan;
2). Melakukan pengawasan terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan keamanan hayati ikan;
3). Melakukan surveilans terhadap Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan keamanan hayati ikan;
4). Melakukan inspeksi, verifikasi, surveilans, audit, dan pengambilan contoh ikan dan hasil perikanan di Unit Pengolahan Ikan dalam rangka sertifikasi penerapan program manajemen mutu terpadu;
5). Melakukan penerapan sistem manajemen mutu pelayanan operasional dan laboratorium;
6). Melakukan penindakan pelanggaran perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan;
7). Melakukan pengumpulan, pengolahan data dan informasi perkarantinaan ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.
8). Melaksanakan pelaporan kegiatan
9). Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan baik lisan maupun tertulis
b. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab dari Kepala Seksi Wasdalin Balai KIPM Lampung adalah 1). Kelengkapan, penggunaan dan pemeliharaan peralatan pada Seksi
Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
2). Keakuratan rencana operasional pada Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
3). Ketepatan dan keakuratan hasil kerja pada Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
4). Optimalisasi pengelolaan pekerjaan pada Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
5). Keharmonisan hubungan kerja pada Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
6). Kebenaran dan keakuratan laporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pengawasan, Pengendalian dan Informasi.
2.6.5 Analis BMN
Analis BMN Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Analis BMN Balai KIPM Lampung adalah
1). Menyusun Laporan Barang Milik Negara Balai KIPM Lampung 2). Mengumpulkan bahan rekonsialiasi dengan Aplilakasi SAI
3). Menganalisa dan menelaah LaporannBarang Milik Negara Balai KIPM Lampung.
4). Menganalisa untuk rekonsiliasi data SIMAK.
5). Menyiapkan kegiatan penatausahaan Barang Milik Negara
6). Melakukan analisa dan menelaah usulan penghapusan aset Balai KIPM Lampung
7). Menganalisa tindak lanjut temuan pemeriksaaan internal/ekternal terkait BMN.
8). Menganalisa dan menelaah usulan dan rencaana kebutuhan BMN.
9). Menyiapkan bahan rencana pengadaan barang/jasa.
b. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab dari Analis BMN Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di Balai KIPM Lampung
2). Ketepatan dan keakuratan dalam penyusunan Laporan BMN dan RKBMN.
3). Terlaksananya penetapan status Barang Milik Negara Balai KIPM Lampung
4). Kebenaran dan keakuratan laporan Barang Milik Negara .
2.6.6 Analis Keuangan
Analis Keuangan Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian tugas
Tugas dari Analis Keuangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Menyusun rencana kerja dan program kerja Balai KIPM Lampung.
2). Mengolah dan menganalisa Apilkasi Sistem Akutansi Satker (sas) 3). Melakukan monitoring penyerapan anggaran Balai KIPM
4). Melakukan koordinasi dengan kanwil Perbendaharaan terkait aplikasi berbais akrual Balai KIPM.
5). Melakukan penyusunan Laporan Keuangan Balai KIPM.
6). Melakukan pendampingan pemeriksaan BPK dan Irjen.
7). Melakukan monitoring serta menyiapkan hasil Tindak lanjut pemeriksaan BPK/Irjen.
8). Menyusun Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Analis Keuangan Balai KIPM Lampung adalah 1). Menjaga Kelengkapan dan peralatan bekerja Balai KIPM.
2). Keakuratan dan ketepatan dalam menyusun rencana anggaran dan program.
3). Ketepatan dalam melaksanakan laporan penyerapan anggaran dan SPIP setiap bulannya.
4). Kelancaran dalam pelaksanaan audit ekternal dari BPK dan Irjen di Balai.
5). Pelaporan Sistem Pengendalian Instansi Pemeinah (SPIP) setiap bulan/triwulan.
6). Keharmonisan hubungan kerja lingkup Balai KIPM Lampung.
2.6.7 Analis Perencanaan
Analis Perancangan Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Analis Perancangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Melakukan peniapan dokumen rencana kegiatan dan Anggaran (RKA) Balai KIPM Lampung.
2). Melakukan penyusunan RKAL BKIPM Lampung.
3). Melakukan penyiapan dokumen rencana kegiatan PNBP.
4). Menyiapkan bahan penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA).
5). Menyiapkan bahan masukan standar biaya keluaran (SBK).
6). Membantu menyiapkan Dokumen Renja.
7). Menyusun konsep revisi RKAL dan DIPA/ POK.
8). Menyiapkan dokumen rencana kerja Balai KIPM Lampung.
9). Menyiapkan rencana aksi Pencapaian kinerja Balai KIPM Lampung.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Analis Perancangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan kerja (BMN) yang dipergunakan di lingkungan Balai KIPM Lampung.
2). Ketepatan dan keakurataan dalam penyusunan rencana kerja program anggaran di Balai KIPM Lampung.
3). Akuntabilitas pelaksanaan kegiatan di lingkungan Balai KIPM Lampung.
4). Kebenaran dan kesesuaian program kegiatan yang dapat dipertanggung jawabkan.
5). Keharmonisan hubungan kerja di lingkungan Balai KIPM Lampung.
2.6.8 Analis SDM Aparatur
Analis SDM Aparatur Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Analis SDM Aparatur Balai KIPM Lampung adalah 1). Melakukan sistem informasi manajemen pegawai (SIMPEG).
2). Mengumpulkan bahan dan menganalisa bahan usulan kenaikan gaji.
3). Melakukan penyiapan bahan administrasi usulan penghargaan pegawai Balai KIPM Lampung.
4). Melakukan penyiapan bahan administrasi usulan tugas belajar dan izin belajar Pegawai Balai KIPM Lampung.
5). Mengumpulkan bahan dalam rangka usulan karis , karsu, karpeg, taspen.
6). Mempelajari / menganalisa usulan KP4 pegawai yang masuk sebelum proses.
7). Mengumpulkan bahan, menganalisa data pegawai dan menyiapkan konsep DUK Pegawai Balai KIPM Lampung.
8). Mengumpulkan bahan, melakukan analisa serta memproses input data penilaian Prestasi kerja dan SKP.
9). Melakukan analisa dan penyiapan bahan usulan dalam rangka proses perceraian ke badan BKIPM.
10). Menyiapkan bahan serta menganalisa dalam rangka penyusunan uraian tugas Pegawai Balai KIPM Lampung.
11). Membuat dan memproses cuti pegawai.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Analis SDM Aparatur Balai KIPM Lampung adalah 1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di llingkungan
Balai KIPM Lampung.
2). Keakuratan dan ketepatan dalam penyusunan data pegawai.
3). Pengelolaan administrasi dan kenaikan pangkat pegawai, cuti, pengelolaan dan peningkatan SDM.
4). Tersedianya data pegawai yang ter up date.
2.6.9 Analis Tata Usaha
Analis Tata Usaha Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Analis Tata Usaha Aparatur Balai KIPM Lampung adalah 1). Menyusun program kerja dan anggaran terkait rumah tangga.
2). Melakukan iventarisasi ruang rapat Balai KIPM Lampung.
3). Melakukan inventarisasi peralatan kantor Balai KIPM lampung.
4). Melakukan inventarisasi peralatan dapur Balai KIPM lampung.
5). Menginventarisasi kendaraan oprasional kendaraan roda empat dan roda dua Balai KIPM Lampung.
6). Membantu atasan dalam mengkonsep surat kedinasan dan surat keputusan Balai KIPM Lampung.
b. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab dari Analis Tata Usaha Aparatur Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di lingkungan Balai KIPM Lampung.
2). Ketepatan dan keakuratan dalam penyusunan program kegiatan rumah tangga Balai KIPM Lampung.
3). Kelancaran pelaksanaan pemeliharaan peralatan rumahtangga Balai KIPM Lampung.
4). Keindahan dan kebersihan Balai KIPM Lampung terjaga.
5). Kebenaran dan keakuratan laporan rumah tangga kantor Balai KIPM Lampung.
2.6.10 Bendahara
Bendahara Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Bendahara Balai KIPM Lampung adalah 1). Melaksasnakan rekomondasi data ke KKPN.
2). Membantu menyiapkan DRPP dan menyusun DRPP serta data dukung.
3). Membantu menyiapkan jawaban atas tindak lanjut temuan irjen dan BPK.
4). Memerikasa dan meneliti berkas pertanggungjawaban kegiatan Balai KIPM Lampung.
5). Mencatat dan menatausahakan seluruh transaksi dalam buku kas Umum (BKU).
6). Menerima dan menyetor ke rekening kas Negara atas pajak dan penerimaan lainnya sesuai peraturan yang berlaku.
7). Mengajukan LS, UP, dan TUP.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Bendahara Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan , penggunaan , dan pemeliharaan peralatan di lingkungan Balai KIPM Lampung.
2). Ketepatan dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran sesuai dengan peraturan per Undang Undangan.
3). Kebenaran dan keakuratan laporan keuangan Balai KIPM Lampung.
4). Keharmonisan hubungan kerja di lingkungan kerja Balai KIPM Lampung.
2.6.11 Pengelola BMN
Pengelola BMN Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Pengelola BMN Balai KIPM Lampung adalah 1). Melakukan pendataan barang inventaris.
2). Melakukan pendataan barang persediaan.
3). Mendokumentasikan data atas barang inventaris dan barang persediaan.
4). Melakukan perekaman data keluar dan massuk barang persediaan.
5). Melakukan pengecekan terhadap barang atau kendaraan yang kondisinya sedang tidak baik.
6). Melakukan pemeliharaan terhadap barang barang inventaris .
7). Mendokumentasikan berkas arsip BMN terkait kendaraan dinas serta menyiapkan data pembayaran pajak kendaraan bermotor.
8). Menyiapkan data untuk keperluan pengadaaan barang/jasa.
9). Menyiapkan bahan penghapusan aset lingkup BKIPM.
10). Mengamnkan BMN peralatan dan mesin serta dokumen pendukungnya.
b. Tanggung Jawab
Tanggung Jawab dari Pengelola BMN Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan dan pemeliharaab perlatan di lingkungan Balai KIPM Lampung.
2). Keakuratan dan ketepatan dalam penyusunan laporn persediaan.
3). Keharmonisan hubungan kerja dilingkungan Balai KIPM Lampung.
4). Kebenaran dan keakuratan laporan persediaan Balai KIPM Lampung.
2.6.12 Pengelola Kepegawaian
Pengelola Kepegawaian Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Pengelola Kepegawaian Balai KIPM Lampung adalah 1). Menyusun daftar pegawai Balai KIPM Lampung menurut jabatan.
2). Mendata pegawai yang akn mengikuti tugas belajar.
3). Mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan berkass tugas belajar dan izin belajar Balai KIPM Lampung.
4). Mendata pegawai yang akan mengikuti ujian dinas/ ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah Balai KIPM Lampung.
5). Mengevaluasi pegawai yang melaksanakan izin Belajar.
6). Menyusun daftar pegawai yang telah lulus mengikuti diklat.
7). Menyusun daftar pegawai yang belum mengikuti diklat.
8). Menerima, mencatat, dan mendistribusikan SK kenaikan pangkat.
9). Bertanggung jawab terhadap presensi online dan data ketidakhadiran Balai KIPM Lampung.
10). Mengumpulkan data kepegawaian.
11). Menyusun konsep daftar urut kepangkatan pegawai Balai KIPM Lampung.
12). Menyapkan konsep LHKPN dan LHKASN pegawai Balai KIPM Lampung.
13). Melakukan penataan arsip pegawai.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Pengelola Kepegawaian Balai KIPM Lampung adalah 1). Kelengkapan, pengguanaan, dan pemeliharaan peralatan di lingkungan
Balai KIPM Lampung.
2). Keakuratan data pegawai Balai KIPM Lampung.
3). Ketepatan dalam pelaksnaan / pengelolaan administrasi pegawai Balai KIPM Lampung.
2.6.13 Pengelola Surat
Pengelola Surat Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Pengelola Surat Balai KIPM Lampung adalah 1). Mengambil surat masuk di bagian pelayanan.
2). Mengimput surat masuk Balai KIPM Lampung.
3). Membuat tanda terima pengiriman surat keluar Balai KIPM Lampung.
4). Menginput / melakukan penomoran surat.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Pengelola Surat Balai KIPM Lampung adalah 1). Kebenaran dan keakuratan data surat masuk dan surat keluar . 2). Kelancaran pelaksanaan surat masuk dan keluar.
3). Ketepatan waktu pengiriman surat keluar.
