MODUL 3
Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai Topik
“Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Sebagai Landasan Pemikiran Nasional”
NAMA : NATHAN BALA, S.Pd
BIDANG STUDI : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Sekolah : SD Kristen Rantepao 5
NO. UKG : 201699811667
LPTK : Universitas Negeri Gorontalo
PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN TAHUN 2025
JURNAL AKSI NYATA
Modul Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai
Topik : Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Sebagai Landasan Pendidikan Nasional
Judul : Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Berbasis Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Nilai Pancasila
Jenjang : Sekolah Dasar (Kelas 3) Nama Guru : Nathan Bala, S.Pd Tanggal Pelaksanaan : 18 Juni 2025
1. Rancangan Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik
Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning) adalah pendekatan yang :
- Menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar - Memfasilitasi kemandirian belajar, kreativitas, dan partisipasi aktif siswa
- Memperhatikan kebutuhan, minat, potensi, dan gaya belajar peserta didik secara individual
- Mendorong tumbuhnya karakter dan nilai-nilai luhur, sesuai dengan prinsip
“memerdekakan manusia” menurut Ki Hajar Dewantara
Pembelajaran ini menuntut guru untuk tidak mendominasi proses belajar melainkan menjadi pendamping, fasilitator, motivator, dan teladan.
a. Langkah-Langkah Spesifik 1. Pemahaman Awal (Niteni)
Melakukan asesmen diagnostik awal untuk mengetahui latar belakang pengetahun, minat, dan gaya belajar siswa.
DOKUMENTASI KEGIATAN
Mewujudkan Pembelajaran Bermakna
Berbasis Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dan Nilai Pancasila
UMPAN BALIK REKAN SEJAWAT/GURU
Kepala Sekolah, Bare’ Pabisa, S.Pd : menyatakan bahwa pembelajaran Filsafat Pancasila dan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara sangat relevan dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran, seperti mengembangkan pendidikan karakter, mendorong kreativitas peserta didik, dan menerapkan pembelajaran yang menjunjung tinggi kodrat alam dan zaman.
Guru, Soetri Mario, S.Pd : menyatakan bahwa pemikiran
Ki Hadjar Dewantara sangat relevan dalam konteks pendidikan saat ini. Ia menekankan pentingnya mengimplementasikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran, seperti mengembangkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik, menerapkan pembelajaran yang menyenangkan, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki