MAKALAH
“NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Wawasan Kebangsaan
Dosen Pengampu:
Ludfi Arya Wardhana, S.Pd., M.Pd.
Disusun Oleh:
1. Shaqile Majid Syahdiar 224420004 2. Tia Nur Maharani 224420063 3. Rina Nasyiatul Laily 224420072
PROGRAM STUDI GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCA MARGA TAHUN 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul
“NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)” tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Wawasan Kebangsaan.
Selama proses pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan, motivasi dan masukan dari berbagai pihak. Sehubungan dengan hal itu, kami selaku penyusun makalah ini ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Ir. H. R. Abdul Haris, M.M. selaku Rektor Universitas Panca Marga 2. Ludfi Arya Wardhana, S.Pd., M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan dan Dosen Mata Kuliah Wawasan Kebangsaan
3. Orang Tua yang senantiasa memberikan doa dan motivasi dalam penyelesaian karya tulis ini.
4. Teman-teman yang membantu dalam pembuatan makalah ini 5. Semua orang yang terlibat dalam pembuatan makalah ini
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak akan selalu kami terima demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya kepada para penulis dan umumnya kepada para pembaca.
Probolinggo, 18 September 2023
Kelompok 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang...4
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Tujuan...5
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)...6
2.2 Proses Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)...7
2.3 Pembagian Daerah Yang Terbagi Dalam Beberapa Provinsi...7
2.4 Pembagian Daerah Yang Terbagi Dalam Daerah Istimewa dan Daerah Khusus...9
2.5 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Yang Berciri Nusantara...10
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan...11
3.2 Saran...11
DAFTAR PUSTAKA...12
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga dikenal dengan nama Nusantara yang artinya negara kepulauan. Wilayah NKRI meliputi wilayah kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Letak wilayah NKRI berada diantara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia, NKRI juga terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia terlekat di benua Asia lebih tepatnya di Asia Tenggara, wilayah Indonesia berada dekat dengan garis khatulistiwa yang mana menyebabkan Indonesia memiliki ilkim tropis dan memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Wilayah NKRI terdiri atas 17.504 pulau, baik itu pulau besar maupun pulau kecil. Beberapa di antaranya terdapat 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 m di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas lautan Indonesia 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km² dengan pulau Jawa sebagai pulau yang memiliki jumlah penduduk terpadat.
Pada awal kemerdekaan, Indonesia terdiri dari 8 provinsi yang lalu bertambah menjadi 34 provinsi. Perkembangan provinsi di Indonesia memiliki tujuan untuk memudahkan pelayanan pada masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian NKRI?
2. Bagaimana proses terbentuknya NKRI?
3. Bagaimana pembagian daerah yang terbagi dalam beberapa provinsi?
4. Bagaimana pembagian daerah yang terbagi dalam Daerah Istimewa atau Khusus?
5. Bagaimana NKRI yang memiliki ciri nusantara?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian NKRI
2. Untuk mengetahui proses terbentuknya NKRI
3. Untuk mengetahui pembagian daerah yang terbagi dalam beberapa provinsi 4. Untuk mengetahui pembagian daerah yang terbagi dalam Daerah Istimewa atau
Khusus
5. Untuk mengetahui tentang NKRI yang memiliki ciri nusantara
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Pancasila. NKRI merupakan negara kesatuan. Setiap warga negara harus memahami makna negara kesatuan, makna kesatuan merupakan bentuk upaya untuk mencegah perpecahan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Makna Indonesia sebagai kesatuan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Wilayah Indonesia merupakan satu tempat untuk hidup dan milik seluruh bangsa Indonesia
2. Wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum yang mengabdi pada kepentingan nasional
3. Pancasila merupakan falsafah bangsa dan negara
4. Bangsa Indonesia mempunyai rasa senasib dan dan sepenanggungan serta mempunyai tekad yang sama untuk mencapai cita-cita bangsa
5. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, bahasa dan budaya
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia meliputi seluruh tanah air Indonesia, yang memilki wilayah negara yang sangat luas. sebagai calon guru SD/MI kita bisa menerapkan cara menghayati wilayah negara Indonesia kepada peserta didik kita dengan menyanyikan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” secara bersama sama. Dimana dari lagu tersebut perserta didik dapat mengetahui bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan. Negara kepulauan terdiri dari gugusan atau rangkaian keulauan.
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia membentang dari sabang di propinsi Aceh Darussalam sampai ke ujung timur, yakni Merauke di propinsi papua. Sebagai negara kepulauan, hampir-hampir dua pertiga bagian wilayah Indonesia adalah wilayah laut, wilayah laut bukan sebagai pemisah, tetapi sebagai penghubung atau menyatukan wilayah
daratan. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah satu kesatuan antar wilayah darat, wilayah laut, dan wilayah udara.
Dari segi geografis, wilayah NKRI terletak pada persilangan antar dua samudera dan dua benua, yaitu samudera Hindia dan Samudera Pasifik, serta Benua
Asia dan Benua Australia. Wilayah NKRI dikenal dengan sebutan Nusantara. Nusantara berarti gugusan kepulauan yang dihubungkan oleh wilayah laut.
2.2 Proses Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk melalui proses dan tahapan yang panjang. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk karena beberapa faktor, seperti adanya persamaan nasib dimana selama kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia dibuat menderita oleh penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing, adanya keinginan untuk merdeka dari penjajah, serta adanya cita-cita untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa. Faktor-faktor pembentuk bangsa Indonesia tersebut secara bertahap telah melahirkan negara Indonesia. Secara runtut, perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Adanya kesadaran dari seluruh bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Bangsa Indonesia memiliki tekad yang kuat untuk menghapus segala bentuk penindasan dan penjajahan yang ada di Indonesia 2. Kesadaran akan hak kemerdekaan tersebut mendorong bangsa Indonesia untuk
berjuang melawan penjajah. Perjuangan panjang bangsa Indonesia ini akhirnya menghasilkan proklamasi
3. Terbentuknya negara Indonesia adalah kehendak seluruh rakyat Indonesia dan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa
2.3 Pembagian Daerah Yang Terbagi Dalam Beberapa Provinsi
Setelah memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia menetapkan wilayahnya melalui Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 19 Agustus 1945.
Saat itu, Indonesia menetapkan delapan provinsi yang merupakan bagian dari wilayahnya.
Delapan provinsi tersebut adalah Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Maluku, Sunda Kecil, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Kemudian pada 1950, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 11 provinsi.
Provinsi Sumatera dibagi menjadi tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan. Sementara itu, Jawa Tengah dimekarkan menjadi dua provinsi; Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya pada tahun 1956, Indonesia berkembang dengan 15 provinsi. Saat itu, Provinsi Sumatera terbagi menjadi dua, yaitu Daerah Istimewa Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Jawa Barat menjadi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kemudian Provinsi Kalimantan berkembang menjadi tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.
Perkembangan selanjutnya terjadi pada 1957. Pada tahun tersebut, jumlah provinsi di Indonesia bertambah menjadi 17. Provinsi Sumatera Tengah berganti menjadi Provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi. Sementara Provinsi Kalimantan Selatan dibagi menjadi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Pada tahun 1958, jumlah provinsi bertambah dua menjadikan ada 19 provinsi di Tanah Air. Provinsi Sunda Kecil berkembang menjadi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Tahun 1959, Provinsi Sumatera Selatan dipecah menjadi Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung. Kemudian hasil Perundingan Linggarjati 1960 membagi Provinsi Sulawesi menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. Pada 1967, Provinsi Sumatera Selatan mekar menjadi Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Irian Barat resmi menjadi provinsi ke-26 Indonesia setelah melalui proses pemungutan suara di Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969.
Pada 1976, Timor Timur bergabung menjadi bagian dari wilayah Indonesia sehingga menambah jumlah provinsi menjadi 27. Namun, Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia pada 1999. Di tahun yang sama, Provinsi Maluku terpecah menjadi Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Sementara Provinsi Irian Jaya terbagi menjadi Provinsi Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Timur.
Provinsi Sumatera Selatan lalu berkembang menjadi Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung pada 2000. Provinsi Jawa Barat berkembang menjadi Provinsi Banten dan Jawa Barat. Sementara Sulawesi Utara menjadi Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Tahun 2013, Provinsi Kalimantan Utara resmi berdiri sekaligus pelantikan Dr. H.
Irianto Lambrie sebagai gubernur pertama di sana. Terbaru, sesuai UU No. 14, 15, dan 16 Tahun 2022, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan resmi menjadi provinsi baru.
2.4 Pembagian Daerah Yang Terbagi Dalam Daerah Istimewa dan Daerah Khusus Indonesia mempunyai beberapa daerah dengan status daerah khusus dan istimewa.
Status tersebut ditetapkan melalui Undang-Undang (UU). Dasar dari pembentukan otonomi khusus dan istimewa ini disahkan melalui Pasal 18B ayat 1 yang berbunyi "Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa, yang diatur dalam undang-undang. Berikut Daerah-daerah Khusus dan Istimewa di Indonesia:
1. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
Salah satu bentuk keistimewaan Yogyakarta adalah pemilihan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur diusulkan oleh Kasultanan dan Kadipaten.
2. Daerah Khusus Ibukota (DKI)
Mengacu pada UU nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan UU tersebut DKI Jakarta memiliki kekhususan tugas, hak, kewajiban, dan tanggung jawab tertentu dalam penyelenggaraan pemerintah.
3. Aceh
Keistimewaan Aceh adalah penyelenggaraan pemerintahan dan juga kabupaten atau kota berpedoman pada asas agama Islam.
4. Papua dan Papua Barat
Otonomi Khusus (Otsus) diberikan untuk percepatan pembangunan, demi kesejahteraan masyarakat papua. Kekhususan Papua dan Papua Barat ini termaktub dalam UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Adanya
kekhususan ini, membuat Papua dan Papua Barat mendapat dana perimbangan dan dana Otsus yang besar.
2.5 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Yang Berciri Nusantara
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki karakteristik yang dapat dipandang dari segi kewilayahan. Hal ini tersirat dalam batang tubuh UUD 1945 pada pasal 25A. Pasal tersebut berbunyi “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.”
Nusantara merupakan sebutan Indonesia secara keseluruhan, baik secara geografis, politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Dari segi kewilayahan nusantara digunakan untuk menunjukkan kesatuan antara pulau-pulau dan wilayah perairan Indonesia. Meskipun wilayah Indonesia terdiri atas ribuan pulau dan beragam suku bangsa, namun semuanya tetap bersatu dalam satu kesatuan yaitu NKRI.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Pancasila. NKRI merupakan negara kesatuan. Setiap warga negara harus memahami makna negara kesatuan, makna kesatuan merupakan bentuk upaya untuk mencegah perpecahan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk melalui proses dan tahapan yang panjang. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk karena beberapa faktor, seperti adanya persamaan nasib dimana selama kurang lebih 350 tahun bangsa Indonesia dibuat menderita oleh penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing, adanya keinginan untuk merdeka dari penjajah, serta adanya cita-cita untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.
3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis menyarankan kepada para pembaca khususnya rekan-rekan mahasiswa jenjang S1 jurusan PGSD untuk dapat meningkatkan pemahamannya mengenai NKRI serta dapat meningkatkan rasa kesatuan demi mencegah terjadinya perpecahan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Kami pun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih belum sempurna, maka dari itu kami menyarankan kepada para pembaca untuk terus menggali informasi melalui sumber-sumber yang menunjang terhadap pembahasan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Alhakim, S. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Harruma, I. (2022, Juni 3). Karakteristik NKRI Berdasarkan Wawasan Nusantara. Diakses pada September 21, 2023 dari Kompas TV:
https://nasional.kompas.com/read/2022/06/03/02150011/karakteristik-nkri- berdasarkan-wawasan-nusantara
Muhtar. (2022, November 14). Ini Sejarah Perkembangan Provinsi di Indonesia, dari 8 Sampai Menjadi 37. Diakses pada September 19, 2023 dari UICI (Universitas Intan Cita Indonesia): https://uici.ac.id/ini-sejarah-perkembangan-provinsi-di-indonesia- dari-8-sampai-menjadi-37/
Pratama, S. (2022, Oktober 27). Mengenal Daerah Khusus dan Istimewa di Indonesia.
Diakses pada September 19, 2023 dari Kompas TV:
https://www.kompas.tv/video/342370/mengenal-daerah-khusus-dan-istimewa-di- indonesia
R. Moediarta, R. (2006). PKN Harmoni Berkebangsaan kelas V SD. Jakarta: Yudistira.
Suparyanto, Y. (2013). Ensiklopedia Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Klaten:
Cempaka Putih.