2.6.14 Penyusun Laporan Keuangan
Penyusun laporan keuangan Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Penyusun laporan keuangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Membantu Kasubag Tata usaha dalam menyiapkan perumusan encana kerja dan program kerja pada Kasubag Tata Usaha.
2). Membantu Kasubag tata usaha dalam menyusun laporan keuangan.
3). Membantu Kasubag Tata Usaha dalam memverivikasi berkas SPJ.
4). Menyiapkan Surat Perintah Membayar.
5). Menyiapkan, memeriksa, mengolah bahan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan Balai KIPM Lampung.
6). Membantu menyiapkan bahan laporan realisasi anggaran Balai KIPM Lampung.
7). Membantu Kasubag Tata Usaha dalam menyiapkan bahan pertanggungawaban kegiatan Kasubag Tata usaha.
8). Melakukan rekonsilisi data keuangan dengan KPPN setiap bulan.
9). Membuat rekapitulasi lporan rekening Balai KIPM Lampung.
10). Melakukan pendampingan pemeriksaan BPK RI dan Irjen.
11). Melakukan monitoring temuan BPK RI dan Irjen.
12). Membantu menyiapkan jadwal dan pengawasan pelaksanaan program kerja Tata Usaha.
13). Membantu Kasubag Tata Usaha dalam menyiapkan bahan rencana belanja pegawai Balai KIPM Lampung.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari penyusun laporan keuangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan di keuangan Balai KIPM Lampung.
2). Ketepatan dan Keakuratan dalam menyusun Laporan Balai KIPM Lampung.
3). Kelancaran dalam pencairan anggaran.
4). Kebenaran dan keakuratan laporan keuangan Balai KIPM Lampung.
2.6.15 Verikator Keuangan
Verikator Keuangan Balai KIPM Lampung memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut ini
a. Uraian Tugas
Tugas dari Verikator Keuangan Balai KIPM Lampung adalah 1). Melakukan verivikasi dokumen pertanggungjawaban (SPJ).
2). Memeriksa dokumen pengadaan barang dan jasa sesuai dengan ketentuan.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dari Verikator Keuangan Balai KIPM Lampung adalah
1). Kelengkapan, penggunaan, dan pemeliharaan peralatan dilingkungan Balai KIPM Lampung.
2). Keakuratan dan ketepatan dalam pengelola keuangan Balai KIPM Laampung yang dapat dipertanggung jawabkan.
3). Keharmonisan hubungan kerja di lingkungan Balai KIPM Lampung.
4). Kebenaran dan keakuratan laporan keuangan Balai KIPM Lampung.
3.1 PELAKSANAAN PKL: EKA SHINTYA PRATIWI, NPM 16312334 3.1.1 Bidang Kerja
Selama melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan di Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung, penulis ditempatkan dibagian Lingkup Tata Usaha, yang dikepalai oleh Kasubbag Tata Usaha yaitu ibu Mailani, S.H., dalam lingkup tata Usaha terdapat beberapa sub bagian yaitu Bagian Kearsiparisan yang dipegang oleh ibu Lena Kusuma Ningrum, A.Md., dan bagian Pelayanan yang ditanggungjawabi oleh pak Irfan, A.Md., dalam bidang kerja di Tata Usaha khususnya dalam lingkup kearsiparisan dan Pelayanan menjalankan tugas berupa:
a. Kegiatan Apel Pagi
b. Pembuatan dan Pemberian Nomor Surat Tugas c. Pembukuan Surat manual
d. Pengarsipan Data SuratMembantu Kasubbag Tu
e. Membatu Membuat Editing Foto dalam rangka Reformasi Birokrasi f. Membantu bagian Pelayanan Membuat Rekap Ekspor Perusahaan g. Membuat Daftar Nama-Nama Perusahaan Dan Perorangan
h. Lain-Lainnya
3.1.2 Pelaksanaan Kerja
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Karantina Ikan, Pengembangan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Lampung dimulai sejak tanggal 01 April 2019 s.d 31 Mei 2019, dengan waktu kerja hari Senin s.d Jum’at. Dalam pelaksanaan kegiatan PKL, penulis ditempatkan di Bagian Lingkup Tata Usaha yaitu bagian kearsiparisan. Adapun kegiatan yang dilakukan penulis di bagian Tata Usaha, Kearsiparisan, dan Pelayanan diantaranya yaitu:
a. Kegiatan Apel Pagi
Kegiatan apel dilaksanakan setiap pagi 30 menit sebelum pekerjaan dimulai di lantai 2 Balai KIPM Lampung. Seperti Gambar 3.1:
Gambar 3.1. Kegiatan Apel Pagi b. Pembuatan dan Pemberian Nomor Surat
Adapun kegiatan dari pembuatan dan pemberian nomor surat akan dijelaskan dibawah ini
1. Surat Masuk dan lembar Disposisi
Adapun alur dari pembuatan Surat Tugas Masuk yaitu; Surat masuk dari perusahaan- perusasahaan yang diterima oleh bagian kearsiparisan akan dibuatkan lembar dispoisinya terlebih dahulu, lembar disposisi dibuatkan berdasarkan surat masuk yang diterima. setelah lembar disposisi dibuatkan surat dan lembar disosisi akan diteruskan ke Kasubbag TU untuk memberi paraf mengetahui adanya surat masuk tersebut, setelah itu akan di teruskan ke bagian Sekretaris, bagian Seretaris akan meneruskan surat ke Kepala Balai KIPM Lampung untuk menyetujui memberi surat balasan akan surat masuk tersebut. Setelah Kepala menyetujui, lembar disposisi dan surat masuk tersebut dikembalikan ke bagian arsiparis untuk di buatkan surat balasan (surat keluar) untuk perusahaan – perusahan. Seperti disposisi dari pada surat masuk yang diterima dari Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan pada Gambar 3.2. berikut:
Gambar 3.2. Surat Masuk dan Lembar Disposisi
2. Surat Keluar
Surat keluar merupakan surat yang dibuat sesuai dengan fungsi dan kegunaan surat. Surat keluar bisa terdiri dari Surat Balasan, Surat Tugas Dinas, dan Surat Perjalanan Dinas. Surat Balasan dibuat berdasarkan surat masuk (membalasa surat). Adapun alur dari pembuatan surat balasan yaitu:
Ketika ada surat masuk yang telah di buatkan lembar disposisi yang disetujui untuk dibalas maka akan dibuatkan surat balasan. Alurnya adalah bagian persuratan akan mulai membuat konsep surat terlebih dahulu, setelah konsep surat dibuat kemudian diserahkan ke bagian Sekretaris untuk diteruskan ke Kepala Balai KIPM, jika ada perbaikan pada surat maka surat
dikembalikan ke bagian persuratan untuk diperbaiki, namun jika surat sudah bagus dan tidak ada perbaikan maka surat bisa langsung dicetak oleh bagian persuratan. Surat di cetak 2 lembar dan diberikan nomor surat berdasarkan keprluan surat, satu lembar di berikan stample untuk di arsipkan dan salah satunya untuk di kirimkan, setelah itu surat yang telah dicetak akan diteruskan ke Kasubbag TU untuk mengetahui adanya surat keluar, setelah Kasubbag TU memberikan paraf pada surat kemudian diteruskan ke bagian Sekretaris untuk memasukan surat ke bagian Kepala Balai KIPM untuk ditandatangani. Setelah itu dikembalikan ke bagaian Arsiparis untuk diberikan Stample di atas tanda tangan Kepala Balai KIPM lampung. Dan surat diberikan ke bagian Sekertaris untuk dikirimkan.
3. Surat Tugas Dinas
Surat Tugas Dinas dibuatkan oleh bagian persuratan berdasarkan undangan (menghadiri undangan atas perintah pimpinan), dan jadwal kegiatan bulanan yang disesuaikan dengan jadwal kegiatan tiap bulannya yang diberikan oleh bagian Kasi Tata Pelayanan, dan Wasdalin. Seperti pada Gambar 3.3. dan 3.4 berikut:
Gambar 3.3. Jadwal Tugas Oprassional Balai KIPM Lampung pada bulan Mei 2019
Gambar 3.4. Surat Tugas Dinas Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) pada bulan April
4. Surat Perjalanan Dinas (SPPD)
Surat perjalanan dinas ini dibuat bersamaan dengan surat tugas dinas kegiatan yang disertai dengan DIPA (Daftar Isian Pagu Anggaran) yang di laksanakan tiap bulannya kepada pegawai yang di tugaskan, dalam surat perjalanan dinas menjelaskan tujuan perjalanan dinas, dan waktu perjalanan dinas. Surat Tugas yang di sertai dengan DIPA (Daftar Isian Pagu Anggaran) akan di bautkan SPPD dan diberikan kepada pegawai yang ditugaskan dan mendapatan jadwal kegiatan pada tiap bulannya. Setelah selesai menjalankan Perjalanan Dinas pegawai yang ditugaskan kembali membuat laporan perjalanan dinas dan menyerahkan Surat Tugas dan SPPD ke Bendahara untuk di buatan kuwitansi pencairan perjalanan. Jika Surat Tugas yang dibuat tidak di sertai dengan DIPA (Daftar Isian Pagu Anggaran) maka hanya di buatkan surat tugas dan tidak di buatkan SPPD.
Sepeti Gambar 3.5. dan 3.6. berikut:
Gambar 3.5. Tampak depan Surat Perjalanan Dinas SPPD Kosong
Gambar 3.6. Tampak belakang Surat Perjalanan Dinas SPPD Kosong c. Pembukuan Surat Manual
Setelah membuat surat keluar, surat masuk, ataupun surat tugas, perlu di arsipkan berdasarkan tanggal dan nomor surat tersebut. Di Balai KIPM Lampung pengarsipan surat masih menggunakan system manual (Pembukuan) dan aplikasi Microsoft Excel. Seperti Gambar 3.7. dan 3.8. dibawah ini:
Gambar 3.7. Pembukuan Surat Masuk
Gambr 3.8. Pembukuan surat keluar
d. Pengarsipan Berkas Surat
Di Balai KIPM Lampung masih menggunakan system pengarsiapan berkas surat secara manual. Dimana berkas surat di susun berdasarkan tanggal dan
bulannya di dalam satu folder dan di letakan rapih di dalam lemari arsip.
Seperti pada gambar 3.9. berikut:
Gambar 3.9. Pengarsipan surat secara manual
e. Membantu Kasubbag TU
Yaitu pembaharuan informasi faktor jabatan fungsional umum untuk seluruh pegawai Balai KIPM Lampung pada tahun 2019. Di dalamnya terdapat peran jabatan, tugas dan tanggung jawab utama, hasil kerja jabatan, tingkat faktor, dan persyaratan jabatan tertentu.
f. Membantu membuat Editing Foto dalam rangka Reformasi Birokrasi.
Penulis juga mendapat tugas dari Kasubbag tata Usaha untuk membuatkan sebuah editing foto dalam Tema Reformasi Birokrasi Balai KIPM. Pada gambar yaitu proses pembuatan editing foto dengan software Corel Draw X7, dapat dilihat pada Gambar 3.10. berikut:
Gambar 3.10. Proses Pembuatan Edit Foto Reformasi Birokrasi Balai KIPM Lampung
g. Membantu bagian Pelayanan Membuat Rekap Ekspor Perusahaan.
Kegiatan pemantauan ekspor impor juga menjadi salah satu bagai tugas dari Balai KIPM Lampung. Tugas ini umumnya di kerjakan oleh bagian Pelayanan.
Setiap bulan , triwulan, dan tahunan selalu dilakukan rekap Ekspor perusahaan.
Dalam rekap Ekspor di dalamnya terdapat nama UPI, media pembawa, jumlah, nilai, dan frekuensi serta asal Negara. Dalam rekap Ekspor Perusahaan ini penulis mengunakan Aplikasi Microsoft Excell 2010.
h. Membuat Daftar Nama-Nama Perusahaan Dan Perorangan
Pada tugas ini penulis ditugaskan untuk membuat rekap nama perusahaan dan perorangan yang datanya di ambil dari sebuah aplikasi yang dimiliki oleh Balai KIPM Lampung yaitu aplikasi Sister Caroline. Dalam rekap ini berisi nama perusahaan/ perorangan, alamat, jenis usaha dan keterangannya. Penuis membuat rekap dengan menggunakan aplikasi Microsoft excel 2010.
3.1.3 Kendala Yang Dihadapi
Adapun kendala yang dihadapi selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Karantina Ikan, Pengendalian mutu dan hasil perikanan (BKIPM) Lampung terdapat masalah diantaranya;
a. Di pembukuan manual (Pembukuan) pada surat menyurat. untuk pembukuan surat masih ditulis manual dengan tanggan. Hal ini akan menyulitkan dan sulit dicari sewaktu-waktu dibutuhkan karena dalam 1 tahun bisa menggunakan pembukuan 2-4 pembukuan untuk meyimpan data surat masuk/ keluar.
b. Pengarsipan manual surat. Pada masalah ini terjadi ketika akan mencari kembali surat yang telah lama disimpan. Berkas fisik suat disimpan di lemari sesuai dengan tanggal, bulan dan tahun surat, namun tetap akan ada sedikt kesulitan dalam pencarian berkas surat, karna pengarsipan masih berbasis manual.
3.1.4 Cara Mengatasi Kendala
Dari berbagai kendala yang dihadapi sehingga penulis melakukan beberapa penyelesaian diantaranya:
a. Melakukan penyimpanan berkas fisik surat sesuai dengan jenis surat, tanggal, bulan, dan tahun surat. Serta menandai folder dengan label bulan untuk memudahkan pencarian. Dan folder yang telah di beri label disimpan rapih dalam lemari. Dan menggunakan aplikasi Microsoft Excel untuk menyimpan data surat.
b. Kemudian untuk pembukukan surat secara manual tetap di lanjutkan namun dengan mengurutkan nomor surat secara urut dan mengurutkan tangga keluar/
masuknya surat.
c. Dan Kelompok PKL membuatkan aplikasi untuk pengarsipan surat secara desktop. Aplikasi ini di buat dengan menggunakan Database MySQL.
(Fridayanthie & Fauzi, 2019)
3.2 Pelaksanaan PKL : Mige Jisnu Fauzan, NPM : 1612320 3.2.1 Bidang kerja
Selama melakukan Peraktik Kerja Lapangan di kantor BKIPM Lampung Penulis ditempatkan dibagian Kepegawaian, Dalam bagian ini penulis ditugaskan untuk membantu karyawan dalam melakukan kegiatan berikut:
a. Mengerjakan rekap data pegawai
b. Membuat surat cuti tahunan pegawai Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Bandar Lampung
c. Membantu Staf Kepegawaian Membuat Surat Undangan d. Membuat strukur pegawai Tata Usaha
e. Membuat Surat edaran f. Lain – lain.
3.2.2 Pelaksanaan Kerja
Pelaksanaan Praktik kerja lapangan selama 2 bulan terhitung mulai tanggal 1 April 2019 sampai 31 Mei 2019 . Dalam Pelaksanaan penulis melakukan beberapa tugas yaitu:
a. Mengerjakan Rekap Data Pegawai 2019
Rekap data pegawai dilakukan untuk update data pegawai baru seperti pada Gambar 3.11.
b. Membuat surat cuti tahunan pegawai Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Bandar Lampung
Adapun tugas yang diberikan yaitu membuat surat cuti tahunan pegawai.
Pembuatan surat cuti pegawai dilakukan ketika ada pegawai yang sudah mengajuhkan cuti kepada bagian kepegawaian. Berikut merupakan tahap dalam membuat surat cuti tahunan pegawai Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Bandar Lampung :
1). Penulis membuat surat cuti tahunan dimana format pembuatan surat cuti tahunaan sudah ada jadi penulis hanya mengedit data sesuai dengan form pengajuan cuti tahun pegawai yang mengajukan.
2). Lalu surat cuti akan dicek oleh Kepala Sub Bagian Kepegawaian
3). Jika sudah benar maka dilakukan paraf kemudian dilanjutkan kepada Kepala Bagian Tata Usaha Dan Kepegawaian BKIPM Bandar Lampung
4). Jika sudah benar maka dilakukan paraf kemudian dilanjutkan kepada Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Bandar Lampung untuk di minta tanda tangan untuk bukti bahwa cuti tersebut disahkan.
5). Kemudian penulis membawa surat cuti pegawai tersebut ke bagian Arsipparis
6). Setelah itu surat cuti diarsipkan manual dalam box file data Surat Cuti Tahunan 2019
Gambar 3.11. Arsip Data Pegawai
Gambar 3.12. Surat Cuti
c. Membantu Staf Kepegawaian Membuat Surat Undangan
Yaitu surat yang dibuat oleh staff kepegawaian untuk mengundang didalam maupun luar wilayah kerja lainnya pada acara tertentu seperti Rapat dan undangan lainnya.
d. Membuat Strukur Pegawai Tata Usaha
Dengan adanya struktur organisasi maka kita bisa melihat pembagian kerja dan bagaimana fungsi atau kegiatan yang berbeda bisa dikoordinasikan dengan baik Struktur tersebut merupakan komponen penting yang harus ada dalam organisasi yang memuat terkait pembagian tugas dan tanggung jawab masin- masing. Sebagai contoh, untuk menghindari adanya tumpang tindih suatu wewenang dan tanggung jawab perorangan. Struktur di dalam organisasi dibuat untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan tugas dan fungsi masing- masing jabatan. Struktur organisasi secara jelas mampu memisahkan tanggung jawab dan wewenang anggotanya.
Gambar 3.13. Struktur Pegawai Tata Usaha
e. Membuat Surat edaran
Penulis membuat surat edaran yang mana surat edaran tersebut untuk disampaikan kepada seluruh pegawai kantor campang, pegawai wilker Pelabuhan Bakauheni dan Pegawai Wilker Bandara Radin inten II Branti Perihal Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila.
Gambar 3.14 Surat Edaran f. Lain – Lain
Diluar pekerjaan rutin penulis, ada beberapa pekerjaan lain yang diikuti oleh penulis, seperti :
1). Monitoring dan Surveilen Penerapan CKIB
a) Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB) merupakan metode yang berisikan standar operasional prosedur (SOP)
b) Dan untuk memastikan bahwa semua tindakan dan penggunaan fasilitas instalasi karantina dilakukan secara efektif, konsisten, sistematis, dan memenuhi prinsip – prinsip biosekuriti untuk menjamin kesehatan ikan
c) Berkaitan dengan tuntutan terhadap kesehatan dan kualitas ikan yang diperdagangkan baik untuk tujuan ekspor, impor dan antara area didalam negeri.
Gambar.3.15. Monitoring 2). Menghadiri Bimbingan Teknis kesehatan Ikan
a) Penulis mendampingi salah satu pegawai karantina untuk menghadiri acara Bimbingan Teknis (BIMTEK)
b) Penyakit ikan merupakan salah satu masalah yang serius yang dihadapi para pembudidaya ikan karena berpotensi menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.
c) Kerugian tersebut dapat berupa kematian ikan dan penurunan kualitas ikan sehingga secara ekonomis akan berakibat pada penurunan harga.
d) Pertemuan yang diadakan ini membahas tentang pendeteksian penyakit dan penanggulangannya.
e) Gejala sakit pada hewan akuakultur dapat dicirikan dengan berbagai penampakan kelainan tingkah laku dan kelainan morfologis (gejala klinis).
Gambar 3.16. Bimbingan Teknis Kesehatan Ikan 3.2.3 Kendala Yang Dihadapi
Selama melakukan kegiatan dibagian kepegawaian kantor BKIPM Bandar Lampung, penilaian penulis mengalami permasalahan pada saat mencetak dokumen data kepegawaian, dikarenakan printer yang ada pada bagian Tata Usaha hanya ada 2 unit dan terletak di meja kerja Kepala Bagian Tata Usaha. Sehingga memerlukan cukup banyak waktu untuk mencetak dokumen, karena penulis harus mengcopy data dokumen ke flashdisk lalu mencetaknya menggunakan komputer yang ada di meja kerja Kepala Bagian Tata Usaha untuk mencetak dokumen tersebut.
3.2.4 Cara mengatasi kendala
Untuk mengatasi kendala tersebut penulis melakukan sharing printer.
Dimana dengan sharing printer ini akan lebih mudah dalam hal mencetak dokumen karena untuk mencetak dokumen dapat dilakukan pada masing-masing komputer disetiap meja bagian Tata Usaha dengan menggunakan sharing printer.
Adapun cara untuk mengaktifkan fitur sharing printer yaitu :
1). Cara sharing printer pertama harus mengaktifkan fitur file and printer sharing di Windows, Buka Control Panel pilih Network and Internet.
2). Pilih opsi Network and Sharing Center.
3). Selanjutnya pilih Change advanced Sharing Setting.